
Flashback pelukis perempuan ketika ia masih sekolah menengah atas. Part 1
---
"Aku sama sekali tidak merebut pacarmu, Mara..." Teriak perempuan berkulit sawo matang berkacamata itu kepada Mara, seorang siswi populer di sekolahnya itu.
"Jangan bohong! Jelas-jelas Delon itu pacar aku! Kenapa kamu malah dengan pedenya dekatin dia, hah!? Kamu pelet pakai apa pacarku itu!?" Bentak Amara.
Amara yang adalah siswi populer dengan parasnya yang sangat cantik itu sama sekali tidak menyangka kalau Delon, seorang siswa yang juga populer di sekolah itu malah didekati dengan perempuan kutu buku itu.
"Kamu pikir Delon itu naksir sama kamu!? Kamu jangan kegatelan jadi orang! Mau numpang tenar sampai Delon milikku kamu goda!?" Amara sama sekali tidak mau menerima kenyataan kalau pria pujaannya justru didekati oleh perempuan kutu buku paling culun di sekolah itu.
"Tapi Delon itu memang pacarku, Mara. Delon itu milikku" ucap perempuan itu dengan nada bergetar. Sedangkan air matanya sudah tidak dapat ia bendung lagi. "kamu jangan dekati Delon, ya..hiks" Perempuan itu, di depan banyak siswa yang menonton acara labrakan itu bersimpuh di depan Mara, supaya Delon tetap bersama dirinya.
"Heh! Emangnya siapa kamu!? Ngelarang-larang Amara mendekat pria manapun!? Hah!" Lantas siswi temannya Mara yang sedari tadi berdiri di belakang perempuan itu langsung menginjak punggung perempuan tersebut. Sehingga perempuan tersebut pun tersungkur di lantai lorong kelas. Sedangkan kacamata perempuan tersebut pun jatuh kacanya menjadi retak.
Perempuan yang kini tertidur tengkurap di lantai itu menyadari kalau kini hidungnya mengeluarkan darah karena terantuk lantai dengan sangat keras. Namun rasa malu dengan keadaannya saat ini jauh lebih menyakitkan daripada luka di hidungnya itu. Perempuan tersebut hanya bisa menangis sesegukan.
"Mara, kamu boleh mengambil apapun dari aku, tapi jangan Delon, ya. Aku mohon, aku cinta dia" Ucap Perempuan itu masih memohon. Dadanya kini semakin sesak, namun perempuan itu berusaha untuk tetap bernafas.
"Kamu pikir aku bisa simpati dengan kamu? Apa kamu pikir kamu itu cantik sampai bisa membuatku simpati kepadamu? Apa aku tertarik dengan semua yang kamu punya?" Tanya Amara yang kini bersikap sangat angkuh. Lantas Amara tiba-tiba menginjak kepala perempuan itu dan mengacak rambut perempuan itu dengan alas sepatunya "jangan ngimpi kamu bisa mendapatkan Delon. Semua siswa disini gak ada yang tertarik sama kamu. Mereka jijik. Apalagi Delon. Ya, gak sayang?"
__ADS_1
"Iya, sayang. Jangan harap aku mau naksir sama kamu, perempuan culun murahan" Ucapan Delon yang tiba-tiba membuat hati perempuan itu menjadi semakin sakit.
Ketika Perempuan itu berusaha melihat ke atas, ia melihat Delon dan Amara tengah berciuman di hadapan seluruh siswa yang menonton adegan tersebut. Lantas para siswa yang melihat adegan tersebut bersorak kesenangan melihat adegan romantis di atas penderita orang lain itu. Perempuan itu hatinya menjadi semakin sakit.
"Delon, kamu itu pacarku. Milikku kamu kenapa selingkuh? Apa karena aku culun, jelek, bodoh, dan tidak populer juga tidak kaya?" Tanya perempuan itu sambil sesegukan.
"Asal kamu tahu, hei perempuan jelek. Aku sudah tidak tertarik kepadamu. Amara jauh lebih baik daripadamu. Dari segi manapun. Mulai sekarang kita putus. Aku jijik bila kamu dekati atau sentuh aku lagi" Hati perempuan yang sudah retak itu akhirnya menjadi hancur berkeping-keping. Rasanya sangat menyakitkan, ditambah lagi Delon yang tidak peduli justru menciumi Amara dengan semakin mesra dan panas.
