Kamu Jodohku

Kamu Jodohku
episode 26


__ADS_3

Cahaya matahari masuk dari ventilasi jendela kamar seorang gadis yg sedang tertidur nyenyak.


"Hoaaaammmmm"


"Good morning dilla"


Dilla memberi ucapan selamat pagi untuk dirinya sendiri. Wajah kusut ditambah rambut acak-acakan membuat nya masih terlihat cantik.


Lalu dia mengambil kalender kecil di atas meja belajar nya.


"Besok yaa!! hmmm sepertinya ini ulang tahun ke sekian kalinya yg nampak menyedihkan!! "


Ketus nya sambil berjalan menuju wastafel.


Di dapur terlihat mama Silla sedang menyiapkan sarapan buat keluarga nya.


Sedangkan di meja makan, nampaklah papa Fandy sedang menikmati secangkir kopi sambil memainkan ponselnya.


"Pa!! Gimana semuanya udah papa cek??pokoknya kita harus ikuti arahan sahabat-sahabatnya dilla yakk!! "


Ucap mama Silla agak berbisik karena takut anaknya mendengarkan.


"Beres ma!! Kita tinggal beraksi aja"


Jawab papa fandy sambil mengangkat ibu jari nya.


"okayyy!!!"


Dilla sedang duduk di depan meja riasnya.Dia sedang mengoleskan make up tipis-tipis di wajah nya.


"Selesai"


Ucapnya lalu beranjak pergi dari kamar.


"morning pa! ma! "


Dilla menyapa orangtuanya yg sudah duduk mendahului nya.


"morning to sayang"


jawab mama Silla


Namun papa fandy sama sekali tak menjawab. Bahkan menengok wajah nya dilla pun tidak.


(papa kenapa?)


2 kata yg terlintas di benak dilla ketika melihat raut wajah ayahnya.


Karena takut telat, dilla langsung memakan sarapannya.


"Kamu sayang papa dill?? "


Tiba-tiba dilla dikagetkan dengan pertanyaan dari papa nya.


"Apaan si pa!! Gausah ditanyain kalii papa becanda yak!! "


Jawab dilla sambil tertawa kecil karena menurut nya papa nya itu sedang bercanda.


"Kalau kamu sayang papa, hentikan pekerjaanmu jadi desainer dan model itu. Papa gak suka lihatnya! "


deggg..


Jantung dilla berasa dipaksa berhenti oleh ucapan papa nya.


"lohh kenapa pa??kan dulu juga papa ngijinin?? kenapa sekarang jadi larang-larang aku kayak gini?? "

__ADS_1


"Papa malu liat kamu jadi model waktu di bali itu.Pandangan mereka menyangka kamu itu disana bukan sekedar menjadi model dan ahhh segala macem pokoknya. Orang-orang kantor papa terus nyindir papa. Papa ingin kamu berhenti dari pekerjaan itu! "


Kali ini wajah papa fandy benar-benar serius.


"Dilla beneran gak ngerti apa maksud papa si? Kenapa gak dari dulu dilla larang papa hahh??knpa secara tiba-tiba gini? ". Hati dilla terasa sakit ketika mendengar ucapan papa nya yg seakan-akan menganggap kalau pekerjaan nya lebih dari seorang desainer dan model.


" Pokok nya papa minta kamu berhenti hari ini juga jika kamu masi sayang papa! ". Fandy langsung meninggalkan dilla.


" Ma kok jadi gini si??Mama tetep dukung dilla kan?? mama tau kan kalau ini adalah cita-cita dilla dari kecil? ". Dilla memastikan apakah mama nya akan mendukungnya atau malah menuruti kata papa.


" iya nak mama tau! Tapi kan ini semua sudah perintah papa, mama gak bisa bantah! Kamu juga harus ngertiin ya sayang! Turuti lahh kata papa mu dilla! ". Silla memeluk anaknya.


