Kamu Jodohku

Kamu Jodohku
episode 30


__ADS_3

"Ma! pa! Kalian jaga diri baik-baik ya! Dilla gak akan lama kok! "


"Iya sayang kamu juga jaga diri baik-baik disana! berlaku sopan santun sama mereka ya! "


"Sampai kan juga salam mama sama papa buat mereka ya dill! "


"Iya pa! ma! "


"jaga putri saya baik-baik ya dan! "


"iya om! tante! Dani janji akan menjaga dilla dengan baik! kalian tenang saja! "


Setelah berbincang sebentar, dilla dan dani pun pergi menuju bandara yg diantar oleh Roy selaku asisten pribadinya.


Hari ini dani akan mengajak dilla menemui kedua orangtuanya kesana. Sekalian dani akan mengecek perusahaannya yg sudah ia tinggalkan 1 bulan lamanya. Dani berjanji akan melamar dilla secepatnya. Ia tak ingin berlama-lama berpisah dengan dilla. Usia keduanya pun sudah cukup untuk menikah. Ditambah orangtua masing-masing sudah memberikan lampu hijau untuk hubungannya itu.


"Tuan yakin saya tak perlu ikut kesana? "


Roy memastikan ucapan dani yg melarang nya ikut bersama nya kesana.


"Kau disini saja Roy! Awasi setiap pergerakan dia! Nanti jika ada apa-apa kau langsung menghubungi ku! "


"Baik tuan! Tuan jaga diri baik-baik disana! "


Dani mengangguk mengiyakan ucapan Roy.


"Apa yg kamu sembunyikan dan? "


"Hmmm baiklah aku akan menceritakan semuanyaa! "


"orang yg aku maksud adalah Alena. Pewaris tunggal keluarga Hadiwinata yg terhormat. Sudah lama dia selalu mengganggu hidupku. Dulu papanya pernah menjadi partner perusahaanku tapi aku membatalkan semuanya setelah semua perlakuan putrinya yg memalukan. Dia menyukaiku, tapi percayalah aku sama sekali tak tertarik padanya. Dia kesal dengan semua sikapku yg selalu acuh padanya. Berbagai cara dia lakukan agar aku takluk dihadapannya. Tapi semua rencananya digagalkan oleh Roy dan anak buahnya. Alena semakin kesal dengan semua ini. Ia tak Terima kalah dengan semua ini. Sampai kemarin, setelah kita hangout bareng, dia sedang merencanakan sesuatu di apartemen ku"


"apa yg dia rencanakan? "


"Dia akan menjebak ku agar aku bisa seutuhnya menjadi milik dia. Dengan cara memasukkan obat perangsang level tinggi kedalam makanan dan minuman ku! "


Dilla membulatkan bola matanya. Ia tak membayangkan jika tak ada Roy yg menyelamatkan dani, Alena akan menikmati tubuh kekasihnya malam itu. Jika sampai itu terjadi, dilla tak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.


"Apakah dia cantik? "


"Cantik itu relatif. Dia memang cantik seksi pula"


Srettt...


Hati dilla seakan tersayat oleh pisau yg sangat tajam ketika mendengar ucapan dani yg tak sengaja memuji wanita itu.


"Tapi percayalah! Hanya 2 wanita yg aku cintai di dunia ini! "


Dani memegang pipi dilla dan memandang bola matanya.


"Siapa dia? "


"Bunda dan kamu! "


Dilla serasa melayang dibuatnya oleh 3 kata terkahir yg diucapkan dani. Dilla semakin yakin dengan kesungguhan cinta dani untuknya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Argghhh dasar gak becus! kalian semua kalah pintar sama asisten sialan seperti Roy hahhh? percuma gue bayar kalian mahal-mahal! "


Alena marah besar ketika rencana terkahir nya ini gagal lagi. Roy! Dialah yg mengacak-acak semua akal busuk Alena dari awal. Alena sangat frustasi ditambah ketika mendengar laporan dari anak buahnya kalau saat ini dani sedang terbang ke kalimantan bersama kekasihnya yg ia tinggalkan 12 tahun yg lalu.


"Roy! Gue harus menyingkirkan orang itu! Karena kalau dia masih ada di dunia ini, gue bakalan susah untuk mendapatkan dani! its oke, silahkan kamu bersenang-senang dulu dani! "


Alena tersenyum licik. Sepertinya otak nya selalu menciptakan ide-ide licik dan bar-bar.


