
Dian langsung berjalan menuju kelasnya, baru beberapa langkah Dian sudah dihadang oleh gengnya Manda.
"Wah cewek miskin dianterin siapa tu pakai mobil lagi?" tanya Manda meledek
"Kok ada yang mau anterin cewek miskin pake mobilnya ya, kan sayang mobilnya" ucap Indah
"Eh bukan sayang mobilnya, tapi tuh ya sayang cowoknya. Ih mana ganteng lagi, kok mau ya anterin cewek miskin ini" ucap Dwi
Belum sempat Dian mengucapkan sesuatu, tiba-tiba ada suara dari belakang Dian
"Kalau iri bilang aja deh, gak perlu bilang gitu. Bukan sayang mobilnya atau sayang cowoknya yang mau anterin Dian. Tapi kaliannya aja yang iri. Kalian pengen kan dianterin cowok ganteng kayak yang nganterin Dian tadi? Eh, tapi sayangnya gak ada ya?" ucap Dinda panjang lebar sambil tertawa
"Apaan iri sama si cewek miskin? gak lah ya" ucap Manda
"Gak perlu malu lah, tinggal bilang aja iri. Gampang kan" ucap Dinda lagi
Belum sempat gengnya Manda membalas ucapan Dinda. Dinda terlebih dahulu menarik tangan Dian untuk pergi dari sana.
"Dian ayok ke kelas aja, oh ya itu cowok kamu ya? Ih ganteng banget ya. Apalagi tadi pake cium tangannya segala lagi. Ih pengen deh aku" ucap Dinda sambil melirik ke arah gengnya Manda. Dan itu berhasil membuat gengnya Manda makin kesel.
Dinda dan Dian langsung berjalan ke arah kelas meninggalkan gengnya Manda yang terlihat sangat kesal kepada mereka berdua.
Dikelas Dian dan Dinda langsung duduk di bangkunya.
"Dinda, makasih ya udah bantuin aku. Oh ya kok kamu bisa tiba-tiba datang?" Ucap Dian
"Sama-sama Dian, kamu kan sahabatku udah pasti aku bantuin kamu. Oh tadi itu aku gak sengaja liat kamu dianterin cowok, terus aku lagi nungguin kamu biar ke kelas bareng. Eh, kok gengnya Manda malahan cegat kamu." Ucap Dinda
"Oh gitu, Alhamdulillah deh ada kamu." Ucap Dian sambil tersenyum
"Dian, kenapa kamu gak lawan aja si mereka?" Tanya Dinda
"Bukannya aku gak mau lawan mereka Din, aku milih diam karena ada alasannya" jawab Dian dengan raut wajah berubah sedih
"Apa kamu gak mau ceritain ke aku sebenarnya ada apa?" Tanya Dinda lagi
"Untuk saat ini aku belum bisa cerita, tapi nanti kalau sudah saatnya aku bakalan cerita kok" jawab Dian sambil tersenyum
Dinda tidak ingin memaksa Dian untuk bercerita kepadanya, sehingga Dinda memilih mengganti topik pembicaraan.
"Oh ya, ngomong-ngomong yang nganterin kamu tadi siapa? cowok kamu ya?" Tanya Dinda sambil senyum-senyum
"Eh, bukan kok. Itu kakak aku" jawab Dian
"Kakak kamu?" Tanya Dinda bingung
Dian akhirnya menceritakan tentang kak Adit.
"Oh jadi gitu, kayaknya kamu akrab banget ya sama kakak kamu itu? Padahal aku aja sama kakak kandungku sendiri suka ribut" ucap Dinda sambil cengengesan
"Hahaha aku juga kadang suka ribut Din, tapi gak bisa lama-lama. Kak Adit itu tempat aku curhat hehehe" ucap Dian
"Wah beres dong, kenapa gak curhat ke ibuk kamu aja?" Tanya Dinda
__ADS_1
"Sebenernya aku suka si curhat ke ibuk, tapi aku cuma milih hal-hal yang gak buat ibuk khawatir. Kamu tahu kan geng Manda gimana kalau sama aku? Semisal aku curhat ke ibuk pasti ibuk bakalan khawatir, aku gak mau buat ibuk khawatir.
Kalau ke kak Adit aku lebih terbuka Din, soalnya kak Adit pernah bilang gak papa curhat ke kakak, kakak pasti dengerin kok. Dan kak Adit bilang katanya jangan nutup-nutupin kalau ada masalah. kak Adit itu langsung tahu kalau aku lagi ada masalah Din." jelas Dian
"Berarti kak Adit tau dong kalau kamu sering diganggu gengnya Manda?" Tanya Dinda lagi
"Kalau masalah itu kak Adit belum tahu Din. Soalnya semenjak 2 tahun yang lalu aku jarang ketemu kak Adit. Soalnya kak Adit sibuk Din, aku jadi gak enak kalau harus membebani kak Adit dengan masalahku" jawab Dian
"Oh gitu. kamu ada rencana mau cerita ke kak Adit gak? Mungkin kak Adit bisa bantuin kamu?" Tanya Dinda
"Ada si Din, tapi kayaknya harus nunggu waktu yang pas deh." Ucap Dian
Belum sempat Dinda menjawab ucapan Dian, bu guru telah datang. Dinda memberikan isyarat agar mereka melanjutkan obrolan mereka nanti.
"Assalamualaikum, mari kita memulai pelajaran hari ini dengan berdo'a terlebih dahulu" ucap Ibu guru
"Waalaikumsalam, iya Bu" ucap semua murid
Baru akan dimulai untuk berdo'a tiba-tiba pintu kelas terbuka dan terlihat gengnya Manda masuk ke kelas. Karena sudah biasa akan hal itu Bu guru hanya bisa menyuruh gengnya Manda untuk langsung duduk di bangkunya.
