Kamu Jodohku

Kamu Jodohku
episode 31


__ADS_3

Hari yg cerah. Sinar matahari menerpa kulit halus seorang wanita. Dia sedang menyirami bunga-bunga dengan riang nya. Tak lupa juga senyuman yg indah terlukiskan di bibir mungil nya.


"Aku berangkat kerja dulu! Nanti jika ada apa-apa kau hubungi ku saja "


Dani memeluk dilla dari belakang dengan lembutnya. Mereka nampak sudah menjadi sepasang suami istri.


"Iya sayang! Kau berangkat sana! Hati-hati dijalan nya! "


Dengan cepat dilla melepaskan pelukan ternyaman itu karena takut dilihat oleh Hilda dan niko calon mertuanya. Padahal dilla sangat ingin berlama-lama dalam pelukan dani.


"Hmmm baiklah! Sebenarnya aku masih betah dengan posisi seperti ini! "


Ucap dani lalu memasuki mobil nya dan berangkat menuju perusahaan.


"Ya aku juga betah! "


Dilla tersenyum malu-malu.


"Apanya yg betah nak? "


Tiba-tiba Hilda muncul dari belakang dilla. Tentu saja dirinya kaget. Apalagi kalau sampai Hilda melihat adegan dani tadi. Bisa-bisa dia langsung pulang ke Jakarta karena menahan malu.


"A.. a.. aku mmm betah disini, di rumah ini mksd ku tante! "


Dilla asal menjawab. Mukanya panik seketika.


"Kalau begitu cepatlah kamu suruh dani menikahimu! "


Hilda tersenyum menggoda ke arah dilla.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Seorang pria dengan setelan jas mahalnya. Berjalan menuju area perusahaan itu. Semua karyawan menunduk hormat.


Sudah 1 bulan lebih dani tak datang ke perusahaan itu. Ini hari pertamanya ia menginjak lagi perusahaan nya itu.


Dani terus berjalan dan memasuki lift khusus Presdir. Langkah nya begitu gagah. Wajah nya penuh kharisma membuat semua wanita meleleh melihatnya.


"Sherly! ke ruangan saya sekarang! "


"Baik tuan! "


Tak lama kemudian...


"Permisi! Apa ada yg saya harus kerjakan tuan?"


"saya akan cuti 1 minggu ke depan karena harus ke Jakarta lagi. Saya harap kau bisa menanggung jawab semuanya. Kalian harus kompak dalam mengelola perusahaan ini. Saya serahkan semua pada kalian. Selama disana, saya akan suruh Roy untuk membantu kalian. Mengerti? "


"Iya tuan! Saya mengerti"


"Lanjutkan pekerjaanmu sekarang! "


"Baik tuan! Saya permisi! "


Sherly adalah sekretaris sejak perusahaan di pegang oleh kakek nya dani dulu. Dan sekarang sherly masih mengabdi dengan keluarga wijaya yg terhormat. Sherly sudah bekerja selama 10 tahun lebih sejak dani berusia 17 tahun dulu. Usia sherly 3 tahun lebih tua dari dani dan ia sudah menikah 3 tahun yg lalu. Sedangkan Roy bekerja sebagai asisten pribadi kakek nya dani dari usia 15 tahun sampai sekarang. Bahkan Roy di sekolahkan oleh kakek Syarif hingga sarjana. Sebab itulah dia begitu patuh terhadap keluarga Wijaya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari sudah semakin siang. Waktu terasa begitu cepat seakan mendukung hari besok segera terjadi. Sore nanti, dani dan dilla akan kembali ke Jakarta.


"Nak.. Apa kamu sudah memberitahu soal ini ke orangtuamu?"


"Sudah tante! Bahkan mereka sangat bersemangat dan langsung mempersiapkan semuanya! "


Hilda dan dilla sedang menyiapkan pakaian mereka karena nanti sore akan segera terbang ke Jakarta.


"Besok! Ya besok! Ya Tuhan.. Selangkah lagi aku akan terikat oleh dani. Aku akan segera menjadi nona Maulana Wijaya? Hampir sempurna kehidupan ini! "


Gumamnya dalam hati.


