
Myung Soo memperdalam tusukannya dan mempercepat gerakannya. Eun Ji merasakan ada yang ingin meledak di dalam vaginanya. Ruangan terasa panas, padahal Myung Soo yakin semua pendingin ruangan repasang dengan baik. Tubuh keduanya bahkan sudah basah dan lengket oleh keringat juga cairan-cairan dan saliva dari kecupan-kecupan
Tubuh Myung Soo mengejang. Ia semakin kuat menghentak ke dalam Eun Ji. Ujung penisnya membentur keras dinding rahim Eun Ji. Eun Ji terasa semakin sesak karena j**** yang semakin membengkak.
Berbeda dengan permainan awal. Kali ini Myung Soo bergerak lebih tidak teratur. Napsu dan desahan yang terus dikeluarkan Eun ji, membuatnya tidak tahan. Eun Ji mungkin tidak suka dengan tindakannya. Tapi semua sudah terlambat, napsu itu mengendalikan diri Myung Soo.
Myung Soo memutar tubuhnya. Membuat Eun Ji berada di atasnya. Menciumnya dan menghisap pundak mulus milik Eun Ji, meninggalkan beberapa tanda kepemilikan di sana
Myung Soo mulai menggerakkan kembali pinggulnya perlahan. Eun Jimengimbangi permainannya dengan menggerakan pinggulnya berlawanan arah dengan Myung Soo.
Tanpa sadar dan tanpa permisi, cairan Eun Ji dan sperma Myung Soo keluar bersama lenguhan panjang dan berakhirnya perang bibir mereka. Bercampur menjadi satu, mengalir didalam rahim Eun Ji, dan sebagian menetes keluar. Eun Ji dan Myung Soo masih berdenyut-denyut kuat.
Tubuh Eun Ji ambruk tepat di atas di atas tubuh Myung Soo. Wajahnya jatuh di sebelah wajah Myung Soo. Perlahan, mengatur napas dan terisak.
Myung Soo yang menyadari isak tangis Eun Ji, memeluk gadis itu dan mengecup pipi Eun Ji lembut. Masih belum berniat untuk melepas kontak tubuh mereka, masih membiarkan dirinya berada di dalam tubuh Eun Ji, masih membiarkan tubuh mereka menyatu.
Terlalu cepat untuk mengakhiri semua ini.
__ADS_1
“Jangan pergi… Ku mohon.”
Myung Soo mendapati dirinya tersenyum mendengar suara Eun Ji, mendengar permintaan gadis itu.
Eun Ji memintanya untuk tetap tinggal. Memintanya untuk tetap berada di sisi gadis itu. bahkan seorang Eun Ji baru saja memohon kepada seorang Kim Myung Soo.
Hal langka yang membuatnya tersenyum cerah.
Entah bagaimana caranya gadis itu berhasil membuat malam yang seharusnya penuh dengan penyesalan, justru menjadi malam yang penuh dengan kebahagiaan.
Myung Soo mensyukuri malam itu. Tanpa sengaja, ia mensyukuri tindakan bodohnya untuk melarang Eun Ji menelpon laki-laki lain dan menunggunya. Eun Ji mungkin bisa mati jika ia tidak segera datang dan melakukan hal itu.
“Tidak akan.” Bisik Myung Soo tepat di telinga Eun ji.
Myung Soo melepas kontak tubuh keduanya, memberikan sedikit tempat untuk Eun Ji di sebelahnya. Kemudian menarik selimut yang menutupi tubuh polos keduanya. Saling berhadapan di atas tempat tidur dan saling tersenyum. Myung Soo tersenyum melihat wajah sedih Eun Ji, sedangkan Eun Ji tersenyum karna Myung Soo berada di sebelahnya.
Myung Soo mengecup mata kiri Eun Ji, beralih ke mata kanan, kening, pipi, dan berhenti sebelum ia mengecup bibir Eun Ji.
__ADS_1
“Berhenti menangis,” kata Myung Soo seraya mengecup bibir Eun Ji perlahan. “Dan tidurlah.” Tambahnya setelah melepas ciuman singkat tersebut.
Eun Ji tersenyum sesaat, lalu menutup matanya tepat di hadapan Myung Soo. Membiarkan laki-laki itu memandanginya saat tertidur. Dan ia yakin akan bermimpi indah selama Myung Soo berada di sampingnya.
Myung soo tersenyum dan mengaitkan salah satu lengannya pada tubuh Eun Ji. Memeluknya, memberikan kehangatan dalam tidurnya.
THE END
ending maksa. wkwkkw
suka di kasih like yaa. . kalo ga suka kasi komen jg gpp. pling gak tinggalin jejak
dari kemaren ngeshare ni susah bgt.
berhari gak lolos" karena adegan terlalu fulgar ampk kupotong berkali-kali
not for cild yoo
__ADS_1
Buat yang masih gak ngerti. Pertanyaan kalian terjawab di sini! Staytune! Maaf kalau kurang ‘hot’ atau kecepetan. Thanks! Comments are love