KEBAHAGIAAN

KEBAHAGIAAN
BAB 11


__ADS_3

Dian melihat jam dinding, ternyata sudah jam 22.00, Dian segera bersiap-siap untuk tidur. Dan mengatur alarmnya, beberapa menit kemudian dia sudah tertidur pulas.


............Pagi hari...........


Suara alarm mengusik Dian yang masih tertidur. Dian langsung membuka matanya dan mencari alarm, saat dilihat sudah jam 04.00. Dian langsung mematikan alarmnya, kemudian dia beranjak dari kasur menuju kamar mandi.


Setelah selesai mencuci muka dan menggosok gigi, Dian kembali ke kamar untuk membaca buku untuk pelajaran hari ini.


Beberapa saat kemudian telah terdengar suara adzan Subuh, dian bergegas mengambil air wudhu dan sholat.


Setelah selesai sholat Dian keluar kamar niatnya untuk membantu ibuknya memasak seperti biasanya. Saat membuka pintu kamar Dian baru teringat dia dirumah sendirian.


"Haduh lupa, kan ibuk sama bapak dirumah nenek" ucap Dian


Dian melanjutkan berjalan kearah dapur. Di dapur Dian bingung akan memasak apa untuk sarapannya pagi ini.


"Masak apa ya?" ucap Dian sambil membuka kulkas melihat ada bahan apa saja.


"Yasudah lah masak nasi goreng aja yang gampang" ucap Dian sambil mengambil sebutir telur.


Setelah beberapa menit Dian berkutat dengan alat masak, akhirnya jadi juga nasi goreng ala Dian. Dian menaruh nasi gorengnya dimeja


makan.


Dian kemudian memilih mandi terlebih dahulu, beberapa menit kemudian Dian telah selesai mandi. Dian langsung bersiap-siap mengenakan seragamnya. Setelah selesai Dian keluar kamar sambil membawa tasnya.


Kemudian Dian mengambil nasi gorengnya, dan dibawa keruang tengah. Di ruang tengah Dian langsung menyalakan Televisi dengan volume yang lumayan keras karena sebenarnya Dian takut dirumah sendiri.


Dian sarapan ditemani dengan televisi yang menontonnya, bukan Dian yang menonton televisi.


Setelah selesai sarapan, Dian membawa piringnya ke dapur kemudian mencuci alat masak tadi.


Saat melihat jam dinding ternyata masih jam 06.00 Dian kemudian menyapu lantai terlebih dahulu. Setelah selesai Dian memakai sepatunya dan keluar rumah.


Saat Dian sedang mengunci pintu rumah, tiba-tiba ada mama kak Adit yang memanggilnya.


"Dian" ucap mama kak Adit


"Iya tante" ucap Dian sambil melangkahkan kakinya menuju mama kak Adit


Setelah didepan mama kak Adit Dian langsung mencium tangan mama kak Adit.


"Dian sudah sarapan belum?" tanya mama kak Adit


"Alhamdulillah sudah tante" jawab Dian


"Beneran sudah? kalau belum, ayok sarapan dulu. Jangan sungkan-sungkan kayak sama siapa saja." ucap mama kak Adit


"Beneran udah kok tante" ucap Dian menyakinkan


"Alhamdulillah kalo emang sudah. Dian mau langsung berangkat ke sekolah?" tanya mama kak Adit

__ADS_1


"Iya tante, ini mau ke depan nunggu angkot" ucap Dian


"Eh, gak usah nunggu angkot. Kamu berangkat sama Adit saja" ucap mama kak Adit


"Gak papa kok tante biar Dian naik angkot aja, nanti malah ngrepoti kak Adit lagi kalau harus anterin Dian segala." ucap Dian


"Loh, gak ada kata ngrepoti lah Dian. Kamu tuh ya kayak sama siapa saja." ucap mama kak Adit sambil tersenyum


"Iya deh tante" ucap dian


Tiba-tiba kak Adit keluar dari rumah.


"Eh, Adek" ucap kak Adit sambil menghampiri mamanya dan Dian didepan gerbang.


"Iya kak" ucap Dian sambil mencium tangan kak Adit.


"Dit, kamu sekalian anterin Dian ke sekolahnya ya" ucap mama kak Adit


"Ok ma" ucap kak Adit


"Sebentar Adit keluarin dulu mobilnya" ucap Adit sambil berjalan ke garasi


"Iya dit" ucap mama kak Adit


Kak Adit sudah mengeluarkan mobilnya dari garasi. Kemudian kak Adit keluar dari dalam mobil dan berpamitan kepada mamanya.


