Karenamu Dan Teh Manis Hangat

Karenamu Dan Teh Manis Hangat
Pameran


__ADS_3

Akhirnya hari yang paling ditunggu-tunggu pria itu, dan hari yang paling membuat perempuan deg-degan itu tiba. Akhirnya tibalah saatnya hari di mana perempuan itu memamerkan hasil karya lukisnya pun tiba.


Dalam pameran lukisan dan juga ajang pelelangan tersebut, perempuan pelukis, pria yang datang bersamanya, juga berbagai tamu undangan itu datang dengan pakaian yang sangat formal, dan tentu saja mereka semua memakai topeng karena sudah peraturannya demikian.


Walaupun pria itu baru pertama kali mendatangi pameran lukisan karya nona yang sedari tadi menggaet tangannya, namun ia sama sekali tidak terpukau dengan pemandangan yang ia lihat saat ini. Dan sebenarnya, pria itu sangat mengenali siapa saja orang-orang yang datang ke acara pameran tersebut.


Sedangkan perempuan pelukis yang memang tidak tahu apa latar belakang pekerjaan pria di sebelahnya agak terpukau melihat pria yang lengannya ia gaet. Perempuan itu melihat betapa seksi dan tampannya pria di sebelahnya apabila sedang memakai tuksedo dan menggenakan topeng itu.


"Ada apa, nona? Kok daritadi ngelihatin aku terus?" Ucap pria itu yang memergoki nona manisnya terus memandangi dirinya dengan tatapan terpukau.


"Gapapa, kamu terlihat semakin seksi dan tampan dengan setelan seperti ini." Ucap perempuan itu yang buru-buru membuang wajahnya. Namun rona wajahnya yang masih memerah tidak mau menghilang.


"Tapi seksian mana dibandingkan kalau aku lagi telanjang bulat?" Tanya pria itu lagi. Namun perempuan itu yang wajahnya semakin memerah tidak dapat menjawab.


Melihat gelagat nona manisnya yang kini terlihat makin manis itu, rona wajah pria itu pun juga memerah, ia kini mendengar lagi pujian dari perempuan impiannya ini.


Beberapa saat kemudian, ketika mereka berdua tengah menikmati sebuah lukisan, tiba-tiba ada sepasang kekasih yang tiba-tiba menghampiri mereka berdua.


"Wah, setelah lama menghilang, ternyata kamu sudah menjadi pelukis terkenal, ya. Tapi baru kali ini, ya kamu mendatangi pameran lukisan mu?" Tanya seorang perempuan bertopeng bersama pasangannya. Lantas perempuan pelukis dan pria di sebelahnya segera menengok ke asal suara tersebut.


"Iya, aku baru pertama kali datang ke pameran ini." Ucap perempuan pelukis.

__ADS_1


"Hei tunggu. Kamu Mara, kan dan di sebelah kamu namanya Delon?" Ucap pria itu, dan pernyataan tersebut membuat perempuan itu terkejut.


"Jadi kamu kenal mereka berdua?" Tanya perempuan pelukis itu tidak percaya.


"Ya. Aku sering bertemu dengan mereka. Mereka adalah pebisnis-pebisnis yang hebat. Semenjak perusahaan A dikuasai oleh tangan dingin pasangan ini, saham perusahaan ini semakin meningkat. Hebat, bukan?" Jelas pria itu yang membuat Mara dan Delon tersenyum malu.


"Wah, tidak menyangka. Jadi kamu toh investor yang sudah membeli saham kami dengan harga tertinggi. Tidak kusangka sekarang aku bertemu dengan orangnya secara langsung." Ucap Delon. Pria itu pun tersenyum formal, sedangkan perempuan pelukis di sebelahnya wajahnya langsung pucat pasi.


"Mereka sudah akrab, jadi ceritaku waktu itu... Pria di sampingku ini sudah tahu?" Tanya perempuan itu dalam hati.


"Oh iya, kejadian waktu masa SMA itu, aku minta maaf, ya. Aku sama sekali gak nyangka efeknya bisa sejahat itu." Ucap Mara dengan penuh penyesalan.


Lantas Mara pun memegang sebelah tangan perempuan pelukis itu yang tidak menggaet lengan prianya. "Asal kamu tahu, semenjak aku dan Delon lakukan klarifikasi, sekolah menarik lagi surat keputusan kamu dikeluarkan dari sekolah. Keluarga kamu juga pada nyariin kamu. Tapi kamu benar-benar hilang ditelan bumi."


Setelah mendengar pernyataan Mara, Delon pun juga menimpali.


