
"Indah, Dwi hari ini kita lakukan rencana yang kemarin. Jangan sampai gagal" ucap Manda tiba-tiba sambil melihat kearah Dian.
"Siap" ucap Indah
"Ok, tapi kita makan dulu ya" ucap Dwi
"Kebiasaan, makan mulu" ucap Indah
"Ya kan laper, emang kalian gak laper apa?" Tanya Dwi
"Ya laper si, hehehe" ucap Indah sambil cengengesan
"Nah makanya makan dulu" ucap Dwi
"Yaudah kita makan dulu" ucap Manda sambil memakan mie yang sudah terhidang didepannya.
Mereka bertiga akhirnya makan terlebih dahulu. Beberapa menit kemudian mereka telah selesai makan.
"Ok, kita harus langsung bertindak sebelum bel masuk bunyi" ucap Manda sambil berdiri dari duduknya.
Manda melangkahkan kakinya menuju meja tempat Dian dan sahabatnya makan. Tiba-tiba Manda mengambil es teh dimeja dan menyiramkannya ke Dian. Dian refleks berdiri dan mengusap-usap bajunya yang basah.
"Ups, maaf sengaja" ucap Manda sambil tertawa
"Kalian tu bisa gak si gak usah ganggu Dian?" Tanya Dinda emosi
"Emm, bisa gak ya? Kayaknya gak bisa deh" ucap Manda sambil sok-sokan lagi mikir
"Udah-udah jangan berantem, lihat tu kita jadi pusat perhatian" ucap Dian
"Nah habisnya aku kesel, mereka itu sengaja" ucap Dinda
"Udah lah, kalian pergi aja dari sini. Gak usah ganggu Dian" ucap Alvin
"Wah, sekarang ada yang belain si miskin. Ih takut deh" ucap Manda meledek
Setelah mengucapkan itu gengnya Manda berlalu dari sana. Dan itu tambah membuat Dinda emosi, saat Dinda akan mengejar gengnya Manda, Dian langsung menahannya dan melarang Dinda mengejar mereka. Karena mereka memang seperti itu jadi buat apa diladeni.
"Udah gak perlu dikejar, kamu kayak gak tau mereka aja" ucap Dian
"Aku mau ke toilet dulu ya" ucap Dian lagi
"Ayok aku temenin" ucap Dinda
"Gak usah, kamu disini aja. Kamu tenangin diri dulu, jangan emosi lagi. Ini minum dulu." Ucap Dian sambil mengambilkan minuman untuk Dinda
"Alvin, Lutfi kalian jagain Dinda ya. Nanti kalian ke kelas aja duluan, takutnya aku lama. Soalnya bentar lagi udah bel" ucap Dian lagi
"Siap, tapi beneran gak mau dianterin" tanya Alvin
"Iya, gak papa kok. Aku cuma mau bersihin bajuku aja" ucap Dian
"Yaudah, hati-hati ya nanti langsung ke kelas" ucap Alvin mengingatkan
"Ok" ucap Dian sambil tersenyum, kemudian melangkahkan kakinya menuju toilet.
Dinda masih saja terlihat menahan kekesalannya, Lutfi yang melihat Dinda berusaha menenangkan Dinda dengan memberikan minuman sambil mengeluarkan candaannya.
Alvin duduk sambil memperhatikan Lutfi dan Dinda, kemudian dia mengajak mereka untuk ke kelas saja.
"Dinda, ayok kita anterin ke kelas aja" ucap Alvin
"Diannya gimana?" Tanya Dinda
"Gak papa, tadi udah bilang mau langsung ke kelas kok" ucap Alvin sambil berdiri dari duduknya
"Oh Ok" ucap Dinda
Akhirnya mereka bertiga berjalan menuju kelas XII IPA 1 terlebih dahulu untuk mengantarkan Dinda. Saat sudah dekat dengan kelas XII IPA 1, tiba-tiba Alvin menghentikan langkahnya dan menarik Lutfi dan Dinda untuk masuk ke kelas XII IPA 2 yang bersebelahan dengan kelas XII IPA 1.
