
Selesai mencurahkan segala unek-unek nya kepada pria di sebelahnya, perempuan itu kini merasa sangat lega, sedangkan orang yang sedari tadi mendengarkan cerita perempuan itu masih memandangnya sambil menyeruput teh manisnya.
Perempuan tersebut kini sudah duduk secara tegak, ia pun duduk menghadap pria di sampingnya.
"Terimakasih sudah mendengarkan curhatku" lalu pria itu pun mengangguk mantap.
Walaupun baru sehari, perempuan itu kini tidak lagi merasa deg-degan dengan pemandangan indah yang diperlihatkan oleh pria tersebut. Perempuan itu tidak lagi merasa malu melihat tubuh yang terpahat sempurna itu dan tidak panik ketika secara latah lagi menyentuh bagian tubuh dari pria itu.
Setelah itu, perempuan yang sampai sekarang masih belum mendapatkan ide untuk lukisannya hari ini langsung rebahan dengan paha pria di sebelahnya sebagai bantalnya. Tersadar melihat kelakuan perempuan tersebut, pria itu menaruh gelas berisi teh manis hangat itu di meja sebelah sofa. Dan lalu ia akhirnya bisa menikmati betapa lembutnya rambut perempuan pelukis itu ketika ia kembali mengelus kepala perempuan tersebut. Sedangkan wajah pria itu memandangi kepala perempuan yang kini sedang merasa nyaman dengan posisinya saat ini.
Merasakan pria itu yang kini mengelusi kepalanya dengan lembut, perempuan itu pun merasa sangat nyaman. Ia lalu memejamkan kepalanya menikmati sentuhan tersebut dan mulai mengkhayal.
---
Awalnya, perempuan itu membayangkan bagaimana nanti hangatnya ketika pria ini sedang menghabiskan waktu bersama dengan dirinya. Apalagi ketika ia mengajarkan pria itu melukis. Mengingat pria itu ingin sekali belajar melukis.
Ia juga merasakan bagaimana tiap hari harus menyetok bahan-bahan teh manis hangat, karena pria yang sekarang ini tinggal serumah dengannya nampaknya sangat menyukai minuman hangat itu.
Perempuan itu pun menjadi tersenyum akan lamunannya. Namun tiba-tiba lamunannya menjadi sendu, ketika ia menyadari kenyataan yang terjadi setelahnya.
Perempuan menyadari kalau pria di sebelahnya tidak terus-menerus ada di sekitarnya. Ada kalanya ia harus berpisah dengan pria yang akhir-akhir ini akhirnya menerima dirinya dan menemani hari-harinya. Entah sampai kapan. Namun pasti ada saatnya mereka berdua akan berpisah.
Bagaimanapun, ia harus merelakan kepergian pria ini. Ada kalanya nanti pria yang sangat perhatian ini akan menemukan sosok yang jauh lebih baik daripadanya. Sosok yang jauh lebih sempurna. Baik dari bentuk fisik, penampilan, maupun otak, dan karakter. Bahkan dari finansialnya. pokoknya jauh lebih sempurna daripadanya sehingga perempuan itu tidak mampu menandingi pasangan di saat depan dari pria itu.
__ADS_1
Dan ada juga kala ia akhirnya kembali dengan kehidupannya semula, sebelum mengenal dirinya. Sebelum mengenal apa yang membuat pria itu terjebak di negara ini tanpa ada seorangpun yang ia kenal. Merasa terasingkan.
Selain itu, ada saatnya pria itu akan sembuh dari penyakit psikologinya yang selama ini membuatnya tanpa merasa malu sama sekali telanjang bulat di depan lawan jenis. Dan sama sekali tidak merasa tersinggung tiap dirinya memandang mesum pahatan indah yang terpampang di anggota tubuhnya yang sangat indah dan menggairahkan itu.
Suatu saat, mungkin dengan cara yang baik-baik, ia harus bisa merelakan kepergian pria yang kini sudah mulai mengisi hatinya ini untuk bisa lepas ke dunianya sendiri. Bahagia dengan kehidupannya tanpa hadirnya dirinya. Karena perempuan itu tidak mau mengekang pria ini. Walaupun ia sangat mencintainya. Ia tidak mau membuat pria ini hidup terkekang karenanya sehingga menimbulkan rasa benci.
Ia tidak tahu kapan pastinya, namun pasti ada hari itu.
