KEBAHAGIAAN

KEBAHAGIAAN
BAB 8


__ADS_3

Kemudian Dian memutuskan untuk masuk kembali kedalam rumah, saat Dian berbalik Dian melihat darah dilantai.


Dian memperhatikan darah yang tercecer dilantai, Dian mengikuti jejak darah itu. Saat sampai di pojokan Dian melihat seekor kucing yang kakinya terluka. Ternyata kucing itu yang menyenggol pot sampai jatuh dan kakinya si kucing terkena pecahan pot itu sehingga terluka dan berdarah.


Dian mengangkat kucing itu dan memperhatikannya. Dian teringat kucing itu milik tetangganya, karena Dian tidak bisa mengobati kaki si kucing Dian pergi kerumah pemilik kucing.


"tok tok tok, Assalamualaikum kak." Dian mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam." jawab seorang cowok sambil membuka pintu


"Maaf kak ini kucingnya terkena pecahan pot dirumah Dian, tadi pot diteras jatuh pas Dian lihat kaki si kucing sudah luka kayak gini." ucap Dian menjelaskan


"Oh gak papa kok dek, haduh pasti si kucing yang jatuhin potnya ni. Nanti biar kakak ganti potnya dek." ucap kak Adit


"Eh, gak usah diganti kak. Si kucing juga pasti gak sengaja. Dian kesini karena Dian gak bisa ngobatin kakinya si kucing kak. Jadinya Dian bawa aja ke pemiliknya, pasti kakak bisa ngobatin kan." ucap Dian


"Iya dek biar kakak yang obati kakinya si kucing ya" ucap kak Adit


"Adit ada tamu kok gak disuruh masuk" tanya mamanya kak Adit sambil berjalan kearah pintu


"Iya ma, ini ada adek. Si kucing mecahin pot dirumah adek ma." jawab kak Adit


"Eh sayang. Dian sini masuk dulu nak." ucap mamanya kak Adit ramah


"Iya tante" ucap Dian sambil berjalan mengikuti mamanya kak Adit masuk ke dalam.


Kak Adit pun mengikuti mamanya dan juga Dian. Mereka menuju ke ruang tamu.


"Sebentar ya, tante kedalam dulu" ucap mamanya kak Adit sambil melangkah menuju dapur.


"Iya tante" jawab Dian


"Dek, ini pegangin si kucing dulu. Kakak mau ambil obatnya dulu." ucap kak Adit sambil menyerahkan si kucing


"Iya kak" ucap Dian sambil mengambil alih si kucing dari tangan kak Adit.


Kemudian kak Adit masuk kedalam untuk mengambil kotak obat si kucing.


Beberapa saat kemudian kak Adit kembali sambil membawa kotak obat.


"Dek pegangin si kucing ya, biar kakak bersihin lukanya." ucap kak Adit


"Iya kak" ucap Dian


Kak Adit sedang sibuk membersihkan luka di kaki si kucing, sedangkan Dian sibuk memegangi si kucing sambil memperhatikan kak Adit yang sedang membersihkan luka si kucing.


Sedangkan di dapur

__ADS_1


Mamanya kak Adit sedang membuat minuman untuk Dian. Setelah siap mama kak Adit pergi ke ruang tamu. Saat di depan pintu mama kak Adit memperhatikan kedekatan antara anaknya dengan Dian. Mama kak Adit senyum-senyum sendiri, saat sedang memperhatikan tidak sengaja Dian menoleh kearahnya. Mama kak Adit langsung berjalan kearah mereka berdua.


"Belum selesai ngobatin kakinya si kucing" tanya mama kak Adit.


"Ini baru aja selesai ma." jawab kak Adit sambil mengambil alih si kucing dari tangan Dian.


"Dian ini tehnya diminum dulu nak" ucap mama kak Adit


"Iya tante" ucap Dian tersenyum sambil mengambil cangkir teh.


" nanti biar tante ganti potnya ya" ucap mama kak Adit.


"Eh, gak usah tante. Gak papa kok,potnya emang udah mau pecah tante." ucap Dian


Dian merasa tidak enak, tujuannya kerumah kak Adit itu karena Dian tidak bisa mengobati luka si kucing, bukannya meminta ganti rugi.


"Yasudah kalau Dian tidak mau tante ganti potnya tidak apa-apa, tapi nanti malam Dian makan malam disini ya, sekalian ajakin bapak sama ibuk ya." ucap mama kak Adit


"Yah, bapak sama ibuk lagi jengukin nenek dan mau nginep disana tante." ucap Dian


"Loh, kok Sari gak bilang ke tante kalo mau jengukin nenek, padahal tadi siang Sari kerumah tante lo " ucap mama kak Adit


" Ibuk dapat kabar dari bibi itu sore tante, terus langsung berangkat. Jadi lupa ngasih tau tante deh." ucap Dian


"Oh yasudah lah, biar tante besok nyusul kerumah nenek. Nah Dian gak ikut kerumah nenek?" tanya mama kak Adit.