Kali ini kehidupan Roy lahh yg mungkin akan terancam.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tak menempuh waktu yg lama, dani dan dilla sudah tiba di salahsatu Bandara yg ada di Kalimantan.


"Dani! "


Teriak seorang wanita paruh baya memanggilnya. Di sampingnya nampak juga seorang pria yg usianya sekitar hampir kepala 5 yg ikut melambaikan tangannya.


"Itu ayah dan bunda! Ayo kita kesana! "


"Lohh dia jemput kita maksudnya? "


"iya dia mau jemput kita! "


"Arghhhh kasian tau mereka jadi repot-repot! "


"Ini permintaan mereka sayang! "

__ADS_1


Dani menggenggam erat tangan dilla berjalan menuju ayah dan bundanya yg sedang menunggu.


"Bunda kangen banget sama kamu nak! Kamu sehat kan? "


"iya bun dani juga kangen! seperti yg Bunda lihat, dani sehat! "


"Hallo om! tante! Apa kabar? "


Dilla mencium tangan orangtua dani bergantian.


"Jadi ini dilla? anak kecil yg jutek itu? "


Niko benar-benar tak percaya! Ternyata dilla tumbuh cantik dan dewasa. Perpaduan antara Fandy dan Silla nampak jelas di wajah putri semata wayangnya itu. Niko masih sangat mengingat bagaimana wajah orangtuanya dilla yg sebentar lagi akan jadi besannya.


"hmmm om dilla kan jadi malu. "


"Ini beneran dilla kan nak? Yaampun sayang! tante beneran pangling liat kamu yg dewasa sekarang. Bagaimana kabar papa mama kamu nak? "


Hilda dan Niko memang kenal baik dengan Fandy dan Silla. Karena mereka berdampingan rumah dan membuat mereka sudah tak sungkan-sungkan lagi.


"Papa dan mama dilla baik2 saja tante! Mereka juga titip salam buat kalian! "


"Tante kangen banget sama suasana kampung nak! "


Dani tersenyum senang melihat mereka nampak langsung akrab. Dani duduk di depan dengan Niko yg sedang menyetir mobil. Sedangkan dilla dan Hilda duduk di belakang hanya berdua. Mereka terus saja mengobrol dan sesekali tertawa bareng.


Dilla mengerutkan dahinya ketika Niko membelokkan mobilnya di depan sebuah restoran mewah.


Dani menyadari mimik wajah dilla yg kebingungan.


"Kita mau makan dulu! emangnya kamu gak lapar apa? "


"Ohh gitu! "


Hilda tersenyum kecil melihat anaknya yg berbicara seakan tau segalanya tentang dilla.


Dani duduk sebelah dilla dan Hilda duduk sebelah suaminya.


semuanya mulai makan.


"kamu udah gak alergi udang lagi? "


Tanya dani karena setahu dani, dulu dilla itu alergi hewan laut dan telur.


"Mmm udah enggak dan! "


Pipi dilla memerah malu dengan ucapan kekasihnya itu.


Hilda dan Niko hanya tersenyum menahan tawanya.


"Dan! bangunkan dilla kita udah sampai! "


suruh niko pada anaknya


Dilla tidur sepulang dari restoran, mungkin karena kekenyangan. Bisa juga karena kecapean.


"Dilla.. bangun sayang! Kita sudah sampai! "


Dani mengelus pipi dilla lembut. Alih-alih dia bangun, dilla malah semakin terlihat nyenyak dengan posisi Kepalanya diatas paha dani.


"Gimana nak bangun gak? "


Tanya Hilda.


"enggak bun! Kalian duluan aja! Nanti dani nyusul!"


jawab dani


"yaudah bunda duluan ya mau istirahat! "


Dani mengangguk.


"Aku mencintaimu! "


Dani mendaratkan ciumannya di kening dilla.


Dilla terus menepuk-nepuk pipi dilla mencoba membangunkan kekasihnya.


"Ternyata wanitaku ini termasuk ke dalam spesies kebo yak? "


Dani mengangkat tubuh dilla ala bride style. Dani membaringkan tubuh dilla diatas ranjang ukuran king size yg ternyata itu adalah kamar tidur dani.


