Kehidupan Kedua Di Dunia Lain

Kehidupan Kedua Di Dunia Lain
Chapter 12-2


__ADS_3

...Chapter 12 : Duel Count...


...Bagian 2...


Pertarungan semakin memanas, dan dari kedua pihak masih belum ada tanda tanda menyerah sama sekali.


“------- [Kolam Lava]” Sihir tingkat atas milik Ruel.


Muncul lubang dibawah Ruri kemudian mulai bermunculan lava dari arah bawah. Ruri langsung melompat namun dihalangi oleh Ruel dengan sihir tanahnya sehingga tidak memiliki celah untuk kabur.


“Aku menang kali ini” Kata Ruel sambil berbalik dan berjalan ke luar arena.


Sebelum Ruel keluar dari Arena, tiba tiba tanah berguncang kemudian tiba tiba muncul semburan lava dari arah kolam lava tadi. Lalu dibalik semburan Lava tersebut Ruri masih selamat dan tidak terkena luka apapun.


“Cih, sepertinya Aku akan menghabisimu dengan sihir terkuatku” Kata Ruel yang terlihat semakin kesal.


“Coba saja kalau bisa” Kata Ruri.


“Wahai Roh Api Dan Tanah, Tunjukkan Pada Dunia, Kekuatan adalah segalanya, Dengan Kekuatanmu, Dunia akan Terguncang Dan Dunia akan menjadi milikmu, Wahai Para Roh. Atas kekuatanmu, Kami memohon, Agar dapat mengalahkan mereka yang ingin menghancurkan duniamu. [Ular Lava Raksasa]” Ini merupakan sihir lava tingkat atas yang levelnya hampir setara dengan tingkat raja.


Lalu muncul sebuah ular raksasa melayang di atas arena dengan ukuran yang lumayan besar, ukurannya seperti kereta yang ada di duniaku sebelumnya. Lalu Ruri nampak sedikit kaget dengan ukuran sihir tersebut.


“Ruri, sekarang kau tau kan perbedaan kita” Kata Ruel sambil mengangkat kedua tangannya agar dapat mengontrol sihirnya.


Lalu di salah satu kursi penonton, Aku sedang memperhatikan Ruri bertarung dan kemudian.


“Ruri, Sekarang kontrol mana milikmu dan keluarkan dengan jumlah yang banyak” Teriakku kepada Ruri dan berharap Dia mendengarnya.


Ruri mendengar perkataanku barusan lalu mulai memfokuskan mana miliknya. Dia terus berkonsentrasi agar sihirnya semakin kuat. Lalu muncul aura mana di sekeliling tubuhnya, semakin lama semakin membesar kemudian.


“[Ular Lava Raksasa]” Sihir yang sama dengan milik Ruel karena Aku menciptakan sihir ini tanpa kusadari bahwa Ruel telah memilikinya.


Lalu Muncul ular raksasa seperti milik Ruel, namun Ukurannya lebih besar daripada miliknya. Ukurannya sepuluh kali lipat dibandingkan miliknya. Dan bahkan ukurannya hampir melebihi satu arena duel.


“Sekarang, kau sudah kalah, Kak Ruel” Kata Ruri.


“Tidak tidak tidak, pasti kekuatannya lemah, ya lemah mana mungkin ukurannya sebesar itu. Pasti hanya tipuan” Kata Ruel yang sedikit panik.


Ular lava raksasa milik Ruel menyerang ular lava raksasa milik Ruri, namun yang terjadi malah Ular Ruel seperti tertelan oleh Ular Ruri.


"Kekuatan Sihir Macam Apa Itu?, Kekuatannya sangatlah kuat, Aku sendiri tidak dapat membuat ukuran seperti itu" Kata Ruel dengan wajah bingungnya.


"Ini semua berkat latihan yang kujalani sekarang" Kata Ruri


"Aku menyerah" Dengan lantang Ruel mengatakan hal seperti itu.


Ruri telah menang karena Ruel menyerah.


Tapi tiba tiba Bangsawan Count, Rix Sebastian Count turun tangan ke arena dan mengatakan sesuatu.


“Kami memohon maaf atas kekalahan anakku, tapi Aku akan turun tangan sekarang. Jadi Ruri kembalilah ke keluarga ini” Kata Ayahnya Ruri.


“Kau ingin mengajakku kembali setelah Aku menjadi kuat seperti ini? Bukannya Aku Aib keluarga? Bukankah lebih baik Aku pergi saja” Bentak Ruri.

