
Kini sudah dua bulan alvaro dan cristine tinggal di Papua, keduanya juga telah menempati rumah dinas, Dan tentang hubungan Alvaro dan cristine keduanya juga sudah saling mencintai, namun keduanya belum mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.
"dek,mas mau ngomong sesuatu"ucap alvaro yang saat ini sedang duduk ruang nonton
"ngomong apa mas"tanya cristine
"emm mas ditunjuk sama Dandrem untuk ikut satgas ke pulau perbatasan,"jawab alvaro dengan menatap mata cristine
cristine yang mendengarkan perkataan alvaro sempat kaget namun dengan cepat mengatur mimik wajahnya.
"dek"panggil alvaro karena tak mendapat balasan dari cristine
"i iya mas,"sahut cristine pelan
"mas tau pasti kamu kesepian kalau nggak ada mas, apalagi disini kita nggak ada keluarga,"ujar Alvaro
"nggak papa kok mas,terus nanti mas berapa lama satgasnya"seru cristine
"cuman sepuluh bulan ajah kok"jawab alvaro
cuman mas bilang,itu lama banget,kenapa nggak ditambahin lagi dua bulan biar satu tahu tahun.gerutu batin Cristine
"oohh.kapan berangkatnya mas"tanya cristine lagi
"bulan depan"balas alvaro lagi
"ya udah,aku ke belakang dulu mau masak buat makan malam"ujar cristine dan langsung pergi meninggalkan Alvaro yang sedang menatap punggung belakang cristine.
______
💞💞💞💞
malam harinya setelah makan malam alvaro dan cristine langsung masuk kedalam kamar.keduanya saat ini sedang asyik bermain ponsel mereka masing-masing.
__ADS_1
"Dek"panggil Alvaro pelan
"kenapa mas"balas Cristine
"nggak jadi"bala alvaro
cristine yang melihat alvaro berbicara seperti itu seolah mengerti dengan maksud alvaro, cristine tau seharusnya dirinya memberikan haknya alvaro,
cristine pun sudah berpikir bahwa dirinya sudah siap jika alvaro meminta nya.
"mas ayo ngomong dong, kalau nggak aku tidur ya."tanya cristine pura–pura
"jangan dong,yaudah tapi janji ya nggak marah sama mas"sahut Alvaro
"iya"ujar cristine
"mas boleh nggak minta hak mas"ujar Alvaro
setelah berpikir lama akhirnya cristine pun setuju,maka terjadi lah belah duren ✨✨✨✨
---------
pagi-pagi sekali kedua insan itu baru bangun jam 9 pagi,karena kejadian semalam, untung saja hari ini adalah tanggal merah.
"slamat pagi dek"salam alvaro
"pagi juga mas"balas sapa cristine yang saat ini masih memejamkan matanya
cup cup cup (kecupan alvaro pada cristine)
"mas udah jam berapa sekarang"tanya cristine
"baru jama sembilan dek"jawab alvaro santai
__ADS_1
cristine yang mendengarkan perkataan alvaro langsung kaget
"apa jam sembilan,ya ampun hari ini aku lagi ada rapat pertemuan jam 10 sama ibu–ibu kompi mas"gerutu cristine,dan langsung pergi ke kamar mandi
sedangkan kan alvaro hanya tertawa,
15 menit sudah akhirnya cristine selesai dengan ritual mandinya, cristine cepat–cepat menggunakan pakaiannya,dan langsung keluar dan betapa herannya melihat alvaro yang sudah rapi dan duduk di depan tv.
"mas bangun jam berapa tadi"tanya cristine
"jam 6 dek"jawab alvaro
"Hah.kok nggak bangunin aku sih,"kesal cristine
"mas nggak tega bangunin kamu, apalagi kamu tidurnya nyenyak"ujar Alvaro
"hufff,yaudah mas nanti kalau aku pulang lama, nggak papa kan makan nasi Pake telur"seru cristine
"nggak papa kok dek, makasih udah Selalu sabar hadapi sikap mas yang dingin"ucap alvaro dengan memeluk Cristine
cristine yang mendengarkan ucapan alvaro sangat terharu.langsung membalas pelukan alvaro
"ternyata gini ya kalau suami lagi romantis"lirih cristine dengan senyum
"hahahahhah,"tawa alvaro karena ucapan cristine
"udah mas aku pergi dulu,"pamit cristine
"mas antar ya"seru alvaro
"hah.nggak usah mas, pertemuan nya cuman di aula ajah kok"cegah cristine
"yaudah, hati–hati,"balas alvaro
__ADS_1