KEBAHAGIAAN

KEBAHAGIAAN
BAB 15


__ADS_3

"Ayo sekarang ke kelas kalian, saya akan mengecek sendiri semua murid di kelas. mungkin saja kalian sudah menyalin video itu keteman kalian" ucap papa Manda


Mereka berempat dan guru BK terkejut mendengar ucapan papa Manda.


Akhirnya mereka menuju ke kelas XII IPA 1 terlebih dahulu, setelah dicek tidak ada murid yang memiliki video itu.


Kemudian mereka menuju ke kelas XII IPS 1. Semua murid dicek satu persatu dan tas mereka juga ikut dicek barangkali ada yang membawa laptop dan menyalinnya di laptop. Rata-rata semua murid membawa laptop dan itu memakan waktu yang cukup lama untuk mengeceknya satu persatu. Setelah dicek tidak ada yang memiliki video itu.


Kini tinggal tas milik Alvin dan Lutfi yang belum dicek. Papa Manda langsung berjalan kearah tempat duduk Alvin dan Lutfi kemudian mengambil tas mereka. Pertama papa Manda membuka tas milik Alvin dan mengeluarkan isi tasnya, isinya hanya ada alat tulis dan buku-buku pelajaran.


Kemudahan papa Manda membuka tas milik Lutfi, sama saja isinya hanya ada buku-buku pelajaran dan alat tulis. Tapi saat membuka tas bagian depan, papa Manda menemukan sesuatu. Saat dikeluarkan sontak membuat semua orang dikelas tertawa. Sebuah boneka hello Kitty berada didalam tas milik Lutfi.


Lutfi hanya bisa menahan malu saat semua orang sedang menertawakannya.


"Cowok kok bawanya beginian" ucap papa Manda


"Oh, itu punya pacarnya kali pak" ucap guru BK sambil tersenyum


"Hahaha, punya pacarnya? siapa pak. Dia itu jomblo" ucap salah satu murid sambil tertawa


"wah, jangan-jangan itu mainannya lagi." ucap salah seorang murid yang bercanda


"Haduh, jangan pada mikir yang aneh-aneh deh, itu punya adekku" ucap Lutfi


"Adek apa adek hayo" ucap seorang murid lagi yang memang suka becanda


"Sudah-sudah jangan menertawakan Lutfi lagi" ucap guru BK


"Iya pak" ucap semua murid, kemudian mereka semua diam. Tinggal terdengar krasak krusuk murid yang sedang berbisik-bisik terutama anak cewek.


"Kalian tidak membawa laptop?" tanya papa Manda


"Tidak pak" ucap Alvin dan Lutfi


"Yasudah, tapi kalian semua harus ingat jika masih ada yang memiliki video itu, jangan sampai menyebarkannya. Jika ada yang ketahuan masih memiliki video itu, saya yang akan bertindak langsung. Jadi jangan ada yang berani bermain-main dengan saya." ucap papa Manda yang terdengar seperti sebuah ancaman


"Iya pak" ucap semua murid, mereka semua tidak bisa membantah. Sehingga mereka hanya bisa mengiyakan papa Manda.


Setelah itu papa Manda keluar dari kelas, dan langsung menuju ke UKS untuk menemui Manda. Kemudian papa Manda langsung mengajak Manda pulang. Indah dan Dwi juga ikut pulang padahal jam pelajaran belum selesai.


..............Dikelas XII IPS 1...............


Terlihat semua murid sedang duduk sambil mengobrol dengan temannya masing-masing.


Termasuk Alvin, Lutfi, Dian dan Dinda juga sedang mengobrol. Dian dan Dinda memang masih disana karena mereka ikut saat pengecekan tas tadi.


"Kalian tidak memiliki salinan video itu?" tanya dian berbisik, Dian penasaran karena Alvin dan Lutfi tadi bilang akan menyalin videonya.


"Iya jadi bagaimana, sudah hilang bukti penting. Sia-sia saja kita sudah susah-susah sampai ke belakang kelas" ucap Dinda yang berbisik juga.


"Jangan bahas masalah itu disini, nanti sepulang sekolah kita kumpul aja. Cari tempat yang aman buat bahas ini." ucap Alvin


"Aku gak bisa, nanti sepulang sekolah aku mau jengukin nenek" ucap Dian


Tet tet tet


Tiba-tiba bel pulang berbunyi, padahal belum waktunya untuk pulang. Baru jam 12 siang padahal seharusnya mereka pulang jam 2 siang.


