Karenamu Dan Teh Manis Hangat

Karenamu Dan Teh Manis Hangat
Bertemu yang Dirindukan


__ADS_3

Padahal sudah seminggu semenjak acara pemberkatan pernikahan itu, namun sampai kini perempuan itu masih tidak dapat menyangka kalau pria di sebelahnya kini benar-benar telah berada di dalam genggamannya.


Di negara ini, di negara bukan asalnya, perempuan itu kini telah menjadi seorang nyonya. Ia sama sekali tidak menyangka kalau pria yang ternyata disegani oleh para kaum elit itu kini telah menjadi pasangan hidupnya.


Perempuan itu sampai saat ini masih tidak menyangka juga, kalau dirinya kini bisa memeluk pria yang saat ini masih tertidur pulas disebelahnya.


Setelah melalui malam yang begitu indah, di kamar yang sangat besar dan berkelas, ia kini dapat memeluk erat pria yang tertidur, yang tubuhnya kini hanya tertutup selimut satin berwarna merah.


Perempuan itu bangun terlebih dahulu dan ia masih merasa sangat nyaman ketika dirinya dapat mencium aroma pria yang begitu maskulin dan seksi, sedangkan jemarinya kini tengah bermain-main di daerah dada pria di sampingnya yang merangkulnya itu.


"Hmmm kamu sudah bangun, sayang?" Tanya pria itu yang tersadar area dadanya tengah dipermainkan oleh jemari istrinya. Lantas ia pun membuka matanya dan mencium ujung kepala perempuan yang kini sedang rebahan di sebelahnya.


"Kebiasaan kamu buat tidur telanjang bulat itu tidak mau hilang, ya." Kini tangan perempuan itu kembali masuk ke dalam selimut, perempuan itu kini sudah tidak malu-malu lagi menyentuh area vital pria yang kini resmi menjadi suaminya itu.


"Hmmm.... Kamu sekarang sudah lebih berani, nyonya manisku. Apakah yang semalam kamu masih belum puas?" Tanya pria itu sambil memegang tangan perempuannya yang kini sedang *******-***** alat vitalnya.


"Tumben kamu gak manggil aku nona manis lagi."


"Sebutan nona karena kamu saat itu belum menikah, sayang. Dan kini aku sudah terikat olehmu karena suatu pernikahan. Jadi kamu sekarang namanya nyonya manis." Lantas pria itu pun kini ******* habis mulut perempuan yang kini resmi menjadi istrinya itu.


"Sayang, aku mau kasih kamu kado pernikahan." Ucap pria itu setelah ia beranjak dari tempat tidurnya. Kini tubuh telanjang bulat pria itu terlihat sangat jelas. Walaupun sudah menikah, ternyata pahatan sempurna di tubuh pria itu sama sekali tidak berubah. Masih terlihat sangat indah dengan otot-otot indahnya yang terbentuk dengan sangat jelas.


"Kado pernikahan?" Tanya perempuan itu sambil beranjak juga dari tempat tidurnya. Ia ingin bersiap-siap untuk mandi.


"Aku ingin kamu bertemu dengan seseorang. Kado pernikahan dari ku ada di orang itu soalnya. Pagi ini kita langsung bertemu dengan mereka." Ucap pria itu menjelaskan.

__ADS_1


"Baiklah, sebaiknya aku mandi dulu. Selepas sarapan kita pergi menemui orang yang kamu maksud, ya." Lantas perempuan itu segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan pria itu menunggu perempuannya sambil berolahraga pagi.


---


"Kita ke rumah orang?" Tanya perempuan itu ketika pasangan suami istri itu telah tiba di sebuah rumah yang tidak begitu besar dibandingkan rumah suaminya itu. Namun rumah itu memiliki pekarangan yang cukup luas yang dihiasi dengan berbagai bunga. Sedangkan di rumah yang hanya satu tingkat itu tidak mempunyai pagar.


"Iya, di sini rumahnya. Ah, aku benar-benar tidak sabar untuk mempertemukan mu dengan mereka." Lantas pria itu pun langsung berjalan menuju pintu masuk rumah itu.


"Mereka?" Tanya perempuan itu dalam hati. Dan ia pun hanya bisa mengikuti suaminya itu dari belakang.


"Hei sudah lama tidak ketemu. Bagaimana pernikahan kamu? Lancar?" Tanya perempuan yang membuka pintu rumahnya.


Perempuan yang adalah ibu rumah tangga itu berperawakan sangat anggun, dan wajahnya masih sangat cantik. entah mengapa, walaupun wajahnya kini sudah dihiasi berbagai keriput, dan rambutnya kini mulai beruban, namun wajah ibu rumah tangga itu sama sekali tidak berubah.


