Kan Kulakukan Demi Kamu

Kan Kulakukan Demi Kamu
BAB 9


__ADS_3

"Hilangkan pikiran anehmu itu! Aku tidak mungkin mencemburui pria yang tidak aku cintai," Oktavia berkata sembari membuka pintu dan berjalan keluar.


Reno kembali merasa kecewa karena Oktavia mengatakan seperti itu. "Aku tahu yang kau cintai saat ini adalah pria itu. Namun, aku berharap kau bisa memberikan aku kesempatan untuk membuatmu mengingat semuanya."


Oktavia berjalan menuju pantry sembari mengingat kembali apa yang sudah dikatakan pada Reno. Dia merasa bodoh sekali mengapa bisa mengatakan semua hal itu pada Reno.


"Kau bodoh, Oktavia! Mengapa kau berbicara seperti itu padanya," kata Oktavia sembari menyimpan semua tempat kotor di dalam alat pencuci piring.


Dia terdiam di sana sembari merapikan meja pantry lalu memasukkan beberapa bahan yang tidak terpakai ke dalam almari pendingin. Oktavia merutuki dirinya sendiri karena sudah mengatakan semua itu pada Reno.


Oktavia sudah merapikan semuanya dan berjalan menuju sofa dan menyalakan televisi. Dia mengganti terus saluran yang ada tetapi tidak ada acara yang menarik.


Helaan napasnya begitu penuh dengan penyesalan karena kebodohannya itu. Terbersit dalam benaknya untuk meminta maaf pada Reno tetapi dia masih bimbang apakah harus melakukan itu atau tidak.


Kebimbangan masih merasuki hati Oktavia, apakah harus meminta maaf atau tidak. Apabila tidak meminta maaf makan dia akan merasa bersalah. Namun, dia pun merasa hal itu tidak perlu karena Reno sudah tahu isi hatinya yang sebenarnya.


Saat dirinya masih berpikir antara meminta maaf atau tidak, terdengar suara seseorang yang menekan bel pintu apartemennya. Oktavia pun beranjak dan berjalan ke arah pintu, dia berpikir apakah Kimiko kembali lagi dan ingin berdebat kembali dengannya.


Oktavia melihat di layar, tanpa berpikir lagi dia membuka pintu apartemennya. Karena yang ada di balik pintu adalah Arga yang membawa beberapa amplop dan netbook di tangannya.


Dia sudah bisa menebak jika Reno yang menyuruhnya untuk datang. Oktavia menatap Arga yang memasuki apartemen, seraya bertanya apakah dirinya membawa pekerjaan pada Reno.


"Tuan, yang menyuruh saya untuk datang secepatnya." Arga berkata pada Oktavia.


"Kau sudah datang ... ayo kita mulai semuanya!" ujar Reno yang sedang berjalan menuju sofa.


Oktavia melihat Reno dengan tampang dinginnya, dalam benaknya berkata jika pria itu sudah kembali menjadi pria yang waktu pertama kali bertemu dengannya. Sekarang dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

__ADS_1


Dia pun berjalan menuju kamar dan kembali duduk di balkon sembari membaca buku bacaan yang belum selesai dibacanya. Namun, hatinya merasa tidak tenang karena masalah tadi.


Kebimbangan kembali muncul dalam hatinya, sekarang dia merasa jika dirinya benar-benar harus meminta maaf pada Reno. "Bagaimana jika dia tidak memaafkan aku?" gumamnya.


Dibukanya buku bacaan lalu dia mulai membaca buku itu, dia memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi. Terdengar suara ponselnya berdering, Oktavia beranjak lalu berjalan cepat menuju nakas untuk mengambil ponselnya. Dia melihat nomor yang tertera di layar ponselnya, dia langsung mengangkat teleponnya.


"Halo ...," ucap Oktavia pada seseorang yang berada di seberang telepon.


"Aku ingin bertemu denganmu," jawab seseorang dari seberang telepon.


Oktavia bertanya ingin bertemu di mana pada orang yang ada di seberang telepon. Dia pun mendengarkan semua yang dikatakan oleh orang itu.


