Kan Kulakukan Demi Kamu

Kan Kulakukan Demi Kamu
BAB 25


__ADS_3

"Siapa dia? Apa yang diinginkannya?" gumam sang sopir yang terdengar oleh Oktavia dan Bisma.


Oktavia melihat ke arah depan dan melihat siapa orang yang sudah menghentikan mobilnya. Dia melihat dengan saksama orang yang berdiri tegap tepat di depan mobilnya.


"Suruh dia masuk, Bisma!" perintah Oktavia pada Bisma.


Bisma pun turun dari mobil, dia berjalan mendekati orang itu. Meski dirinya tidak tahu siapa sebenarnya orang yang sudah berani mengadang jalan mobil sang nona. Dan juga sang nona menyuruhnya untuk mengundang masuk orang itu.


Saat Bisma sedang berbicara pada orang itu, Oktavia hanya memperhatikan mereka berdua. Di dalam hatinya bertanya-tanya apa yang diinginkan oleh orang itu padanya.


Orang itu pun berjalan bersama Bisma menuju mobil Oktavia, dan orang itu memasuki mobil serta duduk tepat di samping Oktavia. Dia hanya tersenyum saat melihat Oktavia yang duduk dan memperhatikan dirinya.


"Mengapa begitu sulit untuk bertemu denganmu, Nona Oktavia?" tanya orang itu pada Oktavia dengan senyum khasnya.


"Untuk apa kau ingin bertemu denganku?" Oktavia balik bertanya pada orang itu.


"Aku ingin bicara denganmu. Lebih baik kita ke suatu tempat untuk membicarakan semua itu," jawab orang itu dengan santainya.


Oktavia menatap Bisma seraya menyuruh Bisma untuk membawanya ke suatu tempat. Bisma mengerti dengan tatapan sang nona lalu menyuruh sopir untuk pergi ke sebuah kafe yang bisa mengobrol dengan tenang.


Sang sopir pun mengangguk dan dia kembali menjalankan mobilnya menuju kafe yang sudah dikatakan oleh Bisma. Dalam perjalanan menuju kafe tersebut suasana di dalam mobil begitu sepi tidak ada seorang pun yang berbicara.


Tidak begitu lama sang sopir pun menghentikan laju mobilnya karena sudah tiba di kafe yang dikatakan oleh bisa tadi. Oktavia pun turun dari mobilnya, diikuti oleh orang itu dan Bisma.


Oktavia berjalan terlebih dahulu, dia menghentikan langkahnya laku berkata sesuatu pada Bisma. Setelah mendengar apa yang diinginkan oleh sang nona Bisma pun berjalan terlebih dahulu untuk masuk ke dalam kafe tersebut.


"Kau tidak berubah, Oktavia ...," ucap orang itu sembari menyejajarkan tubuhnya dengan tubuh Oktavia.


"Aku tidak akan pernah berubah karena aku adalah aku dan tidak perlu mengubah apa pun," jawab Oktavia dengan nada dingin.

__ADS_1


Orang itu hanya tersenyum dan terus berjalan di sisi Oktavia hingga mereka berdua memasuki kafe. Dia melihat pria yang selalu ada di sisi Oktavia sudah berdiri di sisi sebuah meja dan kursi yang sudah disiapkan olehnya.


Oktavia berjalan mendekat pada Bisma, dia pun duduk di sebuah kursi yang sudah dibukakan oleh Bisma. Kedua matanya menatap orang itu dengan saksama, seraya ingin mencari tahu apa yang ada di dalam pikiran orang itu.


Orang itu hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Oktavia. Dia duduk dengan santainya tepat di depan Oktavia dan tidak berapa lama seorang pelayan tiba dengan pesanan yang sudah dipesan Bisma tadi.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Oktavia pada orang itu.


"Apa yang aku inginkan?" orang itu berkata seraya bertanya pada dirinya sendiri.


Orang itu menatap ke arah Bisma, dia tidak ingin ada orang lain yang mendengarkan apa yang akan dibicarakannya. Bisma mengerti apa yang dimaksud oleh orang itu, dia hendak pergi meninggalkan Oktavia dan orang itu.


"Dia tidak akan pergi. Jika kau ingin bicara denganku katakan saja di depannya juga," ucap Oktavia yang menghentikan niat Bisma untuk meninggalkan sang nona.


"Kau sungguh-sungguh percaya padanya? Apa kau yakin dia tidak akan menikammu dari belakang?" tanya orang itu dengan nada memprovokasi.


