KAPTEN DINGIN

KAPTEN DINGIN
BAB 43


__ADS_3

Lama menunggu akhirnya cristine di panggil masuk untuk melakukan tes keperawanan, cristine sangat gelisa dan gugup


setelah memakan waktu yang cukup lama akhirnya pemeriksaan selesai juga cristine keluar dengan wajah yang tenang walau dalam hatinya sedikit menyimpan emosi


"trus kemana lagi kita?"tanya cristine


Alvaro tak menjawab langsung berjalan dan diikuti oleh Cristine dari belakang, cristine hanya diam saja dan memasang senyum manis kepada semua pasangan anggota alvaro


Kemudian mereka menuju lab untuk diperiksa Hepatitis,HIV urine kemudian rotgen,dll selesai dari lab Alvaro dan cristine pergi lagi ke kodim disana cristine bertemu dengan ketua sipers dan di wawancarai setelah selesai surat jalan pun akhirnya ditandatangani oleh ibu ketua sipers.


Karena hari sudah sore Alvaro dan cristine mengehentikan aktivitas mereka hari ini dan akan dilanjutkan besok, cristine sangat lelah dan capek ditambah lagi tadi mereka sempat melewatkan makan siang dan hanya meminum sebotol air mineral saja


"Akhirnya selesai juga,capek banget gue"ucap cristine senang


Alvaro hanya mengerutkan keningnya saja setelah mendengarkan perkataan cristine


"Siapa bilang udah selesai,masih ada berapa tahap lagi"ketus alvaro


"Apa masih ada lagi,rumit banget sih jadi istri tentara"gerutu cristine


"Udah ayo cepat"suruh Alvaro pada cristine untuk masuk dalam.mobil


Setelah mereka masuk kedalam mobil Alvaro melajukan mobilnya meninggal kan tempat itu


"Kita mampir dulu ke restoran"ucap alvaro


"Terserah"sahut cristine pelan


Mereka tiba di restoran dan memesan makanan mereka kemudian mereka menikmati makanan mereka dan pulang


"Makasih ya"ucap cristine


"Hemmm, ingat besok lebih cepat jam 7 ya"Sahut alvaro


Dasar cuma bisa maksa doang loh prett.kesal batin Cristine


"Iya"jawab Cristine


Alvaro pun pergi meninggalkan rumah itu


Keesokan harinya

__ADS_1


Hari ini adalah hari ke2 alvaro dan cristine melanjutkan pengajuan nikah mereka


Cristine dan Alvaro pergi ke korem untuk menemui pasipers untuk menyerahkan berkas-berkas untuk ditandatangani oleh Dandrem dari pasipers mereka diarahkan ke bintal,ke Intel kemudian kembali lagi ke pasipers dan setelah itu istirahat sejenak


Cristine sangat lelah sedangkan Alvaro hanya santai tanpa ada rasa capek di wajahnya


Ya ampunnnn capek banget sih,gue pengen baget teriak dan nangis deh.omel batin Cristine


"Masih lama lagi kah kita harus menunggu aku udah capek banget tahu"omel cristine


"Bukan kamu saja yang capek aku juga tahu,udah mendingan kamu diam dan makan tuh cemilan nya sambil menunggu sedikit lagi waktu istirahat selesai"ujar Alvaro


"Hufffff iya"sahut cristine


Akhirnya waktu istirahat selesai juga cristine dan Alvaro lanjutkan menuju ke staf bintal,disana mereka di berikan pertanyaan yang harus diisi sesuai seputaran keagamaan setelah berhasil menjawab akhirnya mereka diwawancarai dan di beri wejangan bagaimana membinah rumah tangga yg baik disana mereka menghabiskan waktu lama sekali dan baru selesai jam 3 sore,karena mereka tidak bisa lagi melanjutkan ke staf Intel sore hari jadi mereka memutuskan untuk besok harinya


Hari ke 3


Hari ini Cristine dan Alvaro kembali lagi ke korem untuk menghadap ke staf Intel


Cristine benar benar kesal karena pengajuan ini belum berakhir juga sehingga membuat nya tak hentinya mengomel pada Alvaro


"Kapan sih ini berakhir,udah tiga hari kok nggak selesai juga sih,aku tuh capek"marah cristine


Cristine yang dibentak oleh Alvaro langsung mengeluarkan cairan kristal dari kedua matanya itu,dan Alvaro yang melihat hanya menahan emosi nya saja


Baru gitu aja udah cengeng hufff untung sedikit lagi pengajuan nikah ini selesai kalau nggak aku batalin,kesal Alvaro dalam hati


"Maaf"ujar Alvaro "aku mohon hapus air mata kamu itu sebentar lagi kita udah masuk menghadap jadi aku mohon kerjasamanya"sambung Alvaro


