
Sebenarnya Dian, Dinda dan lutfi merasa aneh dengan nama GC yang dibuat oleh Alvin. Saat ditanya Alvin menamai GC nya seperti itu karena dia tidak tahu harus menamai GC mereka apa, dan dia juga tidak tahu bagaimana mereka bisa bersahabat, padahal mereka baru kenal. Sehingga muncullah ide seperti itu.
Unknown
@Dian : Assalamualaikum
@Dinda : Waalaikumsalam
@Alvin : Waalaikumsalam
@Lutfi : Waalaikumsalam
@Dian : aku mau nanya ni, kalian mau gak aku undang kerumah nenekku, rencananya besok keluargaku sama keluarga kak Adit mau ke danau deket rumah. Disana nanti ada acara makan-makan juga.
@Dinda : Wah, boleh tu. Aku pengen kesana pasti pemandangannya bagus.
@Lutfi : Asik ada makan-makan nya juga. Berangkat aja lah ya.
@Alvin : Ok kalau semuanya setuju aku juga setuju, tapi kalau aku ajak abang boleh gak?
@Dian : Boleh kok Vin
@Alvin : Ok, Thanks ya.
@Alvin : Lutfi besok kamu jemput Dinda, terus langsung ke rumahku nanti kita berangkatnya bareng aja.
@Lutfi : Siap.
@Lutfi : Dinda, besok pagi-pagi harus udah siap lo, kalau sampai aku jemput kamu belum siap. Awas aja bakalan aku tinggal.
@Dinda : Ho.oh Fi, tenang aja pasti aku udah siap kok. Kalau perlu subuh-subuh aku udah siap.
@Lutfi : Ya bagus itu, sekalian nyuci dulu itu subuh-subuh.
Dan mereka asyik berbalas chat, setelah sekian lama berbalas chat akhirnya mereka menyudahi dan melanjutkan ke aktivitas masing-masing.
Dian menuju ke dapur dan melihat ibuknya sedang menyiapkan bahan-bahan untuk memasak. Dian langsung membantu ibuknya. Akhirnya mereka masak untuk makan siang bersama-sama.
Sekitar 1 jam mereka memasak akhirnya sudah tersaji berbagai makanan diatas meja. Berbarengan dengan selesainya memasak, terdengar suara adzan. Ibuk dan Dian langsung bersiap-siap untuk sholat.
__ADS_1
Setelah selesai sholat keluarga Dian makan bersama. Beberapa menit kemudian semuanya sudah selesai makan. Ibuk dan Dian langsung membereskan meja makan. Nenek hanya duduk melihat menantunya dan juga cucunya yang sedang membereskan bekas makan mereka. Sedangkan kakek dan bapak keluar rumah, sepertinya mereka akan kerumah kakek kak Adit.
Setelah selesai beberes ibuk langsung duduk disamping nenek, sedangkan Dian pergi ke kamarnya untuk mengambil HPnya. Setelah beberapa saat Dian kembali dan langsung duduk di samping ibuknya.
Saat mereka sedang asik mengobrol terdengar suara ketukan pintu dan salam. Mereka menjawab salam tersebut, kemudian Dian membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah pembantu dirumah neneknya, dia baru saja izin libur karena cucunya sakit.
"Mbah" ucap Dian saat melihat siapa yang datang, dan langsung menyalaminya dan memeluknya.
"Owalah nduk, simbah kangen" ucap Mbah Dasti sambil memeluk Dian.
Mbah Dasti sudah lama bekerja dengan keluarga kakek Dian dari bapak Dian masih kecil. Sehingga sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Mbah Dasti bekerja hanya sampai sore hari, kemudian akan pulang kerumahnya. Karena rumahnya juga lumayan dekat dengan rumah kakek Dian. Apalagi Mbah Dasti harus mengurus cucunya yang masih kelas 4 SD. Karena bapaknya sudah meninggal, dan ibuknya bekerja sehingga anaknya dititipkan dirumah Mbah Dasti.
Mbah Dasti dan Dian kemudian masuk kedalam rumah dan menemui nenek dan ibuk Dian. Mereka mengobrol tentang kondisi cucunya Mbah Dasti.
Malam hari dirumah Alvin
Keluarga Alvin sedang berkumpul diruang keluarga dan berbincang-bincang. Orang tua Alvin memiliki 2 anak laki-laki, Alvin merupakan anak ke 2 dan anak pertama bernama Bima.
"Ayah, ada hal penting yang mau aku omongin" ucap Alvin tiba-tiba.