Ternyata mereka dipulangkan lebih cepat karena guru-guru akan mengadakan rapat.


Semua murid dikelas XII IPS 1 sudah bubar semua. Kini tinggal Alvin, Lutfi, Dian dan Dinda.


"Jadi gimana kalau kita bahas sekarang saja. mumpung sudah sepi. Dian bisa gak? apa sudah mau langsung pulang?" tanya Alvin


"Aku bisa kok, soalnya nanti aku dijemput jam 2. Jadi masih ada waktu buat bahas masalah ini" ucap Dian sambil tersenyum


"Ok, kalau gitu ayok kita ambil tas dulu dikelas" ucap Dinda


"Biar kita aja yang ikut kalian ke kelas, jadi gak usah bolak-balik" ucap Lutfi


"Ok ayok" ucap Dinda


Mereka berjalan beriringan menuju kelas XII IPA 1, tetapi saat sedang berjalan. Alvin dan Lutfi berpamitan untuk mengambil barangnya.


"Kalian ke kelas duluan ya, aku sama Lutfi mau ambil barang sebentar" ucap Alvin


"Ok, nanti langsung ke kelas ya" ucap Dian

__ADS_1


"Siap" ucap Alvin dan Lutfi sambil berjalan


Dian dan Dinda melanjutkan langkahnya menuju kelas, mereka sedang duduk-duduk sambil mengobrol saat menunggu Alvin dan Lutfi.


Kemudian datanglah Alvin dan Lutfi ditangannya membawa bungkusan.


"Kalian bawa apaan?" tanya Dinda


"Oh, makanan ni. Kalian pasti laper kan?" tanya Lutfi


"Hemm, tau aja kamu" ucap Dinda sambil cengengesan


"Hehehe tau dong Lutfi" ucap Lutfi sambil tersenyum


Setelah Alvin dan Lutfi duduk, Dian langsung bertanya


"Jadi gimana soal video itu?" tanya Dian


"Jadi gini" ucap Alvin


_flashback on_


Alvin dan Lutfi cepat-cepat menyalin video itu kedalam laptopnya. Kemudian saat akan menyimpan kembali laptopnya kedalam tas, Alvin memikirkan sesuatu.


"Lutfi, kayaknya kita jangan taruh laptop ini di tas deh. Takutnya gak aman" ucap Alvin


"Terus gimana dong? taruh mana ya yang aman." ucap Lutfi sambil berpikir


"Oh gimana kalau di kantin aja, kita nitip ke ibu kantin" ucap Lutfi


"Ok, kita taruh laptop kamu di kantin. Nanti punyaku dititipin ke pak satpam aja. Mudah-mudahan aman ya" ucap Alvin


"Ok setuju" ucap Lutfi


Akhirnya mereka menitipkan laptopnya ke ibu kantin dan pak satpam.


_Flashback off_


"Oh jadi gitu ceritanya, Alhamdulillah deh kalau masih aman" ucap Dinda


"Iya sudah kok, tadi pas mau kesini" ucap Alvin


"Nah, video itu mau kita apakan? langsung dikasih ke kepala sekolah?" tanya Lutfi


"Tenang aja, aku sudah punya rencana." ucap Alvin


"Kita harus bantu apa?" tanya Dian


"Nanti kalau aku butuh bantuan, aku bakalan langsung bilang ke kalian kok. Untuk saat ini biar aku dulu yang urusin, kalian tenang aja ya" ucap Alvin


"Ok Vin, sekarang bantuin habisin makanan ini aja dulu" ucap Lutfi


"Kalau itu mah tanpa disuruh udah langsung bantuin" ucap Dinda sambil tertawa


"Hahaha, bisa aja. Yasudah ayok makan dulu" ucap Lutfi


Mereka berempat makan bersama, setelah beberapa menit akhirnya habis juga makanan itu.


"Habis ini mau langsung pulang?" tanya Dinda


"Kalau aku harus nunggu kak Adit dulu, soalnya baru jam 13.15" ucap Dian sambil melihat jam tangannya


"Oh kalau gitu biar aku temenin" ucap Dinda


"Ok aku juga ikut nungguin" ucap Alvin


"Aku juga deh" ucap Lutfi


"Eh, kalian pulang aja duluan. Gak papa kok" ucap Dian


"Sudah jangan nolak, kamu pernah nolak lo kita mau nungguin kamu sampai dijemput. Sekarang kamu harus nurut" ucap Dinda


"Nah betul itu" ucap Lutfi


"Ayok ke depan aja, kita nunggu didepan gerbang sambil duduk-duduk" ucap Alvin


"Ayok" ucap mereka kompak

__ADS_1


Akhirnya mereka keluar dari kelas, tidak lupa membuang sampah tadi terlebih dahulu.


