Kan Kulakukan Demi Kamu

Kan Kulakukan Demi Kamu
BAB 12


__ADS_3

"Lupakan semua perasaanmu itu! Karena aku tidak bisa menjadi milikmu!" ujar Reno dengan tegas.


Karena dia tidak bisa menerima cinta Kimiko, baginya saat ini yang ada di hatinya hanya Oktavia. Dia tidak mungkin menerima cinta Kimiko.


Di tambah lagi, Kimiko selamanya hanya akan menjadi kekasih sahabatnya. Dan semua itu tidak akan berubah sama sekali seumur hidupnya.


Kimiko tidak teriak dengan semua yang dikatakan oleh Reno. Dia akan berusaha sekuat tenaga untuk merebut kembali hati Reno dari Oktavia.


"Kau berhutang nyawa padaku dan aku ingin kau membayarnya!" tukas Kimiko pada Reno.


"Aku tahu dan aku juga tidak bisa membayar hutang nyawa itu. Andaikan aku bisa membayarnya dengan nyawaku juga tidak masalah. Namun, aku tidak bisa mencintaimu," jawab Reno.


Mendengar jawaban itu membuat Kimiko semakin kesal dan hatinya terasa sangat sakit. Dia tidak bisa menerima semuanya sehingga dia berlari ke luar dari apartemen.


Dia sudah berusaha untuk menguatkan dirinya tetapi tetap saja tidak bisa. Dan kembali lagi terjatuh dengan air matanya yang tidak memiliki arti di hati Reno.


"Semuanya berakhir," ujar Kimiko sembari berjalan menuju mobilnya.


Oktavia yang masih tidak mengerti hanya dia dan duduk di atas sofa tepat di samping Reno. Dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dikatakan.


"Kau pasti bingung ya?" tanya Reno pada Oktavia.


Oktavia tidak menjawab karena tidak mengerti harus mengatakan apa. Dia hanya ingin mendengar sesuatu yang bisa membuatnya merasa tenang.


"Akan aku ceritakan," ucap Reno pada Oktavia.


Dia pun mulai menceritakan semuanya dengan tidak ada satu hal pun yang disembunyikan. Karena dia sudah tidak ingin ada lagi rahasia di antara mereka berdua tentang Kimiko.


Setelah semuanya diceritakan Oktavia semakin jelas dengan apa yang harus dilakukan pada Kimiko dan juga Reno. Jika dilihat dan didengar dari ucapan Reno, dia yakin selama ini Reno hanya menganggap Kimiko hanya sebagai sahabatnya.


"Kau benar-benar tidak mencintai dia?" Oktavia bertanya pada Reno dengan selidiki.


"Tidak," jawabnya singkat sembari beranjak dan pergi meninggalkan Oktavia.

__ADS_1


Reno berjalan menuju balkon, dia berdiri di atas sana dan kembali teringat akan kejadian itu. Di mana dirinya harus kehilangan sahabat yang sangat disayanginya itu.


Adankan kejadian itu tidak terjadi maka dirinya tidak akan mendapatkan dilema seperti ini. Dan mungkin dirinya tidak akan kehilangan Oktavia.


Oktavia yang saat ini ada di dekatnya tetapi hatinya begitu jauh. Sehingga membuat dirinya merasa sakit dan sedih, meski dia berusaha untuk membaut Oktavia mengingat semua tetapi tetap tidak bisa.


Karena dokter mengatakan tidak boleh membuat Oktavia mengingat semuanya dengan memaksa. Sehingga semua itu bisa membuat kehilangan seluruh ingatannya bahkan kehilangan nyawanya.


Semenjak itulah dirinya tidak memaksakan kehendaknya pada Oktavia untuk mengingat akan dirinya. Bahkan dia rela mempersatukan Oktavia dengan pria yang sudah membohonginya.


Pria itu tidak lain Randy, baginya pria itu adalah musuh yang paling dibencinya. Sebenarnya dia ingin membunuh Randy setelah tahu jika mereka berdua sudah berhubungan intim.


Namun, semua itu di urungkan karena Oktavia sangat mencintai Randy. Jika melihat kematian pria itu bisa membuat Oktavia menderita dan dirinya tidak menginginkan akan hal itu.


Dia memilih untuk menderita demi kebahagiaan Oktavia tetapi semua itu digunakan oleh Randy untuk menghancurkan hati Reno. Akan tetapi, dia tidak tahu rencana apa yang sedang digunakan oleh pria itu.


"Aku akan selalu melindungimu!" ucap Reno sembari menghela napas panjang.


Oktavia yang melihat Reno berdiri di balkon merasa sangat tidak enak. Dia pun berjalan mendekat lalu berdiri tepat di samping Reno.


"Untuk apa meminta maaf. Aku tidak berpikir kau melakukan kesalahan itu," jawabnya sembari menatap Oktavia yang sedang menatap langit.