"Heyyy kenapa melamun? apa yg kamu pikirkan hmm?? "


Tiba-tiba dani mengagetkannya.


"K..k.. kau? Kapan kamu pulang sayang? "


"Baru saja. Dan aku lihat wanita ku ini sedang melamun jadi aku mampir sebentar kesini!"


"Tidak! Mmm aku hanya tidak percaya saja, besok adalah hari bahagia bagiku"


Dani memeluk dilla..


"Aku akan menebus semua kesalahan ku padamu. Kamu jangan khawatir, aku akan berusaha membuatmu bahagia dilla, percayalah! "


"Terimakasih! "


Nyaman. Itulah yg selalu dilla rasakan ketika tubuh nya berada dalam dekapan dani. Tak ada tempat ternyaman yg pernah dilla rasakan selain dari itu.

__ADS_1


"Nyaman ya? "


"Sana keluar! nanti dilihat tante Hilda malu! "


Pipinya merona karena malu. Bagaimana tidak, saat dani memeluk nya terpampang jelas wajah dilla didepan lemari kaca dan wajah dilla yg begitu nyaman dipelukan dani.


"Ohh iya kita berangkat 30 menit lagi, kamu sudah siap kan? "


"Iya aku udah siap! "


Mereka ber-empat melajukan perjalanan ke bandara.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


3 jam kemudian..


"Dilla, bangun sayang! "


Dani menepuk pipi dilla berniat membangunkannya.


"Hmmm kita udah sampai ya? "


Dilla menguap masih merasakan ngantuk nya.


"sekitar 10 menit lagi.. Aku bangunin sekarang aja soalnya ribet nanti takut kayak kemaren susah dibangunin! "


"Ohh jadi kamu ribet bawa-bawa aku? gitu? Yaudah besok-besok aku gak akan ikut sama kamu lagi! "


Dilla melipatkan kedua tangannya seperti anak kecil yg sedang marah.


"Tau gak? Kamu itu selalu menggemaskan ketika marah gini! "


Dani menggenggam erat tangan dilla dan memandangi wajahnya dengan tatapan penuh cinta.


"Kenapa? aku cantik ya? ya emang aku udah cantik dari lahir, baru sadar ya?"


Kepedean tingkat dewa dilla keluar gaysss wkwk...


"Kamu cantik! tapi sayang kamu itu jutek! Mulai sekarang aku mau panggil kamu gadis jutek! "


Dani sangat suka sekali menggoda kekasihnya itu.


"Biarin jutek juga masih ada yg suka kok wleee! "


Dilla menjulurkan lidahnya merasa bisa menjawab perkataan dani.


"Siapa yg suka sama kamu hmm??"


Dani tersenyum kecil melihat tingkah dilla yg kadang dewasa dan kadang pula seperti anak kecil.


10 menit kemudian...


Pesawat yg di tumpangi dani dan orangtuanya sudah mendarat dengan sempurna di bandar udara soekarno hatta, kota jakarta.


"Hmmm aku sudah merindukan kota ini! "


Dilla menghirup udara disana yg identik dengan rasa gerah walaupun di malam hari.


"dihh! Baru juga 1 hari lebay banget si! "


Dani tertawa melihat dilla yg seperti sudah bertahun-tahun Meninggalkan kota jakarta.


"Gak tau ya padahal cuma 1 hari sampai 2 hari tapi udah ngerasa 1 tahun gitu. "


Keduanya tak lepas saling pegangan tangan.


"Nak siapa yg akan jemput kamu? "


Tanya niko.


"Mmmm katanya si mama sama papa om! "


"Serius nak? Yaampun tante udah kangen banget sama mama papa kamu loh! "


Mereka berjalan berpasang-pasangan menuju lobby.


"Mama! papa! "


Dilla melambaikan tangannya ketika melihat kedua orangtuanya sedang duduk disana.


Ehh bukan!


Ada sepasang manusia lagi yg duduk disamping Silla dan Fandy.


