
Perempuan itu kini sudah sampai di rumahnya. Dengan terisak-isak ia pun membuka pintu rumah dan memasuki ke dalam rumah. Yang tanpa ia sadari ia lupa untuk mengunci pintu. Dalam isakannya, perempuan itu berpikir kalau pria yang selama ini bersama dirinya tidak akan kembali lagi ke rumah ini. Mara dan Delon sudah pasti akan membawa pria yang selama ini mengisi kekosongan hatinya dan hidupnya itu. Entah akan dibawa kemana.
Lantas, setelah beberapa saat berganti pakaian dengan yang lebih nyaman, perempuan itu pun melampiaskan rasa patah hatinya itu dengan melukis. Ia awalnya fokus melukis mengenai kekosongan hatinya dengan menggambar sebuah ruang yang kosong. Yang tentunya dengan tangannya ruangan kosong itu terlihat sangat estetik.
Awalnya perempuan itu mampu menghentikan tangisannya dan fokus dengan imajinasinya, namun lambat laun, memorinya mengenai saat dirinya mengajari pria itu cara melukis tiba-tiba semakin muncul. Lantas rasa sakit hati yang amat parah itu pun muncul lagi.
Perempuan itu yang tidak mampu melanjutkan lukisannya itu hanya bisa menangis sesegukan dan tidak mampu melihat kanvas di depannya. Setelah beberapa saat mencoba menenangkan hati, sedangkan tangannya masih tidak mau bergerak, perempuan itu pun kembali mencoba melukis. Namun ternyata sebuah goretan yang salah membuat pelukis itu semakin emosi.
Perempuan itu pun kemudian marah sejadinya. Sambil menangis histeris ia pun memporak-porandakan gambar di kanvas itu yang masih belum jadi. Ia terus mencoret asal lukisan itu sampai akhirnya ia puas meluapkan segala emosinya.
Setelah puas, sadar kalau dirinya kini sedang sangat tidak produktif, perempuan itu sambil sesegukan pergi menuju kamarnya. Lantas sambil menangis ia pun memejamkan matanya untuk segera tidur. Berharap dengan tidur bisa membuatnya melupakan sosok pria misterius yang berhasil membuatnya patah hati. Karena perempuan itu tidak akan bisa meraih pria misterius yang selalu mengisi hatinya dan hidupnya itu.
---
"Di mana nonaku. Aku tidak bisa jauh darinya... Di mana nonaku..." Tanya pria itu yang wajahnya semakin terlihat ketakutan.
Melihat ekspresi tidak wajar dari pria hebat yang ada di hadapannya itu, Delon pun bersikap tenang. Delon dan Mara sangat yakin kalau dalam situasi seperti ini mereka berdua tidak boleh ikut-ikutan panik. Tetapi mereka harus bisa menyelamatkan pria dihadapannya ini.
__ADS_1
"Delon. Kamu bisa cari tahu kan dia sekarang ada di mana? Kita tidak bisa membiarkan investor kita ini dalam keadaan seperti ini." Ucap Mara.
"Aku bisa melacaknya. Tapi aku butuh nomor ponselnya. Coba kamu tanyakan pihak penyelenggara. Biar aku di sini mengamankannya. Dia tidak bisa ditinggal sendirian." Ucap Delon. Lantas Mara pun segera mencari pihak penyelenggara untuk mencari tahu nomor ponsel teman semasa SMA nya itu.
"Ini, aku sudah mendapatkannya. Segera lacak posisinya." Ucap Mara setelah beberapa saat mencari nomor ponsel tersebut. Lantas Delon pun segera melakukan tugasnya. Dan beberapa saat kemudian, pasangan Mara itu menyunggingkan senyumnya sambil melihat ponselnya.
"Lihat, nona mu ini ternyata memang tidak kemana-mana. Kamu pasti tahu alamat ini." Ucap Delon sambil menyunggingkan senyumnya dihadapan pria itu dan Mara.
"Kamu menemukannya? Secepat itu?" Tanya Mara tidak percaya. Sedangkan pria yang juga melihat layar ponsel Delon itu juga kini sudah terlihat merasa aman.
"Aku tahu alamat itu. Ternyata nonaku tidak kemana-mana." Ucap pria itu dengan nada bicara yang tenang. Kini wajahnya kembali normal dan tidak pucat pasi lagi. Sedangkan kini wajah pria itu tersungging senyum manis.