Cristine hanya menganggukan kepalanya saja kemudian menghapus air matanya dengan tisu, setelah itu mereka di panggil tapi belum menemui staf Intel karena kebetulan di korem sedang ada acara jadi mereka menunggu dulu sambil mengisi lembaran demi lembaran yang begitu banyak, setelah mengisi ternyata ada lagi lembaran kertas yang di berikan lagi yaitu pertanyaan tentang kewarganegaraan dll.cristine seakan ingin merobek lembaran itu tapi ditahan


Sabar sabar cristine, kayaknya ni gue harus mengingat kembali pelajaran SMP dan SMA nih.kesal batin cristine


Alvaro dan cristine pun menjawab semua pertanyaan itu di lembaran kertas itu cristine sempat tidak bisa menjawab beberapa nomor tapi untungnya Alvaro dengan baik hatinya memberikan jawabannya pada cristine sehingga cristine tak perlu lagi takut


Setelah mengisi Alvaro dan cristine mereka diwawancarai lagi dan benar benar diuji mental sehingga membuat Cristine sempat menangis dan ingin menghentikan semunya tapi alvaro dengan baik hatinya menenangkan cristine dan menguatkan nya


"Tolong kerja samanya"datar Alvaro


"Aku nggak bisa lanjutin aku capek,kamu pikir aku nggak capek apa hah,kamu hanya bilang kerja samanya aja tapi apa nggak kelar kelar juga kok pokoknya aku nggak mau lanjutin titik"kesal cristine langsung pergi meninggalkan Alvaro

__ADS_1


Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka apalagi ada para anggota Alvaro dan rekan-rekannya juga yg juga sempat masih pengajuan nikah, mereka hanya diam saja memperhatikan keduanya


"aku kasihan banget sama calon istrinya kapten"ucap salah satu anggota Alvaro


"wahh baru kali ini gue lihat kapten yang di kenal dingin dan kejam bisa dimarahi"ucap salah satu tentara lagi


"Lihat tuh kamu yank aku juga capek udah hampir seminggu kok belum kelar juga pengajuan nikah nya"ucap salah satu calon istri anggota tentara yang mau pengajuan


"Iya sayang aku tahu tapi tolong dong ngertiin aku dong,"jawab tentara itu pada calonnya


Dan masih banyak lagi ucapan ucapan tentang cristine dan Alvaro


Alvaro langsung mengejar cristine keluar, Alvaro tidak ambil pusing tentang pandangan para anak buahnya dan juga para anggota nya.


Cristine duduk di bawah pohon rindang dan menangis dan meluapkan emosi nya


"Aku nggak sanggup lagi hiks hiks hiks"ucap cristine dengan tangisan


Alvaro yang melihat cristine duduk di bawah pohon langsung menghampirinya


"Hey cengeng berdiri"ujar Alvaro


"ngapain sih kamu kesini, aku kan udah bilang kalau aku nggak mau lanjutin pengajuan nikah nya"kesal cristine


"enak banget kamu ngomong,kalau sampai mama saya tahu dia bakal marah dan saya akan kena hukum sama komandan,dan bukan cuma kamu ajak yang capek banyak juga tuh calon istri anggota saya semua capek tapi mereka tetap sabar ajah jalanin nya kok hufff"geram alvaro


Cristine hanya diam saja dan mencerna setiap perkataan Alvaro dan akhirnya dia luluh.


"Maaf"lirih cristine


Kemudian Alvaro dan cristine kembali' lagi, walaupun cristine merasa malu tetapi ditepis oleh Cristine karena dirinya tahu pasti ada juga calon istri tentara yang menangis dan mengomel tapi tak bisa seperti dirinya yang langsung meluapkan unek-unek nya


Setelah selesai mereka menghadap staf intel, mereka langsung melanjutkan menghadap menemui komandan dan ibu komandan, cristine sangat gugup sekali disana. Mereka ditanya tanya lagi setelah itu dinasehati dan akhirnya mereka selesai juga pengajuan walau harus mengurasi tenaga dan emosi


"Udah selesai kan"tanya cristine


"Hemmm"Sahut alvaro


"Akhirnya selesai juga,dan gue bisa tidur malam ini dengan tenang"senang cristine tanpa mempedulikan tatapan Alvaro itu dan juga para anggota Alvaro


"Oh iya kata mama entar malam kamu kerumah buat makan malam dan ajak juga teman-teman mu "ucap Alvaro yang menyampaikan pesan sang mama Hellena tadi

__ADS_1


"Wah iya iya nanti aku dan kedua teman aku datang, makasih ya"ujar cristine


Dan akhirnya jam 2 siang segala urusan mereka selesai dan mereka resmi menjadi sepasang suami istri secara sipil


__ADS_2