Kan Kulakukan Demi Kamu

Kan Kulakukan Demi Kamu
BAB 21


__ADS_3

"Apa yang kau inginkan?!" tanya Oktavia dengan nada menekan.


Oktavia ingin tahu mengapa pria itu bersikeras ingin bertemu dengannya. Padahal dia tidak pernah membuat masalah dengan pria itu ataupun dengan orang lain.


Dia pun memberikan tanda pada penjaga untuk melepaskan pria itu. Oktavia memberikan kesempatan pada pria itu untuk mengatakan apa yang ingin disampaikan olehnya.


"Kau bos di sini?" tanya pria itu dengan nada menyelidiki.


"Iya. Kau bisa mengatakan apa yang kau inginkan," jawab Oktavia sembari menyuruh pria itu mengikutinya.


Oktavia tidak merasa takut jika pria itu akan menyakitinya karena dia yakin dengan apa yang dilihat olehnya. Bisma yang melihat kejadian itu bergegas mengikuti sang nona yang akan berbicara dengan pria yang berteriak sedari tadi.


Tanpa basa basi Oktavia menyuruh pria itu duduk dan mengatakan apa yang diinginkannya. Karena baginya sudah cukup mendengar teriakan pria itu.


"Apa yang kau inginkan?" Oktavia bertanya dengan nada tegas.


"Aku ingin sebuah ganti rugi," jawab pria itu tanpa ada rasa takut terhadap Oktavia.


"Ganti rugi untuk apa?" Oktavia kembali bertanya karena dia tidak tahu untuk apa dirinya harus membayar ganti rugi.


Pria itu pun menjelaskan apa yang sudah terjadi, dia mengatakan jika rumahnya sudah dihancurkan oleh beberapa orang yang bekerja pada perusahaan Oktavia. Mereka mengatakan jika lahan di sana akan dibangun sebuah hotel.


Orang-orang tersebut mengusir semua penduduk yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya tinggal di daerah itu. Tanpa adanya penggantian atas kehancuran rumah mereka sedikit pun.


Oktavia baru mendengar berita ini karena dia tidak pernah mendapatkan laporan atas kejadian ini. Dia menatap Bisma seraya bertanya apa yang sudah terjadi apakah semua itu benar atau tidak.


Bisma terdiam karena dia pun belum mendapatkan informasi ini. Dia memberikan tanda pada Oktavia agar memberinya waktu untuk mencari semua informasi yang harus di ketahui.


"Kau bisa kembali beberapa hari dari sekarang. Aku akan mencari tahu semua kebenarannya dan aku jamin kalian semua tidak akan pernah merasa kecewa," ujar Oktavia pada pria yang sudah membuat keributan tadi.


"Baik. Aku tunggu kabar darimu, Nona. Namun, apabila kau mengingkarinya maka kami akan menghancurkan semua perusahaan dan hotel yang kalian miliki!" timpal pria itu dengan nada mengancam.


Pria itu pergi setelah mengatakan apa yang ingin disampaikan. Dia menghentikan langkahnya lalu berbalik dan kembali menatap Oktavia.


Dia merasa jika wanita yang ada di hadapannya itu bisa dipercaya. Setelah itu dia kembali berjalan meninggalkan nona yang terlihat berbeda dengan wanita yang lainnya.


"Mengapa bisa terjadi seperti ini?!" tanya Oktavia pada Bisma.

__ADS_1


"Saya akan menyelidikinya sampai tuntas," jawab Bisma.


Oktavia menyandarkan tubuhnya dia kursi kerjanya, dia berpikir siapa yang sudah berani bersalju curang padanya. Karena Oktavia sudah memberikan jumlah yang besar untuk ganti rugi atas lahan dan bangunan yang terkena imbas dari pembangunan hotelnya.


"Aku ingin tahu secepatnya!" ucap Oktavia pada Bisma.


Bisma mengangguk lalu dia berjalan meninggalkan ruangan Oktavia. Dia mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.


Oktavia membuka ponselnya, dia melihat ada sebuah pesan dari Casandra. Sahabatnya itu menanyakan bagaimana keadaan Oktavia karena semenjak kembali ke Singapura dirinya belum menghubungi sahabatnya itu.


Saat ini Casandra masih berada di Jepang, dia memilih menetap di sana. Sebab ada salah satu perusahaan keluarganya. Itu juga bisa dijadikan sebagai alasan untuknya menghindar dari tuntutan kedua orang tuanya.


Casandra sering dituntut untuk segera menikah dengan pria yang sudah dipilih oleh kedua orang tuanya. Namun, hingga detik ini dia selalu saja menolaknya sebab dihatinya hanya ada Bisma.


Sebenarnya Oktavia ingin menyuruh Bisma pergi menemui Casandra. Akan tetapi, rencananya selalu diurungkan karena dia mengenal Bisma yang tidak ingin membuat Casandra menjadi putri yang tidak berbakti pada kedua orang tuanya.


Oktavia pun langsung menghubungi Casandra, terdengar suara wanita yang ceria. Meski ada sedikit rasa kesedihan, mungkin karena kesepian dan merasakan rasa rindu terhadap pria terkasih.


Mereka pun berbincang-bincang sejenak untuk melepaskan semua rasa rindu seorang sahabat. Casandra tidak sengaja mengatakan jika sang kakak sedang dalam keadaan tidak baik.


