Kehidupan Kedua Di Dunia Lain

Kehidupan Kedua Di Dunia Lain
Chapter 12-1


__ADS_3

...Chapter 12 : Duel Count...


...Bagian 1...


Hari ini, banyak sekali prajurit yang mengelilingi penginapan tempat kami tinggal sementara. Lalu tiba sebuah kereta kuda tepat di depan pintu masuk penginapan, dan keluarlah seseorang. Dia mengenakan pakaian yang terlihat mewah, Aku langsung tau siapa dia itu.


Dia adalah seorang bangsawan, dan Aku langsung tau juga kalo dia itu adalah berasal dari keluarga Bangsawan Count. Dengan kata lain, pasti keluarga Sebastian karena keluarga itu yang memimpin kota yang berada di dekat Kota Netium.


Lalu Aku tetap berdiam diri didalam kamar dan menunggu semuanya membaik. Karena agak aneh kalo muncul di tengah tengah keluarga bangsawan. Namun, yang terjadi malah kamarku di ketuk berkali kali.


Kemungkinan besar mereka telah mengecek kamar Ruri, namun Ruri bersama yang lainnya berada di kamarku agar kalau di serang, dapat bertahan jika bersama.


Setelah mengetuk dan terus mengetuk, akhirnya mereka tidak lagi mengetuknya. Aku awalnya merasa lega, namun tiba tiba pintu kamarnya di buka paksa oleh salah satu prajurit milik orang tersebut.


Kami pun langsung menyiapkan posisi bertahan karena refleks. Lalu dibalik prajurit tersebut, orang yang tadi keluar dari kereta kuda tersebut datang di hadapanku. Mata kami saling bertatapan hingga beberapa detik, Aku bisa merasakan hawa membunuh darinya.


Lalu Dia menatap Ruri dan kemudian memperhatikan punggung tangan Ruri.


“Ohh.... Jadi sekarang kau di perbudak, Sudah jadi aib keluarga, sekarang menambah aib lagi” Ejek orang itu.


“Apa maksudmu kak, Sudah kukatakan sebelumnya kalau Aku tidak ingin menjadi keluarga itu lagi!!” Bentak Ruri.


“Tidak peduli apa yang kau inginkan, tetapi akan sangat merepotkan jika Kau berkeliaran seenaknya. Ini sama saja menyebarkan Aib keluarga” Katanya.


“Maaf sebelumnya, Sebelum kau saling beradu mulut, lebih baik perkenalkan namamu” Jawabku di tengah tengah pertempuran.


“Oh ya, Kau siapa? Seenaknya saja mengganggu reuni keluarga orang saja” Katanya dengan nada yang dingin.


“Namaku adalah Zare Hilson, dan dia adalah milikku sekarang” Balasku dengan nada yang tinggi.


Setelah perkataanku barusan, wajah Ruri menjadi sedikit memerah. Lalu kemudian Dia memalingkan wajah dariku.


“Milikmu?, Oh jadi kau yang menjadikannya Budak ya. Untuk orang biasa sepertimu, lebih baik lepaskan saja kontraknya dan akan kubiarkan kau hidup” Katanya sambil mengacungkan pedangnya kepadaku.


“Kalau Aku mengatakan tidak mau, bagaimana?” Balasku.


“Jadi Kau memilih mati ya, Pasukan, serang mereka” Perintahnya.


“Tunggu sebentar, bukannya lebih baik jika duel saja?” Tanya Ruri.


“Duel itu hanya untuk keluarga bangsawan, lagipula Dia hanya orang biasa” Jawabnya dengan nada sombong.


“Begitu ya, Sebenarnya Aku juga termasuk keluarga bangsawan, meski Ayahku Cuma seorang Baron” Balasku lagi.


“Cih, melawan anak kecil sepertimu hanyalah hal yang mudah” Balasnya dengan sombong.


“Yang melawanmu bukanlah Aku, melainkan Ruri” Balasku.


“Eh Aku?” Kata Ruri.


“Baiklah, Jika Kau kalah, lepaskan kontraknya” Katanya.

__ADS_1


“Kalau kau kalah, berikan uang kompensasi, dan jangan ganggu kami lagi” Jawabku.


