Kan Kulakukan Demi Kamu

Kan Kulakukan Demi Kamu
BAB 13


__ADS_3

"Sungguh memuakkan!" gerutu Oktavia sembari berjalan menuju kamar Casandra.


Dia sungguh kesal dengan apa yang dilihatnya karena dia merasa jika mereka berdua tidak bisa memilih tempat untuk bermesraan. Seburuk-buruk dirinya tidak mungkin melakukan semua hal itu.


Oktavia menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamar, dia mengetuk pintu kamar tersebut. Tidak begitu lama pintu kamar itu terbuka dan dia melihat Casandra.


"Kau sendiri?" tanya Casandra sembari membuka pintu kamar dengan lebar.


"Iya," jawab Oktavia sembari berjalan memasuki kamar hotel Casandra lalu dia menutupnya rapat.


Dia berjalan mendekat pada Casandra yang sudah duduk di atas tempat tidur. Oktavia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur dan menatap langit-langit kamar.


Cassandra pun merebahkan tubuhnya tepat di samping Oktavia. Dia tidak bicara satu kata pun karena sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Apa kau benar-benar mencintainya?" tanya Oktavia pada Casandra.


"Iya. Aku sangat mencintainya," jawab Casandra.


Oktavia kembali terdiam dia kembali memikirkan apa yang terjadi padanya sebelum menikah dengan Reno. Sempat terpikir olehnya untuk mengatakan apa yang pernah dikatakan oleh Casandra padanya.


Namun, semua itu diurungkan karena dia tidak yakin jika sahabatnya itu akan menerima apa yang dikatakan olehnya. Oktavia pun kembali berpikir apa yang harus ditanyakan olehnya pada sahabatnya itu.


"Kau pasti akan mengatakan jika semua keinginan orang tuaku demi kebaikan aku. Sama halnya seperti aku pernah berkata seperti itu padaku, bukan?" Casandra berkata pada Oktavia.


"Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padamu. Bukankah kau tahu aku masih belum bisa melupakannya," timpal Oktavia sembari menghela napas.


"Apa sampai saat ini kau masih belum sepenuhnya menjadi istri kakakku?" Casandra belok bertanya sembari memiringkan tubuhnya sehingga melihat ke arah Oktavia.


Casandra terus memaksa Oktavia untuk mengatakan semuanya. Karena Oktavia hanya diam saat dirinya bertanya akan hal itu.


"Aku belum melakukan dengannya," Oktavia berkata sembari menatap Casandra.


Oktavia ingin tahu apakah sahabatnya itu akan mengetahuinya karena sudah membuat kakaknya menderita. Namun, Oktavia tidak melihat sorot mata kemarahan dari sahabatnya itu. Hanya terlihat kesedihan di dalam sorot mata Casandra.

__ADS_1


"Maafkan aku," Oktavia kembali berkata pada Casandra.


"Semua itu adalah pilihan Reno jadi kau tidak perlu meminta maaf padaku," timpal Casandra.


Casandra tidak bisa menghakimi Oktavia karena dirinya pun ingin memperjuangkan cintanya pada pria yang sangat dicintainya itu. Lagi pula yang memilih untuk menikah dengan Oktavia.


Oktavia semakin bingung dengan apa yang dikatakan oleh Casandra, tentang Reno sendiri yang memilihnya. Sudah dari kemarin dia ingin tahu akan hal itu.


"Katakan padaku tentang Reno yang memilihku atas kemauannya sendiri," Oktavia berkata pada Casandra.


Casandra terdiam, dia benar-benar tidak bisa mengatakan semuanya. Karena dia sudah berjanji pada sang kakak untuk tidak mengatakan semuanya.


"Kau bisa bertanya padanya, jangan padaku. Karena dia yang berhak menceritakan semuanya padamu," ungkap Casandra.


"Aku ingin tahu darimu!" Oktavia terus memaksa Casandra untuk mengatakan semuanya.


Namun, Casandra tetap tidak mengatakan apa yang ingin diketahui oleh Oktavia. Karena dia sudah berjanji pada sang kakak.


Oktavia terus saja berusaha memaksa Casandra untuk mengatakan semuanya. Namun, semua usahanya tidak pernah berhasil. Mungkin dia harus bertanya pada Reno.


"Aku lelah dan ingin tidur sebentar," sambung Casandra sembari memejamkan kedua matanya.


