
...Chapter 5 : Ujian Akhir...
...Bagian 1...
Satu bulan telah berlalu, sisa beberapa hari lagi sebelum Guru Cariel pergi. Dan juga Ia telah memberikan Ujian akhirnya padaku untuk mengetes apakah Aku sudah berkembang. Tesnya ialah Sihir Angin Tingkat Atas, [Tornado].
“Zare, sini cepat, apakah kau lupa hari ini hari apa?” Guru Cariel memanggilku dari jauh.
Aku sedang berada di danau tempat biasa Aku latihan. Aku telah berlatih menguasai sihir tingkat atas, meski begitu tetap saja gagal. Aku tidak tau harus bagaimana, tetapi sepertinya tersisa satu cara lagi agar bisa menggunakannya.
Aku bergegas menuju ke tempat Guru Cariel. Lalu Guruku mengajakku menuju ke tempat yang luas seperti satu bulan yang lalu untuk mengujiku.
“Ngomong-ngomong, Fenrir mana?” Tanya Guru Cariel.
“Dia ada di kamarku, sepertinya kemarin ia memaksakan diri melatih sihir esnya” Jawabku sambil melihat ke arah jendela kamarku.
Setelah berbincang bincang, kamipun sampai ke tempat yang luas di luar desa. Tempat yang bagus untuk latihan sihir yang besar atau berbahaya.
“Baiklah, Ujian Akhirmu akan dimulai sekarang” Kata Guru Cariel.
‘Bayangkan dua angin dihembuskan dari arah berbeda di atas awan. Lalu percepat angin tersebut dan memutari awan. Semakin lama semakin kencang, lalu buat udara panas naik dari tanah menuju keatas awan, terciptalah tornado' Pikirku.
“Wahai Roh Roh Angin, Roh yang baik hati. Kelembutan anginmu memenuhi satu dunia. Izinkan Aku untuk meminjam kekuatanmu, dengan kekuatanmu, kalahkan mereka orang yang merusak duniamu yang dipenuhi anginmu. [Tornado]”
Muncul Tornado tepat di depanku, lalu semakin lama semakin kencang. Pohon pohon ikut berterbangan, rerumputan terasa seperti menari nari. Nampak Guruku membuat pelindung dari sihir tanah dan membuatnya aman.
“Luar biasa, Sihirmu terasa seperti bencana alam yang sesungguhnya, dan juga sihirmu barusan lima kali lipat dari sihirku” Puji Guru Cariel.
Sihir Tornadoku masih belum berhenti, pohon pohon yang berterbangan tadi mulai hancur berkeping keping, Aku memutuskan untuk menghentikan sihirku karena takut seseorang tiba tiba terkena sihirku.
“Fiuhh” Aku jadi kelelahan.
“Aneh sekali, mengapa sihirmu menjadi lebih kuat, dan juga sihirmu barusan bisa dianggap sihir tingkat raja” Kata Guru Cariel.
Akupun tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, maka dari itu Aku memutuskan untuk mengecek sihirku melalui [Menganalisis]
[Zare Hilson (Hikimura Shido) Lv.31] Anak pertama Albert Hilson Baron dan Stella Hilson. Sebelum bereinkarnasi, nama sebelumnya adalah Hikimura Shido. Pernah bertemu dengan Dewa dan menunggu Adiknya lahir.
Status Saat Ini : Sehat
Atribut Sihir : Air (Tingkat Menengah), Api (Tingkat Menengah), Angin (Tingkat Atas), Tanah (Tingkat Menengah), Petir (Tingkat Menengah), Cahaya (Tingkat Dasar), Penyembuhan (Tingkat Dasar), Air Panas (Tingkat Dasar), Uap (Tingkat Dasar, Lava (Tingkat Dasar), Magma (Tingkat Dasar), Es (Tingkat Dasar)
__ADS_1
Skill : [Menganalisis] [Inventori] [Seni Berpedang Tingkat Pemula] [Peningkatan Sihir]
Hewan Kontrak : Serigala Salju Bertanduk (Fenrir) Lv.42
‘Skill Baru? Sejak kapan?’ Pikirku.
Aku mulai menganalisis skill [Peningkatan Sihir] menggunakan [Menganalisis].
[Peningkatan Sihir] Skill yang diberikan oleh Dewa Sihir untuk seseorang yang di sukainya. “Anda adalah orang pertama yang mampu menguasai banyak jenis sihir, maka dari itu Aku memberimu sebuah skill” Pesan dari Dewa Sihir.
