
"Ada apa denganmu?!" tanya Reno dengan nada tinggi dan penuh rasa khawatir.
Oktavia terus saja memegang kepalanya dan tidak menjawab pertanyaan Reno. Dia tidak tahu mengapa kepalanya bisa sesakit ini.
Reno terus bertanya pada Oktavia apakah perlu ke dokter atau meminum obat yang biasa diminum olehnya. Namun, Oktavia menggelengkan kepalanya dan berkata jika dirinya sudah lama tidak meminum obatnya.
"Kau bodoh!" teriak Reno sembari mencari obat yang biasa diminum oleh Oktavia.
Dia tidak mengerti mengapa rasa sakit kepala Oktavia kambuh lagi. Padahal setahu dirinya Oktavia sudah lama tidak pernah mengalami sakit kepala yang begitu berat.
Reno tidak menemukan satu pun obat pereda sakit, dia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Arga untuk berusia ke rumah sakit. Arga bergegas bersiap untuk mengantar sang tuan ke rumah sakit.
"Ayo kita ke rumah sakit!" perintah Reno pada Oktavia sembari memegang tangan Oktavia.
"Aku tidak mau," jawabnya sembari menebas tangan Reno.
"Kau sakit dan butuh perawatan dari dokter!" timpal Reno yang sudah tidak bisa bersabar lagi.
Oktavia masih saja bersikeras tidak ingin pergi ke rumah sakit, dia merasa jika berada di rumah sakit membuatnya tidak nyaman. Dia memilih berada di kamarnya dan merebahkan diri di atas tempat tidurnya.
Reno akhirnya menggendong Oktavia yang begitu keras kepala tidak ingin ke rumah sakit. Dia tidak peduli jika Oktavia berusaha untuk melepaskan diri darinya dan berteriak padanya agar tidak membawanya ke rumah sakit.
Merasa tidak perlu ke rumah sakit Oktavia terus meronta untuk dilepaskan. Tetapi Reno tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Oktavia yang terlihat begitu menderita.
Akhirnya Oktavia diam, tubuhnya mulai merasa lemas dan kepalanya masih sakit. Malahan semakin sakit sehingga dia tidak bisa melakukan perlawanan lagi.
Terdengar rintihan kesakitan dari bibir Oktavia, sehingga membuat Reno semakin khawatir. Dia merasa sedih jika melihat keadaan wanita yang ada di dalam gendongannya itu menderita.
"Bertahanlah. Kita akan ke rumah sakit," ucap Reno pada Oktavia.
Arga sudah siap di luar dengan mobilnya, dia melihat sang tuan yang sedang berjalan mendekat sembari menggendong sang nona. Semakin dekat dia bisa melihat betapa kesakitan ya sang nona saat ini.
__ADS_1
"Cepat ke rumah sakit!" perintah Reno pada Arga.
Mereka pun pergi meninggalkan apartemen, Arga menjalakan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena dia juga merasa khawatir dengan sang nona.
Suara rintihan kesakitan kembali terdengar, kedua tangan Oktavia terus memegang kepalanya. Dia benar-benar tidak bisa menahannya lagi. Rasanya ingin berteriak agar semua rasa sakitnya hilang.
Reno tiba di rumah sakit, Oktavia pun langsung di tangani oleh dokter. Di luar ruang pemeriksaan Reno sangat khawatir dengan keadaan Oktavia.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Casandra yang baru saja tiba pada Reno.
"Dia masih ditangani oleh dokter," jawabnya sembari melihat ke rumah pemeriksaan.
Casandra melihat sang kakak begitu khawatir, dia merasa sedih melihat keadaan Reno yang harus berkorban banyak. Wanita yang begitu penting melupakannya dan memilih mencintai pria lain.
Andaikan semua itu tidak terjadi mungkin saat ini Reno dan Oktavia sudah bisa hidup bahagia. Casandra pun tidak akan merasa bersalah hingga saat ini.
Beberapa saat kemudian, keluar seorang dokter. Dia berjalan mendekat pada Reno dan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Mendengar semua itu Reno dan Casandra merasa lega, mereka pun bergegas menuju kamar Oktavia.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa kau menjadi seperti ini?" tanya Reno dengan lembut pada Oktavia sembari menyentuh rambutnya.
