
"Tunggu pak" ucap seseorang dari arah pintu
Semua orang yang berada didalam kelas langsung menoleh kearah Alvin.
Alvin dan Lutfi berjalan mendekati guru BK.
"Pak, Dian tidak bersalah" ucap Alvin
"Tapi buktinya memang mengarah ke Dian. Barang-barang yang hilang ada di tasnya." ucap guru BK
"Saya punya buktinya pak" ucap Alvin
Kemudian Alvin mengambil HPnya dan memperlihatkan video apa yang dilakukan Manda tadi.
"Manda, kamu sengaja melakukan ini?" tanya guru BK
"Manda, tidak seharusnya kamu berbuat seperti itu" ucap Bu Santi
Karena malu Manda berusaha merebut HP Alvin.
"Hapus video itu sekarang juga" ucap Manda sambil berusaha merebut HP Alvin
"Hapus? gak akan. Dan kamu harus tahu aku bakalan laporin ini ke kepala sekolah" ucap Alvin.
"Aku gak takut, kepala sekolah aja nurut sama papa ku" ucap Manda
"Oh gitu, tapi kira-kira kalau sama pemberi dana terbanyak ke sekolah. Pak kepala sekolah bakalan nurut sama siapa ya?" tanya Alvin sambil tersenyum
Manda kaget karena dia tahu papanya bukan orang yang memberi dana terbanyak untuk sekolahan. Jadi kemungkinan dia akan mendapatkan masalah.
Karena takut, Manda berusaha merebut HP itu. Saat Manda hampir meraih Hpnya, Alvin menghindar. Manda yang tidak seimbang terjatuh, dan jidatnya terbentur meja sehingga berdarah.
Semua orang disana kaget. Bu Santi langsung menghampiri Manda dan membantunya berdiri.
Kemudian Manda dibawa keruang UKS oleh bu Santi. Sedangkan guru BK sedang meminta bukti yang dimiliki Alvin.
Setelah mendapatkan buktinya, guru BK menyuruh semua murid untuk kembali melakukan kegiatannya. Dan guru BK keluar dari kelas untuk menemui bu Santi.
"Dian, kamu gak papa kan?" tanya Lutfi
"Iya aku gak papa kok, tapi kenapa Manda ngelakuin itu sama aku ya?" ucap Dian yang berubah sedih
"Sudah jangan dipikirkan Dian, kamu kan sudah tau bagaimana mereka" ucap Dinda
"Iya bener kata Dinda, biarin aja yang terpenting sudah terbukti bukan kamu yang ngambil HPnya" ucap Lutfi
Sedangkan Alvin hanya terdiam, dia tau Dian sedang bersedih. Entah mengapa Alvin memikirkan hubungan antara Dian dan Manda kenapa bisa menjadi seperti ini?. Karena yang Alvin tau Dian dan Manda pernah bersahabat saat kelas 10. Dan tiba-tiba saat kelas 11 hubungan mereka renggang dan berakhir Manda memusuhi Dian.
Tidak ada kabar apapun tentang penyebab persahabatan mereka bisa hancur, dan berubah seperti orang yang tidak kenal satu sama lain.
"Alvin" panggil Lutfi tiba-tiba sehingga mengagetkan Alvin
"Eh, iya kenapa?" Tanya Alvin spontan
"Kamu kenapa si Vin, dari tadi diem aja?" tanya Lutfi
"Gak kenapa-napa kok" jawab Alvin
"Oh kukira kenapa, bener deh kalo gak papa" ucap Lutfi
"Eh, kalian berdua gak masuk ke kelas? Nanti keburu ada guru yang masuk lo" ucap Dian mengingatkan
__ADS_1
"Iya sebentar lagi kita ke kelas kok. Dian kamu gak papa kan? jangan dipikirkan ya kejadian tadi. Semuanya sudah selesai kok" ucap Alvin
"Iya Vin, makasih ya semuanya sudah mau bantuin Dian" ucap Dian
"Iya sama-sama Dian, kan sudah seharusnya kita saling tolong menolong" ucap Dinda
"Iya benar itu Dian" ucap Lutfi
Alvin mengangguk sambil tersenyum sebagai jawaban.
"Udah kalian berdua ke kelas aja, nanti di kira bolos lagi" ucap Dinda
"Ok deh, kita ke kelas dulu ya" ucap Lutfi
"Iya sana pergi" ucap Dinda
"Loh, kok ngusir si?" tanya Lutfi
"Iya biar cepet pergi, kalian kelamaan gak mau pergi-pergi" ucap Dinda bercanda
"Heleh, nanti kalau aku pergi kangen lo" ucap Lutfi sambil tersenyum
"Eh, kangen? gak lah mana ada aku kangen sama kamu" ucap Dinda, padahal dia sudah merasakan dag dig dug
"Beneran loh ya? yaudah aku pergi" ucap Lutfi sambil membalikkan badannya kemudian melangkah menuju pintu.
Alvin dan Dian yang memperhatikan percakapan mereka berdua langsung saling pandang dan tertawa bersama.
Lutfi yang sudah berjalan kearah pintu menoleh kembali dan menghampiri Alvin yang sedang tertawa.
"Vin ngapain malah ngetawain? ayok ah pergi orang udah diusir juga" ucap Lutfi
"hahaha, iya-iya" ucap Alvin sambil tertawa
"Iya deh gak asik kamu mah, orang aku cuma becanda juga" ucap Dinda
"Hahaha, aku gak baperan lah. Aku juga mau becanda. Tadinya aku mau pura-pura pergi terus pas sampai pintu aku bakalan balik lagi. Eh belum sampai pintu Alvin sama Dian udah ngetawain duluan. Yasudah akhirnya gak jadi" ucap Lutfi panjang lebar sambil tertawa
"Haduh, ngagetin orang aja kamu. Aku kira beneran" ucap Dinda
"Hahaha gak lah, aku gak baperan." ucap Lutfi
"Yasudah ayok ke kelas Vin" ajak Lutfi
"Iya ayok" ucap Alvin
Akhirnya Alvin dan Lutfi kembali ke kelas mereka. Sedangkan Dian dan Dinda hanya duduk sambil ngobrol karena tidak ada guru yang masuk ke kelasnya.
