
Seorang wanita tengah duduk diatas ranjangnya sambil memegang kue kecil dengan lilin angka 24.
Sesekali ia menengok jam kecil yg ada diatas nakas.
"5 menit lagi"
Ucapnya sendu. Ada 2 rasa yg sedang dialami nya. Antara dia harus bahagia atau seperti biasanya?
"Ini hari spesial yg sekian kalinya aku merasa kebahagiaan ini belum sempurna. Apa salah ku Tuhan? Bahkan sahabat dan orangtua aku pun tak ada niat merayakan atau membahagiakanku? "
Waktu terus berjalan..
Dan saat waktu nya tiba, dilla segera mngambil korek api agar lilin nya menyala. Dia berniat merayakan hari spesial nya itu sendiri di kamarnya.
Tapi tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara ketukan pintu kamarnya.
"Hahh siapa yg ketuk pintu malam-malam sih?? "
Pintu itu terus mengeluarkan suara ketukan tanpa henti!
"iya sebentar! "
"ahh mungkin itu mama! "
Dilla berjalan menuju ke arah pintu berniat membukakan pintu.
Ceklek..
Gelap, sepi, sama sekali tak ada orang. Dilla heran siapa yg ngetuk pintu itu?
"pa? ma? kalian dimana? jangan becanda deh"
Sebenarnya ada rasa ketakutan dalam dirinya. Bukan takut karena hantu tapi ia lebih takut jika itu hanya jebakan maling yg sering meneror warga saat ini.
Dilla itu bukan wanita penakut dan manja seperti yg lainnya.
"Ahh gak ada orang, yaudah aku balik kamar lagi"
Dilla melihat jam tangan nya tepat pukul 12.00 malam yg artinya hari ulangtahun dilla telah tiba.
Saat hendak melangkahkan kakinya..
*Jederrrr!!!!
Darrrrr!!!! Derrrrr!!!! Dorrrr!
"Happy birthday dilla*"
Sungguh mengagetkan dilla. Dia memasang ekspresi kaget dan bahagia nya.
Mama, papa, esta, dian, putri, dan Rio.
Mereka semua ada di hadapan dilla saat ini. Sungguh inilah yg dinamakan kejutan.
"Kalian.... "
Tangisan dilla pecah menandakan tangisan bahagia.
"Selamat ulang tahun sayang"
Fandy dan silla memegang kue bersamaan dengan lilin angka 24 yg artinya usia putrinya tak remaja lagi.
Dilla hendak meniup lilin itu..
"Stop dill! Make a wish nya udah? "
Esta yg rempong mengingatkan sahabatnya itu.
"Iya gue lupa hahaha"
Dilla malah tertawa karena ia sampai lupa make a wish karena terlalu bersemangat meniup lilin.
Dilla memejamkan matanya dengan tangan menengadahkan ke atas seperti yg di lakukan umat islam saat berdo'a!
"Ya rabb! Hari ini, hari dimana saya dilahirkan oleh wanita yg sangat mulia! Berikan keluarga kami kebahagiaan! Dan Engkaulah yg maha mengetahui segala isi hati manusia!Kau tau apa yg aku inginkan! Pertemukanlah Dilla dengan kebahagiaan Dilla"
Lilin itu telah padam dengan satu hentakan nafas Dilla yg sudah menyampaikan harapan nya itu. Berharap yg Mahakuasa mengabulkan segala doa dan harapan nya.
"Dilla pikir kalian lupa! "
Dilla menangis di pelukan orangtuanya.
"Kita selalu ingat hari dimana kau lahir kedunia sebagai anak mama dan papa! Kau tak pernah mengecewakan kami nak! "
"Iya sayang! Papa sangaaaaat menyayangimu! "
Dilla sungguh terharu dengan semua ini. Ternyata semuanya masih menyayangi dirinya itu.
"Lalu ini semua ide siapa? "
Dilla mulai penasaran. Sebenarnya dia udah nebak kalau soal seperti ini pasti bantuan ide sahabat-sahabatnya.
"Siapa lagi kalau bukan kita "
__ADS_1
Ucap mereka serentak.
"happy birthday my Dilla! Aku harap make a wish mu terkabulkan! "
"Happy birthday ya Dilla! semoga selalu bahagia"
Itulah ucapan dari putri dan Rio.
"Iya makasih juga kalian bela-belain datang jam segini hanya demi gue! Arghh sayang kalian pokoknya! "
Mereka berpelukan seperti teletubies.
