Kan Kulakukan Demi Kamu

Kan Kulakukan Demi Kamu
BAB 20


__ADS_3

"Pergilah. Aku tidak akan menyakiti diriku sendiri. Karena aku sudah bertekad untuk membuat tuanmu itu membayar semuanya!" sela Oktavia sebelum Arga melanjutkan kalimatnya.


Arga sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi yang terpenting saat ini dirinya bisa melihat sang nona sudah tidak selemah kemarin. Dia melihat sang nona penuh dengan kekuatan untuk membuat sang tuan kembali padanya.


"Baiklah. Saya akan kembali pada, Tuan Reno. Saya harap Anda bisa menjaga diri Anda dan jangan pernah menyerah terhadap, Tuan Reno." Ungkap Arga yang ingin membuat sang nona tidak menyerah.


Dia pun berpamitan pada sang nona lalu dia pergi meninggalkannya. Namun, rasa khawatir itu sudah hilang karena dia sudah melihat sang nona sudah kembali ke sifat yang dulu.


Oktavia melihat kepergian Arga, dia hanya bisa menonton Reno pada pria itu. Dia yakin jika Arga bisa melindungi Reno dari para wanita yang ingin mendekatinya.


Saat ini dia bertekad untuk memulihkan kesehatannya dan dia akan kembali ke Singapura untuk mengurus semuanya. Sedikit demi sedikit Oktavia mulai mendapatkan kilasan yang membuatnya semakin berpikir bahwa dirinya ada hanya untuk Reno seorang.


Dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, dia mengatakan pada orang itu lalu menyuruhnya untuk menyiapkan semuanya. Setelah mengatakan apa yang diinginkannya dia menutup sambungan teleponnya.


"Sekarang aku akan membuktikan padamu Reno Mahardika bahwa aku bisa mengejar cintamu! Akan aku buktikan bahwa sumpah yang pernah aku ucapkan tidak hilang begitu saja!" tukas Oktavia sembari beranjak dan berjalan menuju almari.


Oktavia membuka almari dan mengambil pakaian lalu mengganti pakaian rumah sakit dengan pakaiannya. Dia berniat untuk keluar dari rumah sakit.


"Kau sudah ada di sini?" Oktavia berkata pada seseorang yang baru saja masuk ke ruangannya.


"Saya sudah tiba sedot tadi setelah Anda meminta saat untuk ke Jepang," ucap Bisma dengan nada penuh hormat.


"Kau urus semuanya. Aku ingin segera kembali ke Singapura!" sambung Oktavia pada Bisma.


"Saya sudah mengurusnya dan kita bisa pergi dari sini sekarang juga," ucap Bisma.


Oktavia tersenyum karena Bisma tidak pernah mengecewakannya. Dia pun berjalan keluar dan diikuti oleh Bisma dari belakang, dirinya tidak memberitahukan kepergiannya pada Casandra.


"Bisma, apakah kau tidak ingin bertemu dengan dia?" tanya Oktavia pada Bisma.


Bisma menghentikan langkahnya saat mendengar sang nona mengatakan semua itu. Dia tahu siapa yang dimaksud tetapi dirinya tidak bisa bertemu dengan Casandra saat ini.

__ADS_1


Karena baginya bagi Casandra atau pun dirinya sendiri memerlukan waktu untuk berpikir. Dia tidak ingin Casandra menjadi putri yang tidak berbakti pada kedua orang tuanya.


Dia pun melanjutkan langkahnya untuk mengikuti langkah sang nona. Bisma tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh nonanya karena semua itu tidak akan berpengaruh baginya.


Saat ini yang terpenting adalah selalu berada di sisi sang nona sebelum sang nona kembali bersatu dengan Reno. Dia tahu semua yang sudah terjadi karena itu dirinya akan selalu ada di sisi Oktavia.


Oktavia memasuki sebuah mobil yang sudah disiapkan oleh Bisma. Mereka langsung menuju bandara sebab Oktavia sudah tidak ingin membuang waktunya lagi.


Dalam perjalanan menuju bandara, dia menghubungi Casandra dan mengatakan semuanya. Casandra merasa kesal karena sahabatnya itu mengambil keputusan tanpa membicarakannya terlebih dahulu dengannya.


"Aku bersama Bisma. Apa kau kamu bertemu dengannya?" Oktavia berakta pada Casandra yang berada di seberang telepon.


Oktavia mengatakan semua itu untuk menghentikan kemarahan Casandra. Sebab dia tahu Bisma salah pria yang bisa membuat wanita secerewet Casandra bisa diam seribu bahasa.


"Kau bersamanya?" Casandra balik bertanya pada Oktavia.


Casandra sangat ingin bertemu dengan Bisma tetapi dia teringat akan semua kata-kata yang diucapkan oleh Bisma padanya. Dia pun mengurungkan keinginannya untuk bertemu dengan pria yang sangat dicintainya itu.