Saat sampai didepan mereka duduk di bangku yang memang sudah tersedia.


"Lutfi, kok kamu bisa bawa boneka si?" tanya Dinda memulai percakapan


"Oh itu punya adekku, jadi gini ceritanya" ucap Lutfi


_Flashback on_


Dikamar, Lutfi sedang belajar tiba-tiba datang anak kecil berusia 5 tahun dan mengganggu Lutfi.


"Kakak kakak" ucap anak kecil tersebut


"Iya dek" jawab Lutfi tanpa melihat kearah anak kecil itu, karena Lutfi masih fokus ke bukunya.


"Kakak, ayok main sama Aidha. Aidha punya boneka baru" ajak anak kecil tadi yang bernama Aidha


"Nanti ya dek, kakak lagi belajar" ucap Lutfi


"Hemm, yasudah kalau kakak gak mau. Tapi besok ajak Kitty ke sekolah ya, katanya dia pengen lihat sekolah" ucap Aidha


"Kitty siapa dek?" tanya Lutfi sambil menoleh karena penasaran


"Ini kak Kitty" ucap Aidha sambil menunjukkan boneka hello Kitty.


"Oh boneka, kenapa kakak harus bawa Kitty ke sekolah? kalau Kitty mau lihat sekolah, kan bisa adek yang bawa kesekolah" tanya Lutfi


"Kitty maunya lihat sekolah kakak" ucap Lutfi


"Tapi masak kakak harus bawa boneka dek, itu kan mainan anak cewek" ucap Lutfi berusaha menolak


"Adek, jangan ganggu kakak ya. kakaknya lagi belajar" ucap mama Lutfi yang tiba-tiba sudah ada didepan pintu


"Iya ma" ucap Aidha


"Ayok keluar dulu dek" ucap mama Lutfi sambil masuk kedalam kamar Lutfi


"Gak mau ma, adek mau nungguin kakak aja disini. Adek janji gak ganggu kok." ucap Aidha


"Yasudah biarin aja ma" ucap Lutfi


"Ok, adek jangan ganggu ya" ucap mama Lutfi meningkatkan, kemudian keluar dari kamar Lutfi


"Ok ma" ucap Aidha sambil naik ke atas kasus


Aidha main dengan bonekanya dan tidak menganggu Lutfi lagi. Saat Lutfi sedang sibuk belajar, Aidha melihat tas Lutfi berada di kasur.


"Oh, Kitty aku masukin ke tas kakak aja, biar besok bisa ikut kakak ke sekolah" batin Aidha


Aidha langsung memasukkan bonekanya kedalam tas Lutfi kemudian Aidha rebahan di kasur Lutfi. Beberapa saat kemudian Aidha sudah tertidur.


Lutfi yang sudah selesai belajar, melihat kearah adeknya dan ternyata sudah tidur.


Saat Lutfi akan memindahkan adeknya, Lutfi sempat mencari boneka yang tadi dibawa Aidha tetapi Lutfi tidak menemukannya.


"Loh, bonekanya kemana? yasudah lah biarin aja mungkin sudah dibawa mama" ucap Lutfi, kemudian mengendong Aidha untuk dipindahkan ke kamarnya.


_Flashback off_


"Hahaha, adek kamu pinter ya" ucap Dinda


"hehehe iya, tapi kenapa dimasukin ke tasku coba? haduh adek-adek" ucap Lutfi yang teringat saat tadi ditertawakan


"Aku harus belajar sama adek kamu deh kayaknya, biar bisa ngerjain kamu Fi" ucap Dinda sambil tersenyum


"Haduh makin bahaya ini" ucap Lutfi


Mereka terus mengobrol sambil tertawa bersama. Saat sedang asik mengobrol sebuah mobil berhenti didepan gerbang.


Dan keluarlah seorang cowok.


Mohon dukungannya ya🙏


Jika ada kritik dan saran silahkan disampaikan 😊


~flo˙❥˙~

__ADS_1


__ADS_2