Oktavia terdiam, dia tidak akan dengan mudah terprovokasi oleh orang seperti orang yang ada di depannya. Dia masih menatap orang itu dengan tajam dan ingin tahu apa yang diinginkan oleh orang itu.


"Sudah cukup, Kamila! Sebenarnya apa yang kamu inginkan?!" tukas Oktavia yang sudah tidak tahan lagi dengan ucapan Kamila.


Oktavia tidak mengerti mengapa wanita yang ada di depannya itu bisa berubah seperti ini. Pertemuan mereka terakhir adalah di hari pernikahannya dan sekarang mengapa Kamila bisa menjadi seperti ini.


"Lepaskan, Randy. Aku ingin dia kembali padaku dan melupakanmu," ucap Kamila.


Oktavia seketika tertawa karena dia tidak mengerti jalan pikiran Kamila. Karena sejak hari itu Oktavia tidak memikirkan untuk kembali ke Randy.


Dalam hatinya saat ini hanya ada orang yang sudah menjadi suaminya. Meski saat ini dia dan Reno belum bersama dan juga dia belum mengingat sepenuhnya tentang masa lalunya.


"Apa kau pikir aku masih berharap untuk bersama dengan Randy?" tanya Oktavia pada Kamila.

__ADS_1


"Aku tahu kau masih mengejarnya karena kau sangat mencintainya bukan?" timpal Kamila sembari balik melayangkan pertanyaan.


"Dari mana kau tahu aku masih mengejarnya? Apa kau sudah menyelidiki semuanya?" Oktavia kembali bertanya pada Kamila.


Oktavia tidak mengerti mengapa Kamila bisa beranggapan jika dirinya masih mengejar Randy. Padahal sudah lama sejak lama dia tidak bertemu dengan pria itu sejak pertemuannya yang terakhir.


Kamila pun mengatakan apa yang sudah dilihat dan didengarnya dari Randy. Dia selama ini selalu berusaha untuk kembali pada pria itu.


Namun, Randy menolaknya dengan lembut dan mengatakan jika dirinya masih sangat mencintai Oktavia. Sehingga dia tidak akan bisa menerima kembali cinta Kamila, meski Kamila berusaha sekeras mungkin dia tidak akan pernah bisa mendapatkan cintanya Randy.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Kamila sama sekali tidak mengubah apa yang ada di hati Oktavia saat ini. Dia malah berpikir jika Randy itu hanya bisa mempermainkan wanita saja.


Karena dia teringat dengan beberapa wanita yang sedang jalan dengan Randy. Akan tetapi, dia selalu mengabaikan semua itu dan terus mengejar cinta Randy.


Hingga akhirnya kenangan di masa lalu kembali muncul dan semua itu menghentikan apa yang namanya cinta pada Randy. Dia tidak tahu mengapa semua itu terjadi padanya dan bisa mengubah rasa cintanya pada Randy.


"Jika kau mencintainya kejarlah dia. Jangan kau mengejarku dan menyuruhku untuk melepaskannya karena aku sudah tidak ada hubungannya lagi dengannya," jelas Oktavia pada Kamila.


Mungkin dengan kembalinya Kamila pada Randy bisa membuat mereka berdua hidup bahagia. Dia sama sekali tidak berpikiran apa-apa lagi selain untuk kebahagiaan mereka berdua.


"Kau bisa dengan mudah mengatakan semua itu padaku. Namun, kau masih ada di antara kami berdua," timpal Kamila.


"Aku sudah tidak mencintainya. Sekarang kau bisa berhenti menggangguku. Aku sudah menikah dengan Reno dan selamanya hanya akan menjadi istri dari Reno Mahardika!" imbuh Oktavia.


Dia sudah tidak bisa mengatakan apa-apa lagi untuk membuat percaya Kamila. Baginya saat ini pria yang boleh menyentuhnya hanya suaminya seorang.


Kamila terdiam sejenak lalu dia mulia mencerna apa yang dikatakan oleh Oktavia. Dia mencari kesungguhan dari apa yang dikatakan oleh wanita yang ada di hadapannya itu.


"Aku tidak mengerti mengapa kau bisa berhenti mencintai Randy? Bukankah kau begitu mencintainya sehingga kau menyerahkan semuanya untuknya," ujar Kamila.

__ADS_1


Dia ingin tahu alasan dengan pasti mengapa Oktavia bisa berhenti mencintai Randy. Karena dia tahu dengan pasti tentang hubungan antara Oktavia dan Randy.


__ADS_2