Tanpa banyak bicara Oktavia pun menyetujui pertemuan mereka. Dia sangat senang dengan orang pertemuan dengan orang itu karena sudah lama tidak bertemu dengannya sejak pernikahannya dengan Reno.


Setelah mengetahui di mana mereka akan bertemu, Oktavia menutup sambungan teleponnya. Dia benar-benar merasa senang dan sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya.


"Apa kau akan bertemu dengannya?" kata Reno.


"Iya. Aku akan bertemu dengannya, apakah kau tidak mengizinkan aku untuk bertemu dengannya?" Oktavia balik bertanya pada Reno.


Reno terdiam, dia ingin sekali menarik tangan Oktavia dan menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Mengunci pintu kamar dengan rapat lalu, sehingga wanita yang ada di hadapannya itu tidak pergi menemui orang itu.


Namun, dia kembali tersadar karena semua yang akan dilakukannya tadi bisa membuat Oktavia membencinya dirinya. Akhirnya Reno berjalan meninggalkan Oktavia tanpa berkata, sehingga Oktavia bingung apakah pria itu mengizinkannya pergi atau tidak.


"Tunggu. Apa kau mengizinkan aku atau tidak?" Oktavia berlari mengejar Reno.


"Itu terserah padamu," Reno berkata sembari terus berjalan menuju Arga yang masih duduk di atas sofa dengan netbook-nya.

__ADS_1


"Arga, kau jaga dia!" ujar Oktavia sembari pergi meninggalkan apartemen.


Oktavia sedikit kesal dengan Reno, sebenarnya apa yang salah dengannya jika ingin bertemu dengan orang itu bukankah selama ini dia tidak mempermasalahkan semuanya.


Arga hanya diam melihat sang nona yang pergi dengan perasaan kesal. Sebenarnya dia sudah tidak ingin melihat sang tuan dan nona berdebat.


Sedangkan Reno duduk dengan santai sembari membaca beberapa dokumen yang diberikan Arga tadi. Meski di dalam hatinya merasa gelisah karena Oktavia akan bertemu dengan orang itu.


Reno mengira jika Oktavia akan bertemu dengan Randy karena dia melihatnya sangat bahagia saat mengirim sebuah panggilan telepon. Setelah itu mereka janji temu dan itu membuatnya berdandan seperti itu.


Dia berusaha untuk menghilangkan semua pikirannya itu dan fokus pada pekerjaan yang ada di depan matanya. Reno menghela napasnya lalu menyimpan semua dokumen di atas meja.


Hatinya semakin gelisah dan ingin melihat apa yang terjadi dengan Oktavia dan pria itu. Arga melihat tingkah sang tuan dan dia yakin jika saat sang tuan ingin bertemu dengan istrinya.


Tanpa meminta izin pada sang tuan, dia mencari tahu di mana keberadaan sang nona saat ini. Arga pun berhasil menemukan keberadaan sang nona saat ini.


"Tuan ...," ucap Arga yang ingin memberitahukan keberadaan sang nona.


"Kita pergi!" Reno berkata sebelum Arga melanjutkan perkataannya.


Arga pun merapikan semua berkas dan mematikan netbook-nya. Dia tahu jika sang tuan pasti ingin melihat sang nona.


Mereka pun pergi meninggalkan apartemen, Reno masih merasa bimbang apakah dia harus menemukan Oktavia atau tidak. Apabila dia benar-benar mengikuti Oktavia maka dirinya akan di cap sebagai pria yang tidak baik.


Dia tidak mau Oktavia berpikir jika dirinya seperti penguntit, Reno tidak banyak bicara di dalam mobil. Arga memberitahukan pada sang sopir untuk menuju suatu restoran Jepang yang ditunjukkan melalui tabnya.


Sang sopir mengangguk, dia pun menjalankan mobilnya dengan cepat. Beberapa saat kemudian sopir menghentikan mobilnya tepat di depan restoran yang sudah dikatakan oleh asisten tuannya itu.

__ADS_1


"Di mana ini?" tanya Reno pada Arga sembari melihat ke luar mobil.


__ADS_2