"Ma, Adit berangkat dulu ya. Assalamualaikum" ucap Adit kemudian mencium tangan mamanya.


"Iya Waalaikumsalam" ucap mama kak Adit setelah menyalami mereka berdua


"Oh ya Dit, papa gak berangkat bareng kamu?" tanya mama kak Adit


"Gak ma, Adit disuruh duluan aja katanya" jawab kak Adit


"Oh yasudah kalian berangkat. Hati-hati dijalan ya." ucap mama kak Adit


"Iya ma" ucap kak Adit


"Iya tante" ucap Dian


Kak Adit dan Dian akhirnya berangkat. Diperjalanan Dian hanya memperhatikan jalanan yang masih lengang.


"Dek, nanti jadi jengukin nenek kan?" tanya kak Adit memecahkan keheningan


"Jadi kak, emangnya kakak mau ikut?" tanya balik Dian


"Iya dek, kakak ikut." jawab kak Adit


"Oh ok kak" ucap Dian


Dian baru teringat dia belum mengabari bapaknya agar tidak usah menjemputnya.

__ADS_1


Dian langsung mencari Hpnya kemudian menghubungi bapaknya. Setelah selesai Dian menaruh HPnya kembali kedalam tas.


"Dek, nanti pulang sekolah kakak jemput. Jangan pulang dulu ya, tunggu aja sampai kakak datang" ucap kak Adit


"Tapi kan kakak pulang kerjanya sore, Dian harus nungguin kakak sampe sore?" tanya Dian


"Gak lah dek, masak adekku ini disuruh nungguin sampe sore. Tenang aja kakak hari ini pulang lebih awal dek. Nanti kamu pulangnya jam 2 kan?" tanya kak Adit


"Hehehe iya kak" jawab Dian


Mereka melanjutkan perjalanan tanpa percakapan lagi. Dian sibuk dengan pikirannya sendiri. Sedangkan kak Adit fokus menyetir.


Beberapa menit kemudian sudah sampai disekolah Dian, tapi Dian masih saja melamun sampai tidak sadar kalau sudah sampai di depan sekolah.


"Dek, sudah sampai. Kamu gak mau turun? apa mau ikut kakak ke kantor aja?" tanya kak Adit sambil memperhatikan Dian


"Eh, sudah sampai ya kak?" tanya balik Dian


"Iya dek, kamu mikirin apa si? sampe gak nyadar gitu. Apa jangan-jangan adekku ini lagi mikirin cowoknya ya?" tanya kak Adit sambil tertawa


"Ih apaan si kakak, Dian gak punya cowok lah" jawab Dian


"Iya-iya becanda dek" ucap kak Adit sambil mengusap-usap kepala Dian yang tertutup kerudung


"Kakak mah kebiasaan, pasti niatnya mau berantakin rambut Dian ya? Hehehe tapi sekarang udah gak bisa" ucap Dian sambil tertawa


"Hahaha adek tau aja, yaudah sana turun dek. Nanti kebawa sampe kantor lo" ucap kak Adit


"Eh jangan kak" ucap Dian sambil bergegas membuka pintu. Belum sempat Dian turun, kak Adit mencegahnya dengan pertanyaan.


"Dek ada yang kelupaan gak?" tanya kak Adit


"Hemm apa ya?" tanya Dian pura-pura lupa


"Hehehe iya-iya gak lupa kok kak, salim kan" ucap Dian kembali kemudian mencium tangan kak Adit


"yaudah kak Dian turun ya, Assalamualaikum" ucap Dian


"Waalaikumsalam dek" ucap kak Adit


Ternyata gengnya Manda menyaksikan kedekatan antara kak Adit dan Dian. Apalagi saat Dian mencium tangan kak Adit, mereka melihat itu karena kebetulan pintu mobil sudah dibuka oleh Dian.


Dian langsung berjalan menuju kelasnya, baru beberapa langkah Dian sudah dihadang oleh gengnya Manda.


"Wah cewek miskin dianterin siapa tu pakai mobil lagi?" tanya Manda meledek


Mohon dukungannya ya🙏


Jika ada kritik dan saran silahkan disampaikan 😊


~flo˙❥˙~

__ADS_1


__ADS_2