"Lo harus jaga keponakan gue put jangan terlalu capek! "
"iya onty! aku janji akan lahir dengan selamat demi onty cantik! "
Semua tertawa melihat putri menirukan suara anak2 sambil memegang perut nya yg masih rata.
"Happy birthday gadis pecicilan, cengeng, suka marah, jelek lagi, intinya yg suka nyusain gue! "
"iya bagus!! Terus aja rese nya! Kapan si ta suami lo ini gak julid sama gue! "
Dian dan esta memang suka seperti itu terhadap Dilla. Tapi dilla merasa senang mempunyai sahabat seperti mereka yg selalu ada buat Dilla.
"happy birthday ya my Dilla! Gue harap make a wish lo terkabul tahun ini"
Deg..
Dilla mencerna kata-kata esta yg seakan ia tau make a wish Dilla.
"iya iya aamiin! Mana kado buat gue? "
"Gak ada kado kado an! "
Orantuanya hanya geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah anak nya dengan sahabat sejak kecil mereka.
"Gue bahagiaaaaaa banget! Gue kira kalian tu gak inget sama ultah gue! "
Dilla kembali meneteskan air mata nya tanda bahagia dan terharu.
"Gak lah dill kita semua sayang lo! "
Mereka pun berpelukan.
"Udah-udah gausah mewek2 segala.. pake pelukan gini lagi gak sekalian thingkiwingky dipsi lala poo aja "
Canda dian membuat semuanya kembali tertawa.
"Kita punya 1 hadiah buat lo Dilla tunggu ya! Rio! "
Keduanya berjalan ke arah bingkisan itu berada dan dibawa kehadapan Dilla.
"Bro jangan lama2 yak ngobrol nya gue bakalan kehabisan nafas disini! "
"Iya tenang aja cepetan lo masuk! "
Kali ini Dilla dibuat bengong membulatkan matanya karena melihat sebuah kotak yg ukurannya sangat besar.
"Ini buat gue? Apaa nih? gede banget? "
Dilla mengelilingi kotak itu dan coba nebak nebak isinya.
"Cepetan buka gausah banyak tanya dill! "
Ucap putri makin membuat Dilla penasaran.
"iya gue buka sekarang yak! kalian gak ngerjain gue kan? awas yak kalo isinya cuma ulet bulu kayak yg tahun kemaren! "
Dilla ternyata takut dengan ulat bulu. Makanya tahun kemarin sahabat-sahabat gila nya itu memberikan kado ulat bulu yg sangat bermacam-macam membuat dilla menjerit dan hampir pingsan.
"serius dehh kado tahun ini spesial banget buat lo dill! "
Esta coba meyakinkan Dilla.
Perlahan dilla mengunting pita nya dan berlanjut membuka kotak besar itu.
Semuanya terlihat tegang tak sabar bagaimana ketika kedua insan yg saling menahan rindu saling bertatap muka.
Kalian penasarankan? Siapakah dia? Apa dia manusia? Mari kita buktikan!
Saat kotak terbuka...
2 pasang mata saling bertatap. Ada sesuatu yg berbeda di tubuh keduanya. Darah nya serasa panas tak karuan.
Terdapat sesosok pria dengan tubuh tinggi, hidung mancung, mata agak sipit dan semuanya terlihat indah dimata Dilla.
Siapa dia?
Itulah yg ada dibenak Dilla tanpa menanyakannya.
"Selamat ulangtahun Dilla! Aku harap kau akan bahagia dengan semua ini! Jujur aku tak kuasa menahan air mata ini dill! Akhirnya aku bisa menemukan seseorang yg sangat aku rindukan 12 tahun lamanya. Dilla kecil yg selalu menyemangati diriku kini tumbuh dengan wajah cantik dan mata indahmu dihiasi kesedihan selama ini! Maafkan aku dill! "
Tanpa sadar pria itu menggenggam erat tangan dilla tanpa penolakan dari yg punya tangan. Air mata keluar tanpa diperintah!
__ADS_1
Dilla mencerna kata-kata pria itu. Jantung nya berdetak tak karuan ketika dia menyebutkan 12 tahun lamanya.
Dani? Apakah dia dani?
itulah yg ada di otaknya.
"Dani?Apa kau ini dani? "
Dilla memastikan pria yg sedang menatapnya dengan penuh harap.
Tak ada jawaban pria itu hanya mengang angguk membenarkan pertanyaan Dilla.