__ADS_1
"Hai Guntur" ucap Alvin menyapa ketua kelasnya, kebetulan Alvin kenal.
"Weh Alvin, kenapa vin?" Tanya Guntur
"Gak papa, mau nanya itu kelas XII IPA 1 kok sepi ya, pintunya juga kok ditutup gitu. Tapi aku tadi liat Dwi ada didepan pintu?" Tanya Alvin
"Gak tau juga si, tapi tadi yang masuk ke dalam gengnya Manda" jawab Guntur
"Oh, ok thanks. Jangan lupa nanti sore latihan basket ya" ucap Alvin berbasa-basi
"Ok siap" ucap Guntur
"Yaudah aku ke depan dulu ya" ucap Alvin
"Ok" ucap Guntur
Dengan cepat Alvin menarik Lutfi dan Dinda kebelakang kelas XII IPA 1, karena dia merasa ada yang aneh. Lutfi dan Dinda yang tidak tahu apa-apa hanya bisa mengikuti Alvin.
Saat sudah sampai dibelakang kelas XII IPA 1, Alvin menyuruh Lutfi dan Dinda untuk membungkukkan badannya. Kemudian Alvin mengintip dari jendela apa yang sedang dilakukan oleh gengnya Manda.
"Vin, ada apa si?" Tanya Lutfi berbisik sambil ikut mengintip dari jendela
Dinda yang penasaran pun akhirnya ikut mengintip.
Alvin merasa ada sesuatu yang tidak beres, kemudian dia mengambil HPnya dari dalam saku celananya. Alvin merekam kegiatan gengnya Manda didalam kelas.
Dan benar saja tiba-tiba Manda mengambil laptop milik Dinda dan menaruhnya didalam tas Dian.
"Ini taruh didalam tasnya si miskin nanti biar dikira dia yang ngambil, terus dia bakalan dijauhi teman-temannya itu deh" ucap Manda sambil tertawa
"Iya bener banget itu, kamu taruh HP kamu juga ditasnya. Jadi nanti kamu pura-pura kehilangan HP, terus kamu suruh guru-guru menggeledah tas semua murid aja. Kan biar pada percaya" ucap Indah
"Hemm, ide yang bagus" ucap Manda sambil memasukkan HPnya kedalam tas Dian
"Ok udah selesai, nanti tinggal akting aja aku kehilangan HP" ucap Manda sambil berjalan keluar kelas.
Alvin, Lutfi dan Dinda yang melihat sendiri rencana itu sangat kesal.
"Iya, mereka itu kenapa si. Kayaknya gak suka bener kalau Dian punya temen" ucap Lutfi
"Ok, gini aja. Kita buat rencana balik, nanti kan dia mau akting HPnya hilang terus panggil guru-guru." Ucap Alvin
"Tapi rencananya apaan" tanya Lutfi
"Sini mendekat" ucap alvin
Kemudian Alvin memberitahu rencana yang akan mereka buat.
"Ok setuju" ucap Dinda dan Lutfi
Mereka bertiga kemudian menuju kelas XII IPA 1, untuk menemui Dian.
Saat mereka berjalan, mereka berpapasan dengan Dian.
"Kalian darimana? Kan tadi aku suruh ke kelas duluan?" Tanya Dian
"Oh, kita baru aja kesini kok" ucap alvin
Alvin sengaja tidak memberitahukan rencana gengnya Manda, karena Alvin takut rencananya untuk membantu Dian malahan gagal.
"Oh, yaudah ayok ke kelas Din" ajak Dian
"Ayok Dian" ucap Dinda
"Kalian berdua gak mau ke kelas?" Tanya Dian
"Kita mau ke kelas XII IPA 2 ni, mau nyamperin temen dulu" ucap Lutfi mencari alasan
"Iya betul, mau ke kelas XII IPA 2" ucap Alvin membenarkan.
__ADS_1
"Oh yaudah ayok bareng aja kan kelasnya sebelahan sama kelasku" ucap Dian
"Ok ayok" ucap Alvin
Mereka berempat berjalan beriringan, di depan kelas XII IPA 2 Alvin dan Lutfi menghentikan langkahnya.