Oktavia mengatakan semuanya pada Bisma, dia melihat wajah pria itu sedikit sedih. Dia tahu bagaimana rasanya mencintai tetapi tidak bisa bersatu.


Namun, dia yakin jika kelak mereka berdua akan bersatu dan menikah lalu mereka berdua akan hidup bahagia. Oktavia yakin akan hal itu karena Bisma adalah pria yang baik sedangkan Casandra adalah wanita yang baik juga.


Oktavia pun tiba di bandara sebelum menaiki pesawat dia menghubungi Arga. Dia mengatakan padanya untuk menyembunyikan Keberadaan dirinya dari Reno.


Sebab dia tidak ingin Reno mengetahui tentang dirinya sebelum dirinya menemuinya. Dia ingin membuat pria itu merasakan kerinduan terhadap dirinya dan itu adalah hukuman bagi Reno karena sudah pergi begitu saja. Tanpa mendengarkan penjelasan darinya.


Setelah mengatakan semua pada Arga dia pun memutuskan sambungan teleponnya. Dan dia pun langsung mematikan ponselnya sehingga tidak ada yang bisa menghubunginya.


Oktavia berjalan dengan penuh percaya diri menuju pesawat yang akan ditumpanginya. Dia akan membuktikan pada Reno bahwa dia bukan wanita yang lemah dan juga bukan wanita yang melupakan akan janjinya.


Bisma selalu berada di belakang Oktavia dengan pikiran yang masih tertuju pada Casandra. Dia selalu berdoa demi kebaikan wanita yang sangat dicintainya itu.

__ADS_1


Dia berkata dalam hatinya jika memang berjodoh maka kisah cinta mereka akan bersatu. Dan dia akan mengantongi restu dari kedua orang tua Casandra.


Setelah perjalanan yang ditempuhnya akhirnya Oktavia dan Bisma tiba di Singapura. Saat tiba di sana dirinya sudah disuguhi dengan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan olehnya.


Oktavia pun menghubungi sang ibu, dia menceritakan semuanya dan akan tinggal di Singapura. Dia meminta sang ibu untuk tidak perlu mengkhawatirkan dirinya dan melarang sang ayah untuk pergi ke Singapura untuk menemuinya.


Karena dia yakin jika sang ayah tahu apa yang sudah terjadi padanya maka ada kemungkinan sang ayah akan bergegas ke Singapura. Dan itu adalah hal yang tidak inginkan oleh Oktavia.


Dia tidak ingin melihat sang ayah sedih karena perjalanan hidupnya. Baginya sudah cukup melihat sang ayah bersedih saat dia lebih memilih Randy menjadi pria yang dicintainya.


Setalah menjelaskan semua pada sang ibu, dia pun memutuskan sambungan teleponnya. Oktavia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur sembari menatap langit-langit kamarnya.


Dipejamkan kedua matanya, dia berusaha untuk mengistirahatkan tubuhnya. Akhirnya Oktavia tertidur dengan pulas. Namun, dia terbangun kembali saat melihat bayangan yang sama sekali belum pernah dialaminya.


"Apakah semua itu adalah ingatanku?" gumam Oktavia sembari memegang kepalanya.


Sudah satu Minggu Oktavia berada di Singapura, dia mulai mengerjakan semua pekerjaan yang selama ini ditinggalkan olehnya. Dan semua pekerjaan itu selalu dikerjakan oleh Bisma.


Sekarang Oktavia sudah berada di Singapura dan Bisma menyerahkan semua yang harus diserahkan pada sang nona m meski dia tidak sepenuhnya melepaskannya begitu saja.


Bisma masih harus membantu sang nona untuk mengusir semua pekerjaannya. Sehingga sang nona tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan perusahaan di Singapura.


Terdengar suara ribut di luar kantor, Oktavia merasa penasaran apa yang sedang terjadi. Dia akhirnya keluar dan melihat siapa yang sedang membuat keributan.


Dia berjalan menuju suara keributan itu berasal, Oktavia berusaha mendengarkan suara orang itu dengan saksama. Namun, dia tidak mengenali suara itu sehingga rasa ingin tahunya begitu besar.


"Cepat katakan di mana bos kalian!" teriak seorang pria yang terlihat sangat marah.


Dua orang penjaga berusaha untuk menahan pria itu agar tidak berlari memasuki setiap ruangan yang ada di kantor ini. Oktavia merasa jika penjagaan di perusahaannya sangat buruk karena seorang pengacau bisa masuk dengan mudahnya.


"Lepaskan aku! Aku ingin bertemu dengan bos kalian!" pria itu berusaha melepaskan diri dan terus berteriak ingin bertemu dengan sang bos yang tidak lain adalah Oktavia.

__ADS_1


__ADS_2