__ADS_1


“Kalau begitu, coba lawan Aku” Kata Ayahnya Ruri atau Rix.


Ular lava milik Ruri kemudian langsung menyerang Ayahnya. Lalu Ayahnya terlihat membisik sesuatu,


“------- [Naga Lava]” Sihir tingkat Raja yang digunakan oleh Rix.


Muncul naga dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan ular lava milik Ruri, namun Naga tersebut langsung menyerang ular raksasa itu kemudian membelah tubuhnya dengan segera. Lava mulai berjatuhan karena Ular Raksasa itu terbelah.


Aku langsung melompat dari kursi penonton dan masuk menuju ke arena pertandingan dan berada di tengah tengah mereka.


“Bukankah ini tidak adil? Ini kan pertandingan antara Ruri dan kakaknya, kenapa Kau ikut campur dalam urusan ini, Tuan Count” Kataku sambil menodongkan pedangku.


“Ini adalah urusan keluarga, kau pihak luar tidak boleh ikut campur” Kata Rix.


“Bagaimana kalau kita Duel sekarang?, daripada kau melawan Ruri, lebih baik kau lawan orang yang telah melatihnya” Ajakku untuk berduel.


“Bocah sepertimu mana mungkin jadi gurunya. Lagian tidak mungkin kau dapat mengalahkan sihir lava dengan sihir elemen lainnya” Jawabnya.


“Oke, bagaimana kalau Aku lawan pakai sihir lava juga?” Tanyaku.


“Kau bercanda ya? Sihir lava hanyalah sihir turun temurun dari keluarga Sebastian, kau tidak memiliki darah keluarga Sebastian, jadi tidak mungkin” Katanya dengan nada sombong.


“Kalau begitu, mau melihat naga lava milikmu kalah?” Tanyaku lagi


“Coba aja kalau bisa, untuk mengalahkannya paling tidak sihir tingkat kaisar atau dewa. Kau mungkin hanya mampu menggunakan sihir tingkat menengah bocah” Jawabnya dengan nada sombong.


“[Ular Lava Raksasa]” Ditambah dengan kontrol mana dan memperkuatnya sebanyak 100x lipat.


“Ular Lava Raksasa katamu, bahkan sihirmu itu tidak muncul sama sekali, Hahahahaha” Rix mulai menertawaiku.


“Kau tidak melihat kah? Coba lihat ke atasmu” Balasku.


Lalu semuanya melihat keatas dan menyaksikan ular yang sangat besar dan melebihi ukuran stadion dan juga ukurannya melebihi kota Nir. Hingga satu kota dapat melihat ular raksasa milikku.


“Cuma tingkat atas saja, Naga Lava milikku dapat mengalahkannya” Kata Rix.


Lalu Naga Lava itu terbang mengarah ke ular raksasa milikku, namun Naga lava tersebut malah hilang tertelan oleh ular raksasa. Sungguh ironis, sihir tingkat raja kalah dengan tingkat atas.


“Jadi mau menyerah?” Tanyaku.


“Jangan kau pikir Aku telah menyerah” Kata Rix.


“Wahai Roh Api Dan Tanah, Atas Kekuatanmu, terciptalah dunia. Karena kekuatanmu pula yang mengendalikan dunia. Hukum mereka yang merusak dunia ini. Hukum mereka orang orang yang jahat. [Naga Lava Raksasa]” Sihir yang hampir setara dengan tingkat kaisar.


Lalu Naga Raksasa itu berukuran satu stadion dan terbang tepat di atas ular lava raksasa milikku. Pertarungan kali ini berada di atas langit. Naga Raksasa itu langsung terbang menuju ke ular raksasaku, tapi Aku dapat menghindarinya. Tapi kalau terus begini, Aku dapat kalah karena perbedaan kekuatan.


Saat menghindar, Naga Raksasa itu kemudian berbalik arah dan menyerang kembali, tapi kali ini Ular raksasaku tidak dapat menghindar dengan kecepatan seperti itu.


“[Dinding Lava Berlapis Lapis]” Aku secara refleks menggunakan sihir pada saat naga raksasa itu menyerang.


Lalu muncul paling tidak seratus dinding yang menghalangi Naga Raksasa itu mendekati ular raksasa milikku kemudian membuat naga itu kehilangan lengannya. Namun naga lava itu dapat meregenerasi tubuhnya kembali. Sebelum dia menyerang kembali, Aku langsung mengarahkan ular raksasaku dan hendak memakan naga raksasa. Tapi Aku tau perbedaan kekuatannya, maka dari itu Aku.


