Kamu Jodohku

Kamu Jodohku
episode 5


__ADS_3

"gimana nak suka kan sama rumahnya?" Tanya bunda hilda sambil menyusul anak dan staminya yang sedang duduk di sofa..


"iya bun suka banget,rumah nenek lebih best daripada rumah kita ya" ucapnya..


"Yaudah kita samperin nenek dulu you" ajak ayah Niko..


'tuk...tuk... tuk


"iya masuk aja" terdengar suara wanita tua didalam kamar..


"hai bu apa kabar?maaf Hilda Dan mas Niko baru sempet sekarang kesininya...karena kami nunggu sekolah Dani libur" ucap bunda sambil cipika-cipiki ke ibunya..


"iya gapapa nak ibu seneng banget bisa ketemu Kalian lagi" jawabnya..


"ohh iya bu ini Dani anak kami..cucu ibu" kata ayah Niko..


"hai nek Dani seneng banget bisa ketemu nenek" sambung Dani sambil mencium tangan neneknya..


"cucu nenek udah bear!!Sehat-sehat ya nak semoga kamu jadi orang sukses nanti" neneknya mendoakan dani.


Terakhir nenek ketemu Dani itu pas Dani umur 5 tahun karena terhalang jarak yang sangat jauh.Yang sering nengokin nenek tiap tahun itu biasanya cuma hilda sendiri.


flashback on


Nenek widhaningsih itu nama asli nya namun sering dipanggil ningsih.Beliau asli orang orang indramayu.Namun ia menikah dengan kakek syarif keturunan asli Kalimantan.Keduanya dipertemukan di Indramayu karena saat itu dia seorang TNI yang kebetulan ditugaskan karena sedang ada bencana gempa bumi disana.


Mereka menikah selama 40 tahun yang hanya dikarunia 1 orang anak yaitu Hilda wijayanti (bundanya Dani).Sebetulnya usaha kebun sawit itu hanya sampingan, tapi karena ketekunan nek ningsih mengurusnya,akhirnya berkembanglah hingga sekarang.


Dan kek syarif harus berpisah dengan istri tercinta untuk selama-lamanya pada usia 63 tahun karena penyakit serangan jantung.


flashback off


"Ayo nak bunda anter kamu ke kamar atas ya" ajak bunda hilda karena kelihatannya Dani begitu lelah..


"ayo bun aku capek banget nihh" jawab Dani sambil menguap..


"istirahatlah kalian juga pasti lelah melewati perjalanan selama 3 hari ini." sambung nenek sambil menyuruh anak dan menantunya istirahat.


"yaudah kami tinggal dulu ya buu" ucap ayah Niko Sopan..

__ADS_1


Dani memilih kamar atas yang ada balkon nya..karena kalau dia lagi gabut bisa the lihat-lihat sekitar..


*dikamar bunda dan ayah


"bun kasih tau aja sekarang tapi inget sesuai rencana kita bunda ke kamar papa akan kunci seluruh pintu keluar oke?" Ayah Niko menyuruh istrinya untuk menjalankan rencana ini dengan baik.


"oke beres yahh" ucap bunda.


memang rencana mereka berdua sudah dirancang kemarin-kemarin saat masih di indramayu.


Dengan ucapan bismillah bunda mengetuk pintu kamar Dani.


"nak bunda boleh masuk gak?" Tanya bunda sambil terus mengetuk pintu..


(kemana dia?kok gak nyahut sii) batin bunda karena sama sekali tidak ada jawaban dari Dani.


Bunda pun masuk saja karena pintu nya gak dikunci.(lagi di balkon rupanya) gumam bunda hilda.


"bunda cariin dari tadi Dan" ucap bunda sambil duduk disamping dani.


"iya bun lagi jenuh gak ada temen" jawab singkat Dani.


"bicara apa bun?" jawab Dani penasaran.


"jadi bunda dan ayah ingin merawat nenek...Kasihan kan dia sedang sakit... dia juga cuma punya kita.. Mau tidak mau kamu harus tinggal disini ya nak?" bunda hilda akan terima semua sikap Dani kedepannya.


"bunda itu mentang-mentang aku lagi jenuh ngelucunya kejahuan bun... garing pula" jawab Dani.


"bunda tidak ngelucu dan!" ucap bunda hilda meyakinkan..


"terus aku sekolah gimana?" Dani mencari Alasan..


"Kamu akan ayah dsftarkan disini" jawab bunda..


"boleh pulang dulu ya bun??Dani kan belum ambil pakaian" Dani terus mencari alasan..


"semuanya sudah beres kamu tinggal tinggal disini" kata bunda hilda..


"tapi bun... " ucapan Dani terpotong..

__ADS_1


"Kali ini nurut sama bunda Dan!" ucap bunda hilda tegas sambil meninggalkan anaknya..


(bagaimana dengan dilla?Pasti dia sangat sedih karena aku belum memberitahukan hal ini...dian,esta,sama putri juga...Aku tidak menyangka semuanya akan begini..bahkan aku mau kabur pun tidak bisa karena ini terlalu Jauh..maafkan aku dill) gumam Dani.


Ayah niko sudah menunggu dikamarnya..


"gimana aman bun?" tanya ayah penasaran.


"untuk kali ini si aman tidak ada perlawanan dari dani...tapi kita harus tetap waspada yahh takutnya diam-diam dia kabur dari rumah ini." jelas bunda hilda.


"huffttt lega deh kalu gitu..Ayah takut dia marah besar" sambung ayah..


*di meja makan


saat selesai makan malam Dani langsung naik ke kamar nya diatas.. bunda dan ayah sudah mengerti kalau Dani masih sedih...


"Dani kenapa da?" tanya nenek ningsih merasa aneh melihat cucunya yang hanya terdiam.


Bunda menceritakannya detail...


"ohhh gitu ya..ibu seneng banget karena kalian sudah mau tinggal disini" jawab nenek.


"iya bu..kan anak ibu cuma hilda...jadi mau siapa lagi yang merawat ibu.." ucap hilda..


Dikamar nya Dani masih terlihat memikirkan sahabatnya terutama Dilla...


(maafkan aku dill..mungkin aku tidak bisa menepati janjiku untuk selalu ada didekatmu..ini hanya soal waktu.. pokonya aku janji suatu saat kita akan dipertemukan kembali) batin dani...


Bahkan menghubungi lewat handphone pun tidak bisa karena Dani belum dibelikan handphone oleh orangtuanya begitupun dilla.


Sepertinya kisah Cinta mereka berdua akan berakhir begitu saja...benarkah?


_


_


_


Mau tau kelanjutannya?

__ADS_1


Terus baca ceritanya yaa dan jangan lupa like dan komentarnya


__ADS_2