
💞. 💞
Tak terasa kini usia kandungan cristine sudah memasuki 9 bulan,
Begitu pun juga dengan alvaro yang sudah bertugas selama 9 bulan.
Walau alvaro sangat sibuk dengan tugas nya, dirinya tidak pernah lupa untuk mengingatkan sang istri untuk menjaga kesehatan,
Begitu pun juga dengan cristine yang selalu mengingatkan suaminya itu untuk menjaga kesehatan,
Sedangkan Serly dan Rere sekarang benar-benar harus siap siaga jika tiba-tiba cristine melahirkan.maka dari itu keduanya tidak akan berjauhan dari cristine.
"Tin ini gue udah kupasin buahnya silahkan di makan"ujar Rere
"Makasih ya aunty"ucap cristine menirukan suara anak kecil
"Iya sama-sama"balas rere cekikikan
"Oh iya tin loh udah siapin kan baju-baju anak loh di dalam tas gitu"tanya Serly
"Ngapain Baju anaknya disisi dalam tas emang mau kemana"heran Rere
"Astaga re.supaya kalau si Cristine mau lahiran nggak ribet lagi siapin baju anak nya"balas Serly dengan kesal
"Ohhh aku pikir mau berangkat"lirih Rere
"Susah kalau ngomong sama kamu,"cibir cristine
Rere yang dikatai seperti itu hanya diam saja sambil menikmati buah-buah yang ada di dalam piring
"tin pasti berat banget ya kalau disaat Lo ngidam nggak ada suami didampingkan"ujar Rere
"Yah udah resiko, kalau nikah sama tni harus siap di duakan oleh negara"balas Cristine dan mengedipkan matanya
"Berarti siap-siap juga loh ser di duakan oleh negara"ujar Rere
"Udah tau gue"kecut serly
__ADS_1
"Hahahhahah"tawa rere
"Kalau gue nanti nggak mau pny suami tentara,malas gue kalau bagi, tolong yang doain gue biar dapat suami CEO seperti di novel gitu"ucap Rere dengan senyuman manis
"udah mimpi itu jangan ketinggian kalau jatuh sakit"ledek cristine
"Setuju"balas ledek Rere
"Dasar loh berdua sahabat nggak ada hati"kesal serly
"buwhahahah"pecah tawa serly dan cristine
"Tertawa terus loh berdua gue jamin habis ini nggak akan bisa tertawa lagi,"ancam Rere
"Yaudah Maaf"nyerah Serly dan cristine
______
Malam harinya
Setelah makan malam selesai ketiganya pun langsung masuk ke dalam kamar usngvdi tempati oleh Rere dan Serly.
Biasa cristine jarang tidur di kamarnya dan Alvaro cristine lebih memilih tidur bersama kedua sahabatnya itu.
Namun tiba-tiba perut cristine terasa sakit, cristine pun berusaha untuk menahannya saja, dirinya berpikir jika itu adalah kontraksi kecil yang biasa seperti yang sering dialami oleh nya.
Tetapi rasa sakit nya tak hilang dan lebih bertambah sakit
Serly dan Rere yang melihat raut wajah cristine yang begitu kesakitan dan sudah berkeringat pun langsung segera menghampiri cristine.
"Loh kenapa tin,"tanya serly
"Iya jangan buat kita panik dong"sambung Rere
"Aduh huff perut gue sakit banget, kayaknya mau lahiran"jawab Cristine menahan sakit
"Apa mau melahirkan"kaget kedua sahabatnya itu
__ADS_1
"Aduh terus gimana ini,"panik Rere
"Ambilkan ponsel gue hubungi ajudan mas Al anterin ke rumah sakit"suruh cristine
Serly pun langsung bergegas mengambil ponsel cristine dan segera menghubungi ajudan alvaro Praka Paul, Serly langsung memberitahukan kepada Paul, setelah itu menutup panggilan.
Sedangkan Rere langsung bergegas mengambil tas yang berisikan baju-baju bayi dan juga pakian cristine.
Dan serly masih sibuk mengusap perut cristine,
Cristine yang melihat tingkah kedua sahabatnya itu menggelengkan kepalanya.
Gue yang mau melahirkan mereka yang panik,hufff,guman batin Cristine
Tanpa menunggu lama akhirnya ajudan alvaro datang,
Mereka pun membantu cristine masuk kedalam mobil,dan kebetulan hari sudah malam jadi tak ada orang-orang yang melihat.
15 menit akhirnya sampai juga di rumah sakit.
Cristine pun di bawah ke ruang bersalin bersama dua orang perawat, serly dan rere pun juga ikut menemani sahabat mereka itu sedangkan Praka Paul menunggu di luar.
saat ini cristine harus berjuang sendiri Didalam ruang bersalin untuk melahirkan buah hatinya dengan alvaro, walau tanpa sang suami di sampingnya,
Dan cristine masih berjuang melewati pembukaan,
"Huffff"seru cristine menarik napas
Sakit banget.guman batin Cristine
Serly dan Rere yang melihat cristine kesakitan meneteskan air mata bersama.
"ser gue tunggu diluar ajah sumpah gue nggak bisa lihat kayak gini"ucap Rere langsung keluar tanpa menunggu balasan dari serly
Sebenarnya serly juga tak mau menemani Cristine apalagi kata dokter dirinya belum menikah dan belum bisa menemani ibu yang melahirkan.
Namun sebagai sahabat serly tetap kukuh untuk menemani Cristine, dan dengan terpaksa dokter mengijinkan
__ADS_1