Dia pun mengangguk setuju dan mengatakan lokasi dan waktu duelnya dimulai. Dia mengatakan akan melakukan Duel di Kota Nir dan waktunya adalah minggu depan. Lalu Dia pergi meninggalkan penginapan ini dan menaiki kereta kudanya.


“Bagaimana ini, Aku tidak yakin bisa menang” Nampak Ruri sedikit panik.


“Tenang saja, Kau sudah menjadi kuat kok” Kataku.


“Apakah kau benar benar ingin melakukan Duel? Jika kau kalah, bukan hanya Ruri di ambil, tapi juga dapat merendahkan harga dirimu.” Jelas Ibuku.


“Tenang saja, Ruri pasti bisa mengalahkannya” Kataku.


"Bagaimana bisa?" Ruri semakin panik.


"Tentu saja ayo latihan mengendalikan sihir dengan sempurna. Bukankah kau terakhir kali ceroboh dan meledakkan diri karena kelebihan mana" Kataku.


"Itu pertama kalinya Aku ceroboh dan berpikir kalau dapat memperkuat sihir dengan menambah sihir dalam jumlah yang besar. Namun Aku tidak mengira akan meledak seperti itu" Kata Ruri untuk membela dirinya.


"Iya iya, Aku paham kok, tidak perlu di sembunyikan lagi" Kataku sambil mengusap kepalanya.


"Berhenti mengusap kepalaku, seharusnya Aku yang mengusap kepalamu, Aku lebih tua darimu" Kata Ruri.


"Baiklah, dalam seminggu ini, latihanmu akan bertambah" Kataku.


"Uh, latihan yang berat" Kata Ruri dengan nada yang lemas.


Seminggu setelah kejadian tersebut, Waktu yang ditentukan telah tiba. Kami semua memutuskan pergi ke kota Nir yang jaraknya hanya 1 jam perjalanan dari Kota Netium. Kami melewati hutan tempat dimana Kami berburu goblin dan tempat pertama kalinya Kami bertemu dengan Ruri. Dan juga Ibuku dan Undine memutuskan tinggal di penginapan saja karena Ibuku tidak bisa banyak bergerak.


Lalu selama seminggu ini, Aku telah mengajari Ruri cara bertarung yang baik, lagipula Dia juga telah belajar sihir lava tingkat menengah dan atas selama sebulan itu, dan juga Karena efek skill milikku, dia sekarang memiliki kapasitas mana yang sangat tinggi. Jadi Aku yakin Dia pasti bisa mengalahkannya.


Lalu terdapat sebuah tempat yang mencolok, dan dari yang terlihat, tempat itu adalah kursi dari Bangsawan Count. Kemudian, di tengah arena, terlihat seorang yang merupakan kakak dari Ruri sedang berdiri dan memegang pedang miliknya.


Aku dan yang lainnya kecuali Ruri dibawa ke kursi penonton. Lalu seorang wasit kemudian berada di antara mereka berdua, kemudian saat wasit tersebut berkata Mulai, wasit itu langsung berlari menuju ke pinggir arena.


Kakaknya Ruri atau Ruel Sebastian langsung mengatakan sesuatu ke Ruri.


“Kau ingin bertarung dengan sihir lava atau tidak?” Tanya Ruel.


“Kalau kau ingin bertarung dengan sihir lava, tidak masalah” Balas Ruri.


“Jadi kau memilih kalah dengan sihir yang tidak kau kuasai ya” Katanya dengan nada sombong.


Lalu Ruel melempar pedangnya keluar arena kemudian mengambil tongkat sihirnya yang berada di sakunya. Tapi Ruri tidak memiliki tongkat sihir sama sekali, karena Aku lupa membelikannya. Tapi tidak masalah, karena kemampuan Ruri sudah meningkat drastis.


“Wahai Roh Api dan Tanah, Tunjukan kepadanya yang merupakan seorang yang jahat. Hancurkan tubuhnya, hingga tidak tersisa. Atas Kekuatanmu, kejahatan akan musnah [Penjara Lava]” Sihir tingkat menengah Milik Ruel.