Wanita pelukis itu sama sekali tidak menyangka kalau setelah bertahun-tahun lamanya tidak bertemu, kini ia kembali lagi dapat bertemu dengan perempuan anggun yang pernah menghiasi kehidupannya ke arah yang lebih baik.


"Nak... Kemarilah nak, peluk mama." Lantas perempuan itu pun langsung berhambur ke pelukan ibu rumah tangga itu. Sedangkan pria yang tadi bahunya tersenggol oleh istrinya itu sama sekali tidak marah akan kelakuan yang tidak disengaja itu, ia justru senang akhirnya bisa mempertemukan perempuan pujaannya itu kepada keluarga yang telah menjadi support system itu.


Pria itu pun memandangi kejadian indah itu dengan tersenyum puas. Ekspresi apa yang terlihat memang benar-benar sesuai dengan ekspektasi nya.


"Ayo, nak. Kamu harus ketemu sama papa dan dedek. Mereka pasti tidak menyangka kalau kamu sedang bertandang ke rumah ini." Ajak ibu paruh baya itu sambil merangkul bahu perempuan itu masuk ke dalam rumah. Sedangkan pria yang sedari tadi menyaksikan adegan itu ikut masuk ke dalam rumah dan menutup pintu.


---


"Pa, nak, lihat siapa yang datang ke rumah kita." Panggil ibu itu ketika sesampainya mereka di ruang makan. Karena di saat pria paruh baya itu dan seorang remaja lelakinya tengah berada di sana.

__ADS_1


"Lho, kakak! Ini beneran kakak, kan?" Seru remaja lelaki itu tidak percaya. Lantas remaja itu langsung menghampiri perempuan itu dan menatap perempuan itu dengan tatapan takjub.


"Iya, dik. Ini kakak... Apa kabar kamu?... Kakak dengar... Kamu sudah jadi pelukis terkenal... Ya?" Tanya perempuan itu dengan suara yang bergetar. Dan kini air matanya yang sedari tadi berusaha dihapusnya berkali-kali tidak mau berhenti mengalir.


"Kak... Makasih banget buat ilmunya waktu itu. Aku akhirnya berhasil meraih mimpiku karena kakak." 


"Sama-sama, dik.... Hiks." Lantas perempuan itu menoleh ke arah suaminya.


"Kalau mau peluk, silahkan." Ucap pria itu yang tahu keinginan istrinya saat itu. Lantas, karena sudah tidak tahan lagi mereka berdua langsung berpelukan, melepas rasa rindu yang sudah ditahan selama bertahun-tahun menyiksa dirinya.


"Nona, kamu sekarang sudah lebih cantik, ya. Sudah semakin sukses, pula. Ayah bangga sama kamu." Ucap pria paruh baya itu sambil mengelus rambut perempuan yang sedang memeluk anak lelakinya itu.


"Pa..." Lantas perempuan itu melepaskan pelukannya dari remaja lelaki itu. Ia kini melihat wajah pria paruh baya yang waktu itu pernah memberikan harapan untuk masa depannya.  Ia sama sekali tidak menyangka kalau dirinya bisa bertemu dengan sosok itu lagi.


"Sini, nak. Peluk ayah" lantas perempuan itu pun kini berhambur dalam pelukan pria paruh baya itu dan ia menangis di dalam pelukannya.


"Selamat, ya nak. Kamu sekarang benar-benar menjadi seorang wanita sukses." Ucap pria itu sambil mengelus-elus rambut perempuan yang sedang menangis sesegukan dalam pelukannya.


Pria yang kini resmi menjadi milik wanita pelukis itu pun kembali tersenyum puas ketika melihat perempuan pujaannya itu kini bertemu dengan keluarga support system nya itu. Senyumnya itu pun semakin melebar ketika keempat orang itu sedang berpelukan erat menuntaskan rasa rindunya.


"Sayang... Hiks..." Perempuan itu yang sudah puas memeluk keluarganya berjalan ke arah suaminya sambil tersedu-sedu.


"Kenapa, sayang? Apakah kamu senang dengan kado pernikahan kita dari ku? Huh?" Tanya pria itu sambil mengelus-elus rambut pujaan hatinya itu.


"Iya, sayang. Senang sekali... Makasih, ya... Hiks." Lantas perempuan itu pun memeluk suaminya di depan keluarga  pengusaha itu.

__ADS_1


"Sama-sama, sayang." Lalu pria itu pun memeluk perempuan itu dan mencium ujung kepalanya. Sedangkan tatapan pria itu melihat ke semua anggota keluarga itu dengan senyum manisnya. Begitupun juga anggota keluarga itu.


__ADS_2