
Setelah dari cafe mereka langsung pergi nonton..
Sekarang personilnya nambah 1 yaitu Rio.
Yaaa itung-itung pengganti Dani.
Mereka mengahbiskan waktu sampai malam..
Setelah puas mereka berpamitan satu sama lain karena akan berpisah kembali..
"Makasihhh ya atas waktunya.Aku akan merindukanmu put" ucap Dilla sambil menangis memeluk putri.
"heyy ini bukan Dilla yang aku kenal lohh?Dilla tidak secengeng ini" putri membalas pelukan Dilla sambil menahan air matanya..
"iya Dilla kan ada aku sama kak Dian.Kamu gausah sedihh.." ucap esta sambil memeluk sahabat nya itu..sekarang dia berpelukan..
"Ternyata mereka sudah seperti keluarga ya di" kata Rio yang sedang menyaksikan mereka berpelukan..
"Yaa beginilah kami..bahkan kalau lagi di kontrakan aku juga sering ikutan pelukan.." jawab Dian.
"berarti kamu pernah meluk putri dong?" tanya Rio sambil menatap Dian.
"Ya pasti lahh..itu mereka bertiga udah pernah aku peluk lohh apalagi esta haha..tapi santai aja bro itu hanya sebatas pelukan sahabat..ya kecuali sama esta" jelas Dian karena takutnya Rio marahan sama putri..
Mereka langsung pulang ke rumahnya masing-masing..
di perjalanan
"kamu kenapa sihh dill?dari tadi murung terus" tanya Dian..
"Iya dill kenapa sih?coba cerita" sambung Dilla..
"Apa aku gak berhak bahagia ta?Kalian semua benar-benar beruntung..10 tahun aku menunggu seorang syahdani maulana Cinta pertamaku,sahabat terbaikku..Tapi apa ta?hingga sekarang kita belum dipertemukan..Aku menyerah.." Kata-kata dilla mencurahkan keadaan hati nya yang sangat Rapuhh..10 tahun dia lalui dengan penantian yang tak kunjung terpenuhi.
Tapi dia coba sembunyikan kesesihnnya itu dibalik senyum cerianya.Memang ini berat buat Dilla.Dia seperti kehilangan setengah jiwanya.
Sahabatnya pun khawatir jika Cinta didalam tubuh Dilla hilang karena kepergian Dani selama 10 tahun ini.
Mereka juga sudah lama tinggal di jakarta,tapi sama sekali belum melihat sosok Dani..
Esta ikut menangis merasakan kesedihan Dilla..
Dian pun memeluk keduanya coba menenangkan..
__ADS_1
"Gimana kalau ibu-ibu kita..kita ajak tinggal di jakarta..biar Susana nya kaya dulu lagi setuju gak?" Dian menyampaikan ide nya..
Keduanya nampak berfikir...
"Aku setuju banget tuhh pasti seru dehh iyakan dill?" esta pun ikut memasang wajah ceria agar Dilla semangat kembali.
"yaudahhh terserah kalian dehh" Dilla udah mulai tersenyum..
"Soal Dani..kamu gak boleh nyerah.Kita juga gak nyerah kok!Putri juga gitu.Masa kamu mau nyerah gitu aja dill?ayolahhh" ucap Dian memberi semangat ke Dilla.
Putri Dan Rio
"Kak Rio kenapa sihh?marah?perasaan aku gapunya Salah dehh" putri kesal karena dari tadi Rio diam seribu bahasa.
"Oke aku jujur..aku kesel sama kamu..karena tadi Dian bilang kalau dia pernah meluk kamu.. aku juga calon suaminya belum pernah." Rio bicara seadanya..
Tanpa menjawab putri langsung tertawa lepas..
"oke aku jadi semakin yakin kalau kak Rio benar-benar cinta sama aku.. makasihh kak riooo" ucap putri.. lalu..
cupp..
satu ciuman pertama jatuh di pipi rio.
"Kamu kenapa sii tau aja kelemahan aku..okelah aku nyerah..makasihh ya" ucap rio bahagia..
"iya sama sama..pokonya kak rio itu gausah mikir aneh-aneh dehh hati aku cuma buat kamu..kak rio percaya kan?" putri coba menjelaskan..
"bahkan kelakuan mu tadi membuatku semakin yakin untuk segera menghalalkanmu" rio seperti sedang ngegombalin putri..
rumah Dani..