Kemudian mereka melanjutkan berdo'a, kemudian kegiatan belajar-mengajar pun dimulai.
Setelah sekian lama pelajaran, akhirnya bel tanda istirahat berbunyi. Bu guru langsung mengakhiri kegiatan belajar-mengajar tersebut. Dan keluar dari kelas setelah mengucapkan salam. Murid-murid langsung berhamburan keluar kelas.
"Dian, ayok ke kantin" ajak Dinda
"Ayok Din" ucap Dian sambil berdiri dari duduknya.
Akhirnya mereka berdua keluar kelas menuju kantin, diperjalanan mereka berdua bertemu dengan Alvin dan Lutfi.
"Iya Vin, kita mau ke kantin" jawab Dian sambil tersenyum
"Yaudah ayok bareng aja" ucap Alvin lagi
"Ok ayok" ucap Dian
Dinda dan Lutfi hanya mendengarkan percakapan mereka.
Akhirnya mereka berempat menuju ke kantin bersama. Saat sampai di kantin mereka memilih tempat duduk dipojok.
"Kalian mau makan apa ni?" Tanya Lutfi
"Aku bakso aja deh, minumnya es teh" jawab Dian
"Aku sama kayak Dian aja deh" jawab Dinda
"Ok, biar aku sama Alvin yang pesenin. Kalian tunggu aja disini" ucap Lutfi
"Loh, aku kira kamu aja yang mau pesen. Aku tinggal ikut nungguin aja" ucap Alvin sambil cengengesan
"Enak aja, kan harus bawa sendiri. Jadi kamu harus bantuin lah" ucap Lutfi
"Hehehe, iya-iya ayok aku kan cuma bercanda" ucap Alvin sambil beranjak dari duduknya, kemudian berjalan mendahului Lutfi.
__ADS_1
"Heh, malahan main nyelonong aja" ucap Lutfi sambil mengejar Alvin
Dian dan Dinda yang memperhatikan mereka langsung tertawa.
"Oh ya, tadi pagi kan aku nanya kenapa belum cerita ke kak Adit. Lanjutannya gimana?" Tanya Dinda
"Oh yang itu, sebenernya aku lagi nungguin waktu yang pas. Dan lagi aku takut kak Adit jadi khawatir Din." Jawab Dian
"Iya si, tapi menurutku kamu harus ceritain ke kak Adit. Kamu kan belum siap kalau ceritain ke aku atau Alvin sama Lutfi. Sedangkan menurutku masalah ini udah terlalu lama, dan juga kamu udah menyimpan ini terlalu lama. Apa kamu gak capek? Ya walaupun aku juga belum tahu apa masalahnya si" tanya Dinda kembali
"Ya capek juga si Din, emm tapi." Jawab Dian
"Udah jangan pake tapi-tapian segala. Dengerin aku, kamu kan udah biasa curhat ke kak Adit. Menurutku akan kebih baik kalau kamu juga mau ceritain masalah ini ke dia. Mungkin aja kak Adit bisa bantuin kamu, setidaknya kak Adit bisa memberikan saran dan bisa nenangin kamu" ucap Dinda
"Yaudah deh, nanti aku pikirkan dulu ya kapan enaknya ceritain ini ke kakak" ucap Dian
"Nah gitu dong, soalnya aku tu pengen liat kamu terbebas dari masalah ini. Apalagi kita sudah mau lulus, mudah-mudahan sebelum lulus masalahnya sudah selesai ya." Ucap Dinda
"Aamiin, makasih ya Din kamu sudah mau sahabatan sama aku, mau bantuin aku, mau khawatirin aku." Ucap Dian
"Sama-sama Dian, aku juga seneng bisa sahabatan sama kamu" ucap Dinda sambil tersenyum
Saat mereka berdua sedang asyik mengobrol, Alvin dan Lutfi datang membawa bakso pesanan mereka.
Alvin dan Lutfi langsung menaruh makanan mereka diatas meja, kemudian ikut duduk didepan Dian dan Dinda.
"Ayok makan" ucap Dinda yang melihat bakso didepannya
"Ayok" ucap Dian, Alvin dan Lutfi kompak
"Hehehe, kok kompak terus ya? Wah berarti kita emang cocok ya sahabatan" ucap Dinda
"Harus dong" ucap Lutfi
"Nah betul itu, kita harus kompak hahaha" ucap Alvin
Dian hanya memperhatikan mereka sambil memakan baksonya.
"Loh, Dian diem-diem aja ternyata sudah mulai makan duluan" ucap Dinda
"Hehehe iya, sudah keburu laper si. Kalian malahan ngobrol aja" ucap Dian sambil cengengesan
Mereka bertiga kompak tertawa.
Tanpa mereka sadari, ternyata gengnya Manda tengah memperhatikan mereka. Rasa tidak suka sangat terlihat pada Manda. Dia iri karena Dian bisa mendapatkan sahabat yang akrab seperti itu.
"Hemm, kayaknya Dian sudah melupakanku" batin Manda
"Eh, aku mikirin apa si? Biarin aja, aku juga bahagia kok tanpa dia" batin Manda lagi
"Indah, Dwi hari ini kita lakukan rencana yang kemarin. Jangan sampai gagal" ucap Manda tiba-tiba sambil melihat kearah Dian.
Mohon dukungannya ya🙏
__ADS_1
Jika ada kritik dan saran silahkan disampaikan 😊
~flo˙❥˙~