"Apa kau benar-benar tidak ingin bertemu dengannya?" tanya Casandra pada Oktavia yang berada di seberang telepon.


"Belum saatnya aku ke sana dan mengejarnya," jawab Oktavia pada Casandra.


Meski di dalam hati Oktavia dia merasa khawatir dengan kesehatan pria yang masih menjadi suaminya itu. Namun, dia tidak bisa pergi begitu saja karena masih ada masalah yang harus diselesaikan.


Casandra tidak bisa berkata-kata lagi yang terpenting dia sudah mengatakan apa yang harus dikatakan. Dia menginginkan hal yang baik untuk sang kakak dan sahabatnya itu.


Dia hanya bisa berdoa agar mereka berdua segera bertemu dan dapat menyelesaikan semua masalah di antara mereka. Karena hingga saat ini yang diketahui Reno adalah Oktavia sudah hidup bahagia dengan Randy.


Sebab baik Casandra atau Arga tidak mengatakan semua yang sudah terjadi. Mereka berdua sudah berjanji pada Oktavia untuk menyembunyikan semuanya.


Setelah selesai dengan semua cerita mereka, Oktavia memutuskan sambungan teleponnya. Dia pun kembali teringat akan Reno.


Namun, dia masih merasa kesal karena pria itu tidak pernah menghubunginya sama sekali. Andaikan dia menghubungi Oktavia sekali saja mungkin dia akan langsung berlari dan mengejarnya ke Austria.


Bisma mencari semua informasi siapa yang sudah membuat kekacauan di pembangunan hotel. Dia bekerja sangat keras dan akhirnya mendapatkan semua yang diinginkan oleh sang nona.

__ADS_1


Dia pun bergegas menuju perusahaan karena saat ini Oktavia masih berada di kantornya. Meski dilihat dari jam yang melingkar di pergelangan tangannya waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


Namun, dia tahu sang nona masih berada di kantor karena sebelumnya dia sudah menghubungi Oktavia. Dan mengatakan semua hasil yang diinginkan sudah terkumpul.


Bisma tiba di kantor, dia melihat ada beberapa orang yang masih menyelesaikan pekerjaannya. Dia pun langsung berjalan menuju kantor Oktavia untuk menyerahkan semua informasi yang sudah didapatkan olehnya.


"Bagaimana? Apakah kau sudah mendapatkan semua informasi itu?" tanya Oktavia saat melihat Bisma masuk ke dalam ruangannya.


Bisma mengangguk lalu berjalan mendekat pada Oktavia dan menyerahkan sebuah tab padanya. Di sana terdapat semua informasi yang sudah dikumpulkan olehnya tentang orang yang ingin menghancurkan pembangunan hotel.


Oktavia mengambil tab yang disodorkan oleh Bisma, dia melihat semua informasi yang sudah terkumpul. Dibacanya dengan saksama agar tidak ada yang terlewat oleh kedua matanya.


"Mengapa dia begitu berani mau menghancurkan pembangunan hotelnya?" tanya Oktavia pada Bisma.


"Sepertinya dia ingin membalas atas kekalahannya terhadap Tuan Suryana," Bisma menjawab pertanyaan Oktavia.


"Mengapa demikian?" Oktavia balik bertanya.


Bisma pun mengungkapkan semuanya mengapa orang itu sangat dendam pada Tuan Suryana. Dan kemarahan orang itu tidak mungkin akan hilang meski kematian sudah ada di depan mata.


Oktavia menghela napasnya, dia tidak mengira jika sang ayah memiliki seorang musuh yang sangat membencinya. Dan dia pun tidak mengira jika permusuhan itu diakibatkan oleh seorang wanita saja.


Dan yang tidak habis dalam pikirannya wanita itu tidak lain adalah sang ibu. Mungkin karena kecantikannya bisa membuat semua pria membunuh untuk mendapatkan cintanya.


"Aku ingin tahu semua kebusukan yang dilakukan oleh orang itu!" perintah Oktavia pada Bisma.


"Saya akan kumpulkan semuanya. Sebaiknya Anda saya antar ke apartemen dulu," jawab Bisma.


Oktavia mengangguk lalu dia merapikan mejanya dan mengambil tas serta ponselnya. Dia pun berjalan ke luar dari kantornya menuju mobil yang sudah disiapkan oleh Bisma.


Sebenarnya dia tidak ingin Bisma mengantarnya pulang ke apartemen. Namun, jika dia kelopak maka Bisma akan terus mengikutinya dari belakang.


Jadi sama saja dengan Bisma mengantarnya ke apartemen meski berbeda mobil. Dan akhirnya Oktavia tidak pernah kembali ke apartemen tanpa diantar oleh Bisma.


Dalam perjalanan menuju apartemen dari belakang ada beberapa mobil dengan kecepatan tinggi mengejar mobil yang ditumpangi oleh Oktavia. Mereka berniat untuk mencelakai Oktavia bahkan membunuhnya.


Orang itu adalah suruhan seseorang yang sangat membenci kehadiran Oktavia. Namun, tidak ada yang tahu siapa orang yang menginginkan kematian dari seorang wanita bernama Oktavia Suryana.

__ADS_1


__ADS_2