KAPTEN DINGIN

KAPTEN DINGIN
BAB 69


__ADS_3

pukul 07.30 WIT pagi cristine dan Alvaro sudah tiba di asrama kompi senapan C 753.


cristine dan Alvaro di sambut dengan begitu meriah oleh seluruh prajurit dan juga ibu Persit kompi senapan C, mereka menyambut kedatangan alvaro dan cristine dengan tarian, musik menggunakan adat biak.cristine dan alvaro sangat kagum dengan sambutan yang dilakukan oleh mereka.


"mas keren banget"bisik cristine pada alvaro,


"iya"ujar alvaro


gambar tarian penyambutan



setelah acara penyambutan,kini alvaro dan cristine di ajak untuk memasuki gedung aula kompi,untuk melakukan acara berikut yaitu serah terima jabatan antara alvaro sebagai Danki kompi senapan C yang baru dengan Danki kompi senapan C yang lama,


begitu pun juga dengan cristine yang melakukan serah terima jabatan sebagai ketua Persit kompi senapan C dengan ketua Persit kompi c yang lama.


"""""""


1 jam berlalu acara serah terima jabatan pun selesai, cristine dan alvaro berjabat tangan dengan semua orang, cristine juga tak hentinya membalas senyuman kepada ibu–ibu Persit yang lain.


"ijin ibu selamat datang"ucap salah satu ibu Persit pada cristine


"makasih ya Bu,sa juga mohon bimbingannya jika saya salah silahkan ditegur ya"balas cristine dengan ramah


"hehehe ijin iya Bu"ujar ibu itu


cristine dan Alvaro juga diajak untuk melihat kolam berenang yang di bangun di kompi.


setelah berjalan mengelilingi asmara kompi, mereka semua mulai diajak untuk menikmati hidangan yang telah di sediakan.


"dek kamu kenapa?"tanya alvaro karena melihat wajah cristine yang seperti menahan kesakitan


"nggak kenapa-kenapa kok mas"jawab cristine santai menyembunyikan sesuatu

__ADS_1


namun bukan alvaro namanya yang tidak akan percaya begitu saja.


"dek kamu tau kan kalau mas nggak suka dibohongi walau pun itu masalah kecil"tegas Alvaro


"iya mas aku tau,"jawab cristine malas


"Kalau begitu katakan sekarang"perintah Alvaro


"kaki aku lecet mas karena nih sepatunya nggak muat"jujur cristine


"hah,ya ampun dek kenapa kamu nggak bilang sih sama mas"kesal alvaro


"udah nggak papa mas aku bisa nahan kok sakitnya"sahut cristine


"nahan sakit biar lukanya infeksi,"kesal alvaro lagi


"buka sepatunya"perintah Alvaro


"hah jan---"ucap cristine terpotong oleh Alvaro


"udah,nih terus aku pakai apa mas nggak mungkin kan aku kaki kosong kaya gini"cemberut cristine


namun alvaro hanya diam saja dan menelfon ajudannya untuk menyuruhnya membeli plester dan sendal jepit untuk cristine.


banyak pasangan mata yang memperhatikan tingkah alvaro dan cristine, mereka sangat senang melihat keromantisan Danki baru mereka yang begitu peduli pada istrinya.


"romantis sekali pak Danki dan ibu Danki"puji salah satu ibu Persit


"iya,pa Danki ajah nggak mau sampai kaki istrinya lecet"sambung satu ibu Persit lagi.


dan masih banyak lagi pujian yang di berikan pada alvaro dan cristine disitu.


saat alvaro masih sibuk bercerita dengan para anggotanya yang lain tiba–tiba ponselnya berdering hingga membuat nya menghentikan obrolan nya.hingga membuat semua orang yang sedang duduk bersama dengannya diam.

__ADS_1


dan orang yang menelepon nya adalah Praka Paul ajudan alvaro.


"hallo Praka Paul"ucap alvaro


"hallo ijin ndan maaf saya mau nanya berapa ukuran kaki ibu. Ndan"ujar Praka Paul


"oh maaf ya saya lupa memberitahukan kepada mu, sebentar saya tanya dulu sama istri saya"seru alvaro


"dek, berapa ukuran sendal mu"tanya alvaro pada cristine


"nomor 39 mas"jawab Cristine


"Praka Paul ukuran nomor sendal istri saya 39"ucap alvaro pada ajudannya


"siap Ndan, kalau begitu saya tutup dulu"balas sang ajudan


"baiklah makasih"balas alvaro


langsung mengakhiri panggilan.


semua orang yang ada di situ hanya diam saja melihat sikap alvaro pada cristine, mereka begitu senang dengan sikap alvaro dan cristine yang begitu mudah berbaur,tanpa memandang pangkat,bahkan keduanya tidak melihat dari pangkat tetapi usia.


setelah mengakhiri panggilan alvaro kembail melanjutkan obrolannya yang sempat terhenti akibat panggilan tadi.


begitupun juga dengan cristine yang sedang asyik bercerita dengan para ibu-ibu Persit, hingga sesekali mereka tertawa bersama,


15 menit kemudian Praka Paul datang dengan membawa kantong plastik yang berisi sendal jepit dan plester untuk cristine.


cristine pun mengucapkan terimakasih kepada ajudan alvaro,dan kemudian mengambil kantong plastik itu,dan mengeluarkan barang yang ada di dalam plastik tersebut dan menggunakan nya.


***hai guys ✋


maaf ya kalau author telat up cerita,karena jaringan internet di Papua saat ini kurang bagus,jadi Thor harap kalian mengerti ya 🙏,

__ADS_1


trimakasih 🙏😊***


__ADS_2