Kan Kulakukan Demi Kamu

Kan Kulakukan Demi Kamu
BAB 16


__ADS_3

"Cepatlah sembuh. Aku akan membawamu bertemu dengannya," ujar Reno pada Oktavia sembari beranjak.


Oktavia merasa aneh dengan sikap pria yang ada di hadapannya itu. Dia benar-benar tidak paham mengapa Reno mau membantunya mempertemukannya dengan Randy.


"Mengapa kau bersikeras mempertemukan aku dengannya? Apakah aku tidak pantas menjadi pendampingmu?" tanya Oktavia pada Reno.


Pertanyaan itu menghentikan langkah Reno, rasanya dia ingin langsung memeluknya dan mengatakan semuanya. Namun, dia masih ingat dengan pesan dokter beberapa tahun yang lalu. Sehingga dia selalu mengurungkan niatnya untuk mengatakan semuanya pada Oktavia.


Reno berjalan meninggalkan Oktavia tanpa mengatakan jawaban dari pertanyaan yang dilayangkan oleh Oktavia. Dia memutuskan untuk pergi sejenak dan menenangkan dirinya.


Oktavia merasa ada yang aneh dengan semua hal yang baru dialaminya. Dia merasa jika Reno menyembunyikan sesuatu hal padanya.


"Sebenarnya ada hubungan apa antara kau dan aku?" gumam Oktavia sembari melihat ke arah jendela.


Dia berusaha untuk mengingat apa yang terjadi, perlahan rasa sakit itu menghilang. Mungkin dirinya sudah tidak sakit lagi dan dia menginginkan ke luar dari rumah sakit.


Di sisi lain Reno yang sedang menenangkan diri berjalan-jalan di taman rumah sakit. Dia melihat seseorang yang selama ini dicari-cari olehnya.


"Kau Randy?" tanya Reno pada pria yang sedang duduk sembari membawa setangkai bunga mawar merah.


"Kau ... sedang apa kau di sini?" tanya Randy pada Reno.


"Apa kau ingin bertemu dengannya?" Reno balik bertanya pada Randy.


Randy terdiam, dia tidak tahu apa yang direncanakan oleh pria yang ada di hadapannya itu. Namun, yang pasti dia tidak akan pernah menyerah akan cintanya pada Oktavia.


"Jika kau ingin memisahkan aku dengan Oktavia—untuk apa kau mau mempertemukan kami berdua?" Randy berkata dengan nada dingin.


Reno tidak suka dengan nada bicara Randy, dia pun berjalan meninggalkan pria yang sangat dicintai oleh Oktavia. Namun, dia menghentikan langkahnya lalu berbalik dan mengatakan.

__ADS_1


"Aku tunggu kau di sebuah restoran hotel Japan. Jika kau benar-benar mencintainya maka kau akan datang," ucap Reno lalu berjalan meninggalkan Randy dengan kebingungannya.


Randy tersenyum kecut, dia tidak mengira jika pria seperti Reno bisa berlaku seperti ini. Karena yang dia tahu Reno adalah pria yang sangat sulit untuk di hadapi. Bahkan para musuh-musuhnya ketakutan saat Reno melakukan serangan balasan.


"Aku ingin tahu apa yang bisa kau lakukan demi wanita itu!" ujar Randy sembari berjalan meninggalkan rumah sakit dan membuang bunga yang ada di tangannya ke dalam tong sampah.


Reno kembali ke kamar Oktavia, dia ingin melihat apakah wanita yang sangat penting itu sudah mulai tenang. Sehingga tidak akan bertanya kembali tentang masa lalu.


Dia pun berniat untuk membawa Oktavia pulang ke apartemen karena nanti malam dia akan membawanya menemui pria yang diinginkan oleh wanita yang sudah menjadi istrinya itu. Reno menghela napasnya lalu membuka pintu ruang rawat Oktavia, dia melihat seorang wanita yang sedang duduk di atas ranjang.


"Apa kau sudah baikkan? Kalau sudah kita kembali ke apartemen" ucap Reno pada Oktavia.


"Mengapa terburu-buru?" tanya Oktavia pada Reno.


Oktavia merasa penasaran mengapa pria yang ada di hadapannya itu memaksanya untuk segera ke luar dari rumah sakit. Dia pun berpikir jika Reno sedang merencanakan sesuatu dan dirinya tidak tahu.


"Tidak ada yang aku rencanakan! Lebih baik kau segera ganti pakaianmu itu!" jawab Reno sembari memerintahkan Oktavia untuk mengganti pakaiannya.