"Iya tante soalnya tadi ibuk buru-buru, gak ada yang nganterin Dian juga, di tambah besok Dian harus sekolah. Jadi besok Dian dijemput bapak" ucap Dian


"Tapi apa gak ngrepotin tante?." tanya Dian


"Gak lah nak, kan tante juga mau kesana jadi sekalian" ucap mama kak Adit


"Terimakasih tante" ucap Dian


"Sama-sama nak, berarti kamu dirumah sendirian nak, kamu nginep disini saja ya. Daripada dirumah sendiri" ucap mama kak Adit


"Gak deh tante, Dian gak papa kok dirumah sendiri. Kan disamping rumah ada rumah tante, ada rumah yang lainnya juga." ucap Dian


"Yasudah deh, tapi nanti malam harus makan malam disini lo" ucap mama kak Adit.


"Iya tante, nanti malam Dian kesini" ucap Dian


Kak Adit hanya memperhatikan percakapan antara mamanya dan Dian.


Dian kembali meminum tehnya, kemudian berpamitan karena sudah mau Maghrib.


"Tante, kakak. Dian pamit dulu ya sudah mau Maghrib." ucap Dian berpamitan

__ADS_1


"Iya dek, terimakasih ya sudah anterin si kucing." ucap kak Adit


"Iya nak, jangan lupa nanti malam kesini lo" ucap mama kak Adit.


"Iya kak, sama-sama" ucap Dian.


"Siap tante" ucap Dian


Dian mencium tangan tante dan kak Adit dan mengucapkan salam sebelum pergi.


Setelah sampai dirumah Dian bersiap-siap untuk sholat Maghrib. Setelah selesai sholat Dian menata buku untuk pelajaran besok. Kemudian Dian belajar, Dian membaca materi-materi dan mengerjakan PR yang diberikan. Akhirnya Dian selesai juga mengerjakan PR nya. Saat sedang memasukkan buku-buku kedalam tas ada suara orang mengetuk pintu.


Dian langsung melangkahkan kaki menuju pintu depan, sebelum membuka pintu Dian mengintip terlebih dahulu dari jendela. Saat dilihat ternyata kak Adit, Dian langsung membuka pintu.


"Eh, ada apa kak?" tanya Dian


"Gak papa dek, ini disuruh mama jemput kamu katanya takut kamu lupa gak kerumah." jawab kak Adit


"Haduh tante Dian gak lupa lah, baru aja Dian mau kerumah kakak. Dian habis ngerjain PR kak" ucap Dian


"Iya ni katanya mama kangen kamu dek, sekarang kamu jarang main si. Oh ya, udah selesai belum PR nya? kalau belum selesaikan dulu, biar kakak tunggu disini" ucap kak Adit


"Iya kak, orang kakaknya aja sekarang sibuk, Tante juga sekarang lebih sering ke butiknya. Jadi pas Dian mau main kan gak ada orang.


Udah selesai kok kak, ayok ke rumah kakak aja" ucap Dian sambil mengunci pintu


"Iya juga si dek, nanti deh weekend kamu kerumah. Mama pasti dirumah, kalau kakak belum tentu dirumah tapi" ucap kak Adit


"Ok kak, weekend Dian kerumah kakak deh." ucap Dian


Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke rumah kak Adit. Cuma beberapa langkah mereka sudah sampai di rumah kak Adit.


Kak Adit langsung masuk kedalam, Dian mengikuti kak Adit. Mereka langsung menuju ke meja makan, Dian menghampiri papa dan mamanya kak Adit. Dian langsung mengucapkan salam dan mencium tangan keduanya.


"Dian sekarang sudah besar ya, kelas berapa nak?" tanya papa kak Adit


"Iya om, Dian kelas 12 om" jawab Dian


"Kemana aja ni Dian, sekarang jarang main kerumah" tanya papa kak Adit lagi


"Mau main gimana pa, orang yang biasanya diajak curhat aja sibuk" ucap mama kak Adit


Papa dan mamanya kak Adit senyum-senyum sambil melihat kearah Dian dan kak Adit.


Dian sangat malu saat itu.


Mohon dukungannya ya🙏

__ADS_1


Jika ada kritik dan saran silahkan disampaikan 😊


~flo˙❥˙~


__ADS_2