
"Kita ke rumah sakit!" Oktavia berkata dengan nada memerintah sembari beranjak.
"Tidak perlu," jawab Reno sembari berdiri dan berkala. Menuju mobilnya.
Melihat sikap Reno yang sangat keras kepala itu membuatnya semakin geram. Dia tidak mengerti dengan apa yang ada di pikiran pria itu.
"Apa kau lebih memilih dirawat oleh Kimiko dibandingkan dengan dokter di rumah sakit!" tukas Oktavia yang menghentikan langkah kaki Reno.
Reno berbalik lalu berjalan mendekat pada Oktavia, dia melihat sedang lekat kedua mata wanita yang tadi terdengar sangat kesal. Senyum Reno muncul di ujung kedua sisi bibirnya.
"Baiklah. Akan aku turuti keinginanmu untuk ke rumah sakit," ujar Reno sembari tersenyum lalu membalikkan tubuhnya dan kembali berjalan menuju mobilnya.
Oktavia berlari mengejar Reno, dia ingin tahu apakah pria itu benar-benar datang ke rumah sakit atau tidak. Karena dia sangat tidak suka dengan kedatangan wanita yang jika dilihat adalah seorang dokter.
Mereka pun pergi meninggalkan restoran lalu menuju ke rumah sakit untuk memeriksakan luka yang diderita iron Reno. Dia tidak ingin jika pria itu membohonginya dengan tidak mendatangi rumah sakit.
Dalam kerjakan menuju rumah sakit, Reno terlihat pucat dan darahnya pun masih keluar. Sehingga kemeja yang dipakainya sudah kotor terkena noda darah.
"Sudah aku bilang kau harus banyak beristirahat, akhirnya seperti ini bukan?" Oktavia berkata dengan nada kesal.
Reno terdiam, dia tidak ingin banyak bicara dengan Oktavia untuk saat ini. Karena dia mendapatkan sebuah pesan dari seseorang yang mengatakan keberadaan pria itu. Siapa lagi jika bukan Randy.
Dia hendak mengatakan semuanya pada Oktavia tetapi dia belum bisa melakukan semuanya saat ini. Sebab dia semakin tidak ingin membuat mereka bertemu kembali.
"Apa kau benar-benar melupakan aku dan akan pergi dengan pria itu?" Reno bertanya pada Oktavia.
"Apa maksudnya?" Oktavia balik bertanya Reno.
Mobil berhenti tepat di depan rumah sakit, mereka pun keluar dan langsung berjalan menuju rumah sakit. Oktavia menemui seorang perawat untuk meminta penanganan pada luka Reno.
Seorang perawat membatu Reno untuk membersihkan lukanya dan memeriksa apakah luka itu perlu ditangani lebih lanjut atau tidak. Setelah melihat semuanya tidak dan masalah dan lukanya pun tidak harus dijahit kembali. Dan ada salah satu dokter yang memeriksa kembali.
__ADS_1
Dokter itu mengatakan jika semuanya baik-baik saja, yang diperlukan hanya beristirahat. Dan tidak boleh terlalu banyak bergerak atau bekerja.
"Apa kau dengar itu, Tuan Reno? Kau tidak perlu banyak bergerak dan bekerja untuk beberapa hari ini!" ujar Oktavia pada Reno dengan nada kemenangan.
Karena Reno selalu menganggap enteng luka yang ada di punggungnya itu. Sehingga dengan enaknya bekerja dan banyak bergerak.
Setelah semuanya selesai, mereka pun kembali ke apartemen. Reno tidak bisa berbuat apa-apa karena Oktavia sudah sangat tegas terhadap dirinya.
Reno merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, setelah meminum obat yang diberikan oleh dokter. Akhirnya dia bisa terlelap dengan tenang dan rasa sakit di punggungnya pun tidak terlalu terasa.
Oktavia terduduk di atas sofa sembari menatap Reno yang sudah tidur. Dia kembali teringat akan perkataan Casandra tentang pilihan Reno.
Dia semakin bingung sebentar apa yang sudah terjadi, mengapa dirinya merasa jika ada sesuatu yang tersembunyi sangat rapat. Bahkan Casandra pun ikut menyembunyikan. Semuanya.
Dia mengambil ponselnya kalau menghubungi Casandra, dia ingin tahu apa yang sudah terjadi. Mengapa dirinya merasa jika semua hal yang tidak diketahui olehnya, sudah diketahui oleh semua orang.
