KEBAHAGIAAN

KEBAHAGIAAN
BAB 17


__ADS_3

Dari persahabatan Mama kak Adit dan ibuknya Dian, membuat keluarga mereka bersatu. Terlebih lagi kakek Dian dan kakeknya kak Adit juga bersahabat jadilah mereka menjadi keluarga besar walaupun bukan sedarah.


1 jam kemudian, mereka sudah sampai dirumah kakek dan neneknya Dian. Mereka langsung keluar dari mobil dan melangkahkan kaki menuju teras.


Diteras ternyata sudah ada kakek neneknya kak Adit, bapaknya Dian dan kakeknya Dian yang sedang mengobrol sambil menunggu kedatangan keluarga kak Adit dan Dian.


Mereka langsung bersalaman dengan orang-orang yang sedang menunggu kedatangan mereka.


"Gimana perjalanannya?" tanya kakek kak Adit


"Alhamdulillah lancar pa, cuma didepan kayaknya lagi ada acara nikahan jadinya macet" jawab papa kak Adit


"Oh iya, hari ini ada acara nikahan anaknya pak RT" ucap kakek kak Adit


Nenek kak Adit sedang memeluk Dian sambil terus bertanya-tanya.


"Ini Dian kok sudah besar saja ya, kayaknya kemarin masih suka nangis lo, cantik lagi" ucap neneknya kak Adit sambil tersenyum


"Hehehe nenek bisa saja" ucap Dian sambil tersenyum malu


"Adit juga sekarang sudah tinggi saja ya, ganteng lagi cucu nenek" ucap nenek kak Adit sambil memeluk cucunya.


"Eh, sudah sampai ternyata. Ayok silahkan masuk" ucap ibuk Dian yang tiba-tiba sudah di depan pintu


"Iya Sar, Alhamdulillah sudah sampai" ucap mama kak Adit


"Ayok semuanya masuk, pasti pada capek kan" ucap ibuknya Dian mempersilahkan


Mereka semua masuk kedalam menuju ruang tamu.


Dian dan ibuknya berjalan dibelakang sambil mengobrol.


"Ibuk, nenek lagi istirahat ya?" tanya Dian


"Iya nak, nenek ada dikamar" jawab ibuknya Dian


"Dian langsung kekamar nenek ya buk" ucap Dian


"Eh jangan nak, kamu bersih-bersih dulu baru kekamar nenek" ucap ibuknya Dian


"Siap buk" ucap Dian yang langsung berlalu menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


Sedangkan diruang tamu baik keluarga kak Adit dan keluarga Dian sedang mengobrol.


"Loh, Dian kemana?" tanya mama kak Adit yang mencari Dian


"Oh Dian lagi mandi Lan" ucap ibuknya Dian

__ADS_1


"Oh gitu, aku kira ketinggalan Sar" ucap mama kak Adit sambil tersenyum


Akhirnya mereka berbincang-bincang diruang tamu, sedangkan ibuknya Dian pergi ke dapur untuk membuat minuman sambil membawa buah yang dibawakan mama kak Adit.


Beberapa saat kemudian ibuknya Dian kembali ke ruang tamu dan menghidangkan minuman beserta cemilan.


"Silahkan diminum" ucap ibuknya Dian


"iya Sar, terimakasih ya" ucap mama kak Adit sambil tersenyum.


Mereka melanjutkan obrolan sambil menikmati teh dan cemilan yang dihidangkan.


Setelah sekian lama mereka mengobrol, akhirnya keluarga kak Adit pamit untuk pulang kerumah kakek neneknya kak Adit.


"Sar, ternyata sudah mau Maghrib. Kita pamit pulang dulu ya" ucap mama kak Adit


"Oh iya Lan, nanti malam semuanya makan malam disini ya" ucap ibuknya Dian sambil tersenyum


Setelah berpamitan dan bersalaman akhirnya keluarga kak Adit pulang ke rumah.


Sedangkan Dian sedang mengobrol dengan neneknya. Dian sangat kangen dengan neneknya karena sudah lama tidak bertemu, bapaknya memang sering kesini tetapi Dian tidak bisa ikut.


Dian duduk ditepian kasur sambil terus mengobrol dengan neneknya.


"Nenek gimana keadaannya?" tanya Dian


"Alhamdulillah sudah lebih baik nduk. Malahan nenek merasa sudah sembuh, karena cucu nenek disini." jawab neneknya Dian sambil tersenyum


"Dian, ayok sholat dulu. Ibuk mau bantu nenek ambil air wudhu dulu" ucap ibuknya Dian, karena sudah terdengar suara adzan Maghrib.


"Iya bu" ucap Dian sambil berjalan menuju ke kamarnya.


