Karenamu Dan Teh Manis Hangat

Karenamu Dan Teh Manis Hangat
Kembali Ke Rutinitas


__ADS_3

Sesampainya di negara tujuan, kini sudah memasuki bulan musim dingin. Angin kencang yang berhembus pada malam hari di daerah bandara membuat pria itu mampu mengeluarkan uap dingin ketika ia sudah keluar dari pesawat.


Pria itu berlindung dari Coat hangat berwarna coklat susu yang dikenakannya saat ini. Ketika ia baru saja turun ke bawah, salju-salju kecil yang sesekali turun seperti rintik-rintik beberapa hinggap di tubuhnya.


Walaupun udara malam yang menyambutnya begitu dingin, sehingga kakinya kini yang mengenakan sepatu boot tengah menginjakkan salju yang lebat, namun rasa bahagianya karena akhirnya sudah sampai di negara asalnya itu membuatnya sama sekali tidak mengeluhkan udara dingin karena musim salju yang menimpanya saat itu.


Ingat udara dingin yang saat ini menimpanya, ia pun kini kembali teringat akan minuman kesukaannya semenjak mengenal perempuan pelukis itu. Ia sangat ingat ketika perutnya dan perasaannya yang tiba-tiba merasa sangat aman dan hangat ketika nona manis miliknya itu memberikannya minuman teh manis hangat itu. Mengingat momen manis itu, kini pria itu pun tersenyum malu. Hatinya tiba-tiba terasa sangat hangat dan pipinya memerah.


Setibanya di ruangan check out dan bagian lobby, setelah mengambil barang-barang miliknya dari pesawat cargo, pria itu memutuskan untuk sekedar menikmati secangkir teh manis hangat di sebuah restoran yang berada di sana. Setelah mendapatkan pesanannya itu, dan ia mengaduk-adukkan teh manis yang berisi gila pasir itu, ia pun melepaskan sarung tangan yang terbuat dari benang wol itu dan menyentuh cangkir teh manis itu dengan kedua telapak tangannya. Rasa panas yang keluar dari cangkir itu mampu menghangatkan tubuhnya.


Setelah tubuhnya kini terasa cukup hangat. Pria itu pun sesekali dengan pelan-pelan menyeruput secangkir teh manis hangat itu. Ketika ia tengah menikmati minuman itu bersama mengingat kembali momen-momen manis selama ia tinggal di rumah pelukis itu, tiba-tiba ia teringat kalau dirinya belum mengaktifkan kembali handphonenya.


Lantas, ia pun merogoh salah satu kantong di coatnya dan menemukan handphonenya yang tengah nonaktif itu. Setelah menunggu beberapa saat, handphone itu pun kembali aktif dan muncul beberapa pesan. Namun yang menarik perhatiannya adalah pesan yang berasal dari Delon.


"Lihat nona manismu itu. Dia sepertinya sangat berat berpisah denganmu." Tulis pesan Delon yang dilampirkan bersamaan dengan foto perempuan pujaan hatinya itu tengah menangis sesegukan dalam pelukan Mara.

__ADS_1


Ia yang melihat pesan itu pun kembali tersenyum manis. Lantas setelah beberapa saat terdiam menatap foto itu, ia langsung men zoom in foto tersebut, dan memperlihatkan secara jelas foto nona manisnya itu. Lalu lagi-lagi ia pandangi foto perempuan yang memakai baju kodok dan rambut yang dikuncir kuda itu secara seksama, selama beberapa saat. Sebelum akhirnya ia puas memandangi foto itu.


"Delon, sampaikan pada nona manis itu. Jangan lupakan aku, dan kita akan bertemu lagi." Tulis pria itu membalaskan pesan dari Delon.


Setelah pesan itu terkirim, ia pun kembali menyeruput teh manis hangatnya itu yang masih lumayan panas. Ia pun langsung memindahkan layar chatnya menuju layar browsing, ia penasaran bagaimana perkembangan perekonomian di negaranya saat ini. Wajahnya terlihat serius membaca beberapa artikel mengenai keuangan di negaranya yang kini terlihat agak stabil. dan juga, ia pun langsung mengerutkan dahi ketika ia membaca berita terkini mengenai sosok pengusaha yang kini menjabat sebagai orang terkaya di negaranya.


