Kamu Jodohku

Kamu Jodohku
episode 32


__ADS_3

Hari ini dilla bangun lebih pagi. Karena nanti malam akan digelar acara pertunangannya dengan dani.


Hal yg sejak lama ditunggu oleh dilla akhirnya bisa terpenuhi nanti malam. Bahagia? Oh tentu! Bahkan selangkah lagi dirinya akan dipersunting seorang Syahdani maulana Wijaya pengusaha muda yg sedang sukses tersebut.


"Dilla!!!! Yuhuuuu...i'm coming! "


Terdengar ketukan pintu dan suara yg sangat khas di telinga dilla.


"Astaga dilla! Bahkan si nenek lampir sudah datang sepagi ini? "


Dilla membukakan pintu kamar nya dengan muka bantal nya itu...


"Lo baru bangun? Yaampun dilla! Se kebo-kebo nya gue, pas mau nikah dulu gak kayak lo gini dehh! "


"ehh nek lampir! Gue baru mau tunangan itu juga nanti malam! Jadi jangan lo samakan sama pas lo mau nikah lahh! "


"Gue sampe lupa dill! Ahh kok gue yg deg-degan gini yak? Coba nih pegang dada gue! "


"Santai aja kali! Ehh lo udah mandi hah pagi-pagi udah kelayapan! "


"Belum si gue mau numpang mandi disini! Soalnya listrik di rumah ibu lagi mati! Tuhh suami gue juga sama mau numpang mandi! Tapi gue mau nya mandi di kamar mandi lo! Boleh lahh! "


"Iya iya boleh! Sana mandi gue pusing denger lo ngomong ta! "


"Berhubung ini masih pagi, jadi nanti aja dehh mandinya! "


Esta merebahkan tubuhnya diatas ranjang dilla.


"Dilla! "


"Hmmmm? "


"Gue mau pinjem buku desain-desain terbaru lo dong! Udah lama juga gue gak liat-liat"


"Nih! "


Sudah hampir 20 karya yg dihasilkan tangan indah dillani pratami itu. Di usianya yg masih muda bahkan dia masih baru terjun ke dalam dunia desainer. Hal itu tak menjadi halangan bagi dilla. Karena dilla anaknya cerdas penuh inspirasi, di tambah juga ketekunan nya dan selalu percaya diri membuat karir nya semakin menanjak dari tahun ke tahun. Apalagi Semenjak ajang bergengsi waktu di bali itu, membuat sosok dilla desainer muda nan cantik itu di sorot oleh beberapa media di luar negeri. Dengan kesuksesannya ini tak membuat dilla menjadi bangga diri atau sombong. Jati dirinya tak pernah hilang walaupun sudah di puncak kesuksesan.


Hari semakin siang. Jam menunjukkan pukul. 10.30 wib


Kerabat dekat dilla sudah mulai kumpul disana di rumahnya.


Acara pertunangan dani dan dilla tak terlalu mewah. Karena dilla tak suka membuang-buang uang hanya untuk hiasan yg sehari saja. Dilla memang pandai mengatur uang. Oleh karena itu acara pertunangannya pun terbilang cukup sederhana.


Dilla, putri, dan esta. Mereka akan pergi ke mall untuk belanja semua kebutuhan perempuan. Setelah berbelanja, mereka akan menuju ke salon langganan dilla yg tak jauh dari mall tempat mereka belanja tadi.


"Untuk para cowok-cowok yg ganteng ini! Kalian gak usah ikut kita ya! Kalian buat quality time sendiri aja oke? Bye-bye sayang! "


"Hati-hati jangan nakal! " ucap dian.


"Mas aku Belanja dulu ya! Tapi bakalan lama deh kayaknya soalnya nanti abis belanja mau langsung ke salon!" ucap putri pamitan sama suamianya.


"iya! Kamu jangan terlalu kecapean! Ingat kamu sedang berbadan 2! ".Rio menasehati putri.


"Siap pak bosss! "


"Aku kesana dulu ya! Sampai ketemu nanti! "


Bisik dilla.


"Aku sangat tak sabar untuk nanti malam! "


Ketiga cewek-cewek masuk ke mall dan mulai berbelanja dengan penuh semangat.


"Udah lama ya kita gak kayak gini! ".Ucap putri


" Iya! Kalau meet up palingan juga makan! Gak pernah deh kayaknya belanja-belanja kayak gini lagi! ". jawab dilla


Sambil memasuki toko barang-barang serba couple. Ketika masuk mall, mereka bertiga selalu mendatangi toko serba couple. Kalau dihitung-hitung entah sudah berapa kesamaan mereka bertiga. Dari mulai baju dan celana, sepatu, jam tangan, gelang aksesoris, hoodie, dan masih banyak lagi.