Sihir tersebut mengurung Ruri dengan elemen lava dan membuatnya terasa sangat panas. Tapi Ruri bisa mengatasi hal itu.


“Tidak kusangka kalau Aku telah berkembang sejauh ini” Kata Ruri.


“Berkembang apanya, Kau sekarang tidak bisa bebas. Kalau berdiam diri disana, kau hanya akan kehausan dan kepanasan” Jawab Ruel.

__ADS_1


“Ya sejujurnya ini gampang di hancurkan, mau lihat?” Tanya Ruri kepadanya.


“Kau hanya bisa berbicara ya. Kalau memang gampang, hancurkan saja” Katanya dengan wajah tersenyum.


“[Tebasan Lava]” Sihir tingkat menengah milik Ruri.


Muncul lava yang berbentuk setengah lingkaran didepan Ruri kemudian menepis penjara lava tersebut dan membuat celah hingga Ruri dapat bebas. Lalu wajah Ruel yang sebelumnya tersenyum sekarang berubah menjadi wajah kesal.


“Wahai Roh Api dan Tanah, Seranglah atas kekuatanmu [Tusukan Lava]” Sihir tingkat menengah.


Muncul banyak lava mengelilingi Ruri kemudian lava tersebut memanjang dan ujungnya runcing sehingga dapat menusuk lawannya. Tetapi Ruri dapat menghindar dengan melompat.


“Cih, sepertinya Aku akan serius kali ini” Kata Ruel.


“Kalau begitu, Aku juga akan serius” Balas Ruri.


“------ [Peluru Lava Beruntun]” Sihir lava tingkat atas milik Ruel.


Sihir tersebut berbentuk seperti peluru batu, namun ukurannya lebih kecil dan lebih cepat serta jumlahnya yang sangat banyak. Dan juga sihir ini dapat menembus sihir tanah sekalipun dan juga sihir air tidak berefek pada sihir ini.


“Kau tidak akan bisa menghindari ini kan” Kata Ruel sambil tersenyum licik.


“Aku tidak akan menghindar. Tapi seranganmu tidak akan mengenaiku” Balas Ruri sambil tersenyum juga.


Peluru Lava itu melaju ke arah Ruri dengan cepat. Lalu Ruri menyiapkan salah satu sihir terkuatnya agar bisa selamat dari serangan tersebut.


“Jika tidak bisa menghindarinya, maka hanya satu caranya, yaitu menghalangi sihirnya” Jelas Ruri.


“Kalau begitu, cobalah untuk selamat tanpa terluka” Kata Ruel dengan nada sombong.


“[Dinding Lava Berlapis lapis]” Sihir tingkat atas yang berguna untuk menciptakan banyak dinding dengan elemen lava.


Jika menggunakan sihir tanah untuk berlindung, pasti tanahnya akan meleleh akibat sihir lava dari ruel tersebut. Maka dari itu, Ruri menggunakan pelindung dari lava untuk menangkis lava.


Peluru Lava tersebut langsung lenyap pada saat menyentuh dinding lava. Itu terjadi karena Lava milik Ruri dapat menyerap lava yang dimiliki Ruel.


“------- [Kolam Lava]” Sihir tingkat atas milik Ruel.


Muncul lubang dibawah Ruri kemudian mulai bermunculan lava dari arah bawah. Ruri langsung melompat namun dihalangi oleh Ruel dengan sihir tanahnya sehingga tidak memiliki celah untuk kabur.


Bersambung!!


Note :


Setelah beberapa hari tidak update, mungkin agak menyebalkan bagi kalian, namun berkat itu, Aku dapat menyelesaikan ending dari arc ke dua. Dan segara membuat alur untuk arc ke 3. Jadi sebagai ganti dari beberapa hari itu, Aku membuat sebuah peta.



meski tidak terlalu berguna, namun ini dapat memudahkan kalian jika mc sedang berpetualang dan berpindah daerah.


(Maaf juga gambarnya jelek, Authornya ga bisa gambar)

__ADS_1


Sekian dariku, Author Kehidupan Kedua Di Dunia Lain


-Shirube


__ADS_2