Kan Kulakukan Demi Kamu

Kan Kulakukan Demi Kamu
BAB 27


__ADS_3

"Bekerjalah dengan baik!" ucap Oktavia pada mereka semua.


Oktavia pun beranjak lalu berjalan ke apartemennya, dia sudah selesai dengan olahraga hari ini. Dan akan beristirahat sejenak di dalam apartemen.


Namun, apa yang dipikirkan para pengawal tadi salah karena para penjahat itu masih berada di sekitar apartemen Oktavia. Mereka tidak akan dengan mudah pergi begitu saja karena tugas mereka adalah untuk menghabisi Oktavia.


Oktavia tiba di depan pintu apartemennya, dia menekan beberapa kode lalu pintu pun terbuka. Dia masuk dengan santainya lalu pintu pun tertutup.


"Kau akan mati di tanganku!" ucap seseorang yang menodongkan sesuatu dari belakang Oktavia.


"Kau serius ingin membunuhku di dalam apartemenku sendiri?" tanya Oktavia pada seseorang yang sedang berada di belakangnya sembari menodongkan sebuah senjata.


"Kau pikir aku tidak sanggup untuk membunuhmu?" orang itu balik bertanya pada Oktavia.


Oktavia menghela napasnya lalu menarik tangan orang yang ada di belakangnya dengan cepat. Sehingga tubuh orang yang sedang mengancamnya terjerembap ke depan.


Dia melihat seorang yang menggunakan sebuah topi untuk menutupi wajahnya. Namun, Oktavia bisa dengan mudah mengenali orang itu adalah seorang wanita.


"Kau masih saja lemah!" ujar Oktavia dengan nada menggoda.


"Sialan. Mengapa aku selalu tidak bisa mengalahkan dirimu!" tukas wanita itu yang terlihat sangat kesal dengan kekalahannya.


Wanita itu pun berdiri dan menahan rasa sakit di tubuhnya karena sudah dihempaskannya oleh Oktavia. Dia membuka topinya dan membuang topinya ke atas sofa.


"Kau membutuhkan waktu yang lama untuk bisa mengalahkan aku, Casandra!" timpal Oktavia sembari berjalan mendekat pada sahabatnya itu.


"Lihat saja nanti aku pasti bisa mengalahkanmu, Kakak iparku tersayang," ujar Casandra dengan senyum nakalnya dan mencubit kedua pipi Oktavia.


Oktavia menepis tangan Casandra karena dia tidak suka dan tangan orang lain yang menyentuh pipinya. Meski itu adalah sahabat sekaligus adik iparnya.


Dia pun berjalan menuju almari pendingin lalu mengambil dua buah botol jus jeruk. Oktavia melemparkan satu botol pada Casandra. Dia ingin melihat apakah refleks yang dimiliki oleh sahabatnya itu masih bagus atau tidak.

__ADS_1


"Apa kau gila! Bagaimana jika botol ini tidak berhasil aku tangkap?!" tukas Casandra pada Oktavia, dia merasa kesal karena ulah sahabatnya itu.


"Aku pikir besok kau akan tiba di sini," ucap Oktavia sembari duduk di atas sofa.


"Aku sudah berada di Singapura saat kau menghubungi aku," jawab Casandra sembari berjalan menuju Oktavia dan duduk di samping sahabatnya itu.


Oktavia terdiam sejenak, dia mengistirahatkan tubuhnya sembari memikirkan kembali apa yang ingin ditanyakan pada Casandra. Dia benar-benar ingin mengetahui semua hal yang sudah terjadi padanya.


Casandra menatap Oktavia, dia tahu jika sahabatnya itu ingin mengetahui apa yang terjadi pada dirinya. Karena selama ini tidak ada yang menceritakan tentang kejadian itu termasuk kedua orang tua Oktavia.


"Apa yang ingin kau tanyakan padaku?" Casandra bertanya pada Oktavia.


"Aku ingin tahu semaunya dan jangan ada yang kau sembunyikan dariku!" jawab Oktavia dengan nada menekan.


Karena Oktavia sudah tidak ingin ada lagi hal yang disembunyikan darinya. Sudah cukup baginya kehilangan memori dan dia yakin banyak hal penting yang hilang dalam dirinya.


Casandra menghela napasnya, dia pun mulai menceritakan semuanya. Dari pertama kecelakaan itu terjadi hingga Oktavia kehilangan sebagian memorinya.


