
Setelah ada pengumuman itu semuanya berjalan dengan normal. Manda dan gengnya yang masih suka bolos sering dihukum. Dan gengnya Manda juga sudah tidak lagi menindas Dian atau orang-orang yang tidak disukai. Tetapi tetap saja mereka terlihat sombong.
4 bulan berlalu, kegiatan disekolah berjalan dengan lancar tidak ada lagi yang namanya ketidakadilan. Dan sebentar lagi Ujian Nasional akan dimulai.
Dian dan sahabat-sahabatnya telah mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian. Sedangkan Manda dan gengnya terlihat masih santai-santai saja.
Tidak terasa Ujian telah dimulai dan semuanya berusaha mengerjakan dengan serius. Semuanya terlihat tegang saat keluar dari dalam kelas.
Kemudian Dian dan Dinda menghampiri Alvin dan Lutfi ditaman, karena sebelumnya mereka telah janjian.
"Gimana tadi ujiannya" tanya Dinda sambil duduk didepan Lutfi
"Alhamdulillah lancar, tapi masih berasa ni deg degan" ucap Lutfi
"Iya sama ni" ucap Alvin
"Aku juga masih deg degan ni hehehe" ucap Dian
Kemudian mereka mengobrol sebentar, setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.
Hari terus berlalu tak terasa mereka telah selesai melaksanakan Ujian Nasional.
Sekarang mereka tengah mempersiapkan untuk acara perpisahan sekolah.
Mereka berempat telah berkumpul dirumah Dian untuk mencoba kebaya dan setelah jas yang akan mereka pakai saat acara perpisahan. Kebetulan mereka telah membuatnya dari jauh-jauh hari, dan kemarin Dian yang mengambilnya dari butik mama kak Adit. Sehingga mereka berkumpul dirumah Dian.
Mereka sudah selesai mencoba pakaiannya dan sangat cocok ditubuh mereka. Mereka kemudian menonton televisi sambil bercanda.
Tiba-tiba ada sebuah berita yang membuat mereka semua kaget. Diberita itu dikabarkan bahwa seorang pembisnis terkenal terciduk berselingkuh dan itu adalah papa Manda.
__ADS_1
Mereka berempat kaget dan langsung bertatapan satu sama lain.
Sedangkan dirumah Manda
Manda dan mamanya juga sedang kaget saat melihat berita itu. Mereka menangis dan saling berpelukan. Akhirnya sebuah rahasia telah terbongkar dan pasti akan berdampak kepada keluarganya. Mereka akan menjadi pembicara dimana-mana.
Manda mencoba menghubungi Indah dan Dwi untuk pergi kerumahnya, tetapi mereka berdua tidak mau dan malahan memutuskan persahabatan mereka. Disitu Manda merasa tidak ada yang peduli kepadanya.
Sudah beberapa hari Manda mengurung diri dikamar setelah mendengar bahwa orangtuanya akan bercerai. Manda tidak memperdulikan mamanya memanggil, sampai papanya juga datang pun dia tidak mau keluar.
Sebenarnya Dian dan sahabat-sahabatnya sudah beberapa kali ketempat Manda untuk membujuknya tetapi Manda tetap tidak mau keluar. Hari ini Dian dan sahabat-sahabatnya kembali kerumah Manda. Mereka mengetuk pintu dan memanggil Manda berulang-ulang.
Sampai akhirnya ucapan Dian membuat Manda mau mambuka pintu kamarnya
"Manda, apa kamu tidak kasihan dengan mama kamu? Mama kamu sampai tidak makan karena memikirkan kamu yang tidak mau makan. Apa kamu akan mendapatkan jalan keluar kalau kamu hanya berdiam diri disana tanpa makan dan minum. Apa kamu lupa, kamu pernah bilang ingin melanjutkan kuliah kedokteran karena ingin mengobati pasien-pasien diluar sana yang tidak memiliki biaya. Terus sekarang kamu hanya diam disana, apa impian kamu akan terwujud?" Ucap Dian dengan nada yang lumayan tinggi
"Kamu tidak tau kehidupanku sudah hancur, tidak ada lagi orang yang menyayangiku. Untuk apa aku memikirkan orang lain" ucap Manda dari dalam kamarnya.
