Kehidupan Kedua Di Dunia Lain

Kehidupan Kedua Di Dunia Lain
Chapter 6-1


__ADS_3

...Chapter 6 : Roh Air...


...Bagian 1...


Akhir akhir ini Aku tidak mengalami pengembangan pesat, semenjak Guru Cariel pergi, Aku tidak dapat belajar sihir baru lagi. Yang kulakukan hanyalah memperkuat sihirku dan menguasai sihir gabungan dengan lebih baik.


Untungnya Fenrir mau mengajariku sihir air tingkat atas dan sihir angin tingkat atas. Hanya dia yang menguasai sihir tingkat atas selain Ibuku. Ibuku memang orang yang kuat, bisa dikatakan Ia hampir menguasai sihir tingkat raja.


Tapi Ibuku pernah bilang kalau Dia tidak pandai dalam mengajar atau menjelaskan sesuatu yang rumit seperti sihir, maka dari itu hanya Fenrir yang dapat mengajariku sihir tingkat atas.


Lalu saat ini, Aku berlatih menggunakan sihir air tingkat atas yang diajarkan Fenrir. Seperti biasa, Aku berlatih di danau dekat rumah. Tempat yang sempurna untuk berlatih sihir air.


"Seperti yang kukatakan tadi, fokuskan sihirmu lalu kendalikan, lalu cobalah untuk membayangkan bentuk sihirmu" Jelas Fenrir.


“Wahai Roh Roh Air, Limpahkan air ke seluruh dunia, buatlah tanaman tumbuh dan subur, Atas kekuatanmu, kehidupan tetap berjalan [Pengendalian Hujan]” Aku membuat hujan tepat diatas danau, lalu Aku berusaha untuk menggerakkannya secara perlahan.


Aku menggerakkannya dari atas danau menuju ke luar desa. Sungguh pencapaian yang besar. Aku menciptakan hujan yang deras dan luas dibandingkan sihirnya Fenrir, ya efek dari skillku. Lalu tiba tiba muncul seseorang dari belakangku.


“Hei Zare Hilson, bisakah anda mengarahkan hujan itu ke ladang kami?” Kata Orang Itu.


“Ladang? Baiklah, tunjukkan ladang anda" Jawabku.


“Sini ikut aku” Jawab Orang itu.


Aku menghentikan sihirku lalu mengikuti orang itu pergi. Dia pergi menuju ke area pertanian desa, tempat yang paling indah jika dilihat dari kejauhan.


“Bisakah anda membuat hujan di sini? Aku ingin Anda menghujani semua ladang” Kata Orang Itu.


"Indahnya, kalau ladangnya seluas ini, ya mungkin aja bisa" Balasku.


“Wahai Roh Roh Air, Limpahkan air ke seluruh dunia, buatlah tanaman tumbuh dan subur, Atas kekuatanmu, kehidupan tetap berjalan [Pengendalian Hujan]” Aku membuat ladang menjadi basah.


“Kerja bagus nak” Kata Orang itu


“Aku belum memperkenalkan diri, Namaku adalah Toni Wellam” Kata Orang itu.


“Baiklah, Kalau tidak ada hal yang bisa kulakukan lagi, lebih baik Aku pergi” Kataku.


“Sampai jumpa nak, dan terima kasih atas hujannya” Jawab Toni.


Aku kembali ke danau dan terlihat disana Fenrir tertidur lagi. Dia serigala yang suka tidur. Aku melanjutkan untuk melatih sihirku, berkat dari skill [Peningkatan Skill] membuatku tidak bisa kehabisan mana meski dipakai berkali kali. Walaupun begitu, Manaku tetap berkurang karena menggunakan skill yang lebih kuat.


Lalu Aku mencoba untuk menggunakan sihir tingkat atas tanpa mantra, membayangkannya adalah hal yang sulit, maka dari itu Aku berkonsentrasi penuh untuk menggunakannya tanpa mantra.


“[Tornado]” Aku memunculkan tornado tepat diatas danau.


Air danau terbang sedikit demi sedikit, lalu turun kembali, itu membuatku basah kuyup. Semakin lama, tornadoku semakin kuat hingga hampir menguras air di danau. Untung saja Aku menghentikan sihirku tepat saat air berterbangan.


“Tuan, Aku kedinginan” Fenrir tiba tiba terbangun dengan tubuh yang basah kuyup


“Ah. Maaf tadi tidak sengaja, sini mendekatlah akan kuhangatkan”

__ADS_1


‘Coba Aku gabungkan sihir angin dan api’ Pikirku.


Sihir angin dan api akan menciptakan udara panas, itu adalah sihir yang cocok untuk mengeringkan pakaian yang basah atau memanaskan tubuh jika kedinginan.


‘Bayangkan sihir angin yang banyak bersatu dengan sihir api yang sedikit’ pikirku


“[Udara Panas]” Elemen sihir baruku telah tercipta.


“Uahh... Hangatnya” Fenrir merasa nyaman dengan sihirku.


Aku juga menghangatkan tubuhku dan mengeringkan pakaianku yang basah. Aku duduk di tepi danau sambil menikmati udara panas ini.


“Hei Kalian!! Beraninya merusak tempat tinggalku” Tiba tiba ada suara.


“Dimana itu?” Tanyaku.


“Lihat kearah danau” Jawab Suara Asing itu.


Aku menatap kearah danau, terlihat sesosok yang terlihat seperti manusia berdiri tepat diatas air.


