Kami Merindukan Kalian Nak

Kami Merindukan Kalian Nak
BAB 26


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi, terlihat Bu Utami sedang menata makan yang baru saja ia masak diatas meja, terlihat dari asapnya yang masih mengepul, setelah menata nya, wanita paruh baya tersebut langsung menuju ruang tamu untuk memanggil menantunya tersebut.


'' Nak makanannya sudah mateng, ayo sebaiknya kamu makan dulu.'' ucap Bu Utami, dan tanpa menyahut ucapan sang ibu mertua, wanita itu langsung bangkit dari duduknya, dan tanpa mengucapkan terimakasih, Deby langsung melangkah kan kakinya menuju ruang makan tanpa mengajak Bu Utami untuk sekedar berbasa-basi, walaupun ia tau jika sebelumnya ibu mertuanya itu sudah sarapan bersama Fitri. Namun karna Bu Utami sendiri sudah memahami sifat menantunya itu jadi ia tak terlalu mempermasalahkannya.


Sore harinya terlihat Raja baru saja pulang dari kerjaannya, setelah memarkirkan motornya pria itu langsung masuk kedalam setelah sebelumnya mengucapkan salam.'' Pada kemana kok sepi.'' gumamnya sambil melangkah menuju dapur, namun tidak ada orang disana, lalu ia pun melangkah menuju kamar dimana beberapa hari ini mereka tempati.


'' Loh kamu kenapa By?'' tanya Raja saat melihat istrinya menggaruk-garuk perutnya hingga merah, bahkan terlihat berdarah akibat kuku panjang milik Deby


'' Gk tau bang, rasanya gatal banget ini.'' jawabnya yang hendak kembali menggaruknya, namun dicegah oleh suaminya Raja


'' Jangan-jangan kamu salah makan lagi, memangnya tadi kamu ada makan apa? kamu inginkan masih dalam pemulihan dan belum bisa mengkonsumsi makanan yang sembarangan karna bisa mengakibatkan seperti ini nih.'' sambung nya lagi


Ya kamu tanya saja sama ibu kamu, lagi pula sejak tadi aku gk ada makan apapun selain masakan ibu kamu.'' jawabnya ketus.'' Udah ah sana lebih baik Abang belikan aku obat, ini gatal banget bang, aku gk tahan.'' sambung wanita tersebut, yang membuat Raja langsung keluar dari kamar setelah menganggukan kepalanya.'' Ibu kasih makan Deby apa sih, kok bisa sampai seperti itu.'' gumamnya yang langsung melangkah menuju kamar Bu Utami untuk bertanya


***


Setelah membelikan obat untuk istrinya, Raja langsung menuju kamar sang ibu.'' Bu, ibu sedang apa?'' tanya Raja begitu melihat sang ibu sedang duduk ditempat tidurnya


'' Raja, ibu gk ngapa-ngapain kok, ada apa nak?''


'' Begini bu, Raja hanya mau tanya, tadi ibu ada kasih makan apa sama Deby? soalnya dia terus menggaruk perutnya, bahkan hingga berdarah.'' ucap Raja


'' Tadi dia hanya makan sayur capcay dan udang tepung nak, oh astaga apa mungkin karna itu dia jadi kegatelsn seperti itu?'' ucap Bu Utami yang baru menyadari nya

__ADS_1


'' Buk, ibu kan tau kalau Deby itu belum bisa makan makanan yang seperti itu, tapi kenapa ibu memberikannya? Raja menitip kan Deby dirumah ini agar ibu bisa mengawasi makanan yang dikonsumsi oleh nya buk, karna memang Deby selalu makan makanan sembarang, kalau sudah begini kayak mana?'' ucap Raja dengan wajah kesal.


'' Maafkan ibu nak, ibu sungguh sama sekali tidak sengaja, sebab saat itu ibu tujuannya ingin agar Deby mau makan, makanya ibu masak makanan itu.'' jawab Bu Utami


Tanpa bicara lagi Raja langsung meninggalkan Bu Utami dengan rasa bersalahnya, sebulir bening pun jatuh dari pelupuk matanya membasahi wajah keriput nya.


