KAPTEN DINGIN

KAPTEN DINGIN
BAB 39


__ADS_3

Siang ini alvaro sedang berada di rumah dinasnya mengurus beberapa berkas persyaratan pengajuan nikahnya bersama cristine


ketika sedang mengisi dan mengatur berkasnya sebuah suara getaran ponsel dari saku celana menghentikan aktivitasnya, Alvaro mengeluarkan ponselnya dan melihat siapa nama panggilan tersebut dan ternyata itu adalah sang adik bungsu.


"Halo slamat siang Kaka ku yg paling ganteng,baik,ramah,penyayang,tajir,co--"sapa Manuela dengan pujiannya pada sang kaka


" kalau kamu cuma mau nelpon buat baca puisi Kaka matiin"ketus Alvaro dengan memotong kalimat sang adik yg belum selesai


"e e e ja--ngan kak,"cegah Manuela


"Langsung the poin ajah,kakak masih sibuk"ujar Alvaro


"emm e ka--ka a-ku ma-"jawab maunuela terbata namun belum selasai berbicara sudah dipotong oleh sang kakak


"Kenapa kamu ngomongnya gagap sih"tanya alvaro"kalau kamu ngomongnya gitu Kaka matiin ya"sambung alvaro lagi dengan ancaman


Alvaro sudah tau jika ketiga adiknya menelfon dirinya tiba-tiba pasti ada kemauan.


Tapi bukan Alvaro namanya jika harus mengoreksi dulu adik-adiknya


"eehh jangan kak,iya iya"rengek Manuela


"Cepat kamu ngomong"perintah sang Kaka


"iiya kak,gini aku mau minta ijin kak,aku mau pergi liburan sama teman-teman aku ke puncak k"jelas manuela


"APA!!PUNCAK!!"tanya alvaro sang Kaka ulang ketika mendengarkan sang adik yang ingin pergi ke puncak,


"Kaka Nggak ijinin pokonya lebih baik kamu liburan dirumah aja belajar titik."sahut Alvaro dengan tegas


"Tapi kak a---"sahu manuela

__ADS_1


Tut.... tut... tit... (alvaro menutupi panggil tersebut tanpa mendengar ucapan sang adik)


"Hah... Kaka matiin,terpaksa gue nggak bisa ikut ke puncak deh,padahal gue pengen kesana huuuff"kecewa Manuela,karena tidak mendapatkan ijin dari sang Kaka


"Aneh-Aneh ajah mau liburan,udah tau diluar sana banyak bahaya"gerutu Alvaro


Tak lama 15 menit kemudian ponsel Alvaro bergetar lagi, alvaro mengambilnya dan melihat ternyata panggil dari sang adik kembarnya Daniel


"Halo slamat siang kak,apa kabar?,Kaka Udah makan?,kalau belum nanti aku anterin ke bataliyon,atau mungkin Kaka mau di beliin sesuatu gitu? e at-----"ucap daniel yg langsung dipotong oleh sang kakak Alvaro


"THE POIN LANGSUNG CEPAT!!!"tegas Alvaro karena merasa muak mendengarkan perkataan sang adiknya,"


Alvaro tau tentang maksud sang adiknya kalau sedang bermulut manis


"e e e ja--di kak ki--"gugup Daniel


"Sekali lagi kalau bicara seperti itu Kaka matiin"kesal Alvaro


"Jangan!!! Kak aku sama Daniel mau pergi liburan dulu di par----"sahut danie tapi langsung dijawab sang Kaka dengan tegas


Tut...tutt...tut...


Sang kembar yang mendengarkan perkataan sang Kaka hanya saling memandang dan pasrah


"Terpaksa Nggak jadi liburan di Paris hufff"lesu Danial


_____________________________________


Toko kue


Siang ini ketiga serangkai sedang berada di toko kue, mereka sedang melayani pembeli,

__ADS_1


"Re tolong ambilkan plastik dong udah mau habis nih"suruh Serly


"Iya bentar ya"jawab Rere


Serly pun hanya menggelengkan kepalanya pentanda iya


Sedangkan Cristine sejak dari kemarin dirinya hanya diam saja sambil melamun sehingga membuat kedua sahabatnya sangat khawatir padanya


"Woy loh kenapa sih?" Tanya Serly


"e e kenapa?"tanya balik cristine saat kaget dari lamunannya


"iiiiih loh kenapa sih gue itu nanya loh kenapa dari malam sampe sekarang kok murung terus sih"kesal serly


"Nggak kok gue cuma capek ah kali ya"jawab Cristine


"Capek!!!emang loh semalam kerja apaan"ujar serly


Cristine yang merasa bahwa temannya ini banyak berbicara langsung menjawab dengang jelas


"Gue kerja mikirin gimana hidup gue nanti kalau nikah sama tuh cowok dingin itu!!!"jawab spontan cristine sehingga membuat Serly menatap heran sahabatnya itu,dan kebetulan Rere yg lewat juga membawa plastik langsung menghentikan langkahnya dan menatap kearah cristine


"Hahahhahahha,jadi loh cuma mikirin itu doang sampai loh murung terus hahaha aneh loh,"ejek Rere pada cristine


"hahahaha kayak nggak ada kerjaan aja loh mikirinya gitu tin tin aneh loh"sambung serly


"iiih bukannya ngasih solusi,malah di tertawain"kesal cristine


"Gue tau kalau loh itu sama Alvaro nikahnya bukan karena saling mencintai tapi karena paksaan oke,dan percuma kalau loh nolak,jika takdir udah nentuin oke paham"ujar Rere


"Nah benar banget gue setuju,jadi loh jalanin ajah oke,coba deh Lo lihat banyak yg nikah karena perjodohan ee lama kelamaan mereka salng jatuh cinta deh,siapa tahu nanti loh sama Alvaro juga gitu deh"sambung serly

__ADS_1


"Aminnnnnn Aminnnn"kata Rere


Cristine hanya diam saja menanggapi semua ucapan kedua sahabatnya itu,dan berharap mungkin ini terbaik baginya jika takdir udah nentuin


__ADS_2