Reno terus duduk disamping Oktavia, dia menatap wanita yang dicintainya masih belum sadarkan diri. Dia tidak mengira jika akan terjadi hal seperti ini,
Padahal selama ini dirinya berusaha agar Oktavia tidak merasakan rasa sakit yang begitu kuat di kepalanya. Dia tidak mengatakan apa pun yang bisa membuat Oktavia berpikir keras tentang masa lalunya.
Casandra melihat sang kakak yang benar-benar sedih melihat wanita yang dicintainya itu tidak berdaya. Saat ini dia hanya bisa menemani mereka berdua di rumah sakit.
"Kak, apa kau benar-benar yakin ingin mempersatukan Oktavia dengan pria itu? Bukankah kau tahu pria itu tidak pantas untuk Oktavia," ujar Casandra pada Reno.
"Semua sudah diputuskan. Hanya pria itu yang bisa membuatnya bahagia maka aku akan mengalah," jawab Reno sembari menatap Oktavia dengan lembut.
Dia akan mengorbankan kebahagiaannya demi kebahagiaan Oktavia. Sehingga dirinya tidak mempedulikan pandangan orang lain tentang dirinya yang mengatakan Jika dia bodoh.
__ADS_1
"Lebih baik kau pulang saja, aku akan menunggu Oktavia di sini!" perintah Reno pada Casandra.
Namun, Cassandra tidak ingin pergi dari rumah sakit karena merasa khawatir dengan keadaan sahabatnya sendiri. Ditambah lagi dengan dia menghawatirkan sang kakak juga tetapi Reno bersikeras menyuruh sang adik untuk kembali ke hotel.
"Kau tidak perlu membantah lagi! Yang aku inginkan kau kembali ke hotel sekarang juga!" Reno berkata dengan nada menekan.
"Apa kau masih membenciku? Sehingga kau tidak memperbolehkan Aku tinggal di sini!" tanya Casandra pada Reno.
Reno tidak menjawab pertanyaan Casandra, dia lebih baik diam daripada harus berdebat dengan adiknya. Karena baginya sang adik adalah sahabat bagi wanita yang dicintainya.
Cassandra pun pergi meninggalkan ruangan dengan nada kesal yang diinginkan hanyalah tinggal di ruangan menemani Oktavia. Hingga dia terbangun nanti tetapi Reno begitu bersikeras untuk menyuruhnya pergi.
Ardha melihat kekesalan Casandra tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab semua ini adalah keputusan dari sang tuan.
Aleta terbangun, dia melihat ke sekeliling ruangan sangat berbeda dengan kamarnya. Dia menyapu seluruh ruangan dan melihat Reno yang tertidur di sampingnya dengan menyentuh tangannya.
Dia menyentuh kepala Reno dengan lembut lalu mengingat kembali apa yang sudah terjadi. Namun, dia belum bisa mengingat sepenuhnya, hanya rasa sakit yang masih terasa di kepalanya.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi padaku? Mengapa aku berada disini?" tanya Oktavia pada dirinya sendiri.
Reno menyadari jika Oktavia sudah terbangun, dia melihat wajah wanita yang sangat disayangi yaitu sudah tidak terlalu pucat. Dalam benaknya berkata jika dirinya akan mempertemukan antara Oktavia dan Randy.
"Bagaimana keadaanmu? Apakah kau sudah membaik? Apa yang kamu pikirkan hingga kepalamu sakit?" tanya Reno pada Oktavia.
Oktavia hanya diam, dia tidak tahu harus menjawab apa-apa karena dia benar-benar tidak bisa mengingatnya lagi. Dia pun berusaha untuk mengingat kembali apa yang sudah terjadi tetapi tetap saja tidak bisa.
"Jangan menjadikan untuk mengingatnya," ujar Reno yang tidak tega melihat Oktavia kesakitan.
"Ada apa denganku sebenarnya? Mengapa setiap aku berusaha untuk mengingat sesuatu pasti terjadi seperti ini?" tanya Oktavia pada Reno.
Reno tidak bisa menjawab apa yang ditanyakan oleh Oktavia. Karena dia tahu jika mengatakan semaunya maka wanita yang ada di hadapannya itu bisa sangat menderita.
__ADS_1