
Akhirnya Alvin dan bang Bima masuk kekamar masing-masing untuk beristirahat.
Pagi hari dirumah Alvin
"Bunda" panggil Alvin sambil menghampiri bundanya didapur.
"sudah siap Vin, emangnya mau berangkat jam berapa?" Tanya Bunda
"Jam 7 Bun, biar sampai sana belum kesiangan" jawab Alvin
"Abang sudah bangun belum?" Tanya Bunda
"Sudah Bun, lagi mandi" jawab Alvin
Kemudian Alvin duduk diruang makan, sambil memperhatikan Bundanya yang sedang menata makanan untuk sarapan. Tidak lama kemudian Ayah dan bang Bima turun dan menghampiri mereka. Kemudian keluarga Alvin sarapan bersama.
Setelah selesai semuanya pindah keruang keluarga dan berbincang-bincang sambil menunggu kedatangan Lutfi dan Dinda. Tidak lama kemudian yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, Kemudian muncul juga Aidha dari belakang tubuh Lutfi.
Lutfi dan Dinda mengucapkan salam dan tidak lupa mencium tangan Ayah dan Bunda.
"Dek, salim dong sama om dan tante sama abangnya juga" ucap Lutfi
Aidha menoleh kearah kakaknya kemudian salim kepada orangtua Alvin, bang Bima dan juga Alvin.
"Wah, pinter ya Aidha" ucap Bunda
Aidha yang malu mempererat pegangan tangan kakaknya.
Semuanya yang melihat tingkah Aidha tertawa.
"Fi, kamu ajak adek juga?" Tanya Alvin
"Gak ngajakin aku Vin, dia nangis minta ikut. Yaudah lah daripada gak jadi berangkat mendingan aku ajakin" ucap Lutfi
"Adek gak nangis kok" ucap Aidha sambil cemberut
"Tadi kamu nangis dek" ucap Lutfi
"Gak kak, adek cuma mengeluarkan air mata" ucap Aidha
"Sama aja kali dek" ucap Lutfi sambil mengacak rambut adeknya
"Ih, kakak rambutnya jadi berantakan" ucap Aidha
Semua yang menyaksikan itu tertawa karena melihat kelucuan Aidha
"Sini dek, sama bang Bima aja" ucap bang Bima sambil menggendong Aidha.
"Jangan lupa jagain Aidha lo" ucap Bunda
"Siap tante" ucap Lutfi
__ADS_1
"Yaudah Bun, kita langsung berangkat aja ya" ucap Alvin
"Iya, hati-hati jangan ngebut-ngebut. Oh ya nanti Ayah sama Bunda mau pergi kerumah temen Ayah. Jadi nanti pulangnya jangan sampai sore ya" ucap Bunda
"Ok Bun" ucap bang Bima
Sebelum mereka berangkat, mereka mencium tangan Ayah dan Bunda terlebih dahulu.
Akhirnya mereka berangkat menggunakan mobil keluarga Alvin, dengan bang Bima yang menyetir, Alvin duduk disampingnya. Lutfi, Dinda dan Aidha dibelakang.
Sementara dirumah kakek Dian
Ibuk, mama kak Adit dan Dian tengah mempersiapkan makanan-makanan yang baru saja siap dimasak. Mereka memasukkan kedalam wadah-wadah, sedangkan yang lainnya sedang mempersiapkan alas duduk atau barang-barang yang perlu dibawa.
Setelah siap semua mereka duduk di ruang tamu sambil menunggu kedatangan sahabat-sahabat Dian. Tidak lama kemudian terdengar suara mobil berhenti didepan rumah kakek Dian. Kemudian ada beberapa orang yang mengucapkan salam. Semuanya menjawab salam tersebut, kemudian Dian menghampiri mereka dan menyuruh untuk masuk terlebih dahulu.
Setelah masuk mereka duduk dan ikut mengobrol, ternyata bang Bima dan kak Adit saling kenal mereka rupanya bersahabat dan merupakan rekan bisnis. Setelah cukup lama mengobrol sambil menikmati teh. Mereka semua berangkat menuju danau dengan berjalan kaki, karena jaraknya yang tidak terlalu jauh.
Setelah sampai disana, semuanya sangat senang karena pemandangannya yang bagus dan tidak terasa panas. Karena banyak pohon-pohon yang menghalangi sinar matahari. Mereka menyiapkan alas untuk duduk dan menata makanan serta minuman.
Aidha tampak senang dan terus berlarian,
"Kak, sini Aidha lihat ikan" ucap Aidha sambil menunjuk ikan yang berada di danau.
Lutfi, Alvin, Dian dan Dinda menghampiri Aidha dan melihat kearah yang ditunjuk Aidha. Dan benar saja terlihat ikan yang sedang berenang kesana kemari, karena air itu jernih jadi terlihat ikan-ikan yang ada disana.