"Maafkan aku. Aku juga waktu itu masih sangat labil. Aku gak mikir kejadian itu berdampak apa ke kamu di masa depannya. Tapi lihat dirimu sekarang. Ternyata dengan bakat yang kamu miliki, kamu bisa menjadi wanita cantik yang sangat sukses. Aku tidak menyangka, lukisan-lukisan indah  yang selama ini menghiasi interior gedung kantorku ternyata berasal dari tangan mantan kekasihku."


Lantas Delon pun lanjut bertanya "omong-omong, pria hebat disebelahmu itu siapa mu?"


"Oh, iya. Aku adalah kekasih dari nona manis ini. Beruntung sekali diriku, bukan?" Ucap pria itu sambil menjabat tangan Delon dengan senyum sumringah. Lantas Delon pun membalas jabatan tangan itu.

__ADS_1


Setelah perkenalan itu, pria yang mengaku kekasih nya, Delon, dan Mara kembali berbicara mengenai masalah bisnis yang sama sekali tidak dimengerti oleh pelukis itu. Perempuan itu sama sekali tidak mengerti, walaupun ia berada di sekitar orang-orang hebat itu, entah mengapa dirinya merasa semakin mengecil dan tidak layak. Ia semakin merasa tidak layak untuk bersanding dengan pria yang selama ini mengaku sebagai kekasihnya itu. Keadaan tidak nyaman itu entah mengapa membuatnya ingin meninggalkan ruangan pameran itu. Ia merasa sangat tidak layak.


"Aku permisi dulu, ya. Tidak enak rasanya menganggu obrolan kalian." Ucap perempuan itu sambil menundukkan kepala. Perempuan itu juga melepaskan gaetan tangannya dari lengan pria itu.


"Hei, kamu mau ke mana? Ini kan acaramu." Ucap pria itu. Sedangkan Mara dan Delon juga melihat ekspresi aneh dari teman semasa SMA nya yang saat itu menjadi viral karena mendadak menghilang.


"Aku hanya tidak mau mengganggu obrolan kalian. Sepertinya sangat penting. Oh iya, bukan hanya Mara dan Delon, para tamu yang diundang ke acara ini juga para pebisnis besar yang pastinya kamu tahu siapa saja mereka. Jadi silahkan berbicara dengan mereka juga." Ucap perempuan itu sambil tersenyum yang agak dipaksakan.


Melihat gelagat mencurigakan dan ekspresi wajah yang terlihat tidak baik-baik saja pria itu menjadi agak kuatir. Tapi pria itu tidak mungkin meninggalkan obrolan dari teman-teman pebisnisnya ini. sedangkan Mara dan Delon yang melihat hal itu juga merasakan hal yang sama.


Sambil meninggalkan mereka bertiga, perempuan itu menahan habis-habisan air matanya supaya tidak keluar. Perempuan itu entah mengapa merasa dirinya tidak layak untuk hadir di acara pameran ini. Walaupun memang acara ini adalah acara miliknya, dan para pebisnis itu, adalah mereka yang rela mengeluarkan uang puluhan juta untuk membeli karya-karyanya, namun perempuan itu merasa derajatnya sangat kecil dan tidak pantas berada di tengah-tengah mereka.


Perempuan itu pun juga sama sekali tidak menyangka, kalau pria yang semenjak pergi berobat ke rumah sakit bersama dirinya itu bersikap lebih manja dan manis itu ternyata adalah salah satu dari mereka. Pria yang selalu merasa tidak dapat kehilangan dirinya ternyata adalah seorang yang sangat hebat dan terpandang. Jadi seharusnya pria itu sebentar lagi akan menemukan perempuan yang pantas untuknya.


Langkahnya yang cepat dan air matanya yang sebentar lagi akan jatuh itu secara tidak sadar mengantarkan perempuan itu menuju ke luar gedung pameran. Di parkiran itu, di tempat yang tersembunyi, perempuan itu mengeluarkan segala air matanya. Ia menangis sesegukan dan saat itu juga ia memutuskan untuk pulang sendirian. Meninggalkan pria yang tadi datang bersamanya.


Sedangkan di lain sisi, pria yang telah ditinggal pasangannya itu wajahnya pun terlihat semakin ketakutan. Ia merasa kalau ia semakin merasa tidak aman ketika nona manisnya sedang tidak berada di dekatnya. Padahal semua orang yang ada di pameran lukisan ini adalah orang-orang yang mengenal sangat baik tentang dirinya dan tidak berani melakukan hal-hal buruk pada dirinya. Namun entah mengapa itu semua rasanya tidak membuatnya cukup aman. Pria itu saat ini sangat membutuhkan nona manisnya berada di sisinya saat ini.


Sedangkan Mara dan Delon juga melihat ekspresi ketakutan dari wajah pria di depan mereka.


"Kamu tidak kenapa-napa? Wajahmu kenapa jadi pucat?" Tanya Delon.

__ADS_1


"Dimana nonaku?" Tanya pria itu ketakutan.


__ADS_2