__ADS_1


"Terkahir si kita pernah ketemu di mall yak put? Tapi bukan belanja, cuma makan siang bareng doang haha". ucap esta sambil terus memilih baju-baju disana.


" Lohh kalian gak ajak gue? ". seru dilla


" Jadi gue tu lagi belanja sama mas Rio, Nahh ternyata esta juga lagi belanja sama suaminya.. gak sengaja esta mampir ke cafe lantai atas tempat gue makan siang sama mas Rio. Gitu dehh! ". jelas putri


" Ohh gitu kirain kalian udah ngelupain gue! Awas aja ya! ". ucap dilla


"Ya kali dill, gak mungkin lahh! Setolol-***** nya gue, gue juga masih punya kesetiaan! Lo harus tau itu! ". ucap esta


" Iyalah dill, masa gue lupain lo! Kecuali lo nikung mas Rio dari gue nahh baru gue dendam nya sampe mati mungkin! ". ucap putri


" Sialan! Gak lahhh masa muka se-polos gue jadi pelakor haha lawak lo put! "


"Lagian gue juga udah punya cowok kali! Jadi kalian gak bisa ejek gue lagi wlee". sambungnya lagi.


Selesai pilih-pilih akhirnya mereka membeli hoodie berwarna navy. Ketiganya keluar dari toko tersebut dan akan menjajah toko yg lainnya.


" Ehh duduk dulu yu sini! ". ucap putri yg mulai lelah. Ia selalu mengingat nasehat dokter dan suaminya. Di masa hamil muda nya, putri gak boleh terlalu kecapean karena akan beresiko terhadap janinnya.


" Yaudah kita duduk dulu! Lo udah cape ya put? Nihh minum dulu! "


Dilla selalu siap siaga membawa air minum. Karena dia tak mau kehausan di tengah keramaian orang seperti ini.


"Ehh put! Hamil itu enak gak sih? ". ucap esta


" Ya enak gak enak si ta! Enaknya, gue tu makin dimanja sama suami dan juga mertua. Gak enaknya ya gini, jangan terlalu banyak aktivitas dan sering mual-mual gak kenal tempat. Tapi gue bahagia banget! Karena sebentar lagi gue akan punya sebuah keluarga kecil".


Putri mengelus perut rata nya dengan penuh kasih sayang. Usia kehamilan putri baru menginjak usia 8 menuju 9 minggu. Di usia trimester pertama biasanya sangat beresiko karena janin yg masih lemah. Oleh karena itu putri begitu hati-hati dalam menjaga calon buah hatinya itu.


"Aahhhhhh gue juga pengen cepet hamil! "


"Minta sana sama suami lo bukan malah curhat hahaha! "


Dilla dan putri tertawa melihat esta yg merengek ingin ikutan hamil seperti anak kecil yg mau permen.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tiga orang pria tampan tengah asyik mengobrol sambil menikmati cofee khas cafe tersebut. Sesekali mereka tertawa dan saling meledek satu sama lain. Senyuman mereka mampu memaniskan pahitnya kehidupan. Entah apa yg sedang mereka perbincangkan.


"Ehh putri udah berapa bulan hamilnya? ". Dian mengganti topik obrolan mereka.


" Hmmm 8 masuk 9 minggu di! Lusa gue mau bawa putri kontrol! ". Jawab Rio suami putri


" Ohh iya gue mau tanya! Kalau istri lagi hamil itu gimana si rasanya? Soalnya ni yaa yg gue tau katanya istri jadi manja banget iya gak sih? ". tanya dian


"Tergantung bawaan si bayi nya lahh di! Gak semua ibu hamil itu manja! Putri, dia gak manja tuh! dia ngedadak bar-bar banget! malahan gue yg jadi manjain dia terus! Tapi yg susah itu menghadapi mood nya yg suka berubah-ubah! yaa intinya sifat kedewasaan putri tu hilang". jawab Rio


" Gue udah kebayang banget si kalo istri gue yg hamil! Lo tau kan yo, esta tu udah manja, cengeng, cerewet pasti bakal bikin gue pusing! Untung cantik ahhh! ". ucap dian


" Tapi gue si salut banget sama putri! Kebayang gak sih gimana tersiksa nya ketika morning sickness dan sejenisnya, apalagi di trimester awal yg janin nya sangat rentan!". jawab Rio lagi


"iya si gue juga bisa bayangin! "


"Jadi lo kapan nyusul? ". tanya Rio


" Pernikahan gue aja baru 3 bulan, gue masih cocok kalian sebut pengantin baru ya kan? ". ucap dian dengan tingkat kepedean yg level tinggi.


