
Dengan memakai setelan formal, langkah yang tegap, juga wajah yang menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi, juga menunjukkan sikap wibawa, pria yang sempat membuat heboh dua tahun yang lalu itu kini dengan siap berjalan menuju sebuah gedung perkantoran yang terkenal megah, dan berada di jantung kota besar di negara itu.
Setiap langkah yang ditapaki oleh pria itu menuai rasa kagum dari para karyawan kantor yang melihatnya. Mereka semua, terutama yang mengikuti perkembangan bisnis terkini terlihat sangat tidak percaya akan sosok pria berwibawa itu yang telah melewati pemandangan mereka. Bahkan para satpam yang bertugas membukakan pintu gedung perkantoran itu juga sama sekali tidak menyangka kalau ia melihat sosok tersohor itu.
Pria yang kini menjadi pusat perhatian itu sama sekali tidak heran akan orang-orang yang berada di gedung perkantoran itu menatap dirinya dengan tatapan kagum. Apalagi ketika resepsionis yang melayani dirinya yang berusaha untuk bersikap profesional ketika berhadapan dengan dirinya. Walaupun resepsionis itu tidak mampu menyembunyikan rona wajahnya yang memerah itu, karena ia sama sekali tidak menyangka kalau dirinya justru bertemu dengan pria yang baru saja memasuki gedung perkantoran itu.
Walaupun begitu, pria itu sama sekali tidak menunjukkan wajah angkuhnya. Walaupun menunjukkan ekspresi tidak mau dihormati, dan bersikap biasa saja, namun auranya sebagai sosok yang sangat disegani itu sama sekali tidak mau menghilang dari dirinya.
Selain itu, jangan heran apabila sedari tadi banyak sekali kamera media yang memotret dirinya ketika ia sedang berjalan di aula gedung perkantoran itu. Bagaimana tidak, munculnya kembali sosok pria investor yang paling disegani dan melegenda itu kini kembali lagi menunjukkan dirinya, setelah dua tahun menghilang entah dimana. Apalagi telah tersebar berita kalau investor tersebut akan mengajukan Investasi ke perusahaan yang saat ini tengah naik daun. Ditambah lagi, pernyataannya yang menyatakan kalau perusahaan tempatnya akan berinvestasi saat ini kedepannya akan terus meroket. Sehingga kabar pria ini pun semakin menuai rasa kagum bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan itu, dan menuai sorotan investor lain yang mulai berminat untuk juga ikutan berinvestasi. Sehingga bisa dipastikan kalau saham perusahaan itu akan semakin meroket.
---
Setelah mendapatkan ijin dari sekertaris CEO perusahaan itu, pria investor itu pun kini memasuki ruangan pengusaha itu. Lantai milik pemilik usaha itu terletak di lantai paling atas dari gedung perkantoran itu. Jadi bisa dipastikan kalau pemilik gedung perkantoran yang paling menarik perhatian karena kemegahannya itu adalah milik dari sosok pria paruh baya yang berdiri di depan mejanya.
"Ah, akhirnya anda kembali ke negara ini. Beruntungnya saya bisa bertemu anda." Ucap pria itu setelah berjalan menuju pria investor fenomenal itu. Dengan penuh tenaga, ia bersalaman dengan pria tersebut. Dan pria itu pun tersenyum formal.
__ADS_1
"Ah, baik silahkan duduk di sofa ini. Maaf jika ruangan saya masih kurang besar untuk ukuran anda. Nanti sekertaris saya akan membawakan minuman untuk anda." Lantas setelah pria itu duduk di sofa yang telah disediakan, pria CEO itu pun menelepon memanggil sekertarisnnya untuk menyiapkan minuman.
Selagi pria itu menyisirkan matanya ke seluruh bagian interior ruangan CEO itu, tatapannya pun terhenti pada sebuah lukisan yang terpajang di atas sofa sebelahnya. Ia sangat mengenali lukisan itu dan ia pun kembali menorehkan senyum manisnya.
Lantas, setelah beberapa saat ia menerima minuman dari sekertaris itu, dan sedikit berbincang-bincang mengenai perkembangan bisnis yang saat ini dikelola oleh CEO itu, tawar-menawar uang yang akan pria itu investasikan pun berjalan dengan alot. Hingga pada saat sudah mendapatkan kesepakatan dan transaksi itu sudah berjalan. Kini urusan pria investor itu mengenai investasi sudah selesai. Namun pria itu merasa masih enggan meninggalkan ruangan CEO ini.