Setelah selesai sholat, Ibuknya Dian dan Dian mempersiapkan makanan untuk acara makan malam nanti.


Sedangkan bapak, kakek dan nenek Dian sedang menonton televisi. Mereka menonton sambil mengobrol.


Setelah selesai mempersiapkan semuanya, ibuk dan Dian langsung bergabung menonton televisi. Saat mereka sedang asik menonton, terdengar ketukan pintu dan salam.


Ibuk Dian langsung ke depan sambil menjawab salam, kemudian membukakan pintu.


Terlihat keluarga kak Adit sedang berdiri, kemudian mereka bersalaman dan dipersilahkan masuk oleh ibuknya Dian.


Keluarga kak Adit bergabung menonton televisi. Sedangkan mama kak Adit ikut masuk ke dapur dengan ibuknya Dian.


Ibuknya Dian langsung membuatkan teh untuk keluarga kak Adit. Sedangkan mama kak Adit mengambil piring dan menaruh berbagai cemilan.


"Wulan, kamu kok repot-repot bawa cemilan?" tanya ibuknya Dian

__ADS_1


"Gak repot kok Sar, ini tadi Adit keluar sebentar terus sekalian beli" jawab mama kak Adit


"Terimakasih ya, seharusnya kamu gak perlu repot-repot lo" ucap ibuknya Dian


Mama kak Adit tersenyum sambil melanjutkan menaruh cemilan kedalam piring.


Setelah selesai ibuk Dian dan mama kak Adit langsung membawa teh dan cemilan ke depan.


Terlihat antara keluarga kak Adit dan Dian sangat akrab.


Setelah mereka semua meminum teh yang disajikan. Kakek Dian mempersilahkan semuanya untuk makan malam.


Mereka langsung menuju meja makan dan makan dengan hening.


Setelah beberapa saat, mereka telah selesai makan. Ibuk Dian, mama kak Adit, dan Dian membereskan meja makan. Sedangkan yang lainnya kembali ke depan.


"Wulan, sudah biarin aja biar aku yang beresin" ucap ibuknya Dian


"Gak papa Sar, biar aku bantu" ucap mama kak Adit sambil melanjutkan mengelap meja.


Mereka membagi tugas untuk membersihkan meja makan dan mencuci piring. Setelah selesai mereka menyusul ke depan dan ikut mengobrol.


Tak terasa ternyata hari sudah malam, keluarga kak Adit berpamitan untuk pulang.


"Nek, Wulan sama yang lain pamit pulang dulu ya. Nenek langsung istirahat biar cepat sembuh" ucap mama kak Adit


"Iya Lan, terimakasih ya sudah jengukin nenek" ucap nenek Dian.


Setelah keluarga kak Adit pulang, Nenek Dian diantar ibuk ke kamarnya untuk beristirahat. Sedangkan kakek dan bapaknya Dian masih mengobrol. Dian lebih memilih masuk kedalam kamarnya, didalam kamar Dian berbalas chat dengan sahabat-sahabatnya.


Sedangkan dikamar kak Adit


Setelah sampai dirumah kak Adit langsung masuk kedalam kamarnya. Saat kak Adit akan rebahan, dia teringat buku diary Dian.


Kak Adit langsung mengambil buku diary itu didalam tasnya, karena dia memang sengaja membawanya.


Kak Adit mulai membaca dari satu halaman ke halaman lainnya. Diawal halaman kak Adit biasa saja saat membacanya. Tetapi saat mulai ke halaman pertengahan kak Adit mulai terlihat kaget. Dan dia terus melanjutkan membaca sampai pada halaman terakhir.


Dia baru tahu kalau Dian sering ditindas. Tapi ada sebuah hal yang lebih mengejutkan lagi, alasan kenapa Dian sampai dimusuhi sahabatnya sendiri.


"Aku harus bertanya langsung ke adek besok" batin kak Adit


Kak Adit kemudian menutup buku diary itu dan menaruhnya kedalam tas lagi. Dia terus berpikir bagaimana keadaan Dian selama ini yang tidak memiliki teman dan selalu ditindas. Bahkan tidak ada tempat untuk Dian bercerita atau seseorang yang sekedar dapat menjadi penenang. Kak Adit merasa bersalah karena disaat Dian dalam posisi kesulitan dia tidak ada disampingnya.


Karena kak Adit selalu ingat perkataan papanya, dia disuruh untuk menjaga adeknya walaupun dia bukan adek kandungnya. Sedari kecil Dian lebih suka bercerita kepadanya. Apalagi untuk masalah seperti ini pasti Dian tidak akan mau menceritakan kepada orangtuanya.


Mohon dukungannya ya🙏

__ADS_1


Jika ada kritik dan saran silahkan disampaikan 😊


~flo˙❥˙~


__ADS_2