Kebusukan Sistem

Kebusukan Sistem
Bab 07. Membara


__ADS_3

Hantaman perisai yang di selimuti api milik Ryan berhasil menahan cakaran monster, setiap kali benturan terjadi Ryan bisa merasakan hawa panas yang menusuk dari cakar sang monster.


Fralin bergerak sampai sulit terlihat oleh mata, gerakan yang cepat menciptakan semacam ilusi seolah dirinya terlihat transparan, api yang membara membuat celah serangan menjadi menipis, mempersulit Fralin untuk melesatkan serangan.


Bergerak memutar lalu melakukan belokan tajam, Fralin mengarahkan senjatanya ke arah punggung lawan, putaran angin pada senjatanya membela api yang melindungi tubuh lawan, membuka celah hingga berhasil menusuk sang monster, api kembali membara, celah yang terbuka segera tertutup, Fralin langsung menarik kembali senjatanya dan melompat menjauh.


penyembuhan diri kembali terjadi, luka yang baru saja Fralin berikan tertutup dengan rapi, sembuh tanpa luka.


"kalau seperti ini terus menerus, kita sendiri yang akan kalah karena kehabisan energi magis".


Fralin melakukan lompatan kecil, dia mengarahkan ujung senjatanya ke arah lawan, angin berhembus lebih kencang di sekitarnya, tatapan nya lurus fokus ke arah monster.


Ryan yang berada di garis depan masih beradu dengan sang monster, setiap kali perisainya di serang, Ryan selalu memberikan balasan dorongan yang mendorong posisi lawan, karena terus menerus di desak oleh pertahanan Ryan membuat sang monster meraung dan melancarkan serangan yang lebih mematikan.


Cakaran api yang datang lebih membara dari sebelumnya, Ryan memperkokoh posisinya dalam posisi bertahan, seketika cakaran menghantam perisainya terjadi suara yang sangat keras, getaran yang di hasilkan sampai menghempaskan beberapa batu dan kerikil.


Di saat semua benda terhempas sosok Ryan masih berdiri kokoh dengan perisainya, matanya yang menyalah kemerahan menatap musuh tanpa rasa takut, Ryan mengambil satu langkah ke depan dengan sekuat tenaga dia menghantamkan perisai apinya ke perut lawannya.


Kerasnya hantaman Ryan membuat sang monster kehilangan keseimbangan, di saat itu Fralin melihat celah untuk menyerang, dalam sekejap mata Fralin menghilang di ikuti oleh aliran angin yang kencang, di telinga Ryan dia mendengar suara hembusan serta tebasan yang terjadi berkali-kali dalam hitungan yang singkat, tapi dia tidak melihat sosok nya.


Sosok Fralin tiba-tiba berpindah posisi ke arah sebaliknya, kemunculannya di ikuti dengan tebasan luka yang tiba-tiba muncul dari tubuh lawan.


Ryan terkejut melihat betapa cepat Fralin bisa bergerak, seperti yang di harapkan oleh pemimpin kota Zatar, keahliannya memang tidak bisa di remehkan.


Api sang monster kembali membara, menutup semua luka yang baru saja di bersihkan oleh Fralin, monster itu berdiri tegak dengan kedua kakinya dalam kondisi prima.


"lagi-lagi regenerasi".


"ngak masalah pak, hajar terus sampai menang".


Ryan tidak gentar, semangatnya tidak terpatahkan melihat kemampuan lawannya, Fralin tersenyum dan takjub melihat mental Ryan yang tidak mudah goyah, Fralin kali ini mengubah strateginya dia mengubah aliran angin pada senjatanya bagaikan semacam bor, dia berpindah posisi belakang Ryan.


Monster api itu kembali meraung, kali ini api yang dia hasilkan jauh lebih panas, hawa panas yang di terima menimbulkan siksaan psikis, rasa letih dan panasnya yang menusuk membuat siapapun yang ada di sana ingin pergi, dinding api semakin meninggi sampai mereka tiba lagi melihat pepohonan.