Yang membuatnya penasaran, pengusaha yang saat ini membuatnya penasaran itu ternyata berasal dari negara perempuan manis itu. Negara yang selama dua tahun ia tinggal di sana sebagai warga ilegal. Dan yang lebih mengherankan lagi, ketika ia mengulik-ulik, ternyata pengusaha ini mempunyai anak lelaki yang adalah seorang pelukis terkenal. Dan kini sudah menginjak remaja.


Tidak hanya itu, pengusaha yang menarik perhatiannya itu juga ternyata juga mempunyai beberapa koneksi penyelenggara pameran seni, salah satunya seni lukis yang tersebar di berbagai negara. Yang salah satunya adalah pihak penyelenggara yang selalu memamerkan karya lukis milik nona manis itu.


Bagaimana tidak? Selain sosok pria pengusaha itu yang mempunyai koneksi penyelenggara pameran seni lukis yang tersebar dimana-mana, sosok perempuan anggun yang ternyata kolektor lukisan-lukisan berkelas, juga sosok anak laki-laki yang beranjak remaja dengan prestasinya di dunia seni lukis yang gila-gilaan dan terkenal sampai internasional.


Awalnya ia ingin hanya berteman dekat dengan keluarga tersebut, dan barangkali bisa menjadi kado terindah bagi nona manisnya itu. Namun ketika ia melihat tapak tilas mengenai karir pengusaha itu, niatnya untuk sekedar menjadikan keluarga itu sebagai kado pernikahannya bagi nona manis itu sepertinya tidak hanya akan sejauh itu.


Ia melihat tapak tilas dan keadaan saham milik pengusaha itu tengah bagus-bagusnya. Dan kalau dilihat dari perkembangan perusahan itu di tiap tahunnya, ia melihat kalau perusahaan ini bisa menjanjikan benefit yang luar biasa baginya. Bagaimana tidak? Perusahaan yang dikelola pengusaha ini ternyata sudah sangat terkenal di mana-mana. Perusahaan itu sudah membuat produknya terkenal sampai di seluruh dunia, dan perkembangan konsumennya tiap tahun makin meningkat. Bahkan untuk beberapa tahun kedepannya, permintaan konsumen kelihatannya akan semakin meningkat.

__ADS_1


"Tidak ada salahnya mencoba. Sepertinya perusahaan ini menjanjikan sesuatu yang lebih." Ucap pria itu dalam hati. Ketika melihat diagram perkembangan saham di perusahaan itu.


Ketika ia melihat jam, waktu menunjukkan pukul 7 malam. Ia melihat waktu ini cukup untuknya untuk membuat janji bertemu dengan pengusaha itu. Ia cukup tertarik untuk mencoba berinvestasi di perusahaan tersebut, dan barangkali ia juga bisa mengulik-ulik informasi pribadi mengenai kehidupan pengusaha itu. Siapa tahu perkiraannya mengenai hubungan manis antara keluarga pengusaha itu dan nona manisnya itu memang benar adalah mereka.


Setelah berhasil mendapatkan nomor kontak milik pengusaha itu, tidak mengulur waktu lebih lama lagi, ia berusaha menghubungi pengusaha tersebut. Selagi suara sambungan tengah terhubung di handphonenya, lagi-lagi ia menunggu dengan sikap santai dan sesekali menyeruput teh manis hangatnya yang kini sudah sedikit kehilangan rasa panasnya.


"Halo, selamat malam. Apakah benar, bapak adalah pengusaha yang saat ini tengah naik daun itu?" Tanya pria itu setelah teleponnya telah diangkat oleh pemilik nomor tersebut.


"Iya, benar. Ada apa? Apa ada keluhan?"


"Tidak pak. Saya melihat perkembangan bisnis bapak yang setiap tahun semakin meningkat. Dan saya lihat sepertinya kedepannya harga saham bapak semakin meningkat. Saya ingin berinvestasi di perusahaan bapak. Besok bapak ada waktu buat saya ke kantor bapak?"


"Tunggu dulu. Kamu investor yang dua tahun lalu menghilang itu?" Suara pria di seberang itu terdengar terkejut.


"Betul, pak. Saya investor itu."

__ADS_1


__ADS_2