
"Nona, kamu yakin?" Tanya pria itu yang selesai bersiap-siap. Ia melihat perempuan itu sedang menyiapkan bekal untuk pria itu makan siang.
"Kamu harus, pulang. Kamu jangan terlalu kuatir sama aku. Aku aman-aman saja di sini." Jawab perempuan itu sambil memasukkan beberapa potong kue nona manis ke sebuah kotak makan. Lalu menutupnya dan menyerahkan ke pria yang berada di belakangnya.
Pria itu yang menerima kotak makan itu pun menaruhnya ke dalam tas, setelah selesai bersiap-siap. Perempuan dan pria itu pun ke luar rumah dalam keadaan rapi. Pria itu pun memerhatikan sekitar luar rumah dan lagi-lagi ia kedapatan beberapa perempuan memperhatikan dirinya, sedangkan si empunya rumah itu menutup pintu rumah dan menguncinya.
Beberapa saat kemudian taksi yang dipesan pun datang untuk menjemput mereka. Ketika mereka berdua di dalam mobil, suasana hening menghinggapi mereka. Tidak ada obrolan sama sekali.
Di dalam hening itu, pria itu ingin sekali mengobrol kepada perempuan di sebelahnya, namun niat itu ia urungkan karena ia merasakan kalau perasaan perempuan di sebelahnya seperti tidak sedang baik-baik saja.
Sesekali, ia menengok perempuan yang diam membisu itu dengan pandangan bingung. Tapi ia sama sekali tidak berani bersuara. Alhasil pria itu pun hanya diam dan memegang erat tas yang dipangkunya. Yang di dalamnya terdapat makanan kesukaannya. Sedangkan tatapannya pun tertunduk.
Sedangkan di sisi perempuan itu. Ia terus berusaha menghindar pertemuan matanya kepada wajah pria di sebelahnya. Perempuan itu berusaha untuk menahan diri supaya pria itu tidak tahu apa yang saat ini tengah ia rasakan. Karena satu kata saja keluar dari mulutnya, pasti akan ada air mata yang lagi-lagi akan tumpah.
Oleh sebab itu, perempuan itu pun hanya terus menatap jendela mobil demi melihat pemandangan jalanan yang dihiasi para orang-orang yang berlalu lalang. Kadang di sana juga terlihat beberapa kendaraan bermotor dan berbagai gedung pencakar langit. Pemandangan yang cerah di hari itu harusnya membawa hari menjadi cerah juga. Namun rasanya itu tidak berlaku bagi pasangan pria dan perempuan yang sedang duduk diam di dalam mobil itu.
Setelah beberapa saat mobil itu berkendara, akhirnya tempat yang menjadi tujuan utama mereka berdua pergi dari rumah itu telah sampai. Sebuah gedung pencakar langit dengan pemandangannya yang terkesan mewah. Walaupun begitu, pemandangan tersebut juga terlihat formal. Dengan berbagai macam tidak tembus pandang dengan beberapa mobil mewah yang terpakir di luar gedung itu.
Sedangkan ketika mereka berdua masuk ke dalam gedung tersebut, lantas ada seorang resepsionis yang memberikan salam formal dalam bahasa Inggris. Karena saat ini mereka telah sampai di gedung dubes.
"Selamat pagi, ada yang bisa dibantu?" Tanya resepsionis itu ramah. Dengan menggunakan bahasa Inggris, karena pria yang berada di sebelah perempuan itu terlihat seperti warga negara asing.
Mendengar salam itu, pria itu pun hanya tersenyum. Sedangkan di dalam pikirannya, ia sebenarnya bisa berbicara dengan bahasa ibu di negara ini. Hal itu disebabkan ia sudah sangat sering mendengarkan orang-orang disekitarnya berbicara dengan bahasa ibu. Apalagi semenjak ia tinggal bersama nona pelukisnya ini.
__ADS_1
"Kami ingin mengantarkan pria di sebelah saya ke negara asalnya. Boleh tahu prosedur nya bagaimana?" Tanya perempuan itu kepada resepsionis di depannya. Sedangkan pria di sebelahnya tetap tersenyum manis.
Lantas resepsionis itu pun segera memberitahu kemana pria dan perempuan itu harus melapor. Setelah itu mereka segera menuju ke tempat yang dimaksud.