“karena kalian telah melihatku, pasti kalian takut dengan diriku kan” Kata Makhluk itu dengan sombong.


“[Penjara Es]” Aku membuat air dibawahnya membeku lalu membentuk penjara.


Aku mengurungnya dengan cepat, dan membuatnya tidak dapat bergerak serta membuatnya kedinginan karena sihir esku.


“Tunggu sebentar, jangan kurung aku, lepaskan” Makhluk itu merengek saat dikurung dalam penjara.


“Kau yang mengganggu” Jawab Makhluk itu.


“Apa maksudmu?” Tanyaku.


“Danau Ini Adalah Rumahku, jadi pergilah” Jawab Makhluk itu.


“Kalau begitu, Fenrir ayo pergi, tinggalkan saja dia disana terkurung selamanya” Aku berdiri lalu berjalan menjauh.


“BAIKLAH, AKU AKAN MEMBIARKANMU DISINI TAPI TOLONG LEPASKAN AKU” Makhluk itu berteriak kepadaku.


Aku berbalik lalu berjalan menuju ke arahnya. Aku dapat berjalan diatas air dengan sihir airku, sehingga Aku bisa mendekatinya.


“Sebelum itu, coba jelaskan siapa kau sebenarnya” Tanyaku.


“Aku adalah roh air yang agung, Aku itu kuat, keren, dan pintar” Dia memuji dirinya sendiri.


“[Menganalisis]”


[Roh Air Bawah Lv.31] Roh yang berada di tingkatan terendah dibandingkan roh lainnya. Biasanya Roh Bawah itu menyebar ke seluruh dunia untuk menemukan tempat tinggal dikarenakan diusir dari benuanya karena dirinya Roh Bawah.


Status Saat Ini : Kelaparan


Meski Dia berbohong, Aku memiliki skill sebagus ini. Jadi kebohongannya akan terkuak dengan mudah.

__ADS_1


“Kau adalah Roh Bawah kan” Kataku.


“Eh, bagaimana kau tau....Ups” Dia keceplosan.


“Roh Air, lebih baik kau mengikat kontrak dengan Tuanku” Kata Fenrir.


“Anak manusia itu?, Aku ini Roh, Aku adalah makhluk yang kuat dibandingkan manusia seperti dirinya” Roh itu menyombongkan diri lagi.


Aku tidak habis pikir, entah Dia yang bodoh atau Dia hanya ingin menyombongkan diri. Lalu Aku terpikirkan suatu rencana yang bagus.


“Kalau begitu, mau bertanding satu lawan satu?” Tanyaku.


“Siapa takut, cepat lepaskan Aku” Aku melepaskannya lalu mengajaknya menuju ke padang rumput, tempat Aku berlatih bersama Guru Cariel.


Fenrir berdiri diantara kami berdua sebagai wasit dan juri untuk pertandingan ini. Sebagai tantangan, Roh itu akan menjalin kontrak denganku jika Aku menang, sedangkan jika Dia yang menang, maka Aku harus menjadi anak buahnya.


“Baiklah, siap? Satu, Dua, Tiga, Go” Fenrir memberikan aba aba.


“Wahai Air, Kuperintahkan Dirimu untuk menyerangnya, [Panah Air]” Roh Air itu langsung menyerang.


‘Mantranya berbeda daripada yang kupelajari’ pikirku.


Aku menghindar menjauh dari sihir panah airnya, hingga lumayan jauh. Lalu Aku membalas serangannya.


“[Membeku]” Daripada membuat sihir es, Aku lebih memilih untuk membekukan air dari roh air.


“Hei jangan beku kan airku” Nampak Roh Air kesal.


“Terserah Aku, inikan pertempuran” Jawabku.


“Begitu ya, Aku akan menggunakan sihir roh sekarang” Kata Roh Air.


Sihir roh adalah sihir yang digunakan para roh, dan bisa dikatakan sebagai leluhur sihir yang biasa dipakai manusia. Dan juga sihir roh dibagi menjadi beberapa elemen seperti sihir manusia, yang berbeda hanyalah daya serangnya.


Sihir roh biasanya selevel dengan tingkat atas hingga tingkat kaisar, maka dari itu, Roh terbagi menjadi tiga tingkat yaitu Roh bawah, Roh Menengah, dan Roh Atas.


“Wahai Air, Kuperintahkan Dirimu membentuk ular lalu seranglah Dia, [Ular Air]” Itu adalah sihir tingkat atas.


“Akan kumanfaatkan skillku, [Pusaran Air]” Sihir tingkat menengah. Dan juga bisa dikatakan versi lemah dari Ular Air.


Tetapi, dengan Skill milikku, Kekuatan sihir yang dihasilkan akan menjadi lima ratus persen. Dengan kata lain, sihirku setara, atau lebih dibandingkan sihir roh air itu.


Pusaran Air yang kuciptakan melaju dengan pesat lalu menyerang ular airnya hingga bolong dan membuatnya hancur.


"Huaah!! Ular air milikku hancur begitu saja" Jawabnya dengan nada keheranan.


"Sekarang kau sudah menyerah?" Jawabku.


"Ini masih belum seberapa" Jawabnya.


Pertarungan masih berlanjut tanpa henti. Fenrir yang menyaksikannya merasa kebosanan. Lalu tidak lama kemudian.

__ADS_1


\=\={Bersambung}\=\=


__ADS_2