
Pukul 8 malam...
Mobil dian terparkir di depan rumah dilla..
Dia langsung turun dengan membawa papper bag berisi bunga mawar itu..
Dian langsung masuk ke rumah dilla.
Kebetulan pintunya terbuka.
"Tuhh om tante yg punya maksud udah dateng" ledek dilla sambil melihat kearah dian yg baru datang.
"hallo ma,pa,om, tante! Maaf ya nunggu lama..Mama papa udah lama disini?" dian menyapa orang-orang satu persatu..
"Baru beberapa menit kok! Kamu ini yahh buat orang kaget plus ribet yaa! Kenapa ga bilang dari kemaren hahh?tau gitu mama papa kan bisa ada persiapan.." omel mama dewi.
"Papa juga belum cukur rambut ama jenggot lagi!? Masa mau ketemu calon mantu kayak gini si ahh kamu" sambung papa Leon bercanda.
"iya-iya maaf! Soal belum cukuran, tenang aja papa masih terlihat tampan kok, yakan ma?hahaa" Jawab dian sambil ikut duduk disana.
"Terserah kamu aja dehh ah" ucap mama dewi sambil bergegas menuju dapur membantu mama silla dan bu Tessa menyiapkan makanan dan minuman seadanya.
"Om, tante Tessa mana?" dian menanyakan keberadaan calon mertua nya.
"dia lagi di dapur di" jawab ayahnya esta.
Beberapa menit kemudian..
Para ibu-ibu datang dari arah dapur membawa sedikit makanan dan minuman.
"ehh nak dian udah datang?" ucap bu Tessa sambil menyuguhkan hidangan yg dibawanya.
"Kamu makin pangling aja dian..tante udah lama gak ketemu" sambung mama Silla.
"iya tante aku baru sampe..Ahh biasa aja kok tan gausah berlebihan dehh" jawab dian sambil tertawa..
"Om tante! Bukan maksud dian lancang melamar putri kalian seperti ini..saya tau kalian pasti kaget dan mohon maaf juga dian hanya menyuruh dilla untuk memberitau soal ini.Memang niat baik ini sudah saya simpan sejak 1 tahun lalu..tapi mungkin waktu ini adalah waktu yg tepat.
Dan soal surprise, dian sengaja karena esta sangat suka dengan hal-hal sederhana.
Apa om dan tante mengijinkan dian untuk melamar putri kalian? " Kali ini dian berbicara dengan wajah serius nya.
"Om dan tante sangat mengerti dengan keadaan kamu sekarang nak! Pasti kamu gak punya banyak waktu karena pekerjaan..justru om salut karena kamu bisa menyempatkan mengungkapkan niat baik kamu disela kesibukan kantor kamu!Soal mengijinkan om sudah merestui kalian kok! Om percaya sama kamu buat jaga esta" jawab ayahnya esta sambil menepuk pundak dian.
"Tante juga sepemikiran sama om! Tante merestui hubungan kalian!Tapi tetap, keputusan ada ditangan esta" sambung bu Tessa.
"Aku janji akan menjaga putri kalian semampu mungkin.." ucap dian.
Suasana berubah menjadi hening..semua orang disana menjadi terharu dengan percakapan mereka bertiga..
"Kelamaan ahh di..Aku bangunin esta sekarang ya" tiba-tiba dilla merubah suasana haru itu..karena dia tak sabar menyaksikan lamaran dadakan ini.
"dilllaaa! " papa fandy melotot melihat tingkah putri nya.
Tapi dilla tak menghiraukan sedikitpun.
"Gapapa kok om santai aja" jawab dian sambil cengar-cengir.
Di kamar dilla..
"Taa bangun cepett tuhh mama kamu nyariin" dilla coba membangunkan esta perlahan.
Tak ada respon sama sekali dari esta.
Dilla menarik nafas panjang dan..
"esta prasyakira yg cantiikkkkkkk BANGUUUNNNNNN" Suara teriakan dilla sampai terdengar keluar..
__ADS_1
Kali ini esta terbangun..
"Apaan si teriak-teriak ahh ganggu org aja" ucap esta sambil mengucek matanya.
"Cepetan ikat rambut kamu, ada hal gawat darurat menyangkut keluarga kamu ta" dilla coba membuat esta panik..
"Gawat??" ucap esta sambil langsung berdiri dan merapikan rambut nya lalu mengikat nya..
"cuci muka dulu knapa ta?masa mau masang muka kusut gitu" dilla menarik tangan esta ke kamar mandi kamarnya..
Selesai mencuci muka esta langsung bergegas keluar..
Tentu saja dian sudah meunggu tepat didepan pintu kamar.
Ceklekkk..
Esta membuka pintu kamar tapi...
Terkejut nya bukan main..
Dia mendapati sosok yang sedang ia rindukan hari ini tengah berdiri mematung dihadapan nya..
"Kak dian?Aku kangen kamu hiks..hiks..hiks" esta langsung memeluk erat tubuh dian.