Dengan jawaban seperti itu membuat Oktavia yakin jika Reno menyembunyikan sesuatu padanya. Dia ingin tahu apa yang sedang direncanakan oleh pria yang sudah menjadi suaminya itu.


Dia akhirnya menyetujui apa yang diperintahkan oleh Reno, semua berkas kepulangan sudah diselesaikan oleh Arga. Mereka berdua menyelesaikan semuanya dengan cepat dan tidak memberikan waktu bagi Oktavia untuk tahu lebih lanjut.


Arga membawa beberapa kantung yang berisikan obat untuk dikonsumsi oleh sang nona. Semua obat yang diberikan sama persis dengan apa yang selalu dikonsumsi oleh Oktavia.


"Mengapa semuanya begitu sama?" tanya Oktavia setelah melihat obat yang harus dikonsumsi olehnya.


"Biasanya dokter akan sama memberikan resep obat," jelas Arga untuk mengalihkan perhatian sang nona.


Karena obat yang ada di bawanya itu adalah obat yang sama dikonsumsi oleh sang nona beberapa tahun yang lalu. Mungkin hingga saat ini sang nona masih harus mengonsumsi obat yang sama.

__ADS_1


"Semuanya sudah selesai. Ayo kita kembali ke apartemen!" ucap Reno sembari berjalan terlebih dahulu.


Oktavia terpaksa mengikuti langkah evano untuk keluar dari rumah sakit. Dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, sehingga dia mengikuti apa yang diinginkan oleh pria yang sudah menjadi suaminya itu.


Di dalam benaknya masih banyak begitu pertanyaan dan dia ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Karena dia yakin ada sesuatu yang ditutupi oleh pria itu tentang masa lalunya.


Reno terus berjalan di depan Oktavia tanpa memelankan langkahnya. Karena dia tidak ingin Oktavia bertanya lebih padanya, sehingga dia takut kehilangan kontrol akan dirinya.


Rasa kasih sayang pada Oktavia tidak ada yang tahu selain dirinya dan juga orang-orang terdekatnya. Terkadang orang-orang terdekatnya selalu menyayangkan apa yang akan dilakukan oleh Reno.


Namun, tidak ada yang bisa merubah keputusan yang sudah dibuat olehnya. Apalagi itu berkaitan dengan kebahagiaan Oktavia seorang.


Oktavia selalu menatap Reno dari belakang dia tidak mengerti dengan apa yang sudah dilakukan oleh pria itu terhadap dirinya. Dia masih penasaran mengapa Reno menginginkan dirinya kembali bersama Randy.


Dia kembali berpikir tentang apa yang dikatakan oleh ibunya sebelum dia pergi bersama Reno. Sang ibu mengatakan juga jika dirinya harus setia pada suaminya. Karena Reno adalah pria yang cocok dengannya dan tidak akan membuatnya menderita.


Arga membukakan pintu mobil, seraya mempersilakannya sang nona dan tuan untuk masuk ke dalam mobil. Dalam perjalanan menuju apartemen suasana di dalam mobil sangat sepi.


Tidak ada salah satu dari mereka yang mulai berbicara, meski di dalam benak mereka begitu banyak pertanyaan yang ingin diungkapkannya. Oktavia memandangi jalanan dia terus mengingat kembali apa yang sudah terjadi.


Dia ingin tahu mengapa dirinya selalu saja merasakan sakit di kepalanya saat berusaha mengingat semuanya. Oktavia pun teringat kembali suatu saat dirinya pernah mengalami hal ini dan sang ayah selalu mengatakan padanya tidak perlu dipaksakan.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di apartemen, Reno membuka pintu mobilnya lalu berjalan lebih dulu dan tidak menunggu Oktavia. Dia terus berpikir untuk tidak berbuat baik pada wanita yang ada di belakangnya.


Agar dia tidak merasa sedih dikala Oktavia pergi meninggalkan dirinya bersama dengan pria itu. Sedari awal dia sudah tahu akan terjadi seperti ini.


Namun, paling tidak dia pernah merasakan menikah dan hidup bersama dengan wanita yang disayanginya. Reno tidak menyesal dengan semua yang akan terjadi sebentar lagi.


Saat Reno hendak memasuki apartemennya, dia melihat Casandra sudah berdiri di sana. Sang adik sudah menunggu kedatangan sang kakak sedari tadi. Karena Casandra tahu jika Reno akan membawa pulang Oktavia ke apartemen.

__ADS_1


__ADS_2