Mereka benar-benar di penjara.


"sepertinya monster ini mulai menilai kita sebagai ancaman".


"modal beberapa tusukan udah kayak gini, berarti bentar lagi menang, hajar terus".


Monster itu berlari menerjang, kali ini taring-taring tajam mengarah ke mereka, Fralin segera mengambil posisi dan Ryan mempersiapkan perisainya, taring-taring yang tajam menggigit perisai dengan keras, otot-otot mulutnya menggigit dengan kuat sampai Ryan tidak bisa menarik perisainya.

__ADS_1


Fralin bergerak dari arah samping, dengan serangan bor anginnya dia membidik bagian leher, putaran angin yang keras seketika merobek daging lawannya dan menghancurkannya, memutus kepalanya dari tubuhnya.


Monster yang menerima serangan brutal dari Fralin seketika menggeliat menjauh, kepala yang menggigit perisai Ryan seketika melepaskan gigitannya.


Tubuh monster itu terjatuh ke tanah, dari kejauhan mereka bisa melihat perlahan regenerasi mulai bekerja, bagian leher monster itu mulai kembali terbentuk, Fralin dan Ryan yang melihat hal itu tidak tinggal diam mereka mendekat dan melakukan beberapa serangan.


Ryan yang memang seorang kesatria tidak bisa berbuat banyak sedangkan Fralin yang menggunakan kekuatan bornya bisa memberikan kerusakan yang hebat tapi kerusakan itu kalah cepat dengan penyembuhan milik lawan alhasil tubuh monster kembali utuh dan mereka terpukul mundur oleh ledakan api.


Fralin yang merupakan seorang petualang veteran mampu mengantisipasi dengan mendarat ke medan yang aman sedangkan Ryan terlempar cukup jauh, zirah armor yang dia kenakan sebagian besar telah hancur, perisai miliknya kini berbuah menjadi serpihan yang kecil-kecil.


Dengan beberapa luka bakar pada tubuhnya Ryan berusaha berdiri, mahluk api yang ada di hadapannya kembali berdiri dengan kondisi yang sama seperti sebelumnya, segala serangan terasa tidak berguna.


Fralin mendekat sambil berjaga-jaga melihat reaksi lawan.


"mas Ryan, anda baik-baik saja?".


"aman pak, cuma luka dikit".


"ini kurang bagus, dia sama sekali tidak mendapatkan dampak apapun, sementara energi magis kita semakin menipis".


Ryan mencoba mengeluarkan kekuatan api tapi api yang keluar tidak sebanyak sebelumnya, energi magisnya hampir habis, dia pun tidak memiliki perisai untuk menahan serangan lawan, Ryan terdiam sebentar mencoba memikirkan cara untuk keluar dari kondisi ini.


"pak tadi waktu lehernya hancur, regenerasi nya jauh lebih lama ngak sih?".


"pak, gw ada ide".


"apa itu mas Ryan?".


Ryan membisikan rencananya ke Fralin, seketika itu Fralin tidak menyetujui usulan Ryan, tapi Ryan berusaha menyakinkan Fralin bahwa ini adalah satu-satunya solusi.


"udah ngk ada cara lain pak, terima aja lah".


"tapi mas Ryan, itu terlalu berbahaya".


"diam kayak gini juga berbahaya pak, tolonglah pak, tolong, terima ide gw".


Fralin bimbang, tapi sebenarnya ide itu ada bagusnya juga, di saat seperti ini cara yang di usulkan Ryan terbilang paling tepat.


"baiklah mas, tapi ingat, jika di rasa tubuh anda sudah tidak kuat lagi, segera melepaskan diri, saya tidak ingin anda tewas di sini".


"aman pak, percaya gw dah".