“[Ular Lava Raksasa]” Aku langsung membuat ular lava raksasa sebanyak dua ekor.

__ADS_1


Semua penonton nampak kaget melihat tiga ular raksasa yang seukuran dengan kota dan bahkan dapat menghancurkan kota dengan singkat. Lalu Ketiga ular tersebut menyerang naga lava dan melahapnya seketika.


Dengan kata lain, Aku sekarang menang melawan seorang Count hanya dengan sendirian. Lalu Aku menghilangkan ketiga ular lava raksasaku dan mulai mendekati Count itu.


“Aku sudah menang sekarang, jadi sesuai perjanjian, jangan ganggu kami lagi dan juga uang kompensasinya” Kataku.


“Tidak, Aku menolak, Pasukan kepung dia” Perintah Rix untuk mengepungku.


Lalu bermunculan banyak prajurit, mulai dari kursi penonton hingga di arena, dan siap menyerangku. Bersamaan dengan para penyihir bermunculan di berbagai tempat di kursi penonton dan menodongkan tongkat sihirnya dan siap menyerang.


“Jadi kalian memilih perang ya, baiklah” Balasku.


“Kau tidak akan lepas sekarang” Kata Rix.


“[Ular Lava Raksasa]” Ditambah dengan kontrol mana yang sangat besar dan menguras setengah jumlah mana milikku.


Aku menciptakan ular lava raksasa dengan ukuran yang bahkan melebihi gunung yang tinggi di dekat kota. Dan bahkan kekuatannya mampu menghancurkan gunung hanya dengan sekali serang. Jadi untuk seukuran kota, itu mudah di hancurkan olehku.


Karena sihirku yang sangat besar hingga membuat awan di langit menjadi hilang dan membuat semua penduduk kota Nir ketakutan karena melihat ular raksasa.


“Apa kau sudah menyerah?, kalau belum, mau kumusnahkan kota ini?” Tanyaku kepada Rix.


“Pasukan, mundur” Nampak Rix mulai menyerah.


“Berikan kompensasi terlebih dahulu baru Aku hilangkan ular lava itu” Perintahku kepada mereka.


Lalu Aku diberikan sebuah kantung yang berisi uang emas sepuluh keping. Kemudian Aku menghilangkan ular lava raksasa itu dan meninggalkan arena bersama dengan Fenrir, Ruri, Dan Cecily yang tadinya berada di kursi penonton.


Kami kembali ke kota Netium dan segera tiba di penginapan dan mengabarkan Ibuku tentang kemenangan kami serta menunjukkan uang yang banyak hasil dari duel tersebut.


“Zare, lebih baik Uangnya dipakai untuk biaya sekolahmu” Kata Ibuku.


“Sekolah? Bukankah lebih baik jadi petualang saja?” Kataku.


“Kau harus sekolah agar lebih tahu tentang dunia luas. Dan juga kau tidak ingin melewatkan kesempatan belajar sihir lebih banyak lagi?” Bujuk Ibuku.


“Kalau kau masuk, Ruri juga akan ikut masuk bersamamu” Kata Ibuku lagi.


“Baiklah” Aku mengangguk setuju.


Ibuku menjelaskan kalau Aku akan bersekolah di usia sepuluh tahun dan bersekolah di ibukota. Dan juga sekolah tersebut merupakan sekolah khusus untuk bangsawan. Jadi masih ada lima tahun lagi sebelum Aku sekolah.


“Lebih baik kita bersenang senang malam ini” Kata Cecily.


“Benar juga, Mari kita makan makan di restoran” Kata Ibuku.


Lalu kami semua setuju untuk berpesta atas kemenangan kami saat melawan bangsawan count. Dan juga di saat pesta itu Aku menceritakan hal yang terjadi selama di kota Nir. Ibuku sedikit kaget pada saat Aku bertanding dengan seorang bangsawan Count.


Ibuku berkata kalau Gelar Bangsawan didapatkan karena Raja telah mengakui kekuatannya dan telah membela negaranya. Jadi dengan kata lain, untuk mendapatkan gelar bangsawan, seseorang harus sangat kuat dan diakui oleh raja serta turut membela negaranya.


Pesta ini berlangsung hingga larut malam, dan hari hari esok menjadi sangat damai dan Aku menikmatinya. Lalu satu minggu berlalu, tiba tiba di Guild terjadi sesuatu yang heboh. Saat Aku mengeceknya, Ternyata.......


_/-+\=[Bersambung]+-\_

__ADS_1


__ADS_2