Manda kaget dan langsung menghampiri pintu dan membukanya. Dia langsung memeluk mamanya dan menangis sejadi jadinya. Dian dan yang lainnya hanya bisa memperhatikan dengan perasaan yang tidak menentu mereka bahagia akhirnya Manda mau keluar, dan mereka sedih karena melihat mereka sedang memiliki permasalahan seperti itu.
Manda kemudian melepaskan pelukannya dan menoleh kearah Dian. Kemudian tanpa aba-aba dia memeluk Dian dengan erat. Dia menangis sambil terus meminta maaf atas perbuatannya selama ini. Setelah Dian memaafkannya Manda melepas pelukannya. Kemudian Manda meminta maaf kepada Dinda, Alvin dan juga Lutfi. Semuanya telah memaafkan kesalahan Manda.
Mulai saat itu Manda menjadi lebih baik dan sudah mulai berteman dengan manda beserta sahabat-sahabatnya.
Kehidupan Manda menjadi lebih baik karena dia mendapatkan teman-teman yang baik dan mamanya selalu berada disampingnya, tidak seperti dulu yang lebih suka keluar rumah dan kurang memperhatikannya.
Acara perpisahan sekolah pun telah tiba, semuanya sudah duduk ditempat masing-masing beserta orangtuanya.
Dian dan sahabat-sahabatnya duduk bersebelahan, disana ada Manda juga.
__ADS_1
Acara berjalan dengan lancar, semuanya merasa bahagia. Apalagi Dian dan sahabat-sahabatnya mendapatkan nilai yang memuaskan. Yang paling membuat mereka bahagia ada keluarga dan sahabat yang berada disamping mereka. Mereka sangat bersyukur mendapatkan keluarga yang menyayangi mereka.
Manda juga merasa bahagia walaupun nilainya biasa saja tetapi papanya hadir. Dan hubungan antara papa dan mamanya sudah membaik tetapi mereka tetap akan berpisah. Manda mendukung keputusan mamanya karena dia tau perjuangan mamanya selama ini sangat berat dia tidak ingin egois.
Setelah acara perpisahan mereka berlima pergi kerumah Dian untuk berkumpul sebelum mereka akan berpisah lama. Karena mereka akan berkuliah ditempat yang berbeda.
Dirumah Dian mereka mengobrol dan saling bercanda dan tertawa.
"Semuanya semangat ya untuk melanjutkan kuliah, walaupun kita tidak bersama lagi. Tapi kita tetap sahabat" ucap Dian
"Jangan lupa kalau sudah selesai kuliahnya kita harus berkumpul seperti ini lagi" ucap Dian lagi
"Siap, kita harus menjaga persahabatan kita" ucap Dinda
"Terimakasih ya, kalian sudah mau menganggapku sebagai sahabat kalian" ucap Manda
Mereka semua mengangguk sambil tersenyum.
Dian, Dinda dan Manda berpelukan begitu juga dengan Alvin dan Lutfi mereka juga berpelukan.
**Berbahagialah dengan apa yang kita miliki, karena belum tentu orang lain memilikinya. Terkadang kita terlalu melihat dari orang lain dan kita selalu menilai wah bahagia ya mereka memiliki ini itu dan mereka bisa kesana kesini sedangkan kita tidak bisa.
Padahal kita sudah memiliki sesuatu yang lebih berharga yaitu keluarga, orang-orang yang memberikan kasih sayang, memberikan kenyamanan, memberikan perlindungan. Sebenarnya keluarga lah yang sangat berharga tetapi kita kadang lupa dengan seberapa pentingnya mereka**.
...................TAMAT...................
Mohon dukungannya ya🙏
Jika ada kritik dan saran silahkan disampaikan 😊
__ADS_1
~flo˙❥˙~