"Ada apa Vin?" tanya ayah Alvin
"Oh, iya ayah tau. Keluarga pak Hadi kan ya, termasuk keluarga yang memberikan dana ke sekolah." ucap ayah Alvin
"*Iya yah, dan mereka memanfaatkan itu untuk berbuat seenaknya disekolah, Manda selalu bolos atau berbuat kesalahan tetapi papanya selalu melindunginya dari hukuman, dengan cara meminta kepada kepala sekolah untuk membebaskan Manda. Kemungkinan dia selalu mengungkit-ungkit masalah pemberian dana kepada pihak sekolah agar mereka mau mematuhi keinginannya.
Alvin sebenarnya tidak mempermasalahkan jika dia bolos sekolah tetapi tidak dihukum. Karena nantinya dia juga yang bakalan rugi karena ketinggalan pelajaran. Tetapi masalahnya yah, dia selalu menindas orang-orang yang tidak dia sukai ataupun orang yang tidak mau menuruti perintahnya. Walaupun guru tahu itu tetapi Manda tetap saja tidak dihukum.
Padahal pernah terjadi kasus dimana Manda akan mengunci seorang siswi didalam gudang. Dan waktu itu aku sama lutfi memergokinya dan merekam aksi mereka. Dan saat Lutfi melaporkan ke guru BK, mereka tidak menanggapi dan malahan menutupi kejadian itu.
Ada lagi yah, ini baru terjadi kemarin. Manda menuduh seorang siswi mengambil HPnya. Tapi kebetulan aku sama lutfi memergoki ternyata Manda sendiri yang memasukkan HPnya kedalam tas siswi itu. Alvin punya Videonya yah, ini lihat*." ucap Alvin menjelaskan panjang lebar
Ayah, Bunda dan bang Bima menonton video itu. Mereka tampak kaget dengan kelakuan Manda.
"Ayah bakalan bertemu dengan kepala sekolah untuk membicarakan masalah ini. Karena menurut ayah ini sudah kelewatan." ucap ayah Alvin
"Iya yah, sebenarnya kemarin guru BK dan juga wali kelas Alvin sudah tahu masalah ini. Dan mereka juga mendukung Alvin untuk melaporkan masalah ini ke kepala sekolah. Karena guru-guru juga sebenarnya tidak mau berbuat tidak adil seperti itu yah." ucap Alvin
"Kamu tenang saja Vin, biar ayah yang urus semuanya." ucap ayah Alvin
__ADS_1
"Terimakasih yah" ucap Alvin
Bunda tersenyum melihat anaknya.
Kemudian mereka melanjutkan obrolan.
"Oh ya bang, besok mau gak aku ajakin ke rumah neneknya sahabatku. Rumahnya didesa A bang." ucap Alvin
"Kamu mau ngajakin abang, atau nyuruh Abang jadi supir" tanya bang Bima yang tahu niat adeknya, karena supir keluarga mereka sedang izin libur.
"Dua-duanya lah bang, aku ajak abang sekalian Abang yang bawa mobilnya" jawab Alvin sambil cengengesan
"Yaudah deh, mumpung besok gak ada acara. Dan desa A terkenal masih asri dan pemandangannya bagus, jadi abang ikut." ucap bang Bima
"Nah gitu dong bang, oh ya bang besok lutfi bareng kita sama satu lagi sahabatku." ucap Alvin
"Perasaan sahabat kamu cuma Lutfi deh, dari kapan kamu punya sahabat selain Lutfi" tanya bang Bima.
"Belum lama bang, sahabatku yang 2 ini cewek bang" ucap Alvin
"Mana ada sahabatan cowok sama cewek Vin, yang ada pasti itu cewek kalian kan ya" tanya bang Bima
"Lah Abang kok gak percaya, bukan cewekku sama Lutfi bang. Kita beneran sahabatan." ucap Alvin
"Bun, lihat ni Alvin udah punya cewek. Lutfi juga Bun" ucap bang Bima mengadu ke Bunda.
"Gak Bun, bang Bima sok tau. Udah dibilangin bukan cewekku Bun, kita itu sahabatan." ucap Alvin
"Udah lah, kalian ini ribut aja." ucap Bunda sambil tersenyum.
"Sudah jangan ribut terus, sana tidur sudah malam" ucap ayah.
Akhirnya Alvin dan bang Bima masuk kekamar masing-masing untuk beristirahat.
Mohon dukungannya ya🙏
Jika ada kritik dan saran silahkan disampaikan 😊
~flo˙❥˙~
__ADS_1