Oktavia terdiam saat mendengar apa yang dikatakan oleh Casandra. Dia tidak ingin mengganggu sahabatnya itu, sehingga dia memberikan kesempatan pada Casandra untuk beristirahat.


Karena dia melihat wajah sahabatnya itu terlihat kurang tidur. Mungkin Casandra tidak bisa tidur dengan tenang sebab memikirkan semua masalah yang sedang dihadapi.


Tidak terasa kedua mata Oktavia pun terpejam karena dia merasa lelah juga. Karena semalam dia tidak bisa tidur memikirkan apa yang dikatakan oleh Kimiko.


***


Reno melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, dia memikirkan Oktavia yang belum kembali dari hotel. Dia berpikir apakah wanita itu tidak akan kembali ke apartemen dan menginap di hotel bersama dengan Casandra.


Dia menghubungi nomor ponsel Casandra karena dia tidak bisa menghubungi ponsel Oktavia. Tidak begitu lama terdengar suara seorang wanita dengan parau.

__ADS_1


"Oktavia masih ada di sana?" tanya Reno tanpa basa-basi pada Casandra yang berada di seberang telepon.


Cassandra melihat ke samping dan melihat Oktavia masih berada di sampingnya. Dia tidak berani membangunkan sahabatnya itu.


"Dia ada di sini dan masih tidur. Kau ke sini dan bawa dia pulang. Aku takut tidak bisa menjaga rahasiamu lagi," Casandra berkata pada Reno lalu memutuskan sambungan teleponnya.


Reno pun langsung berjalan keluar, dia langsung menuju hotel di mana Oktavia berada. Dia memikirkan apa yang dikatakan oleh Casandra jika sang adik takut tidak bisa menyembunyikan semuanya dari Oktavia.


"Tuan ...," tanya Arga yang melihat sang tuan berjalan ke luar dari apartemennya.


"Kau ikut denganku!" sela Reno dan menyuruh Arga untuk ikut dengannya.


Arga pun langsung mengikuti sang tuan yang hendak keluar. Meski dia tidak tahu ke mana tujuan sang tuan kali ini tetapi dia berpikir mungkin sang tuan akan menjemput sang nona.


Dia pun menyiapkan mobil yang biasa digunakan olehnya jika tidak pergi bersama Reno. Mereka pun pergi ke hotel di mana Oktavia berada.


Dalam perjalanan menuju hotel, Reno melihat ke luar mobil. Matanya tertuju pada seseorang yang sedang berdiri di sebuah tempat pemberhentian bus.


Orang itu adalah Randy, dia hendak menghentikan Arga untuk menemui Randy. Namun, diurungkannya karena dia tidak ingin berbicara dengan pria yang sudah mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Beberapa saat kemudian, Arga menghentikan mobilnya tepat di depan hotel. Tanpa banyak bicara Reno ke luar dari mobil dan berjalan menuju kamar Casandra.


Reno memasuki lift untuk menuju kamar Casandra, di belakang Arga terus mengikutinya. Dalam lift Reno mengingat kembali apa yang dilihatnya tadi dan dia akan menyuruh anak buahnya untuk menemukan lokasi yang tepat keberadaan Randy.


Dia ingin secepatnya menyelesaikan semuanya, sehingga dia bisa kembali fokus dengan pekerjaannya. Dan dia tidak berniat untuk menikah lagi setelah menikah dengan Oktavia.


Karena baginya Oktavia adalah wanita satu-satunya yang bisa menjadi istrinya. Tidak dapat wanita lain yang berhak menggantikan posisi Oktavia di hatinya atau di sampingnya.


Meski nantinya semua keputusannya akan ditentang oleh keluarganya. Namun, tidak akan ada yang bisa mengubah semuanya karena dihatinya hanya ada Oktavia seorang.


Lift berhenti dan pintunya terbuka, Reno berjalan keluar diikuti oleh Arga. Dia melangkahkan kedua kakinya menuju kamar sang adik.


Langkah kakinya terhenti tatkala melihat nomor pintu kamar yang diberitahukan oleh Casandra sudah tertera dia pintu.

__ADS_1


Dia mengetuk pintunya, tidak begitu lama pintu kamar terbuka dan terlihat Casandra yang wajahnya masih terlihat mengantuk. Tanpa mengucapkan apa-apa Reno langsung memasuki kamar sang adik.


"Kau tidak mengatakannya padanya bukan?" tanya Reno pada Casandra.


__ADS_2