"Lohh kalian juga ikut? "


"Iya gue mau jemput sahabat gue yg paling cantiq"

__ADS_1


Esta dan dian ternyata ikut menjemput dilla ke bandara. Karena ia tau kalau dani sekeluarga akan ke Jakarta malam itu.


"Ini Pak niko? bu Hilda? Yaampun kalian apa kabar? "


Silla dan Hilda langsung cipika cipiki seperti ini ibu-ibu yg lainnya.


Sudah 12 tahun mereka tak berjumpa. Karena semenjak pindah ke kalimantan, Keluarga dani dan dilla sudah putus komunikasi. Walaupun tak ada ikatan keluarga, mereka sudah seperti keluarga sendiri.


"Kami baik-baik saja! Kalian juga apa kabar? "


"Ya seperti yg kalian lihat kami selalu sehat! "


"Wahh wahh kamu nampak awet muda ya nik! "


"Sama aja lahh! Kamu juga seperti yg masih ABG! "


Para orangtua sedang asyik berbincang sambil berjalan menuju mobil masing-masing.


"Dilla! Tu tangan pake lem korea yak? Perasaan gak lepas-lepas dari tadi! "


Dian memang rada julid ya readers!


"Ya suka-suka gue dong! Lo itu yak usil banget jadi orang!"


"Udah-udah kalian ini ya gak enak banget kayaknya kalau sampai gak berantem! "


Dilla dan dian memang sudah seperti tom and Jerry. Tak mengenal tempat atau waktu, jika keduanya sedang bersama pasti saja perdebatan kecil selalu hadir. Tapi itulah yg membuat persahabatan mereka tak pernah terpisahkan.


"Dan ngomong dong! Lo diem-diem aja dari tadi! Lagi sariawan ya? "


Esta menyikut pinggang suaminya itu karena kalau bicara gak pernah di filter terlebih dahulu.


"Ohh lo mau gue ngomong ya? Yaudah jadi besok kalian datang ke rumah dilla karena besok gue mau lamar dia! Jelas? "


"What???? Lamar??? "


Sepasang suami-istri itu sangat kompak. Wajah kaget nya pun begitu mirip jika dilihat-lihat.


"Iya gue sama dani mau tunangan besok malam!"


"Gila! Gila! Kalian emang udah gak sabaran kayaknya! "


"Kayak lo aja ta! Dulu lo kan ngebet banget pengen cepet-cepet di nikahin dian! "


"Iya si! Aib gue terbongkar sudah! "


Terdengar suara tawa dari 4 orang yg bersahabat itu.


"Kalian ikut sama kita ya? Biar om niko tante Hilda sama om fandy! "


"Yaudah ayo! "


Mereka pun melajukan mobilnya karena hari sudah semakin gelap.


Ting...


1 notif whatsapp dari Silla mama nya dilla.


Mama Silla:


"Dill! Mampir dulu ke restauran langganan kita! Kalian belum makan kan? Kita makan malam bareng dulu sambil membicarakan buat acara besok! "


Dilla cantik:


"Oke ma! Dilla segera kesana!"


____________________


"Mmm di! Mampir dulu ke restauran langganan kita! Kata mama kita makan malam dulu disana! "


"yesss makan! "


"Huhh dasar tukang makan! "


Dian menjitak kepala istrinya.


Di belakang, dilla merasa aneh karena sepertinya dani sedang cemas.


"Kamu kenapa? Sakit? "


"Enggak dill! Jadi gini, dari tadi aku hubungin Roy kok gak aktif ya? Ini kan masih sore gak mungkin kan dia udah tidur? Gak biasanya si! Aku khawatir dia kenapa-napa "


"Mungkin dia lagi ada urusan penting banget! Jadi kamu gak usah terlalu cemas ya! Besok pagi aja coba kamu hubungi lagi"


Tak lama kemudian, mobil pun berhenti di depan sebuah restauran.


**Masih next!

__ADS_1


Vote nya jangan lupa😊


Terimakasih yg sudah setia membaca🤗**


__ADS_2