"Maaf, pak. Kesepakatan investasi kita sudah selesai, apakah ada lagi yang mau ditanyakan?" Tanya pria CEO itu ramah. Pria itu sama sekali tidak menyangka kalau dirinya mendapatkan dana investasi yang sangat besar, sehingga ia sejujurnya merasa sangat segan apabila harus mengusir pria di hadapannya.
"Oh, iya pak. Urusan investasi sudah selesai. Tapi ada yang masih ingin saya tanyakan. Bukan soal bisnis, pak. Tapi saya cukup penasaran akan keluarga bapak. Dan mengenai lukisan yang ada di atas sofa itu." Ucap pria itu sambil menunjuk sebuah lukisan yang tadi sempat menarik perhatiannya.
"Baik, apa yang mau ditanyakan mengenai keluarga saya?"
"Saya semalam ada mencaritahu soal kehidupan pribadi bapak. Apakah benar bapak bukan berasal dari negeri ini, tetapi berasal dari negara pelukis yang melukis lukisan itu? Lalu apakah benar istri bapak itu adalah seorang kolektor lukisan berkelas, dan putra bapak yang sudah menginjak remaja itu sudah menjadi pelukis terkenal?"
"Oh, ya. Itu semua benar."
__ADS_1
"Pada saat pameran lukisan saat itu, bapak terlihat sangat berambisi untuk mendapatkan lukisan itu. Bahkan bapak termasuk pengusaha yang menyumbang paling besar pada saat pelelangan itu. Padahal bapak bisa saja membiarkan pengusaha lain mendapatkan lukisan itu, dan bapak bisa membeli lukisan lain."
"Iya, bapak memang melakukan itu. Entah mengapa, lukisan itu mempunyai ikatan emosional setiap bapak memandangnya. Tapi sampai sekarang bapak tidak tahu apa yang membuat lukisan ini mempunyai ikatan batin yang kuat kepada bapak. Apalagi ketika bapak memperlihatkan lukisan ini kepada istri dan anak bapak, mereka juga merasakan hal yang sama." Lantas bapak CEO itu pun tersenyum manis melihat lukisan itu.
Pria itu pun juga tersenyum manis ketika melihat lukisan itu. Ia masih ingat dengan sangat jelas sejarah di balik pelukis itu melukiskan karya itu. Lukisan yang menggambarkan seekor serigala yang berada di tengah hutan tengah memandang rembulan.
"Pak, saya sangat mengerti kenapa bapak dan keluarga bapak mempunyai ikatan emosional kepada lukisan itu. Itu karena pada saat pelukis itu menciptakan karya yang saat ini bapak nikmati, ia sebelumnya kembali mengingat betapa baiknya bapak dan keluarga yang dulu pernah menampung dirinya dan telah menjadi support system baginya. Namun semenjak saat bapak dan keluarga berpisah dengan pelukis itu, ia merasa sangat kesepian dan berpikir tidak mungkin dapat bertemu dengan bapak dan keluarga bapak lagi. Terimakasih pak, karena bapak sudah sangat baik kepada pelukis itu." Ucapan pria itu membuat bapak CEO itu terkejut.
"Bagaimana kamu bisa tahu mengenai kisah pelukis itu? Apakah kamu mengenalnya? Yang jelas bapak dan keluarga sangat mengetahui pelukis itu. Walaupun memang kami sudah lama tidak bertemu."
"Pak, pelukis itu adalah kekasihku. Dia adalah nona manisku. Dia juga merasakan kehilangan yang amat sangat ketika aku harus pulang ke negaraku saat ini. Namun suatu saat aku akan menikahinya." Lantas pria itu pun memperlihatkan foto nona manisnya yang saat itu tengah menangis dalam pelukan Mara.
"Dia memang sangat manis." Ucap pria CEO itu pelan. Sambil dengan senyum manisnya ia melihat foto tersebut.
"Suatu saat nanti, ketika kami sudah menikah, aku akan mempertemukan nona manis ku kepada bapak dan keluarga."
__ADS_1