Dia melupakan kemarahan dan kekecewaan yg dilla sampaikan.
"Maafkan aku ta..akhir-akhir ini sungguh aku sibuk kerja" dian coba menenangkan esta sambil mencium pucuk rambut nya dia.
Dilla menyaksikan pelukan kerinduan itu di kamarnya.
Dian melepas pelukan nya dan berganti memegang kedua pipi esta..
"Kedatangan aku kesini aku mau menepati janjiku ta.. "
Lalu dia berlutut dihadapan esta ala-ala anak muda jaman sekarang saat menyatakan perasaan pada pasangan nya..
"Aku ingin kamu pertama dan terakhir menjadi orang yang selalu ada disampingku.
Aku melamarmu hari ini ta. "
Dua kata terakhir itu yg membuat air mata bahagia esta jatuh..
"Aku akan selalu bersamamu..Aku tidak akan mungkin menolak lamaran ini yang sudah aku nantikan sejak lama" jawab esta sambil memeluk erat dian..
Orangtua mereka pun datang dan mendekati dian dan esta..
Betapa terkejut nya esta saat melihat banyak orang di sana.
Seketika esta langsung melepaskan pelukannya..
"Kenapa dilepas?katanya kangen" canda bu Tessa ibunya esta.
"Kalian???Kok bisa gini si?apa kalian udah tau semua ini?" esta benar-benar merasa heran sendiri.
"iya ta ini semua surprise!Dan soal kejelekan dian itu hanya tipu muslihat aku ta sengaja biar lebih sosweet" ucap dilla sambil cengengesan.
"Ahhh aku jadi malu..apa ibu dan ayah juga tadi mendengarkan ini semua?" tanya esta
"Tentu sayang" jawab pak bambang
Pipi esta merah merona menahan malu..
"Sudah dulu drama nya..ayo kita duduk..tapi tante cuma punya makanan segini gapapa ya?" ucap mama nya dilla
"Tante makasih yaa kalian udah mau repot-repot..Maaf juga esta jadi ganggu" ucap nya sambil duduk
"Apaan si ta kayak sama siapa saja" jawab mama Silla.
__ADS_1
"Ini mawar apaan si kok aneh gini?" ucap esta sambil melihat seluruh sudut bunga itu.
"Masa sihh?ini mawar yg biasanya kok" dian pura-pura gak tau..
"ini beneran kaya aneh gitu kak ehhh ini apaan kok keras gini?" esta meraba-raba bunga tersebut.
Esta menarik benda itu dan...
Semua org terkejut kecuali dian..
"Ini kan?" belum selesai esta bicara dipotong sama dilla.
"cincin?aaaaaaah sosweet banget si diii..aku kira cincin dan bunga nya dipisah ternyata uuuuu ini sangat romantis" dilla memonyong-monyongkan bibirnya..
"Gak nyangka yahh pa..seumur-umur mama baru liat anak kita se romantis ini.." ucap mama dewi
"iya yahh ma memang semua bisa dilakukan atas dasar cinta" sahut papa Leon.
"Dulu kamu gak seromantis itu dehh mas" ucap bu Tessa pada suaminya.
"Dulu juga mas romantis kok kamu aja yg gak peka" timpal suaminya.
"Hmmm kapan ya ma anak kita seperti esta" papa Fandy ikut bicara.
"Papa ini ngeledek aku yg masih jomblo ya?" dilla mendengar ucapan papanya itu.
"Anak mama gak jomblo kok cuma lagi dikasi ujian aja yg sabar ya" mama Silla memberikan semangat buat putri nya..
Papa Fandy sangat penasaran dengan perkataan istrinya itu.
(kayaknya ada sesuatu yg aku gak tau nihh) Gumamnya..
"Sini aku pakein taa" ucap dian sambil memasangkan cincin itu di jari manis tangan kiri esta.
"Kamu udah jadi tanggung jawab ku sekarang..Dan 1 hal lagi jangan pernah berprasangka buruk tentang aku diluar sana oke?Mungkin cincin ini cukup membuat kamu percaya dengan rasa cinta aku ke kamu" seru dian sambil menatap mata esta.
Esta tak bisa berbicara apa apa dia hanya mengangguk sambil menangis bahagia.
"ehhh kalian gak ngasih tau putri?" ucap mama Silla.
"ohh iya aku lupa..bentar kita video call aja"
Dilla langsung menekan tombol panggil..
***
Malam itu ke kebetulan putri lagi kumpul bareng keluarga nya Rio juga ada disana pada waktu itu.
"ehhh ada Dilla manggil nihh" ucap putri..
Langsung saja putri menggeser gambar telepon berwarna hijau ke atas.
_
_
_
**Maaf ya readers kalau cerita nya agak gak nyambung.
Tulis saran dan komentar nya ya karena author masih belajar inii..
ohh iya author numpang promosi medsos nihh hehe:D
*ig:Selfiokt13
fb:Oktapiani***
__ADS_1