( Pak ibu butuh bapak )


Batinnya lirih, andai saja suaminya masih hidup, tentu Bu Utami tidak akan sesedih ini, ia masih ada tempat untuk mengadu, berbagi keluh kesah bersama suaminya. Namun meskipun begitu ia tak boleh merasa sedih, ia harus ikhlas menjalani semua, ia tak ingi suaminya didalam kubur sedih melihat dirinya seperti itu, Bu Utami ingin suaminya tau jika dirinya hidup bahagia, walau kenyataannya pak Ibnu tak bisa melihat itu semua karna dunia mereka yang kini sudah berbeda.


Ditempat lain terlihat Fitri sedang menyusun barang yang baru masuk dibagian kosmetik, gadis itu menaruh satu persatu benda yang selalu dibutuhkan oleh kaum hawa tersebut.


" Ekhem, terdengar suara deheman seseorang membuat gadis itu langsung menoleh kearahnya.


" Sayang ini waktunya istirahat, sebaiknya kita makan dulu, , mas udah siapin makanan diruangannya mas." ucap Rayhan.


" Tapi ini tanggung mas, sedikit lagi juga selesai." ucap nya


" Mas gk suka dibantah sayang, lagi pula kerjaan itu gk akan ada habisnya, sebaiknya kita makan dulu." ucap Rayhan lagi, mau tak mau akhirnya Fitri pun mengikuti kekasihnya tersebut, percuma saja menolak, pria itu tidak akan mau tau.


Saat ini keduanya sedang berada diruangan Rayhan, menikmati makanan yang sudah berada diatas meja.'' Sayang aku ingin kita segera menikah." ucap Rayhan tiba-tiba membuat Fitri yang saat itu sedang minum langsung tersedak seketika.


'' Uhuk-uhuk..''

__ADS_1


'' Sayang kalau minum pelan-pelan dong." ucap Rayhan.


'' Ya habisnya kamu sih mas.''


'' Loh kok jadi mas yang salah?'' ucap Rayhan


'' Ya habisnya ngajakin aku nikah dadakan gitu." sambung Fitri lagi


'' Kenapa? memangnya kamu gak mau nikah sama mas?" tanya Rayhan sedih


'' Bukannya gak mau mas, hanya saja mas melamarnya disini, gak romantis banget sih." ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya, membuat Rayhan yang melihat menjadi gemas


'' Baiklah, nanti malam aku akan jemput kamu jam tujuh, kita makan diluar." ucap Rayhan, Fitri tak lagi menjawab, gadis itu hanya menganggukan kepalanya tanda setuju, setelah itu kedua nya pun langsung kembali menikmati makanan mereka.


***


'' Bang kita pulang saja yuk kerumah kita sendiri, malas banget aku disini.'' ucap seorang wanita yang tak lain adalah Deby. Saat ini pasangan suami istri tersebut sedang berada dikamar.


'' Kenapa memangnya? enak disini kan ada ibu yang bisa jagain kamu.'' ucap Raja, pria itu meletakan ponselnya diatas nakas samping tempat tidur, lalu menatap istrinya serius


'' Ya tapi aku gk bebas bang, lagian gak ada beda nya juga aku disini atau pun dirumah kita sendiri, toh ibu kamu juga gak bisa jagain aku, buktinya tadi perut aku bisa sakit.'' ucapnya mengadu, padahal dia juga salah, bukannya Deby tidak tau mana makanan yang boleh dimakan dan mana yang belum bisa dimakan oleh orang yang baru selesai operasi, bahkan ia juga jarang meminum obat dari rumah sakit, makanya luka bekas operasi tersebut lama sembuhnya, Deby juga sudah sering diperingatkan oleh Mayang dulu, jika harus bisa menjaga makanan jika ingin cepat sembuh, walaupun bermulut nyinyir, namun Mayang juga memiliki sifat peduli.


next

__ADS_1


__ADS_2