KAPTEN DINGIN

KAPTEN DINGIN
BAB 44


__ADS_3

Bataliyon


Setelah mengantarkan cristine pulang, alvaro kembali melakukan pekerjaan nya,walaupun tubuhnya terasa lelah


tetapi dia harus tetap semangat dalam mengerjakan tugasnya sebagai abdi negara.


"hufff capek banget"seru Alvaro


Tuh cewek selalu buat gue naik darah dengan tingkah lakunya yang gila .gerutu hati alvaro


"kopral Edi"panggil Alvaro pada ajudan nya


"Siap kapten"Sahur sang ajudan pratu Edi


"sebentar kamu ikut saya makan malam dirumah orang tua saya"ujar Alvaro


sang ajudan yang mendengarkan perkataan sang komandan nya sontak kaget,dan hanya biasa siap di ajak oleh komandan nya itu


wah makan gratis nih, nggak boleh menolak heheh.senang batin edi


"siap ijin trimakasih kapten"sahut pratu Edi


___________________________


Malam harinya dikediaman keluarga mahawira,


cristine dan kedua sahabatnya telah datang ke rumah keluarga mahawira untuk memenuhi undangan makan malam dari Tante Hellena.


"OMG rumahnya gede banget nih"riuh Rere


"ck heboh baget loh "kesal cristine


"gimana gue nggak heboh lihat nih rumah gede amat kayak istana"seru Rere


"Kapan masuknya ni kalau ribut Mulu loh berdua"kesal serly yang melihat cristine Dan Rere yang ribut Mulu


"yauda yuk masuk"ajak cristine kepada kedua sahabatnya


mereka pun masuk kedalam rumahnya keluarga mahawira dan disabut hangat pasangan suami istri itu Hellena dan Abraham serta ketiga anaknya itu, sedangkan Alvaro masih dalam perjalanan menuju rumah.

__ADS_1


"Ayo silakan duduk sayang"ucap Hellena


"i iya Tante"jawab ketiga serangkai itu serempak


"Kok manggilnyaTante, panggil mama dong"cemberut Hellena, hingga membuat serly Dan Rere saling memandang pasalnya mereka saja baru bertemu dengan Hellena kenapa harus memanggilnya mama kalau Cristine kan nggak papa kalau memanggil Hellena mama karena sebentar lagi Cristine akan menikah dengan Alvaro otomatis akan menjadi menantu Hellena.


"ah i iya ya ehh maksudnya mama"jawab serly dan rere bersama


"oh iya kenalin ini anak-anak mama dan ini suami mama"jelas Hellena sambil menghentakkan ketiga anaknya dan suaminya


setelah perkenalan mereka semua berbincang sambil menunggu Alvaro, sedangkan Rere dan manuela yang baru berkenalan beberapa menit yang lalu sudah sangat akrab, sehingga membuat orang orang yang ada di ruang itu menatap mereka dengan kagum melihat kedekatan mereka.


"boleh nggak Kaka nanya sesuatu"seru Rere


"boleh emang Kaka mau nanya apaan"sahut mamuela


"jujur yah Kaka kamu tuh yg disebelah papa kamu dingin banget kayak es batu"ujar Rere pada manuela, hingga membuat menuela tertawa


"Hah hahahhahahha,"tawa manuela pecah karena baru pertama kali mendengarkan ucapan seseorang yang mengatakan kakanya dingin.


"ihhh kok kamu ketawa sih, emang ada yang lucu sama perkataan Kaka"(Rere)


"Kak bukan kak Daniel ajah yang dingin, tetapi para pria yang ada dirumah ini semua dingin baget kalau sama orang yang nggak mereka kenal,tapi bueh kalau sama orang terdekat mulutnya udah kayak ibu-ibu yang nawarin sayuran di pasar hahahhahah"jelas manuela


"hahahhahah"(tawa Rere)


semua orang yang sedang duduk berbincang hanya saling memandang melihat tingkah laku Rere dan manuela


saat mereka sedang asyik berbincang


suara seseorang membuat mereka semua berhenti berbincang dan memandang keasal suara itu


"Malam mah pah"(sapa Alvaro)


"Slamat malam sayang"jawab sang mama dan papanya


Setelah itu Alvaro duduk samping papanya Abraham.alvaro hanya duduk dengan wajah yang datar tanpa ekspresi dan ajudannya duduk disebelahnya.


Omg ternyata benar yang dikatakan sama nih bocah para pria yang ada di rumah ini semua pada dingin baget udah kayak kulkas,ac pokoknya pake dingin baget.guman batin Rere

__ADS_1


"Kak kok senyum senyum sendiri sih"tanya manuela hingga membuat Rere salah tingkah.


"hehe nggak kok"sahut Rere


"Oke karena Al udah datang yuk kita makan"ujar Hellena


"Iya mah"sahut Abraham


Dan akhirnya mereka semua menuju keruang makan dan menikmati makan malam bersama.


Setelah makan malam bersama mereka kembali keruang keluarga mahawira dan berbincang lagi.


"Oh iya Al, cristine gimana pengajuan nikahnya lancarkan"tanya Abraham


Dua orang yang ditanya saling memandang dan akhirnya mengaggukan kepala bersama


"Iya pah lancar"jawab Alvaro


"Syukurlah mama senang banget,oh iya trus kalian udah nentuin kapan kalian nikah"ujar Hellena


"Sudah mah"jawab Alvaro dan sontak membuat Cristine kaget,karena Alvaro dan dirinya saja belum membicarakan tentang waktu pernikahan mereka kenapa Alvaro bilangnya sudah sama Hellena


"Trus kapan nikahnya, kayaknya mama udah harus nyiapin tenaga nih"senang Hellena


"Bulan depan tanggal 6 mah"sahut Alvaro


"Apa!!!"kaget cristine


Dan membuat semua mata menatap kearahnya.cristine yang di perhatikan seperti itu langsung membuka suara


"heh maksudnya iya"kata cristine


Ihh kok.gue kayak curiga deh masak Alvaro bilangin kalau mereka nikah bulan kenapa cristine histeris yah.penasaran batin Rere


sedangkan Alvaro hanya santai saja dengan wajah tampang datarnya itu


Setelah lama mereka berbincang akhirnya ketiga serangkai itu berpamit pulang dan tentunya Hellena menyuruh Alvaro untuk mengantarkan ketiga gadis itu.


Trimakasih yah sudah mendukung author selama iniπŸ™πŸ™

__ADS_1


jangan lupa like ❀️ komen dan vote


__ADS_2