Setelah mengatakan itu mereka berdua terdiam dan hanya menikmati suasana hening ini. Tidak ada yang bicara tentang Kimiko dan yang lainnya.


Dua hari berlalu setelah kedatangan Casandra, saat ini dia masih berada di sebuah hotel di Jepang. Dia masih berusaha untuk menenangkan dirinya kembali.


Oktavia masih belum bisa bicara dengan Casandra, dia pun berniat untuk bicara kembali dengan sahabatnya itu hanya berdua saja tanpa Reno. Karena jika bersama Reno maka dia tidak akan bisa bicara dari hati ke hati dengan Casandra.


Dia mengambil ponselnya lalu menghubungi Casandra, terdengar suara nada sambung tetapi tidak di angkat. Oktavia menunggu hingga sahabatnya itu mengangkat telepon darinya.


Teleponnya tidak diangkat, Oktavia pun mencoba kembali menghubungi Casandra. Tidak begitu lama terdengar suara sahabatnya itu.


"Aku ingin bertemu denganmu," ucap Oktavia pada Casandra yang berada di seberang telepon.

__ADS_1


Casandra mengatakan jika dirinya sedang tidak ingin keluar, sehingga dia menyuruh Oktavia untuk ke hotelnya saja. Oktavia pun memutuskan sambungan teleponnya lalu mengambil tas untuk pergi ke hotel menemuimu Casandra.


Oktavia melihat Reno yang duduk di atas sofa di hadapannya ada Arga. Dia tidak bisa melarang pria itu untuk mengentalkan pekerjaannya. Namun, dia sudah mengingatkan pada Reno untuk tidak terlalu berlebihan dalam mengurus pekerjaannya.


"Aku akan menemui Casandra di hotel," ucap Oktavia seraya meminta izin pada Reno.


"Pergilah," jawabnya singkat tanpa menoleh ke arah Oktavia.


Setelah mendengar kata itu Oktavia pun berjalan keluar apartemen. Dia tidak memedulikan bagaimana reaksi Reno tadi. Baginya dengan diizinkannya untuk pergi itu sudah cukup.


Saat Oktavia sudah berada di luar apartemen, dia melihat sopir yang biasa mengantar Reno. Sopir itu membungkuk seraya memberi hormat dan membukakan pintu mobil.


Dia yakin jika sopir itu sudah diperintahkan oleh Reno untuk mengantarnya ke hotel. Oktavia pun tersenyum lalu berjalan dan memasuki mobil.


Sang sopir pun menutup pintu mobil setelah melihat sang nona sudah duduk di dalam. Dia pun memasuki mobil lalu menjalankannya mobilnya perlahan keluar dari area apartemen.


Tanpa memberitahukan tujuannya sang sopir sudah tahu ke mana sang nona akan pergi. Karena Arga sudah memberitahukan semaunya.


Dalam perjalanan Oktavia hanya diam dan melihat ke luar sembari menikmati suasana jalanan yang dilewatinya. Dia memikirkan apa yang harus dilakukan olehnya pada Casandra. Dan juga dia berpikir apakah pria itu benar-benar Bisma atau pria lain.


Tidak berapa lama mobil berhenti tepat di depan sebuah hotel. Oktavia ke luar dari mobil saat seorang pria membukakan pintu mobilnya. Pria itu tidak lain adalah seorang karyawan hotel.


"Nona, saya akan menunggu Anda di sini," ucap sopir pada Oktavia yang sudah hendak berjalan memasuki hotel.


Oktavia mengangguk lalu berjalan memasuki hotel, dia langsung menuju kamar Casandra. Karena dia sudah diberitahu nomor kamarnya.


Dia berhenti di depan pintu lift lalu menekan sebuah tombol, beberapa saat kemudian pintu lift terbuka. Oktavia berjalan memasuki lift tersebut dan menekan nomor lantai yang hendak ditujunya.


Dia menunggu dengan santai hingga lantai yang di tuju, lift terhenti lalu pintu lift terbuka. Oktavia melihat sepasang kekasih yang memasuki lift.


Mereka berdua terlihat mesra dan tidak peduli dengan di dalam lift itu ada orang lain. Sang pria mulai bertindak agresif dengan mencium bibir sang wanita.


Oktavia membelalakkan kedua matanya saat melihat kedua orang itu. Dia tidak habis pikir mengapa mereka berdua bisa dengan santai melakukan semuanya.

__ADS_1


Sang menghentikan sejenak permainannya lalu melihat ke arah Oktavia. Dia tersenyum lalu melanjutkan kembali permainannya dengan sang wanita.


Lift terhenti dan pintunya perlahan terbuka, ini adalah lantai yang dituju oleh Oktavia. Dia bersyukur bisa keluar dari sana karena tidak nyaman dengan apa yang mereka lakukan.


__ADS_2