"Apa, Reno adalah salah satu hal yang aku lupakan?" tanya Oktavia pada Casandra.


"Iya," jawabnya singkat.


"Katakan padaku bagaimana hubungan aku dengannya?" Oktavia kembali bertanya pada Casandra.


"Sebenarnya hanya Reno yang bisa menceritakan semua itu padamu karena aku tidak sepenuhnya tahu tentang hubungan kalian berdua," jawab Casandra.


Oktavia merasa bingung mengapa Casandra tidak tahu tentang hubungannya dengan Reno. Bukankah selama ini Casandra selaku ada di dekatnya dan dia pun selalu menceritakan semuanya pada sahabatnya itu.


"Apa aku tidak pernah menceritakan hubunganku dengan kakakmu?" Oktavia bertanya kembali pada Casandra.


Casandra menggelengkan kepalanya, dia mengatakan jika Oktavia selalu menceritakan apa yang sedang terjadi padanya. Termasuk hubungannya dengan Reno tetapi pada saat itu Reno menggunakan nama samaran untuk berhubungan dengan Oktavia.

__ADS_1


Sehingga dia tidak tahu jika yang menjadi kekasih Oktavia adalah sang kakak. Namun, penilaiannya selama Oktavia berhubungan dengan Reno semuanya baik-baik saja.


Dia pun berpikir jika pria yang menjadi kekasih Oktavia adalah pria yang benar-benar baik. Sehingga Casandra mendukung sekali dengan hubungan mereka, meski dia belum pernah bertemu dengan Reno saat itu.


"Hanya Reno yang bisa menceritakan bagaimana hubungan kalian berdua. Mungkin lebih bagus jika kau yang mengingat semuanya. Namun, satu hal yang pasti kau tidak perlu memaksanya diri untuk mengingat semuanya," jelas Casandra.


Karena apabila Oktavia memaksakan dirinya untuk mengingat semuanya maka rasa sakit di kepalanya akan kambuh dan lebih sakit. Sehingga membuat Oktavia sangat menderita.


Oktavia mengeri dengan apa yang dikatakan oleh Casandra. Karena dia pernah merekam semua itu hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri.


Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Casandra, dia sedikit merasa lega karena sudah tahu apa yang terjadi pada dirinya. Dan dia pun tidak bisa bertanya semuanya pada kedua orang tuanya sebab semua itu bisa membuat mereka merasa khawatir dan bersedih.


Casandra pun kembali mengatakan pada yang diketahuinya. Namun, dia pun meminta maaf pada Oktavia karena gara-gara dia kecelakaan itu terjadi.


Itulah yang ada di dalam pikiran Casandra selama ini, dia merasa bersalah akan semua hal yang terjadi pada sahabatnya itu. Namun, masih ada sebuah rahasia di balik kecelakaan itu dan Casandra pun tidak tahu akan hal itu.


Dan hal itu pun yang membuat Reno hingga saat ini masih menoleransi apa yang dilakukan oleh Oktavia. Meski Oktavia sudah berkhianat dan bercinta dengan pria lain.


Padahal Reno sangat sedih melihat kedekatan Oktavia dengan pria lain. Bahkan sampai menyerahkan tubuhnya pada pria itu. Dan Oktavia tidak tahu bahwa semua yang dilakukan olehnya sangat menyakiti perasaan Reno.


Yang mengetahui semua rahasia di balik kecelakaan itu hanya Reno seorang. Dia belum menceritakan semua itu pada dia pun termasuk pada kedua orang tuanya dan kedua orang tua Oktavia.


"Aku masih lelah. Bisakah aku tidur sebentar?" tanya Casandra pada  Oktavia.


"Pergilah tidur di kamarku," jawab Oktavia sembari beranjak dan berjalan menuju kamarnya karena dia akan membersihkan diri.


 Saat Oktavia sedang membersihkan diri, Casandra merebahkan tubuhnya lalu dia memejamkan kedua matanya. Dia sungguh-sungguh lelah karena semua hal yang dilakukannya dari pertama tiba di Singapura hingga detik ini.


Beberapa saat kemudian Oktavia berjalan keluar, dia sudah selesai dengan rutinitas membersihkan diri. Dia melihat Casandra yang sedang terlelap di atas tempat tidurnya.


Terdengar suara dering ponsel, Oktavia mengambil ponselnya yang ada di atas nakas. Dia melihat nomor yang tertera di dalam ponsel.

__ADS_1


__ADS_2