Efek :
Meningkatkan Sihir Sebanyak 400% Lebih Kuat
Penggunaan Mana Berkurang Sebanyak 100%
Meningkatkan Sihir Hewan Kontrak Sebanyak 100%
Penggunaan Mana Hewan Kontrak Berkurang Sebanyak 50%
‘Dengan kata lain, Aku dapat menggunakan sihir tanpa menggunakan Mana sama sekali, dan juga ini sangat menguntungkan bagi Fenrir’ Pikirku.
“Hei Zare, kenapa kau melamun?” Tanya Guru Cariel sambil melambaikan tangan didepan wajahku.
“Karena Ujiannya telah selesai, dan Aku ingin mengatakan bahwa Kau telah lulus dari ujianku, Ayo tepuk tangan” Kata Guru Cariel Sambil Bertepuk Tangan
“Terima kasih banyak Gu-“ Sebelum menyelesaikan perkataanku, Aku melihat sebuah kereta kuda yang berhenti tepat di dekat hutan dari kejauhan.
Terlihat juga sekelompok orang berbaju hitam mengepung kereta kuda yang terlihat mewah itu.
“Guru, lihat disana” Aku menunjuk ke arah kereta kuda tersebut.
“Itu sekelompok bandit, ayo cepat tolong mereka” Jawab Guruku.
“Baiklah, [Kecepatan Petir]” Aku berlari dengan cepat layaknya petir.
Aku mulai mendekati kelompok bandit itu, lalu melompat dan mengarahkan kakiku ke bandit tersebut dan membuatnya terjatuh dan pingsan. Tidak lama Aku melompat lalu menendang beberapa bandit dan membuatnya terlempar.
“Apa yang terjadi?” Bos Bandit mulai kebingungan karena kecepatanku setara dengan petir.
‘Ini tidak seberapa dibandingkan saat Aku melawan Fenrir’ Pikirku.
__ADS_1
Aku berlari menembus banyak bandit dan memukulnya satu persatu dan membuat mereka pingsan, lalu Aku menghentikan sihirku karena kelelahan. Bos bandit tersebut memanfaatkan keadaan itu dengan menggunakan sihirnya.
“Wahai Roh Kegelapan, Kutuklah mereka yang menghalangi perbuatanmu, hanya kami yang layak berkuasa, mereka yang lemah akan tetap lemah [Kutukan Suara]” Bos Bandit tersebut menggunakan sihir kegelapan.
“-------“ Aku tidak bisa berbicara sama sekali.
“Rasakan itu, kau tidak akan bisa menggunakan sihir sama sekali, Hahahahaha, semuanya lawan dia” Bos Bandit tersebut menyombongkan kekuatannya.
‘Segitu aja? Kalau begitu [Panah Air]' Sihirku menembus banyak bandit dan membuatnya terbunuh seketika.
“Bagaimana bisa? Aku telah mengutuk suaranya agar tidak dapat membaca mantra” Nampak Bos Bandit tersebut khawatir.
‘[Pelepasan Kutukan Rendah]' Aku menggunakan sihir cahaya.
“Kalau sihir kutukan, Aku dapat mengalahkannya” Jawabku.
“Berbicara?! Sial, dia memiliki sihir cahaya” Kaget Bos Bandit.
Aku menganalisis kemampuan dari Bandit tersebut, lalu hasilnya adalah begini.
[Bos Bandit (Wel Zin) Lv.18] Bos Bandit yang disewa oleh putra kedua raja untuk membunuh putri pertama raja Kerajaan Textear dan pengguna sihir kegelapan yang merupakan sihir terlarang.
Status saat ini : Kebingungan
‘Levelnya sangat rendah dibandingkan levelku yang sekarang, Aku dapat dengan mudah mengalahkannya’ Pikirku.
“Aku akan mengalahkan semua pasukanmu hanya sekali serang, mau kuperlihatkan?” Aku menyombongkan diriku.
“Kau hanya anak kecil, tadi itu hanya keberuntunganmu, lihat saja Aku tidak akan mengampunimu, Semuanya serbu” Bos Bandit nampak kesal.
Aku melompat menuju ke atas kereta kuda lalu mempersiapkan sihirku.
“[Lubang Tanah]” Sihir tanah tingkat menengah, membuat sebuah lubang lalu membuat musuh terjatuh dan mati jika tidak bisa memanjat.
Seluruh bandit terjatuh, kecuali Bos Bandit yang berusaha memanjat, tetapi Aku langsung menutup lubang tersebut dan menguburnya hidup hidup.
‘Ini pertama kalinya Aku membunuh manusia. Itu membuatku merasa bersalah’ Pikirku.
-\=-\=-\=-\=-
Bersambung
__ADS_1
-\=-\=-\=-\=-