Dilla memeluk erat pria itu dengan air mata tak henti-hentinya mengalir. Rasa bahagia, terharu,rasa rindu sekaligus marah menjadi satu. Ada rasa marah karena dani tega meninggalkan Dilla tanpa keputusan, tapi tak bisa dipungkiri! Kerinduan Dilla begitu menghantui hati nya. Dia sangat merindukan sosok dani kecil yg sekarang sudah berbeda wajah. Dilla sangat menunggu waktu ini, waktu dimana dia kembali menatap seorang dani yg membuat hari-hari nya tidak bahagia.
"Kenapa kau setega itu dan? kenapa kau meninggalkanku dan membuatku menunggu sekian lama nya! "
Dilla memukul mukul dada bidang dani sebagai tanda kekecewaan nya.
Dani mengeratkan pelukannya
"Maafkan aku Dilla! Tapi percayalah aku juga selalu dihantui rasa bersalah dan rasa rindu yg sangat menyiksaku"
Suasana rumah Dilla berubah menjadi haru. Jam dinding lah yg menjadi saksi bisu pertemuan mereka. Semua orang hening tak bersuara. Mereka ikut merasakan apa yg Dilla rasakan selama ini. Air mata kebahagiaan terlihat menghiasi mereka semua termasuk orangtua dilla. Masing-masing memeluk pasangannya merasa terbawa suasana atas semua ini.
"Berbahagialah anakku! Papa dan mama begitu senang melihat ini! "
Hati Fandy berkata
Lalu dani dan Dilla melepaskan pelukannya dan saling menatap wajah mereka.
Dilla dan dani pun mulai tersadar..
"*Seperti tak asing lagi? ". Gumam Dilla.
" wajah nya familiar karena dia seorang desainer tapi aku rasa pernah melihat wajah ini waktu dii??? "
Dani coba mengingat*.
"Kau? Kau kan pria yg tak sengaja aku tabrak waktu di bali? Di lorong hotel kamarku kan?"
Dilla benar-benar ingat wajah itu.
"Jadi? waktu itu kita pernah bertemu? "
Dani pun mengingat nya sekarang.
"Lohh lohh gimana ceritanya nak? ".
Mama Dilla penasaran.
"Yaudah sambil duduk ceritanya"
sambung Fandy papa nya Dilla.
"Jadi gini pa ma! Kalian masih inget kan waktu Dilla ke Bali bareng bu ranty? Nahh dilla bertemu dani waktu dilla mau ke kamar dilla. Kami gak sengaja saling menabrak karena berjalan menunduk melihat handphone! Dilla sama sekali tak tau kalau pria itu dani ma! pa! "
Dilla menjelaskan apa yg ia alami saat di bali.
"iya om! tante! waktu itu dani lagi liburan bareng orangtua dani kalau gak salah! Dani juga gak tau kalau wanita itu Dilla. "
"Emang lo gak tau dan kalau Dilla itu seorang desainer muda yg sedang naik daun ini? "
Putri menambahkan.
"Yak gue si tau tapi gue gak tau kalau dia Dilla.. Karena gue gak terlalu fokus pada dunia desainer put lo tau sendiri kan? "
Putri hanya mengangguk karena sebelumnya dani pernah menceritakan bagaimana kesibukannya.
"Padahal kalau kalian udah saling ketemu gue gak usah repot-repot gini yahhh"
Lanjut dian karena ini semua atas dasar ide nya.
"Sekali kali lo berkorban buat gue lahh di! "
Jawab Dilla tertawa
"Sekarang kamu tinggal dimana? "
Dilla tak bosan bosannya memandang wajah dani.
"aku masih tinggal di Kalimantan tapi kebetulan aku sedang ada proyek dengan pak Bima prasetyo dan kebetulan arsitektur nya ini nihh anak tengil ini"
Menunjuk dian.
"Pak Bima? Jadi? "
Belum juga Dilla selesai bicara ia langsung menatap tajam Rio putra dari Bima prasetyo.
"Gue gak tau soal ini dill! Soalnya yg megang proyek itu papa gue bukan gue! "
Rio mengangkat kedua tangannya minta ampun karena tatapan Dilla yg mengintimidasi Rio.
"Hufftt mungkin ini waktu yg disebut indah pada waktunya "
__ADS_1
Semuanya tersenyum mendengar ucapan Dilla.
Jangan lupa vote nyašTerimakasih yg sudah setia menunggu aku upš¤