---
"Baiklah. Jadi bapak ingin pulang ke negara bapak?" Tanya administrasi yang khusus mengurus kepulangan WNA itu sambil terus sibuk di depan komputernya.
"Iya, Bu. Saya ingin pulang." Ucap pria itu sambil tersenyum ramah.
"Apa alasan ingin pulang?" Tanya perempuan berpakaian formal itu.
Lantas, pria itu pun kini menceritakan apa yang telah terjadi pada dirinya sampai tiba di negara ini. Lantas administrator itu pun tertegun mendengar cerita kelam tersebut.
"Iya, Bu." Jawab pria itu.
"Baiklah, kalau begitu coba bantu saya untuk menemukan identitas bapak terlebih dahulu."
Lantas, pria itu pun bersikap kooperatif membantu pekerjaan administrator itu dengan menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan. Mulai dari nama, alamat, nama ibu, dan lain sebagainya. Sedangkan selagi pria itu sedang membantu administrator itu mencari database, perempuan itu hanya diam dan tidak begitu mengerti. Apalagi soal negara pria itu yang sejujurnya sama sekali belum pernah ia kunjungi.
Lantas, setelah mengetahui dan mengecek ulang seluruh data yang telah dikonfirmasi oleh pria itu, perempuan yang mencari database itu pun terkejut. Ia sama sekali tidak menyangka kalau kini ia tengah bertemu dengan seorang investor yang sangat terkenal di dunia bisnis itu.
"Kalau dilihat dari nama dan alamat, bapak ini investor yang terkenal di dunia bisnis itu, ya?" Tanya administrator itu tidak percaya. Ia lantas tidak menyangka kalau investor terkenal namun tidak diketahui wajah aslinya itu kini tengah berhadapan dengan dirinya.
__ADS_1
"Iya. Tapi saya sama sekali tidak menyangka kalau ibu tau tentang saya. Setelah saya memberitahu informasi itu." Jawab pria itu sambil tersenyum formal.
"Berarti sepertinya penculik itu sama sekali tidak tahu bapak. Makanya ia asal culik."
"Bisa jadi. Karena penculik itu adalah salah satu anggota sindikat penculikan dan penjualan ilegal. Namun penculik itu hanya suruhan. Jadi dia tidak tahu siapa aku."
"Asal bapak tahu saja, berita tentang hilangnya bapak itu sempat membuat negara asal bapak sampai heboh. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau orang sehebat bapak bisa sampai diculik."
"Oh, ya? Saya sama sekali tidak menyangka kalau beritanya bisa santer begitu. Tapi sekarang beritanya sudah mereda, kan? Sudah dua tahun kan kejadiannya?"
"Beritanya masih panas, tapi kalau wartawan bisa mengetahui berita terbaru mengenai bapak yang sudah ditemukan, pasti beritanya akan semakin panas."
"Lantas, hilangnya saya tidak berpengaruh kepada bisnis di sana, kan? Bagaimana keadaan perekonomian di sana pasca info hilangnya aku? Masih normal, kan? Tidak ada inflasi?"
"Ya syukurnya tidak ada inflasi. Tapi semenjak saat itu beberapa investor juga sedikit kuatir kalau mereka akan melebarkan sayap investasi ke beberapa pengusaha besar. Mungkin karena mereka juga takut jadi korban penculikan."
Lantas mereka berdua itu pun tertawa ringan. Sedangkan perempuan di sebelah pria itu sama sekali tidak mengerti apa yang mereka berdua bicarakan karena ia sama sekali tidak mengerti soal ekonomi dan bisnis. Jadi ia hanya memasang wajah bingung.
"Oh, iya bu. Kira-kira kapan saya bisa pulang?" Tanya pria itu lagi setelah selesai tertawa.
"Untuk proses selanjutnya segera kami urus, kira-kira 2 Minggu lagi bapak sudah bisa pulang. Lantas untuk sementara bapak bisa menginap dulu di sini."
"Oh tidak usah, Bu. Sampai hari itu tiba, saya akan tetap tinggal bersama kekasih saya ini." Lantas pria itu pun merangkul bahu perempuan di sampingnya. Lantas administrator itu tersenyum ramah kepada perempuan yang dirangkul oleh pria yang ternyata disegani itu.
__ADS_1