" Lepasin aku ma! Kalian berdua itu aneh tau gak? jangankan kalian memberikan kebahagiaan di hari spesial ku, memberi kesedihan juga sudah cukup banyak! its oke ma dilla akan nurut sama kalian tenang aja kok! Tapi ini semata-mata karena dilla ga mau di cap anak durhaka! ingat itu! ".


Dengan kesal dilla melaju melangkahkan kaki nya menaikki mobil dan melaju ke boutique dengan amarah yg ia pendam.


" Huftttt semua gara2 dian! sampai-sampai aku harus membuat putri semata wayang ku sedih! maafin mama sayang! ". hatinya berkata seperti itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


di salah satu cafe...


Terlihat 2 orang perempuan dan 4 orang laki-laki sedang berbincang membahas sesuatu. Tatapan masing-masing benar-benar sangat fokus.


" Oke kita deal ya begitu! ". Ucap salah satu pria.


" Oke om! Nahh jadi kita mulai dari sekarang! Pokoknya aku ingin nanti malam sesuai rencana! ". Timpal pria yg satu nya lagi.


" Ia intinya kita tanggung jawab sama tugas masing-masing ya! Saya ingin anak saya bahagia di hari spesial nya! Kardus nya juga jangan lupa hahahah" ujungnya dia malah bercanda.


"Soal itu gampang om hahaha". balas yg satu nya lagi.


" Om ini beneran kan??om ngijinin aku buat lamar putri om? ". Tanya pria dengan balutan kaos putih.


" Om percaya sama kamu! om akan menanggung jawabkan putri om sama kamu! jaga dia baik-baik, sayangi dia sepenuhnya, jangan buat dia menangis awas!! ". jawabnya sambil menepuk pundak.


siapakah mereka?


Yazz!!!! Mereka adalah sahabat-sahabat dilla dan fandy papa nya dilla.


Mereka ternyata sedang merancang sebuah kejutan besar. Bagaimana tidak! Seorang dani akan menjadi kado terindah buat dilla di hari ulang tahun nya yg ke 25.


Ini semua ide dari dian Ferdinad. Dia mengingat kan bagaimana dulu dilla membantu nya saat melamar esta istrinya. Bukan hanya dian si! Soal surprise dani itu ide para ciwi-ciwi, esta dan putri. Dan soal waktu nya ide Fandy sama Rio.


Mereka ternyata sangat kompak! Dilla harus bersyukur punya sahabat seperti mereka.


"Yaudah selesai makan siang ini kita langsung menjalankan tugas masing-masing ya! Om jangan lupa tante nya di calling lagi! ". Putri coba mengingatkan Fandy.


" Iya put nanti om telpon istri om ya! ". jawab Fandy.


" Aku ke mall nya sama kalian kan?? ". tanya dani.


" Iya lo sama nenek lampir yg cantik-cantik itu dan" ledek dian terhadap sang istri.


Mereka pun meninggalkan tempat itu dan mulai menjalankan aksinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dilla berhenti di sebuah taman.


Niatnya dia mau pergi ke boutique, tapi ternyata boutique nya tutup. Dilla juga merasa aneh karena tak biasa nya bu Ranty tiba-tiba menutup boutique nya.


"Ini kebetulan atau gimana ya?? Apa memang Tuhan pun tak mengijinkan aku untuk berhenti kerja di sana?? ". Dilla melamun memikirkan semuanya.


" Kok bisa ya papa seperti itu?tak seperti biasanya dia bersikap kayak tadi? ". Dilla coba mengingat kejadian tadi pagi.

__ADS_1


Dilla menelpon esta bermaksud ingin mencurahkan semua kegundahan nya. Karena saat ini Dilla merasa benar-benar sendirian.


Namun sama sekali tak ada respon dari esta.


Lalu Dilla coba menelpon putri. Hal yg sama dialami Dilla. Putri dan esta tidak mengangkat telepon darinya.


" Arghhh kalian tu kemana si?? Saat gue butuh kalian banget ehh malah ngilang! Hari ini dunia gue hancur! "


Dilla meneteskan air mata di pipi indahnya itu. Kali ini Dilla benar-benar menangis! Seorang Dilla the stronger woman akhirnya nangis juga. Dia merasa ujian hidupnya sangat berat hari itu.