"aku sangat merindukanmu dill"..itulah kata-kata yang sering keluar dari mulut Dani..
Bahkan sekarang dia tidak tau keberadaan dilla..
Dia juga tidak mau memiliki pasangan sebelum menemukan dilla..
Tapi feeling Dani mengatakan kalau dia pasti akan menemui Dilla..dan feeling Dilla pun seperti itu.
(aduhhh kekuatan Cinta mereka mengalahkan segalanya ya author jadi baper dehh wkwk)
"heyyy bengong mulu dari tadi..mikirin apa si anak ayah satu-satunya ini hmm?" Tanya ayah niko yang tiba-tiba muncul dibelakang dan menyadarkan Dani dari lamunannya..
__ADS_1
"hmmm biasa yahh masalah kantor" Dani terpaksa berbohong karena Ia tidak ingin orangtua nya ikut campur dalam dunia asmara nya..
"Ayolahh!Ini ayah kamu..ayah tau kamu sedang memikirkan hal lain ya?ayah bisa jaga rahasia ko!Kita juga sama-sama cowok ya kan?" ucap ayah niko yang penasaran apa yang dipikirkan Dani akhir-akhir ini..
"Yahhh cinta itu seperti apa si?" Tanya Dani..
Ayah niko menggelengkan kepalanya sambil tersenyum..
"Cinta itu sebuah perasaan yang bukan diukir oleh materi Saja...Kesetiaan adalah bukti Cinta seseorang kepada seseorang...Kesetiaan itupun bukan hanya ucapan.." jelas ayah niko yang mengandung arti sangat sama persis dengan keadaan Dani sekarang..
"Aku mencintai Dilla yahh" Dani mulai jujur akan perasaan nya..
"dilla?Dilla yang mana ya?orang mana dia?" ayah niko sama sekali tidak ingat sama Dilla sahabat Dani waktu kecil itu..
"Ahhh ayah ini udah pikun...ituloh Dilla sahabat aku waktu di indramayu..masi inget?" Dani coba mendefinisikan ciri-ciri Dilla agar ayahnya bisa mengingatnya..
"ohhh Dilla putri pak fandy itu nak?Kenapa bisa sama dia?kan kamu sudah lama tidak menemuinya.." ayah niko sangat heran kenapa Dani tiba-tiba berbicara seperti itu.
"jadi yahh..sebenarnya aku dan Dilla itu jadian waktu kami masi SD..bahkan sampai sekarang masi jadian..hanya saja terpisahkan jarak dan waktu..hingga sekarang aku sangat merindukan sosok Dilla yahh..ayah dan Bunda tidak akan pernah tau bagaimana rasanya.." Dani bercerita panjang lebar alasan dia nampak tidak bersemangat..
"bahkan 10 tahun ini...rasa Cinta Dani hanya untuk Dilla yahh..yang Dani inginkan hanya bertemu dengannya saat ini.." Sambung nya lagi..
Ayah niko sangat terharu mendengar cerita anaknya..
"Maafkan ayah dan bunda nak!Kami tidak mengetahui nya..Ayah dan bunda kira selama 10 tahun ini kamu sudah merupakan mereka..jujur ayah salut sama kamu..atas kesetiaan kamu yang terhalang oleh jarak dan waktu..kamu tetap bisa menjaga hati kamu untuk orang yang kamu sayangi..perjuangkan kebahagiaan kamu nak!ayah akan selalu mendukungmu!" jawab ayah niko sambil menepuk pundak Dani..
"Serius yahhh?Terimakasih yahh..aku kira ayah akan cuek dengan semua curhatanku tadi" ucap Dani tersenyum bahagia..
"jika itu kebahagiaan kamu kenapa ayah melarang?" timpal ayah niko..
Setelah mencurahkan kegundahan nya pada ayah niko..kini pikiran Dani agak sedikit lebih tenang ditambah dukungan dari ayahnya itu...
(bagaimana dengan bunda?apa dia juga akan mendukungku kalau aku cerita?atau sebaliknya? ahhh yasudah yang penting ayah udah ngasih lampu hijau) pikirnya..lalu dia pun tertidur..
_
_
_
Penasaran kelanjutannya??Terus baca setiap episode nya yaa biar paham dengan alur cerita nya..
jangan lupa vote nya riders..
__ADS_1