__ADS_1


"baiklah, saya akan menggunakan kekuatan perusak dengan begitu kecepatan saya akan berkurang drastis, jadi jika misal terjadi sesuatu saya tidak bisa menolong anda .


"ngak masalah, selama temen gw bisa keluar dari sini".


Fralin melangkah mundur, dia memegang senjatanya dengan kedua tangannya, angin lembut tiba mengalir masuk ke ranting pohon tersebut.


Ryan menarik nafas panjang dan perlahan menghembuskannya, dia berdiri beberapa meter dari posisi Fralin, monster buas itu kembali meraung itu artinya serangan akan segera terjadi, monster itu berlari dengan tubuhnya yang di selimuti api bagaikan bola api yang mendekat.


Angin lembut yang masuk ke dalam senjata Fralin kini berubah warna menjadi kehijauan memantulkan warna yang indah bagaikan daun pepohonan.


Ryan melebarkan kedua tangannya, dengan wajah yang penuh konsentrasi dia menatap ke arah lawan, seketika monster mendekat Ryan menahan seluruh tubuh monster itu seorang diri.


Api ganas langsung menyerang tubuhnya, Ryan bertahan dan mengunci monster itu hingga dia tidak bisa bergerak, dari arah belakang angin milik Fralin semakin membesar, angin hijau yang berputar dengan lembut kini berubah menjadi putaran yang sangat cepat membentuk bor.


Fralin mengambil ancang-ancang untuk melemparkannya.


"SEKARANG MAS RYAN!".


Ryan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan api tipis, seluruh energi magis nya yang tersisa terkuras habis untuk ini, Fralin melemparkan bor anginnya, dengan kecepatan bagaikan peluru bor itu menancap di bagian bahu lawan.


Putaran angin yang ada pada senjata itu terlepas mengakibatkan tornado besar yang mengurung Ryan dan monster api.


Angin yang semula berwarna hijau kini bercampur dengan api menciptakan warna merah orange, api milik Ryan dan monster tersebar merata ke seluruh angin tornado membakar segala yang ada di sekitarnya termasuk mereka berdua.


Baik Ryan maupun sang monster sama-sama terbakar, sang monster meraung berusaha melepaskan diri tapi Ryan menahannya.


"LU NGAK BAKAL BISA KABUR!".


Dalam keadaan menahan rasa sakit akibat terbakar Ryan menahan pergerakan sang monster, kedua-duanya berteriak, sang monster yang berteriak kesakitan dan Ryan yang berteriak sebagai tanda tekad yang besar di hatinya.


Fralin yang berada di luar tornado berteriak memanggil nama Ryan, dia khawatir karena Ryan sudah berada di dalam tornado untuk waktu yang cukup lama.


Kerusakan api membakar dengan ganas, penyembuhan sang monster tidak bisa menahannya, api semakin membara suhu panas semakin meningkat.


Dinding api yang mengurung mereka telah padam pertanda bahwa monster sudah mati tapi sosok Ryan masih belum terlihat, saat itu juga anak buah Fralin datang, Fralin yang kehabisan energi magis memerintahkan mereka untuk mengeluarkan sihir demi menghilangkan tornado api ini.


Es, angin, bahkan tanah di keluarkan, tornado yang besar itu perlahan mengecil dan api pun padam, Fralin langsung berlari memasuki asap hitam demi mencari Ryan, dia melihat Ryan masih berdiri di posisi yang sama, zirahnya sepenuhnya hancur, kulitnya penuh luka bakar, tidak terlihat sosok monster di dekatnya, monster itu terbakar habis.


Ryan hanya terdiam dengan tatapan kosong hingga akhirnya dia terjatuh lemas, evakuasi segera di lakukan, dengan segera mereka mengangkut tubuh Ryan dan Arva yang sedang dalam keadaan tak sadarkan diri.


Dengan kecepatan tinggi mereka bergegas menuju kota.

__ADS_1


"mas Ryan, mas Arva, saya mohon bertahanlah".


__ADS_2