Setelah Amara, Delon dan teman Amara yang tadi menginjak punggung perempuan itu telah berlalu usai menjadi pusat perhatian di jam istirahat. Perempuan itu masih tersungkur. Lantas perempuan yang masih menangis sesegukan menahan rasa sakit hatinya yang sudah tidak tertahankan lagi itu berusaha berdiri, sedangkan kedua tangannya sudah gemetar, tiba-tiba salah satu tangan perempuan itu ditendang oleh seorang siswa, sehingga perempuan itu kembali terjatuh.
"Cewek kegatelan itu harusnya bersatu sama sampah! Gak pantes sekolah di sini!" Teriak seorang siswa. Lalu tiba-tiba perempuan itu dihujani oleh banyak sampah dari sebuah tong sampah di dekatnya. Setelah itu tong sampah tersebut dilempar ke perempuan tersebut.
Setelah beberapa saat tenaganya terkumpul, akhirnya perempuan itu bangkit berdiri pelan-pelan lalu ia mengambil kacamatanya Dengan kacanya yang sudah retak dan bingkainya itu yang sudah agak penyok. Dengan langkahnya yang gontai, ia berusaha supaya bisa masuk ke kelasnya karena jam pelajaran juga sudah dimulai.
---
Penderitaan perempuan itu di hari itu masih belum selesai. Ketika ia sudah masuk ke dalam kelas, ia justru melihat mejanya yang lebih dengan kata-kata kasar yang menyakiti hatinya.
Perempuan itu berusaha menghapus kata-kata 'wanita kegatelan', dan 'wanita murahan', juga '***** gak laku' tersebut. Namun sayangnya tulisan itu ternyata ditulis dengan spidol permanen. ketika perempuan itu sambil dengan tangisan depresinya berusaha menghapus kata-kata yang sangat merendahkan dirinya itu dengan telapak tangannya. Perempuan itu justru lagi-lagi menjadi biang keriuhan di kelasnya saat itu.
"Heh Wanita *****! Bikin bau kelas ini aja!" Teriak seorang siswa yang disertai gelak tawa seluruh siswa di kelas itu.
__ADS_1
"***** gak pantes ada di sini, pak! Keluarin aja dia! Bikin malu sekolah kita aja" seru siswa lainnya.
"Memangnya ada ***** gak laku di sekolah ini? Jangan bikin malu instansi, lah" Tanya pak guru di sekolah itu yang sambil menahan emosi.
"Tuh, pak. Siswi bau sampah yang baru datang padahal jam pelajaran udah dimulai daritadi." Seru siswa lainnya.
"Asal bapak tahu saja. Dia itu sambil pamer-pamer aurat baru aja abis kepergok godain Delon. Itu, lho pacarnya Amara" Ucap siswi lainnya sehingga membuat bapak guru itu menjadi semakin murka.
"Aku gak ngelakuin itu!" Teriak perempuan itu histeris. Sedangkan bapak guru itu semakin melotot ke arah perempuan itu.
"Wanita kegatelan mana ada yang ngaku!?" Teriak siswa lain. "Asal kamu tahu! Semua siswa dan guru di sekolah ini sudah tahu kalau kamu selalu menjajakan diri kepada Delon. Oh atau mungkin kepada om-om hidung belang supaya mendapatkan kenikmatan sesaat, kan!?"
"AKU GAK NGELAKUIN ITU" Perempuan itu semakin histeris mendapatkan gosip pencemaran nama baik yang terlalu parah itu.
Pak guru yang sudah muak dan jijik akan berita perempuan yang bau sampah itu ternyata menjual dirinya itu segera mendatangi siswi yang menjadi biang kerok berisiknya kelasnya saat ini.
"Besok panggil kedua orangtuamu. Mulai besok, kamu sudah tidak sekolah di sini lagi. Kamu dikeluarkan" ucap bapak guru itu geram.
"Tapi aku gak ngelakuin itu, pak..."perempuan itu kembali menangis.
"Saya tidak mau dengar apapun lagi! Mulai besok kamu bukan siswa di sekolah ini lagi!"
__ADS_1