"Ok aku masuk dulu ya" ucap Alvin
"Iya Vin" ucap Dian sambil melangkahkan kakinya kembali
Setelah Dian dan Dinda pergi, Alvin dan Lutfi langsung masuk ke kelas XII IPA 2 dan mereka izin untuk duduk disana dahulu. Setelah mendapatkan izin, Alvin dan Lutfi mempersiapkan apa yang akan mereka lakukan nanti.
Beberapa saat kemudian terdengar keributan di kelas XII IPA 1. Alvin dan Lutfi langsung berlari ke kelas XII IPA 1. Saat sampai didepan pintu mereka berhenti dan memilih tempat persembunyian untuk melihat akting gengnya Manda.
"HP ku hilang, pasti ada pencuri disini." ucap Manda mulai berakting
"Beneran hilang? mungkin kamu lupa dimana gitu?" tanya seorang murid
"Gak lupa, soalnya tadi aku taruh ditas. Masak bisa hilang sendiri kan gak mungkin. Pasti disini ada pencuri. Apalagi HP ku kan mahal, pastinya banyak yang pengen tapi gak mampu beli kan" ucap Manda tambah berakting
"Oh, gimana kita bilang ke guru-guru aja. Biar di geledah semua tas dikelas ini." ucap Indah ikut berakting
"Kan tapi belum tentu yang ngambil murid dikelas ini" ucap seorang murid
"Ya kan di cek dari kelas ini dulu" ucap Dwi
"Indah, Dwi cepetan panggilkan guru-guru terutama guru BK" ucap Manda memerintah
Indah dan Dwi pergi memanggil guru-guru. Beberapa saat kemudian Indah dan Dwi kembali bersama wali kelas dan guru BK.
"Ada apa ini kok rame kayak gini?" tanya wali kelas XII IPA 1
"Ini bu, HP saya hilang. Saya ingin ibu memeriksa tas semua murid disini" ucap Manda
"Tapikan belum tentu ada yang ngambil, bisa saja kamu yang lupa" ucap wali kelas
"Gak kok bu, saya ingat tadi ditaruh didalam tas. Tapi setelah saya kembali dari kantin sudah tidak ada" ucap Manda
"Yasudah untuk membuktikan biar saya cek di tas kalian" ucap wali kelas
Ibu Santi selalu wali kelas XII IPA 1 mengecek tas muridnya satu persatu, dibantu oleh guru BK.
Tas di cek mulai dari depan, setiap tas yang di cek tidak ada tanda-tanda keberadaan HP Manda. Setelah beberapa saat tibalah Bu Santi mengecek tas Dian.
Saat dibuka Bu Santi langsung mengeluarkan barang-barang didalamnya.
Saat dikeluarkan terdapat HP dan juga laptop.
"Loh, itu kan HP aku." ucap Manda sambil mengambil HP dimeja Dian.
Saat dibuka ternyata benar itu HP Manda.
"Itu laptop ku?" tanya Dinda pura-pura terkejut
Dian kaget karena dia tidak pernah mengambil barang itu. Lalu bagaimana bisa barang tersebut ada didalam tasnya.
"Dinda beneran aku gak tau kenapa bisa laptop kamu ada didalam tas aku. Aku gak pernah ngambil laptop kamu. Dan lagi tadi pas istirahat kita bareng kan ke kantin." ucap Dian menjelaskan
Dinda hanya diam berakting kecewa dengan Dian.
"Dian, karena buktinya memang mengarah ke kamu. Jadi bapak putuskan akan mengundang orang tua kamu kesekolah" ucap guru BK
"Tapi pak, saya tidak mengambil itu" ucap Dian
"Alah, mana ada pencuri ngaku" ucap Manda
"Tunggu pak" ucap seseorang dari arah pintu
Mohon dukungannya ya🙏
__ADS_1
Jika ada kritik dan saran silahkan disampaikan 😊
~flo˙❥˙~