Terdengar suara dering yang artinya sedang tersambung, dia menunggu beberapa detik lalu Casandra menerima telepon dari Oktavia. Dan mereka pun memulai percakapannya meski terdengar suara Casandra yang sangat sedih.
"Katakan semuanya padaku?" ucap Oktavia pada Casandra yang ada di seberang telepon.
Sebab hanya Reno yang bisa menceritakan semuanya pada Oktavia. Bukan dirinya, dia tidak bisa mendahului kakaknya untuk menceritakan semuanya.
Semua hal tentang dirinya sudah diceritakan pada Oktavia, sehingga Casandra merasa tenang sekarang. Dia berharap sahabatnya itu bisa menolongnya.
Meski tidak bisa menolongnya juga tidak masalah baginya. Karena dia tahu hubungannya dengan Bisma tidak akan pernah disetujui oleh kedua orang tuanya.
Entah apa yang membuat kedua orang tuanya tidak menyetujui kisah percintaannya dengan Bisma. Namun, yang pasti dirinya akan tetap mencintai pria itu.
Casandra akan berjuang dengan sekuat tenaga untuk mempertahankan cintanya pada Bisma. Meski dirinya harus mengorbankan semua harta dan kepercayaan sang ayah.
"Mengapa kau melakukan semua ini? Kau begitu mencintainya?" Oktavia kembali bertanya pada Candra di seberang telepon.
__ADS_1
Sebelum menjawab semua pertanyaan yang dilayangkan oleh Oktavia. Sambungan teleponnya terputus karena baterai ponselnya habis.
Oktavia berusaha menghubungi kembali Casandra tetapi tidak bisa. Dia pun menyimpan ponselnya lalu berjalan menuju ruang tamu dan melihat wanita itu sudah berada di sana.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Oktavia pada Kimiko.
"Aku ke sini untuk bertemu dengan Reno," jawabnya singkat.
Oktavia tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu. Padahal dia sudah tahu jika Reno sudah menikah, dia terdiam sejenak mengapa dirinya merasa seperti ini.
Dengan cepat dia berbalik dan hendak masuk ke dalam kamar. Untuk menghindari dirinya yang sangat marah akan keharuan wanita lain di apartemen.
Sebelum dia pergi rupanya Reno sudah berada di belakangnya. Dia menghentikan Oktavia untuk pergi dan menarik tangannya untuk duduk bersama dengannya.
Reno tidak ingin ada rahasia di antara mereka berdua, sehingga dia mengajak Oktavia untuk duduk bersama. Untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh Kimiko.
"Apakah kita bisa bicara berdua?" tanya Kimiko pada Reno.
"Bicara saja. Karena aku tidak akan membutuhkan istriku pergi.
Oktavia hanya mendengarkan apa yang akan disiagakan oleh wanita itu. Dia tidak peduli lagi dengan wanita yang terlihat sangat mencintai Reno.
Karena dia menyadari sekarang itu tidak berguna, dia berpikir jika Reno berhak menemukan wanita yang mencintainya. Oktavia kembali berpikir jika dirinya tidak boleh egois.
Kimiko mengatakan semua yang ada di dalam hatinya, dia tidak bisa Megan semuanya lagi seorang diri. Meski dia tahu apa yang dirasakannya tidak mungkin akan berbalas.
"Aku mencintaimu," ucap Kimiko pada Reno.
Reno hanya diam, dia tidak bisa mengatakan apa-apa. Karena dia kembali teringat akan sahabatnya yang dulu mati. Kematian sahabatnya itu dikarenakan ulahnya, dan Kimiko adalah kekasih dari sahabatnya itu.
Sang sahabat sebelum kematiannya miminta Reno untuk menjaga Kimiko. Karena sahabatnya itu sangat mencintainya, sehingga tidak menginginkan wanita yang sangat dicintainya itu menderita setelah kematiannya.
__ADS_1
Semenjak itulah Reno menjaga Kimiko sebatas hanya seorang sahabat. Namun, dengan berjalannya waktu, rasa cinta Kimiko terhadap Reno tumbuh.
Kimiko berhasil melupakan rasa kehilangannya atas kematian sang kekasih. Dia merasa jika Reno sangat menyayanginya dan selalu ada untuknya.