"Dani! Kau dimana? Seharusnya ketika aku terpuruk rapuh kau ada disampingku, menenangkan hati ku, memeluk erat tubuhku! Ohh tuhan! Apa aku boleh mengeluh? Apa aku berhak bahagia Tuhan? "


Kata-kata nya ia pendam dalam hati. Tatapan kosong namun hati terus berbicara dan mengeluh. Rasanya Dilla sedang di jajah oleh sebuah pasukan dan ia melawan nya sendirian.


"Saat gue hancur entah sahabat atau orangtua, keduanya tidak ada! Mereka sama sekali tak ada! "


Air mata nya terus keluar dengan derasnya seperti air hujan.


"Usap airmata mu! Jangan sampai pipi indahmu itu dibasahi airmata dilla! "


Pria itu duduk di samping dilla dan menatapnya.


"Kamu kenapa dill? Coba cerita! Aku akan siap mendengarkanmu! "


"Fahmi? kau masih ingat denganku? "


Dilla sedari tadi mengingat sosok pria tersebut yg menurutnya tak asing lagi. Tapi ia lupa dengan namanya.


"Syukurlah kau masih mengingatku dill! Tentu aku menhibgatmu kau kan desainer muda yg sedang trending topik saat ini! Aku bangga banget sama kamu! "


Fahmi adalah teman seangkatan dilla dulu waktu kuliah. Sudah lama fahmi menyukai dilla, namun tetap ditolak dilla karena hatinya ia jaga hanya untuk dani yg belum tentu dani pun akan kembali.


Hingga saat ini fahmi masih menyukai dilla. Apalagi setelah kesuksesan dilla sekarang fahmi semakin kagum dengan sosok dilla, wanita yg kuat dan mandiri di menurut nya.


Fahmi merupakan keponakan bu ranty yg sekarang jadi partner nya dilla. Sengaja ia tak memberitahukan nya pada dilla.


"Makasih mi! Ohh iya kamu sekarang tinggal dimana? Udah kerja? "


"Aku tinggal di jalan cempaka nomor 10.Deket kok dari sini. Kalau soal kerjaan ya alhamdulillah aku megang perusahaan papa sekarang. "


Dilla hanya ngangguk-ngangguk tanpa bicara. Sebenarnya ia ingin sekali menceritakan kegundahan hatinya. Tapi siapa Fahmi? Dia tak akan menceritakan isi hatinya ke sembarangan orang karena ini sangat privasi.


"Ngomong-ngomong kenapa kamu nangis dill? "


"Ohh.. ahh itu mi Mmm aku gak papa kok cuma yaa ada problem dikitlah bosen soalnya udah lama gak nangis hehe"


Dilla tersenyum palsu. Bagaimana ia bisa tersenyum disaat dirinya sedang hancur seperti ini.


"Ahh kamu bisa aja dill! Yaudah aku duluan yak! kamu hati-hati! udah Jangan nangis lagi malu! "


Lalu Fahmi beranjak pergi memasuki mobil nya.


"Andai kamu tau dill! Aku masih mencintaimu saat ini! Bahkan perasaanku padamu tak berkurang sedikitpun! Tapi.. "


"arghhh apaan si lo mi! Kan sebentar lagi lo mau tunangan sama cewek pilihan papa itu! lo harus lupain dilla yg udah jadi milik orang lain"


Fahmi melakukan mobilnya dan meninggalkan dilla sendirian.


"Aku harus pulang ke mana? Bu ranty? ahh gamau ahh malu. ohh iya mereka inget gak ya sama ulang tahunku? "


Setelah pikiran nya tenang dilla langsung pulang ke rumahnya karena hari sudah sore, ia takut terjadi apa-apa sama dirinya.


Visual Fahmi


__ADS_1


Terimakasih yg sudah setia membaca karya ku ini🤗


__ADS_2