"Memangnya ini alamat apa?" Tanya Delon.
"Itu alamat rumah nonaku. Aku dan nonaku memang tinggal di sana." Ucap pria itu sambil menorehkan senyum sayang kepada layar ponsel itu.
"Ah, kami bisa antarkan kamu pulang. Tapi sebelumnya aku ingin mengikuti acara pelelangan dulu. Ada lukisan yang ingin sekali aku beli." Ucap Delon, disertai anggukan Mara.
__ADS_1
"Kamu harus tahu betapa hebatnya nonamu itu. Sampai bisa membuat para pebisnis yang diundang ke pameran ini rela merogoh uang puluhan juta untuk membeli karya-karyanya. Aku sangat yakin kamu akan sangat bangga." Ucap Mara.
---
Beberapa saat kemudian acara pelelangan itu tiba, semua tamu undangan pergi menuju sebuah aula dan duduk di bangku yang telah disediakan. Lantas, dengan sikap elegannya, para tamu undangan itu pun duduk dengan beberapa yang saling mengobrol dengan suara yang tidak terkesan bising.
Pemandangan seperti ini memang pernah meninggalkan pengalaman buruk bagi pria yang kini tengah duduk satu meja dengan Mara, Delon, dan dua tamu lainnya. Pria itu masih ingat ketika penculik dan pelelang tubuhnya itu tengah mempertontonkan lubang anus pria itu kepada para tamu undangan demi mendapatkan harga lelang tertinggi.
Walaupun begitu, pengalaman buruk itu entah mengapa tidak membuat pria itu ketakutan. Ia merasakan walaupun fisik perempuan pujaannya itu kini tengah berada di rumahnya, namun karya-karya nya yang akan dilelang itu membuatnya merasa bahwa pelukis itu masih berada di sini.
Acara pelelangan lukisan itu berjalan dengan cukup alot. Semua pebisnis kecuali dirinya terus memasang harga-harga tinggi yang mencapai puluhan juta untuk mendapatkan lukisan yang menjadi incaran mereka. Bahkan Delon dan Mara pun juga ikut-ikutan memasang harga di atas 20 juta untuk mendapatkan lukisan incaran mereka pada pameran kali ini.
Dan untungnya, melewati persaingan antar pebisnis yang cukup fantastis itu, Delon dan Mara pun berhasil mendapatkan lukisan incaran mereka. Ketika sepasang kekasih itu mendapatkan lukisan incaran mereka, mereka berdua pun memajangkan senyum tersungging di wajahnya.
Lantas, acara pelelangan lukisan itu pun selesai karena semua lukisan karya nona pelukis itu sudah habis. Tidak semua tamu undangan mendapatkan lukisan karya nona manis milik pria itu. Walaupun pria itu tidak mendapatkan salah satu dari karya perempuan pujaannya itu, namun pria itu sama sekali tidak berkecil hati. Ia justru merasa sangat bangga akan perempuan yang mampu menghangatkan hatinya itu.
Pria itu sama sekali tidak menyangka kalau setiap karya lukis yang dihasilkan pelukis itu harganya bisa mencapai puluhan juta, di setiap karyanya. Bahkan sangat terlihat jelasĀ persaingan yang sangat sengit dari para tamu undangan demi mendapatkan salah satu dari lukisan tersebut. Sedangkan kalau ditotal dari hasil pelelangan pada hari ini, jumlah yang didapat ternyata mencapai sekitar delapan ratusan juta. Sungguh harga yang sangat fantastis.
__ADS_1
"Kamu lihat, kan betapa hebatnya nona mu itu. Setiap karya lukis yang dibuat dari tangannya itu semuanya sangat berkelas. Bahkan mereka semua mampu mengeluarkan harga yang tidak sedikit untuk mendapatkan salah satu dari karya-karya itu." Ucap Delon, ketika dirinya dan Mara telah membayar untuk mendapatkan lukisan incaran mereka.
Melihat dengan mata kepalanya sendiri betapa hebatnya acara pelelangan tersebut, pria itu pun menjadi semakin bangga akan perempuan pelukis pujaan hatinya itu. Dan kini pria itu kembali menorehkan senyum manisnya.