Merenungi perkiraan yang akan terjadi, perempuan itu kini menemukan sebuah ide terbaru. Entah mengapa kehidupannya di masa mendatang ini layaknya kisah hidup seekor serigala yang akhirnya harus renta dan tua karena memang sudah waktunya.
Perempuan itu membayangkan nasib seekor serigala yang sudah pasti suatu saat nanti akan ditinggalkan gerombolannya. Setelah sekian lama memimpin, suatu saat mereka semua akan berpisah karena kehidupan masing-masing.
Lantas, ketika serigala itu sudah renta, dan ditinggalkan oleh keluarganya, serigala itu hanya diam menatapi rembulan di malam hari. Di tengah hutan.
Serigala itu meraung sendirian, namun mahluk malam yang terkenal bringas itu merasa sangat sendirian tanpa ada jawaban lain yang mendengar.
Kesendirian, kedinginan, itu yang akan menjadi tema lukisan perempuan tersebut. Sedangkan nasib serigala yang kesepian itu yang akan menjadi objek lukisannya.
---
Dalam matanya yang terpejam, tanpa sengaja air mata perempuan itu mengalir lembut. Membuat mata air di wajahnya yang sedang terlelap itu.
Pria yang menyadari kalau perempuan itu menangis dalam tidurnya ingin sekali membangunkan perempuan tersebut dan menanyakan penyebab perempuan tersebut akhirnya menangis. Bahkan ia juga ingin menghiburnya.
__ADS_1
Sebegitu menyakitkan nya kah penyakit mandek itu? Yang perempuan itu pernah bilang kalau mandek adalah hal yang paling ditakutkan oleh para pencipta karya seni.
Lantas, apakah rasanya sama menyakitkannya ketika kehilangan banyak uang karena salah prediksi atau telah menjadi korban penipuan? Atau lebih parah daripada itu?
Entah mengapa, pria itu tidak mengerti. Ia perlu mencaritahu. Banyak kehidupan dari perempuan yang telah mengisi kekosongan hatinya ini yang masih belum pria itu ketahui.
Ia ingin mengetahui lebih banyak, lebih dalam lagi.
Setelah beberapa saat, perempuan itu terbangun dari tidurnya, dari lelapnya. Dan ia pun menyadari kalau rambutnya kini sudah semakin berantakan.
Setelah puas tertidur sambil mengkhayal, perempuan yang tadi rebahan itu kini kembali duduk dari Sofanya. Lantas ia pun merapikan rambutnya yang sudah acak-acakan itu dan kembali mengikat rambutnya.
"Terimakasih. Sudah menyediakan pahamu sebagai bantalku" ucap perempuan itu tersenyum kepada pria di sebelahnya. Dan pria itu pun hanya terdiam. Membisu.
"Eh tadi aku nangis, ya? Hehehe" Ucap perempuan itu malu menyadari kalau ternyata dirinya menangis saat melamun tadi.
"Tadi kamu kenapa menangis?" Tanya pria itu sambil kembali mengambil gelas di samping meja itu. Lalu menyesapnya. "Apakah ketika pencipta karya seni sedang merasa mandek, rasanya semenyakitkan itu?"
"Bukan. Tapi memang ada fenomena aneh yang normal, tapi itu akan selalu menjadi suatu hal yang dari dalam hati akan merasa sangat menyakitkan. Selembut apapun itu" jawab perempuan itu sambil tersenyum tulus.
"Fenomena apa itu? Aku boleh tahu? Tanya pria itu ingin tahu. Ia benar-benar penasaran akan apa hal yang membuat perempuan dihadapannya itu sampai menangis. Padahal hari ini pria itu merasa tidak melakukan kesalahan apapun yang membuat perempuan itu marah atau sedih.
"Nama fenomena itu adalah kehilangan. Perpisahan. Semua orang, cepat atau lambat sudah pasti akan merasakan saat-saat kehilangan dan perpisahan." Jawab perempuan itu dengan lembut.
__ADS_1
"Namun dari fenomena itu, kamu tahu apa yang paling menyakitkan di dalamnya?" Pria itu hanya menggeleng.
"Perpisahan dan kehilangan itu akan merasa sangat menyakitkan, ketika kita sudah sangat tulus mencintai hal yang harus hilang itu" lantas setelah mengucapkan hal itu, air mata perempuan itu kembali mengalir.