" Serah lo! ". jawab Rio


" Ehh bro! Tumben gak ikut ngomong? ". tanya dian karena ia rasa sejak dian mengganti topik pembicaraan nya itu tak mendengar danu berbicara.


" Gue? Ngomong? Perjaka nyimak! ". jawab dani sambil meneguk kopi nya


" Hahahaha aduhh gue geli denger nya! ". dian tertawa dengan puasnya melihat ekspresi sahabat nya itu


"Aduh gue lupa lagi kan disini ada yg belum sahh di! ". sambung Rio


" Apaan coba ketawa? Fakta nya kali gue tu masih perjaka! Gue belum cocok ngomongin soal kehamilan! ". jawab dani lagi

__ADS_1


" Iya iya dehh terserah perjaka aja haha! " ledek dian.


"Jadi kapan lo nikahin sahabat gue? ". tanya dian.


Sejak tadi emang dian lahh yg membuat acara nongki mereka gak bikin gabut. Sepertinya memang dian sangat cocok dengan esta. Mereka sama-sama kang lawak yg gagal tenar. Kekonyolan keduanya terlihat begitu jelas. Entah jadi apa anaknya nanti. Dan entah seperti apa pula mereka ketika di rumah.


" Rencana nya si 1 bulan setelah lamaran! "


"Hahh 1 bulan? "


Rio dan dian saling melirik satu sama lain.


"Gak terlalu cepet? ". ucap Rio


" Gila gila! Lo udah gak sabar ya! Ahh gue tau otak mesum lo dan! ". lanjut dian


" Suka suka gue dong! "


"Gue aja dulu nunggu 2 tahun ya gak yo? "


"Iya gue juga! ". ucap Rio


" Halahh apaan lo! Lo juga sama aja ngebet pengen nikah! Tadinya kan pernikahan kalian digelar 5 bulan setelah tunangan! ehh ternyata baru 3 bulan juga udah sahh! Emang lo juga sama aja hahah". ledek dian


Mereka bertiga tak henti-henti nya tertawa. Mereka menikmati quality time nya dan sejenak melupakan lika liku kehidupan ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pukul. 20.00 wib


"Lepasin saya! Anda tidak berhak mencampuri kehidupan tuan muda! Lagi pula apa anda tak malu dengan posisi anda yg seorang pewaris harta keluarga Hadiwinata melakukan hal se-RECEH ini hah?? Hahaha sungguh miris anda! "


Ucap seseorang yg sedang menjadi sasaran pertama rencana licik Alena.


Ternyata sejak hari kemarin Roy sudah di sekap oleh Alena dengan tujuan mengancam dani. Sungguh wanita cantik dengan hati busuk.


Flashback


Hari di mana Roy menyusul dani dan dilla yg sedang berada di Kalimantan. Di hari itu pula Alena langsung menyusul dani dan dilla. Tapi Roy tak tinggal diam, dia langsung bergerak cepat terbang menuju kalimantan.


Sengaja Roy tak memberitahu dani, karena ia tak ingin dani dan keluarganya merasa terganggu dan tak tenang.


Hingga hari esoknya, Alena mengetahui rencana kepulangan dani dan dilla. Dia pun bermaksud menyabotase mobil yg akan ditumpangi dani dan dilla.


Bukan Roy namanya jika tak tau akan hal ini. Dengan gesit dia langsung mencegah orang suruhan Alena dengan cerdasnya.


Tentu saja Alena semakin geram karena lagi-lagi Roy menggagalkan usahanya itu.


Alena pun mempunyai ide busuk baru. Dan sasaran utama nya adalah Roy. Alena tau kalau dani pasti akan melakukan apapun demi asisten nya ini.


Saat malam hari, Roy hendak masuk ke kamar hotel nya..


Bukk!!


Bagian punggungnya di pukul sangat keras oleh 2 orang yg memakai penutup wajah. Langsung saja Roy terkurai lemas tak sempat melawan karena posisi orang tersebut berada di belakang Roy.


Percakapan telepon:


A;Hallo bos! Semuanya beres! Roy sudah saya ringkus di Kamar hotel xxxxx! Dia dalam keadaan pingsan! "


Alena;Baik! Jangan sampai dia lepas!"


A;Siap boss! Saya jamin dia gak bakal bisa apa-apa!


Alena tersenyum licik penuh kemenangan.


"Dani dani! Sebentar lagi kau tak akan bisa menolakku! hahaha"


Flashback selesai

__ADS_1


Jangan lupa Vote nya🤗


__ADS_2