Saat sedang mengobrol, tiba-tiba ada guru yang mencari Dian dan Dinda. Mereka disuruh untuk menemui guru BK.
Sedangkan Dikelas XII IPS 1, Alvin dan Lutfi sedang main game. Kebetulan baru saja pelajaran selesai.
Kemudian datang Pak guru dan menyuruh Alvin dan Lutfi untuk keruang BK.
Alvin dan Lutfi menghentikan main gamenya, dan kemudian langsung menuju ke ruang BK.
Saat sampai di ruang BK, ternyata disana sudah ada Dian dan Dinda.
Alvin dan Lutfi langsung mengucapkan salam dan mencium tangan guru BK. kemudian mereka disuruh untuk duduk.
"Maaf pak, ada apa ya? kenapa kita disuruh kesini?" tanya Alvin
__ADS_1
"Jadi gini, sebentar lagi papanya Manda akan datang. Papanya tidak terima Manda terjatuh sampai jidatnya berdarah, dia menyalakan kalian dan juga para guru. Padahal saya sudah mengirimkan video Manda yang sengaja memfitnah Dian. Tetapi papanya tidak percaya dan tetap marah-marah.
Saya minta ke kalian sebelum papanya Manda datang amankan bukti tadi. Pasti nanti dia akan meminta saya dan semua orang yang memiliki bukti itu untuk menghapusnya. Jika bukti itu ada diruang BK dan ruang guru pasti akan mudah diketahui. Sedangkan bukti itu sangat penting, untuk ditunjukkan ke kepala sekolah dan pemberi dana terbesar disekolah ini. Sehingga nantinya mungkin papanya Manda tidak bisa lagi berbuat seenaknya." ucap guru BK menjelaskan
"Siap pak, akan saya amankan terlebih dahulu. Saya dan Lutfi pamit ke kelas sebentar pak" ucap Alvin
Alvin dan Lutfi langsung menuju kelasnya. Setelah sampai Alvin langsung menyalin video itu kedalam laptopnya dan juga laptop milik Lutfi.
Setelah selesai mereka kembali ke ruang BK. Benar saja setelah beberapa menit mereka diruang BK, datanglah papanya Manda. Papa Manda langsung duduk didepan mereka berempat.
"Kalian kan yang membuat anak saya terjatuh ?" tanya papa Manda tanpa basa-basi
"Bukan pak, Manda terjatuh sendiri" jawab Alvin
"Kalian ya, sudah jelas-jelas kalian yang sengaja mendorong anak saya" ucap papa Manda
"Mendorong?" tanya mereka berempat secara kompak. Mereka kaget kenapa menjadi mereka yang disalahkan, Manda jatuh sendiri. Kenapa sekarang mereka yang dituduh mendorong Manda?
_Flashback on_
Diruang UKS Manda langsung diobati. Setelah selesai Manda disuruh beristirahat disana. Kemudian Manda langsung menghubungi papanya.
"Halo pa, papa lagi sibuk gak?" tanya Manda
"Gak sibuk kok, kenapa anak papa?" tanya papa Manda
"Papa kesekolah jemput Manda sekarang ya pa, Manda lagi di UKS. Tadi Manda didorong sama empat orang pa. Sampai jidat Manda terbentur meja dan berdarah" ucap Manda mengadu ke papanya tetapi tidak sesuai dengan faktanya.
"Apa? kamu didorong sampai terbentur meja? nggak bisa dibiarin, papa kesekolah sekarang." ucap papa Manda
Papa Manda yang mendengar itu marah, dan langsung pergi ke sekolah. Saat diperjalanan ada guru BK yang menghubunginya dan mengirimkan sebuah video.
Saat dibuka papanya Manda kaget, tetapi dia tidak percaya kalau anaknya melakukan hal tersebut.
Papa Manda langsung menelpon guru BK dan marah-marah kepadanya. Dia langsung mengatakan akan pergi ke sekolah, setelah itu langsung mematikan teleponnya.
_Flashback off_
"Saya ingin kalian dihukum" ucap papa Manda
"Loh, tidak bisa seperti itu pak. Mereka tidak bersalah, saya ada disana saat kejadian Manda jatuh. Dia terjatuh sendiri bukannya didorong" ucap guru BK membela mereka berempat.
"Saya lebih percaya anak saya, daripada anda" ucap papa Manda
"Dan saya ingin semua orang yang memiliki video Manda dikelas tadi, untuk dihapus tanpa terkecuali" ucap papa Manda
"Kenapa harus dihapus om?" tanya Alvin
"Kalian nggak perlu banyak nanya, sekarang juga hapus video itu didepan saya" ucap papa Manda
Akhirnya guru BK dan Alvin menghapus video itu. Sedangkan Dian, Dinda dan Lutfi sudah memperlihatkan bahwa mereka tidak memiliki video itu.
"Tas kalian dimana?" tanya papa Manda
"Dikelas om" jawab Lutfi
"Ayo sekarang ke kelas kalian, saya akan mengecek sendiri semua murid di kelas. mungkin saja kalian sudah menyalin video itu keteman kalian" ucap papa Manda
Mereka berempat dan guru BK terkejut mendengar ucapan papa Manda.
Mohon dukungannya ya🙏
__ADS_1
Jika ada kritik dan saran silahkan disampaikan 😊
~flo˙❥˙~