
...Chapter 3 : Serangan Mendadak...
...Bagian 3...
Semakin lama pintunya semakin terbuka, terlihat sesosok serigala yang terlihat seperti kelaparan dan ingin memakanku. Tetapi, tidak semudah itu.
“[Menganalisis]” Dengan kemampuan ini, Aku dapat melihat statusnya.
[Bos Serigala Bertanduk Lv.23] Pemimpin dari serigala bertanduk, memiliki kecerdasan yang tinggi hingga membuatnya sulit dikalahkan. Biasanya Bos Serigala Bertanduk memiliki pasukan pribadi untuk melindungi dirinya saat memberi perintah.
Status saat ini : Terkena Kutukan
“Graaawrr” Serigala itu melompat kearahku.
Dengan refleks, Aku langsung melakukan serangan terhadap serigala tersebut.
“[Pusaran Air]” Pusaran Air tersebut mendorong serigala terlempar keluar dengan kecepatan yang tinggi.
Serigala tersebut terlempar keluar dan membuat dinding rumahku bolong. Aku langsung melompat dari lantai dua dan menuju ke Bos Serigala tersebut. Lalu tanpa sengaja, Aku melihat Ibuku dan Cecily bertarung melawan dua serigala yang kemungkinan itu adalah pengawal dari Bos Serigala Bertanduk ini.
Serigala yang terkena seranganku tidak terluka parah. Dengan cepat, monster itu langsung berdiri lagi meski telah Aku lukai. Dia monster yang tangguh.
“[Sabit Angin]” Muncul angin berbentuk layaknya sabit.
Sihir ini walaupun terbuat dari angin, tetapi ketajamannya mampu membelah batu besar dengan rapi. Dan juga gampang dikendalikan, sehingga tidak akan mudah untuk meleset.
Serigala itu melompati sabit anginku, lalu berlari menuju ke arahku. Aku terus menerus menggunakan sabit angin secara beruntun, namun serigala itu mampu menghindar.
‘Itu sihir tingkat menengah loh, bagaimana bisa dapat di hindari dengan cara begitu’ pikirku.
Serigala itu melompat lalu membuka mulutnya, terlihat muncul cahaya ungu lalu tiba tiba cahaya ungu tersebut bergerak menuju kearahku layaknya sebuah laser. Aku segera menghindar menggunakan sihir
“[Kecepatan Petir]” Sihir yang mampu membuat penggunanya menghindar dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Untung saja”
Lalu serigala itu berbalik dan melompat lagi, kali ini dia menggunakan cakarnya dan langsung terjun ke arahku.
“[Tusukan Tanah]” Aku membuat tanahnya menjadi tajam seperti ujung paku
Serigala itu berputar di udara dan menghindari tanah tajamku. Aku benar benar terkejut, bergerak di udara terdengar mustahil, tetapi serigala itu mampu melakukannya.
‘Kalau begini tidak ada habisnya’ pikirku.
“[Penjara Api]” sihir yang menggunakan jumlah mana yang banyak, terpaksa Aku harus menggunakannya.
__ADS_1
Aku tidak bisa menggunakan sihir gabungan jika Aku tidak bisa berkonsentrasi. Terlalu susah jika dipakai dalam bertarung. Seharusnya Serigala itu tidak dapat keluar karena penjara apiku yang sangat panas dan tidak bisa ditembus.
Tetapi, serigala itu melompat keluar dengan mudahnya. Aku langsung menyadarinya, serigala itu memiliki kemampuan ketahanan api sehingga penjara apiku tidak berguna. Aku sekarang hampir kehabisan mana, jumlah manaku dari awal tidaklah banyak. Jumlah mana akan berkembang seiring bertambah usia, itu yang dikatakan buku sihir.
Aku langsung teringat sesuatu, serigala tersebut terkena kutukan. Aku berpikiran jika melepas kutukan tersebut maka serigala tersebut tidak akan menyerang lagi.
“[Pelepasan Kutukan Rendah]” Ini adalah sihir cahaya, masih tingkat dasar.
Tiba tiba cahaya ungu keluar dari tubuh serigala tersebut dan lenyap. Aku sekarang kehabisan mana dan tidak dapat bergerak sama sekali. Lalu...
“Terima kasih manusia, Aku sudah terlepas dari kutukan iblis” tiba tiba serigala tersebut dapat berbicara.