"Bun! Dilla belum bangun-bangun juga, jadi aku simpan di kamarku dulu yak! nanti dani suruh bibi buat bersihin kamar tamu nya!"


"Iya kasihan jangan di bangunkan ya nak! "

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Hallo! apa yg akan kau sampaikan? "


"Begini bos, ternyata Alena dan anak buahnya sedang berencana membunuh bos! karena menurutnya, bos selalu menggagalkan rencana Alena untuk menaklukan tuan dani! "


"Persetan!! Hmm baiklah nanti ke tempat biasa! Saya punya rencana buat membalas kejahatan mereka! "


"baik boss"


Roy mengakhiri percakapannya dengan orang suruhannya yg selama ini membantu dirinya menjaga dani dari Alena.


"Baiklah! Sepintar apa nyonya Alena Jessica Hadiwinata?Kita lihat siapa yg akan bertekuk lutut! "


Roy bergegas menuju ke suatu tempat yg biasa nya ia pakai untuk berdiskusi.


Sesampainya disana...


"Gawat boss! Ternyata Alena sudah mengetahui keberadaan tuan dani! dan dia akan terbang hari ini juga untuk melancarkan aksinya! "


"apa lagi rencana dia? "


"saya belum terlalu tahu! karena ini semua akan di tangani oleh Alena sendiri boss! "


"Baiklah kau tetap diam disini dan menjaga keluarga nyonya dilla! Saya akan terbang menyusul tuan dani! Jika ada sesuatu, kau hubungi saya! "


"Baik boss! "


Percakapan mereka telah usai. Roy segera menyiapkan tiket penerbangan nya tanpa memberitahu dani. Roy juga sudah memegang atm card yg dani berikan untuk keperluan dia membantu dani.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari sudah petang..


Matahari pun semakin tenggelam dan langit pun akan segera gelap.


"Hoaaaaammmmm"


"Hahhhh udah hampir malam? kenapa gaada yg membangunkan ku? ini? ini pasti udah di rumah dani! Plisss deh dill berarti dani udah tau kalau gue ini kebo banget astagaa!!! "


Dilla beranjak pergi dari kamarnya. Dilla langsung memasuki kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Selesai ritual mandinya, dilla baru teringat!


"Shittt!!! Ini kamar siapa? Koper gue dimana?"


Dilla berjalan seperti maling hanya menggunakan handuk saja. Dia melangkah menuju walk in closet. Dan betapa kagetnya dilla ketika...


"Ayolah dillaaaaaa! ini semua perlengkapan cowok berarti kemungkinan besar ini kamar dani? "


Lalu ia melihat banyak foto dani yg terpajang di dinding kamar itu.


"Asli ini kamar dani! Gue harus cepet nyari koper gue! Jangan sampai dani melihat gue yg hanya pakai handuk begini! "


Saat dia tepat berada di depan pintu..


ceklek...


Mata keduanya saling bertatapan. Jantung yg berdetak kencang tak karuan ketika seorang dani melihat dilla yg hanya memakai handuk.


"Ayolah! Jangan bangun! payah banget lo dan! "


"K.. kau kenapa hanya memakai handuk dilla? "


"A.. a.. aku.. aku nyari koper pakaian ku dimana? ini kamarmu? kenapa kau membawaku ke kamarmu? "


"Bentar aku ambilkan koper kamu! "


Dani berlari kencang menuju kamar tamu dan membawa semua koper nya.


"Bahaya kalau dilla gak segera memakai pakaian nya! "


Dani memasuki kamarnya. Dan pemandangan indah lagi yg dia lihat disana. Dilla sedang duduk tumpang kaki sambil memainkan ponselnya. Tentu saja paha mulus nya terekspos dan dilihat oleh dani.


"Ehem"


Dani berdehem dan sontak saja dilla langsung salah tingkah.


"Terimakasih! "


Dilla langsung memakai kaos pendek dan celana sior nya. Dia tau solan santun ketika di rumah orang apalagi dirumah kekasihnya.


"Dilla dilla! Kau sangat membuatku tersiksa! "


Dani tersenyum mengingat ketika senjatanya bangun tanpa aba-aba. Ini pertama kalinya dia melihat dilla hanya memakai handuk seperti itu.


**Terimakasih untuk pembaca yg setia menunggu author up🤗

__ADS_1


Jangan lupa vote nya 😘**


__ADS_2