"Kakak cantik namanya siapa?" Tanya Aidha yang memperhatikan Dian
"Aidha kak. Wah nama kakak mirip ya sama kak Dinda" ucap Aidha
"Hehehe iya" ucap Dian
Akhirnya mereka semua makan-makan sambil sesekali mengobrol, setelah selesai makan mereka kembali mengobrol sambil bercanda dan tertawa. Mereka terlihat sangat bahagia. Tanpa disadari ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka.
"Kenapa Dian selalu bahagia? Sedangkan aku tidak" batin orang itu kemudian pergi dari sana.
Sudah cukup lama mereka disana. Sehingga para orang tua memilih untuk pulang, sedangkan anak muda ingin berfoto-foto terlebih dahulu.
"Yaudah kalau kalian belum mau pulang, kita pulang duluan ya." Ucap ibuknya Dian
"Iya buk" ucap Dian
Setelah para orang tua pulang, Dian, Dinda, Alvin, Lutfi, Aidha, kak Adit dan bang Bima melanjutkan foto-foto.
Saat mereka tengah asik berfoto-foto Aidha berjalan-jalan sendiri tetapi tidak terlalu jauh. Aidha melihat sebuah buku kecil dan mengambilnya kemudian dia memberikan buku itu kepada Lutfi karena Lutfi sudah berada disampingnya
"Dek, jangan jauh-jauh mainnya" ucap Lutfi yang tiba-tiba sudah berada disamping Aidha
"Iya kak. Kak, adek nemuin buku ini" ucap Aidha sambil menyerahkan buku tersebut.
Saat Lutfi membuka halaman pertama, tertera nama Dian disana. Saat Lutfi akan mengembalikan buku itu ke Dian, sebuah foto jatuh dari dalam buku itu. Saat dilihat ternyata foto Manda. Karena penasaran Lutfi membaca buku itu, Lutfi terkejut dengan isi dari buku itu.
__ADS_1
Kemudian Lutfi menghampiri yang lain tidak lupa mengandeng Aidha.
"Dian" panggil Lutfi
"Iya kenapa?" Tanya Dian
"Ini buku kamu?" Tanya Lutfi sambil menunjukkan buku itu.
"Iya" jawab Dian yang kaget, kenapa bukunya bisa berada ditangan Lutfi pikirnya. Dian teringat
Flashback on
Dirumah kakek Dian sebelum mereka berangkat ke danau
"Dek, ini kakak kembalikan buku diary kamu" ucap kak Adit
"Oh iya kak, udah dibaca kak?" Tanya Dian
"Udah dek, kenapa kamu gak ceritain ke kakak dek?" Tanya Alvin
Belum sempat Dian menjawab Dian dipanggil ibuknya sehingga Dian langsung memasukkan buku diarynya kedalam tas kecil yang akan dia bawa.
Flashback off
"Aduh kayaknya jatuh deh" batin Dian
Dian mengulurkan tangannya untuk mengambil buku diarynya, tetapi Lutfi tidak menyerahkan buku diarynya.
"Dian, kenapa kamu gak mau ceritain ke kita?" Tanya Lutfi
"Maksud kamu?" Tanya balik Dian
"Aku udah tau semuanya kok, aku udah baca" ucap Lutfi
Dian terdiam, sedangkan yang lainnya hanya dapat menyaksikan dengan kebingungan, kecuali kak Adit yang sudah mengerti maksudnya.
"Hemm, ya gitu Fi seperti yang kamu baca semuanya terjadi karena itu" ucap Dian
"Sebenernya ada apa si? Aku kok gak nyambung sama sekali" ucap Dinda
"Yasudah, kayaknya sudah waktunya kalian semua untuk tahu. Ayok duduk dulu, aku bakalan jelasin semuanya" ucap Dian
Semuanya duduk membentuk lingkaran, sedangkan Aidha duduk dipangkuan Lutfi, dia terlihat mengantuk.
"Jadi gini, aku sama Manda itu sudah bersahabat sejak SMP. Aku sering diajak main kerumahnya, sampai pada saat aku kelas 10 mamanya melarang aku untuk main kerumahnya. Dulu aku gak tau alasannya, sikap mamanya sama saja tetap baik tetapi dia hanya melarang aku untuk main. Tetapi suatu hari aku dipaksa main kerumah oleh Manda, akhirnya aku mau main kesana. Disana mama Manda tidak marah atau apa dia seperti biasa bersikap baik kepadaku. Aku dan Manda mengerjakan PR diruang tengah dan mama Manda juga duduk disana. Tiba-tiba papa Manda pulang tetapi yang membuat aku dan Manda terkejut, papa Manda pulang dengan seorang perempuan dan ketika melihat ada kami diruang tengah, mereka terlihat berbicara kemudian perempuan itu pergi." ucap Dian menjelaskan
Mohon dukungannya ya🙏
Jika ada kritik dan saran silahkan disampaikan 😊
~flo˙❥˙~
__ADS_1