“Bagaimana kau...bisa berbicara” Tanyaku dengan nada kelelahan.
“Dari awal Aku dapat berbicara. Tetapi, Anda lumayan juga bisa mengetahui jika Aku terkena kutukan” Jawabnya.
‘yah, itu karena kemampuan menganalisisku’ pikirku.
“Kutukan ini dapat menyembunyikan keberadaannya, jadi tidak akan ada yang mengira kami terkena kutukan” Jawabnya sambil melihat kearah segerombolan serigala.
“Sekali lagi, Aku ucapkan terima kasih. Dan juga, apakah Anda ingin menjadi tuanku?” Tanya Bos Serigala tersebut.
“Tuan? Maksudmu, kamu ingin membuat kontrak denganku” Tanya balik.
“Baiklah, namamu yang sekarang adalah Fenrir” Lalu muncul cahaya putih di bawah serigala tersebut.
Aku membuat kontrak dengan Bos Serigala Bertanduk yang sekarang namanya Fenrir. Aku berbaring di rerumputan karena kehabisan mana, lalu Fenrir mendekat dan duduk didekatku.
“Pertarungan yang menarik ya” Kata Fenrir.
“Ya”
Beberapa saat berlalu, Ibuku dan Cecily selesai bertarung melawan dua serigala bertanduk lalu datang menuju kemari.
“I-itu Bos Serigala Bertanduk” Ibuku langsung kaget saat melihat Fenrir disampingku.
Ibuku langsung menyiapkan mantranya dengan cepat, lalu saat hendak menyerang
“Tenang saja bu, dia sekarang menjadi rekanku, namanya Fenrir”
“Kau menjalin kontrak dengannya?”
“Ya, Aku mengakui tuan itu kuat” Jawab Fenrir.
“Ber-berbicara!!!” mereka tambah kaget saat mengetahui Fenrir dapat berbicara.
__ADS_1
Siapapun pasti akan terkejut jika melihat monster bisa berbicara layaknya manusia. Kalau dipikir pikir, Fenrir memiliki kecerdasan yang tinggi, mungkin itu penyebab dia dapat berbicara.
"Yasudah, Kamu bisa bergerak tidak?" Tanya Ibuku.
"Aku kehabisan mana" Jawabku.
Ibuku datang mendekatiku lalu mengangkatku menuju ke kamar. Aku sangat kehabisan mana saat bertarung tadi. Disamping kasurku, terlihat Fenrir duduk sambil menatapku.
“Fenrir, mau tidur bersama?” Kataku.
“Jika itu keinginan tuan” Fenrir menaruh kepalanya diatas kasur.
Beberapa saat berlalu. Suasana sunyi, dan damai, yang kulihat saat ini adalah wajah tidur Fenrir. Dia seperti seekor anjing yang tidur bersama majikannya.
“Ayah pulang” Terdengar suara ayah dari bawah.
“Selamat datang, Aku ingin membicarakan sesuatu” terdengar suara Ibu juga.
Entah apa yang mereka bicarakan, Aku hanya bisa berdiam diatas kasur karena kehabisan mana. Aku mengusap usap kepala Fenrir, sepertinya dia menyukainya.
Lalu...
“Kreeek” Pintu kamarku terbuka secara pelan.
Kulihat Ayahku datang menghampiriku dan berkata
“Hebat juga kamu mendapatkan rekan” Kata Ayahku sambil mengusap kepalaku.
“Ayah, Aku lihat Ayah bertarung dari jendela, Ayah keren sekali” Jawabku.
“Hehehe, Ayahmu ini orang yang kuat dan keren” Jawab dengan nada sombong.
"Ngomong-ngomong, bagian depan rumah kenapa bolong?" Kata Ayah.
"Ah, maaf tadi tidak sengaja menggunakan sihir air" Jelasku.
"Lebih baik sihir air dibandingkan api" Kata Ayah.
“Ayah, ingin dengar bagaimana Aku mengalahkan Fenrir lalu membuat kontrak dengannya?” Tanyaku
“Ayah akan dengar ceritamu”
Aku menceritakan segala yang terjadi saat Fenrir menerobos masuk melalui pintu belakang hingga Aku berhasil membuat kontrak dengannya. Malam berlalu dengan cepat, Aku tertidur bersama Ayahku dan Fenrir. Hari ini banyak hal yang terjadi.
“Bersambung” Kata Author
__ADS_1